Bab 04 : Salah Sangka

Tabib cantik itu mengeluarkan peralatannya dari koper, sementara beberapa orang datang dengan tong air bersih di tangan mereka. Saat sang tabib mengeluarkan peralatannya, Arthur terkejut melihat jarum besar dan benang tebal yang disiapkan untuk menjahit lukanya.

Dia memang sudah mengira bahwa tempat ini belum mengenal teknologi medis yang canggih, tetapi tidak mengira akan sejauh ini. Meskipun demikian, dia memutuskan untuk tetap mengikuti rencana awalnya dengan hanya mengawasi dalam diam.

"Saya akan mulai merawat Anda sekarang." Dengan penuh kesabaran, tabib itu mulai membersihkan darah di sekitar luka Arthur dan dengan hati-hati mencabut pisau yang menusuk di dadanya. Meski dia sudah cukup berpengalaman, melihat pisau yang menancap di dada seseorang yang masih hidup itu benar-benar pemandangan yang sangat ajaib.

Saat pisau itu terlepas, sang tabib mengangkat suaranya dan dengan senyum berkata, "Ah, rupanya ini jimat keberuntungan Anda Tuan Muda. Saya tadinya kebingungan bagaimana bisa Anda selamat, rupanya cincin ini melindungi jantung Anda!" katanya sembari memperlihatkan cincin perak yang ia temukan di dalam luka Arthur.

"Cincin?" Arthur bingung, dia tidak merasakan ada benda lain selain pisau yang menancap di dadanya, bagaimana bisa tiba-tiba ada cincin di dalam sana?

Kiara yang melihat itu lantas bersorak di dalam hati dan kembali melemaskan tubuhnya yang tegang. Dia sudah sangat khawatir ada sesuatu yang benar-benar salah terjadi pada Tuan Mudanya karena masih hidup dengan pisau di dada, tetapi ternyata dia selamat karena sebuah cincin menahan mata pisaunya.

"Ini adalah... Aeros." Kejutan lain meledak di dalam kepala Arthur saat noda darah yang menutupi cincin disingkirkan. Cincin perak ini seharusnya tidak ada di dunia ini.

Aeros, sebuah singkatan dari artefak tingkat Dewa yang waktu itu sedang dikembangkan oleh ibu Arthurian Merlin. Proyek Aeros atau Arthurian Emergency Recovery Operation System, adalah sebuah rencana penciptaan artefak yang mampu menyediakan sumber daya tidak terbatas dengan menggunakan pecahan inti kristal meteor yang dulu membawa sihir ke Bumi. Pecahan Tuhan, begitulah manusia memanggil berlian kecil kemerahan yang memiliki sumber sihir tanpa terikat oleh aturan.

Proyek ini ditunda di saat kuil tujuh Dewa mengangkat pedang mereka kepada keluarga Arthurian dan Merlin terpaksa masuk ke dalam gua pengasingan untuk mempelajari sihir Iblis yang dinilai mampu untuk melawan kekuatan suci. Saat dia keluar dari gua, keluarganya sudah rata dengan tanah, sehingga dia mengamuk dan menjadi Iblis Amarah yang mencatat sejarah dengan darah.

"Aeros... Apa ini artinya aku masih berada di dunia yang sama? Tidak. Lebih dari itu, apa mungkin Aeros yang membangkitkanku kembali? Jika itu Pecahan Tuhan, membangkitkan seseorang yang sudah mati mungkin untuk dilakukan."

Semakin banyak Arthur memikirkannya, semakin terasa mau pecah pula kepalanya. Dia saat ini harus beristirahat terlebih dahulu, tubuh barunya sangat tidak stabil dan sangat canggung untuk berada di tengah keramaian tanpa sehelai benang pun di badan.

Setelah tabib selesai menutup lukanya, Arthur memakai kembali pakaiannya dan dengan berpura-pura pusing meminta Kiara untuk membawanya pergi dari tempat ini, "Kiara, aku lelah. Bawa aku ke kediamanku."

"Baik, Tuan Muda!" Kiara dengan tanggap menopang bahu Arthur dan memandunya ke kediaman luar keluarga Mahesa yang kini ditinggali oleh Arthur.

Bersamaan dengan itu, berita percobaan pembunuhan si bungsu dari keluarga Mahesa sampai ke telinga kepala keluarga Mahesa, Arnold Al Mahesa, kakek Arthur. Dia langsung mengumpulkan para petinggi di dalam keluarga dan membahas tentang ini dalam rapat darurat.

"Aku masih tidak mengerti, alih-alih menargetkan Arkam yang memiliki potensi tinggi, pembunuh ini justru menargetkan Arthur yang bisa kita sebut dengan keras bahwa dia adalah sampah. Apa menurut kalian ini bukan upaya mengeliminasi diri sendiri? Kita semua tahu bahwa keluarga Gustav mengirimkan surat pembatalan pertunangan putri mereka dengan Arthur dan bocah itu menjadi depresi setelah itu." Putri ke lima, Selena Al Mahesa, bibi Arthur, memberikan pendapatnya.

"Selena jaga kata-katamu!" Mendengar penghinaan untuk putranya, Hans Al Mahesa merasa tidak terima. Dia menghantamkan tinjunya ke meja dan dengan serius mengeluarkan aura membunuhnya.

Selena terusik beberapa waktu dengan energi buas karnivora dari kakaknya, tetapi dia lebih kuat darinya sekarang, baik dari posisi di dalam keluarga maupun kekuatan, dia sudah tidak lagi ada di paling bawah. Dia menyeringai dan turut mengeluarkan aura membunuhnya yang tenang bagaikan aliran sungai di alam, dia terkekeh, "Kak, apa kamu pikir aku masih takut padamu? Apa yang aku katakan adalah fakta yang diketahui oleh semua orang, lebih baik kamu akui saja bahwa kamu sudah gagal sebagai seorang ayah."

Hans serasa tertusuk oleh banyak panah dalam satu waktu. Itu benar, semua yang dikatakan adiknya adalah kebenaran, dan berdasarkan dari bagaimana yang lain menatapnya dengan dingin, itu artinya mereka semua setuju dengan pendapat adiknya. Dia sudah kalah dan tidak ada gunanya menjadi keras kepala di saat seperti ini. Jadi, dia melepaskan auranya.

Melihat pemandangan menyedihkan ini, Selena merasa sudah kehilangan kesenangannya. Dia melepas auranya juga dan dengan malas berkata, "Meski begitu, sampah itu tetaplah sampah milik kita, tidak berlebihan jika kita menanggapi ini secara serius, masih ada kemungkinan bahwa upaya pembunuhan benar-benar terjadi."

"Aku dengar rumah bordil Bunga Plum dijaga dengan sangat ketat oleh banyak pendekar aura tingkat tiga akhir. Meskipun pembunuh itu gagal menyelesaikan misinya, kemampuannya dalam penyusupan pasti sangat luar biasa sampai-sampai tidak ada penjaga yang menyadari keberadaannya sampai akhir. Kasus ini mungkin lebih besar dari yang kita pikirkan." Putra pertama, Nahel Al Mahesa, menambahkan.

"Menurutku juga begitu, bisa jadi ini adalah sebuah ancaman yang terkait dengan rumah dagang kita. Mereka sengaja mengincar Arthur yang terlemah untuk menunjukkan seberapa tajam taring mereka. Masalahnya adalah... kita tidak pernah menyinggung kelompok manapun akhir-akhir ini." Tarem Al Mahesa, putra ke dua, setuju.

Arnold Al Mahesa juga sangat marah, dia memang mengabaikan Arthur karena dia lemah, tetapi sesampah apapun anak itu dia tetaplah keturunannya, mencoba melukainya berarti mencoba melukai keluarga Mahesa, untuk alasan apapun, dia tidak dapat menerima jika keturunannya sampai dibunuh di tempat kotor seperti itu.

Semua orang mulai bungkam, merasa kebingungan dan cemas karena tidak tahu siapa pelaku di balik rencana jahat ini. Saat situasi memanas, tiba-tiba pintu ruang rapat diketuk.

"Masuklah!" Arnold memberi izin.

Setelah mendapat izin untuk masuk, Ksatria Kiara dan Tabib Liam memasuki ruang rapat. Mereka berdua dipanggil untuk menjelaskan apa yang terjadi di tempat kejadian perkara. Tanpa basa basi, Arnold langsung menanyakan apa yang terjadi di sana dan apakah mereka mengetahui kejanggalan dalam kasus ini.

Terpopuler

Comments

abdillah musahwi

abdillah musahwi

hai Thor, saya mau coba baca dulu yach

2024-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 : Iblis Amarah
2 Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3 Bab 03 : Rumah Bordil
4 Bab 04 : Salah Sangka
5 Bab 05 : Terlalu Jauh
6 Bab 06 : Kontrak
7 Bab 07 : Sistem
8 Bab 08 : Orang Tua Arthur
9 Bab 09 : Aura
10 Bab 10 : Pahlawan
11 Bab 11 : Sandiwara
12 Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13 Bab 13 : Pendapat
14 Bab 14 : Hitungan
15 Bab 15 : Aliran Uang
16 Bab 16 : Tamu Agung
17 Bab 17 : Pionir Haynes
18 Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19 Bab 19 : Goyah
20 Bab 20 : Duel
21 Bab 21 : Pil Kehidupan
22 Bab 22 : Melawan Pahlawan
23 Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24 Bab 24 : Teritorium
25 Bab 25 : Hasil Duel
26 Bab 26 : Konstelasi Muda
27 Bab 27 : Wanita Misterius
28 Bab 28 : Anvil Emas
29 Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30 Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31 Bab 31 : Pertaruhan
32 Bab 32 : Mustahil Menang
33 Bab 33 : Bengkel
34 Bab 34 : Kontrak Kerja
35 Bab 35 : Generasi
36 Bab 36 : Kertas Toilet
37 Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38 Bab 38 : Kuda Perang
39 Bab 39 : Kesetiaan
40 Bab 40 : Keserakahan
41 Bab 41 : Mata Dewa Perang
42 Bab 42 : George Trailer
43 Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44 Bab 44 : Keserakahan Arthur
45 Bab 45 : Barang Bukti
46 Bab 46 : Novel
47 Bab 47 : Sastra Erotis
48 Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49 Bab 49 : Lembaga Hukum
50 Bab 50 : Rasa Iri Hati
51 Bab 51 : Hak Cipta
52 Bab 52 : Fitnah
53 Bab 53 : Korban
54 Bab 54 : Tumbal
55 Bab 55 : Cincin
56 Bab 56 : Selesai
57 Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58 Bab 58 : Kediaman Barat
59 Bab 59 : Penerus
60 Bab 60 : Bakat Baru
61 Bab 61 : Negosiasi
62 Bab 62 : Tiga Serangan
63 Bab 63 : Potensi
64 Bab 64 : Nomor Enam
65 Bab 65 : Divine Hand Strike
66 Bah 66 : Situasi Panas
67 Bab 67 : Bintang Sembilan
68 Bab 68 : Efek Samping
69 Bab 69 : Salah Makan?
70 Bab 70 : Pengajaran
71 Bab 71 : Surat Kabar
72 Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73 Bab 73 : Penjahat Terburuk
74 Bab 74 : Dikodekan
75 Bab 75 : Parasit
76 Bab 76 : Shirley Dawn
77 Bab 77 : Penghuni Hutan
78 Bab 78 : Ledakan
79 Bab 79 : Kota Elves
80 Bab 80 : Janji
81 Bab 81 : Mata Merah
82 Bab 82 : Raja
83 Bab 83 : Penghuni Ilegal
84 Bab 84 : Jus
85 Bab 85 : Respon Picik
86 Bab 86 : Aristokrat
87 Bab 87 : Rasa Ragu
88 Bab 88 : Hukuman
89 Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90 Bab 90 : Ritual
91 Bab 91 : Koin Emas
92 Bab 92 : Supreme Spirit
93 Bab 93 : Sendawa
94 Bab 94 : Emas
95 Bab 95 : Bangsa Idiot
96 Bab 96 : Defiania
97 Bab 97 : Hasrat
98 Bab 98 : Puiff
99 Bab 99 : Bar
100 Bab 100 : Palsu
101 Bab 101 : Blackthorn
102 Bab 102 : Nasib
103 Bab 103 : Murka Elves
104 Bab 104 : Malaikat Maut
105 Bab 105 : Variabel
106 Bab 106 : Berbeda
107 Bab 107 : Sidang
108 Bab 108 : Kantung
109 Bab 109 : Hantu
110 Bab 110 : Tetes Terakhir
111 Bab 111 : Efek Samping
112 Bab 112 : Jormungandr
113 Bab 113 : Wadah
114 Bab 114 : Skoll Dan Hati
115 Bab 115 : Bola Air
116 Bab 116 : Claymore
117 Bab 117 : Dewa Iblis
118 Bab 118 : Kejatuhan
119 Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120 Bab 120 : Arthurian Merlin
121 Bab 121 : Perang Hutan
122 Bab 122 : Segel
123 Bab 123 : Akar
124 Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125 Bab 125 : Terminal Lucidity
126 Bab 126 : Jantung
127 Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128 Pengumuman S2!
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 01 : Iblis Amarah
2
Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3
Bab 03 : Rumah Bordil
4
Bab 04 : Salah Sangka
5
Bab 05 : Terlalu Jauh
6
Bab 06 : Kontrak
7
Bab 07 : Sistem
8
Bab 08 : Orang Tua Arthur
9
Bab 09 : Aura
10
Bab 10 : Pahlawan
11
Bab 11 : Sandiwara
12
Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13
Bab 13 : Pendapat
14
Bab 14 : Hitungan
15
Bab 15 : Aliran Uang
16
Bab 16 : Tamu Agung
17
Bab 17 : Pionir Haynes
18
Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19
Bab 19 : Goyah
20
Bab 20 : Duel
21
Bab 21 : Pil Kehidupan
22
Bab 22 : Melawan Pahlawan
23
Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24
Bab 24 : Teritorium
25
Bab 25 : Hasil Duel
26
Bab 26 : Konstelasi Muda
27
Bab 27 : Wanita Misterius
28
Bab 28 : Anvil Emas
29
Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30
Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31
Bab 31 : Pertaruhan
32
Bab 32 : Mustahil Menang
33
Bab 33 : Bengkel
34
Bab 34 : Kontrak Kerja
35
Bab 35 : Generasi
36
Bab 36 : Kertas Toilet
37
Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38
Bab 38 : Kuda Perang
39
Bab 39 : Kesetiaan
40
Bab 40 : Keserakahan
41
Bab 41 : Mata Dewa Perang
42
Bab 42 : George Trailer
43
Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44
Bab 44 : Keserakahan Arthur
45
Bab 45 : Barang Bukti
46
Bab 46 : Novel
47
Bab 47 : Sastra Erotis
48
Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49
Bab 49 : Lembaga Hukum
50
Bab 50 : Rasa Iri Hati
51
Bab 51 : Hak Cipta
52
Bab 52 : Fitnah
53
Bab 53 : Korban
54
Bab 54 : Tumbal
55
Bab 55 : Cincin
56
Bab 56 : Selesai
57
Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58
Bab 58 : Kediaman Barat
59
Bab 59 : Penerus
60
Bab 60 : Bakat Baru
61
Bab 61 : Negosiasi
62
Bab 62 : Tiga Serangan
63
Bab 63 : Potensi
64
Bab 64 : Nomor Enam
65
Bab 65 : Divine Hand Strike
66
Bah 66 : Situasi Panas
67
Bab 67 : Bintang Sembilan
68
Bab 68 : Efek Samping
69
Bab 69 : Salah Makan?
70
Bab 70 : Pengajaran
71
Bab 71 : Surat Kabar
72
Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73
Bab 73 : Penjahat Terburuk
74
Bab 74 : Dikodekan
75
Bab 75 : Parasit
76
Bab 76 : Shirley Dawn
77
Bab 77 : Penghuni Hutan
78
Bab 78 : Ledakan
79
Bab 79 : Kota Elves
80
Bab 80 : Janji
81
Bab 81 : Mata Merah
82
Bab 82 : Raja
83
Bab 83 : Penghuni Ilegal
84
Bab 84 : Jus
85
Bab 85 : Respon Picik
86
Bab 86 : Aristokrat
87
Bab 87 : Rasa Ragu
88
Bab 88 : Hukuman
89
Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90
Bab 90 : Ritual
91
Bab 91 : Koin Emas
92
Bab 92 : Supreme Spirit
93
Bab 93 : Sendawa
94
Bab 94 : Emas
95
Bab 95 : Bangsa Idiot
96
Bab 96 : Defiania
97
Bab 97 : Hasrat
98
Bab 98 : Puiff
99
Bab 99 : Bar
100
Bab 100 : Palsu
101
Bab 101 : Blackthorn
102
Bab 102 : Nasib
103
Bab 103 : Murka Elves
104
Bab 104 : Malaikat Maut
105
Bab 105 : Variabel
106
Bab 106 : Berbeda
107
Bab 107 : Sidang
108
Bab 108 : Kantung
109
Bab 109 : Hantu
110
Bab 110 : Tetes Terakhir
111
Bab 111 : Efek Samping
112
Bab 112 : Jormungandr
113
Bab 113 : Wadah
114
Bab 114 : Skoll Dan Hati
115
Bab 115 : Bola Air
116
Bab 116 : Claymore
117
Bab 117 : Dewa Iblis
118
Bab 118 : Kejatuhan
119
Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120
Bab 120 : Arthurian Merlin
121
Bab 121 : Perang Hutan
122
Bab 122 : Segel
123
Bab 123 : Akar
124
Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125
Bab 125 : Terminal Lucidity
126
Bab 126 : Jantung
127
Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128
Pengumuman S2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!