Bab 17 : Pionir Haynes

Suasana di antara mereka memanas hingga Pionir Haynes sendiri harus menengahi mereka. "Hahaha, senang rasanya melihat obrolan teman lama. Lalu, aku tidak masalah dengan hal itu, semakin banyak semakin bagus!"

Tujuan Pionir Haynes di sini ada dua, yang pertama melihat dengan kedua matanya sendiri 'bakat' salah satu dari tujuh Naga di keluarga Mahesa dan yang kedua adalah membantu cucu tersayangnya menemukan pencerahan untuk menerobos ke bintang empat. Dengan alasan inilah dia rela pergi ke sudut kecil kerajaan Colin.

"Saya dengar Tuan Muda Arkam baru saja menerobos ke bintang lima, rumor tersebut sudah menyebar ke seluruh ibu kota. Jadi, begitu mendengar Kakek akan melakukan bimbingan Ksatria kepadanya, Saya memaksa kakek untuk ikut."

"Rumor itu benar. Arkam sangat berbakat dan dia berkembang dengan sangat cepat. Namun, itu menjadi bumerang baginya. Anak itu mulai termakan oleh rasa bangga diri." Arnold menggelengkan kepalanya.

Pionir Haynes menghembuskan napas berat saat dia menaruh tangannya ke atas kepala Diana. "Yah, aku mengerti. Anak ini juga melakukan hal yang sama."

"Kakek!?" Diana meledak, dia mengeluarkan Auranya dan berusaha sekuat tenaga untuk mencubit perut kakeknya. Namun, pria itu hanya tersenyum menanggapinya.

Pionir Haynes memperhatikan sorot mata kosong yang ditunjukkan oleh Arnold. Itu bukanlah mata yang harusnya ditunjukkan oleh seorang kakek yang ingin membanggakan bakat cucunya. Hal ini sangat berbeda dari apa yang dia tulis di surat resmi permintaan bimbingan ksatria.

Seolah-olah pria itu sedang memikirkan sesuatu yang jauh lebih penting. Dengan penasaran, Pionir Haynes pun bertanya, "Dari sorot matamu, kau sepertinya tidak terlalu tertarik dengan evaluasi Arkam saat ini, apa kau memikirkan sesuatu yang lain?"

Arnold terkejut pada awalnya, tetapi kemudian dia mengangguk pelan. "Ya, pikiranku terus saja dihantui oleh sosok cucu termudaku. Aku minta maaf soal ini." Arnold mengerutkan keningnya dengan gelisah, kini dia tidak lagi mencoba menyembunyikan keresahannya.

"Cucu termuda? Apa maksud Anda Arthur Al Mahesa?"

"Oh, cucu anehmu yang mengumpulkan buku-buku kuno itu? Aku pernah dengar dia menderita kelainan vena magis bawaan." Grandel memiringkan kepalanya, bertanya-tanya apa yang mungkin terjadi dengan anak itu? Apa anak itu menerjemahkan seni bela diri kuno atau semacamnya?

"Huh? Kelainan Vena bawaan? Itu mustahil. Bahkan jika aku dulunya master menara herbal, kelainan vena bawaan adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Jika maksudmu adalah kamu ingin meminta tolong tentang itu kepadaku, maka aku tidak bisa melakukannya. Mereka yang terlahir dengan kelainan vena bawaan memiliki tubuh yang lemah, bahkan jika aku mengekstrak herbal abadi, tubuhnya tidak akan dapat menahannya!"

Pionir Haynes mengernyit, itu adalah kebiasaannya mengerutkan kening ketika ada sesuatu yang tidak dia sukai. Meskipun dia tidak mengatakannya, dia di sini hanya untuk Arkam Al Mahesa. Grandel dan Diana berbagi pandangan simpatik, tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk itu.

"Aku tahu itu dengan baik, dengan vena magis yang menyimpang, energi magis tidak akan bisa berubah menjadi Aura. Namun, baru-baru ini anak itu melakukan sesuatu yang tidak seharusnya terjadi."

Arnold menarik napas pendek kemudian dia berkata, "Eksternal Aura. Karena dia tidak bisa menggunakan Internal Aura, anak itu mencoba melompat tahap dan mempelajari Eksternal Aura dan dia berhasil dengan terlalu baik, sehingga abnormal."

"Apa!?" Semua orang terkejut dan tanpa sadar menahan napas mereka. Eksternal Aura? Secara teori memang memungkinkan karena Eksternal Aura tidak melalui proses penarikan ke dalam tubuh seperti Internal Aura, tetapi itu cuma dari teori saja. Kenyataannya, tidak seperti itu.

Membina Aura seperti menjinakkan hewan buas, dibutuhkan kesabaran dan dedikasi khusus dan wawasan yang memadai untuk mengendalikannya. Ksatria Aura harus membakar otot-otot di tubuhnya, membuka titik-titik akupuntur, membersihkan meridian, dan mengembangkan dantian. Proses-proses tersebut dilakukan secara bertahap untuk membiasakan tubuh dengan konsep Aura yang bersifat delakan atau ledukan.

Eksternal Aura sendiri hanya bisa digunakan oleh Ksatria Aura bintang empat atau di atasnya, di mana tubuh sudah sepenuhnya mengenal energi magis dan Aura telah dikuasai secara sempurna. Bisa menggunakan Eksternal Aura tanpa melalui tahapan sebelumnya itu sama saja dengan menciptakan metode kultivasi energi magis yang baru. Jika benar dia berhasil menciptakannya, maka Arthur bisa disandingkan dengan Asura Royal Colin, pendiri kerajaan Colin yang sekaligus penemu Aura.

Seorang Perintis!

Semua orang yang ada di sini sekarang mengerti kegelisahan Arnold. Mereka yang semula tidak tertarik bahkan tidak peduli dengan Arthur, kini dipenuhi oleh rasa penasaran. Benarkah dia melakukannya?

***

"Saudara Arkam!"

"Eh?” Arkam Al Mahesa, cucu ke tiga keluarga Mahesa, menoleh ke belakangnya. "Saudari Diana?"

"Lama tak jumpa!" Diana langsung menempel pada lengan kekar Arkam. "Kapan kamu—" Arkam tiba-tiba menyadari bahwa Diana tidak sendirian.

"Oho, kamu benar-benar menerobos ke bintang lima? Berapa usiamu? Delapan belas tahun?" Pionir Haynes menundukkan sedikit kepalanya. Arkam menatap kosong saat dia melihat tembok besar antara ksatria Aura bintang lima dan bintang tujuh. Hanya dua tingkat, tetapi jaraknya selebar langit dan bumi.

"Ah! Arkam Al Mahesa, memberi salam kepada Tuan Pionir Ke Enam!"

Alis Diana berkedut dengan tidak senang. Kakeknya terus saja mengambil alih perhatian. "Oh, benar. Hey, Arkam!" Diana dengan cepat menyela di antara mereka. "Kudengar sepupu termudamu melakukan sesuatu baru-baru ini."

"Sepupuku?" Arkam mengerutkan kening dan memiringkan wajahnya. "Ah, maksudmu Arthur? Kamu sedang membicarakan tentang kutu buku itu?" Arkam menghela napas berat, "Yah, dia memang berkelahi dan menang melawan kakak tertuaku, tapi cuma itu. Dia penderita kelainan vena bawaan, tidak ada yang bisa diharapkan darinya meskipun kepribadiannya berubah."

Ayahnya, Nahel Al Mahesa, teramat marah atas kejadian itu. Tidak hanya kakaknya mencoba menggunakan Aura melawan Arthur, tetapi juga tidak dapat menghadiri rapat resmi perdananya. Terlebih Arthur justru menjadi cucu pertama yang masuk ke ruang rapat. Namun, Arkam tidak peduli. Kakaknya, Harish Al Mahesa, adalah seorang pembuat masalah sedari dulu, mengacau adalah bagian dari hidupnya, dan karena dia idiot, dia pastinya akan kalah dengan satu atau dua trik.

"Ya, Arthur! Dia yang aku maksud, tapi dia mengalahkan kakakmu?" Diana memiringkan kepalanya. Apa itu artinya si kutu buku itu lebih kuat dari Ksatria Aura bintang tiga tahap akhir seperti dirinya?

"Eh, bukan itu?" Arkam menatap Diana dengan bingung. Bertanya-tanya hal apalagi yang dilakukan oleh si bungsu itu.

Saat suasananya mengental, Pionir Haynes melangkah maju. "Arthur Al Mahesa sepertinya menguasai Eksternal Aura. Jadi, kepala keluarga memutuskan untuk mengujinya. Apa dia benar-benar menjadi perintis magis atau dia sebenarnya menggunakan Artefak. Semuanya akan dibuktikan dari ujian tersebut."

Episodes
1 Bab 01 : Iblis Amarah
2 Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3 Bab 03 : Rumah Bordil
4 Bab 04 : Salah Sangka
5 Bab 05 : Terlalu Jauh
6 Bab 06 : Kontrak
7 Bab 07 : Sistem
8 Bab 08 : Orang Tua Arthur
9 Bab 09 : Aura
10 Bab 10 : Pahlawan
11 Bab 11 : Sandiwara
12 Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13 Bab 13 : Pendapat
14 Bab 14 : Hitungan
15 Bab 15 : Aliran Uang
16 Bab 16 : Tamu Agung
17 Bab 17 : Pionir Haynes
18 Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19 Bab 19 : Goyah
20 Bab 20 : Duel
21 Bab 21 : Pil Kehidupan
22 Bab 22 : Melawan Pahlawan
23 Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24 Bab 24 : Teritorium
25 Bab 25 : Hasil Duel
26 Bab 26 : Konstelasi Muda
27 Bab 27 : Wanita Misterius
28 Bab 28 : Anvil Emas
29 Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30 Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31 Bab 31 : Pertaruhan
32 Bab 32 : Mustahil Menang
33 Bab 33 : Bengkel
34 Bab 34 : Kontrak Kerja
35 Bab 35 : Generasi
36 Bab 36 : Kertas Toilet
37 Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38 Bab 38 : Kuda Perang
39 Bab 39 : Kesetiaan
40 Bab 40 : Keserakahan
41 Bab 41 : Mata Dewa Perang
42 Bab 42 : George Trailer
43 Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44 Bab 44 : Keserakahan Arthur
45 Bab 45 : Barang Bukti
46 Bab 46 : Novel
47 Bab 47 : Sastra Erotis
48 Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49 Bab 49 : Lembaga Hukum
50 Bab 50 : Rasa Iri Hati
51 Bab 51 : Hak Cipta
52 Bab 52 : Fitnah
53 Bab 53 : Korban
54 Bab 54 : Tumbal
55 Bab 55 : Cincin
56 Bab 56 : Selesai
57 Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58 Bab 58 : Kediaman Barat
59 Bab 59 : Penerus
60 Bab 60 : Bakat Baru
61 Bab 61 : Negosiasi
62 Bab 62 : Tiga Serangan
63 Bab 63 : Potensi
64 Bab 64 : Nomor Enam
65 Bab 65 : Divine Hand Strike
66 Bah 66 : Situasi Panas
67 Bab 67 : Bintang Sembilan
68 Bab 68 : Efek Samping
69 Bab 69 : Salah Makan?
70 Bab 70 : Pengajaran
71 Bab 71 : Surat Kabar
72 Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73 Bab 73 : Penjahat Terburuk
74 Bab 74 : Dikodekan
75 Bab 75 : Parasit
76 Bab 76 : Shirley Dawn
77 Bab 77 : Penghuni Hutan
78 Bab 78 : Ledakan
79 Bab 79 : Kota Elves
80 Bab 80 : Janji
81 Bab 81 : Mata Merah
82 Bab 82 : Raja
83 Bab 83 : Penghuni Ilegal
84 Bab 84 : Jus
85 Bab 85 : Respon Picik
86 Bab 86 : Aristokrat
87 Bab 87 : Rasa Ragu
88 Bab 88 : Hukuman
89 Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90 Bab 90 : Ritual
91 Bab 91 : Koin Emas
92 Bab 92 : Supreme Spirit
93 Bab 93 : Sendawa
94 Bab 94 : Emas
95 Bab 95 : Bangsa Idiot
96 Bab 96 : Defiania
97 Bab 97 : Hasrat
98 Bab 98 : Puiff
99 Bab 99 : Bar
100 Bab 100 : Palsu
101 Bab 101 : Blackthorn
102 Bab 102 : Nasib
103 Bab 103 : Murka Elves
104 Bab 104 : Malaikat Maut
105 Bab 105 : Variabel
106 Bab 106 : Berbeda
107 Bab 107 : Sidang
108 Bab 108 : Kantung
109 Bab 109 : Hantu
110 Bab 110 : Tetes Terakhir
111 Bab 111 : Efek Samping
112 Bab 112 : Jormungandr
113 Bab 113 : Wadah
114 Bab 114 : Skoll Dan Hati
115 Bab 115 : Bola Air
116 Bab 116 : Claymore
117 Bab 117 : Dewa Iblis
118 Bab 118 : Kejatuhan
119 Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120 Bab 120 : Arthurian Merlin
121 Bab 121 : Perang Hutan
122 Bab 122 : Segel
123 Bab 123 : Akar
124 Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125 Bab 125 : Terminal Lucidity
126 Bab 126 : Jantung
127 Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128 Pengumuman S2!
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 01 : Iblis Amarah
2
Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3
Bab 03 : Rumah Bordil
4
Bab 04 : Salah Sangka
5
Bab 05 : Terlalu Jauh
6
Bab 06 : Kontrak
7
Bab 07 : Sistem
8
Bab 08 : Orang Tua Arthur
9
Bab 09 : Aura
10
Bab 10 : Pahlawan
11
Bab 11 : Sandiwara
12
Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13
Bab 13 : Pendapat
14
Bab 14 : Hitungan
15
Bab 15 : Aliran Uang
16
Bab 16 : Tamu Agung
17
Bab 17 : Pionir Haynes
18
Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19
Bab 19 : Goyah
20
Bab 20 : Duel
21
Bab 21 : Pil Kehidupan
22
Bab 22 : Melawan Pahlawan
23
Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24
Bab 24 : Teritorium
25
Bab 25 : Hasil Duel
26
Bab 26 : Konstelasi Muda
27
Bab 27 : Wanita Misterius
28
Bab 28 : Anvil Emas
29
Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30
Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31
Bab 31 : Pertaruhan
32
Bab 32 : Mustahil Menang
33
Bab 33 : Bengkel
34
Bab 34 : Kontrak Kerja
35
Bab 35 : Generasi
36
Bab 36 : Kertas Toilet
37
Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38
Bab 38 : Kuda Perang
39
Bab 39 : Kesetiaan
40
Bab 40 : Keserakahan
41
Bab 41 : Mata Dewa Perang
42
Bab 42 : George Trailer
43
Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44
Bab 44 : Keserakahan Arthur
45
Bab 45 : Barang Bukti
46
Bab 46 : Novel
47
Bab 47 : Sastra Erotis
48
Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49
Bab 49 : Lembaga Hukum
50
Bab 50 : Rasa Iri Hati
51
Bab 51 : Hak Cipta
52
Bab 52 : Fitnah
53
Bab 53 : Korban
54
Bab 54 : Tumbal
55
Bab 55 : Cincin
56
Bab 56 : Selesai
57
Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58
Bab 58 : Kediaman Barat
59
Bab 59 : Penerus
60
Bab 60 : Bakat Baru
61
Bab 61 : Negosiasi
62
Bab 62 : Tiga Serangan
63
Bab 63 : Potensi
64
Bab 64 : Nomor Enam
65
Bab 65 : Divine Hand Strike
66
Bah 66 : Situasi Panas
67
Bab 67 : Bintang Sembilan
68
Bab 68 : Efek Samping
69
Bab 69 : Salah Makan?
70
Bab 70 : Pengajaran
71
Bab 71 : Surat Kabar
72
Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73
Bab 73 : Penjahat Terburuk
74
Bab 74 : Dikodekan
75
Bab 75 : Parasit
76
Bab 76 : Shirley Dawn
77
Bab 77 : Penghuni Hutan
78
Bab 78 : Ledakan
79
Bab 79 : Kota Elves
80
Bab 80 : Janji
81
Bab 81 : Mata Merah
82
Bab 82 : Raja
83
Bab 83 : Penghuni Ilegal
84
Bab 84 : Jus
85
Bab 85 : Respon Picik
86
Bab 86 : Aristokrat
87
Bab 87 : Rasa Ragu
88
Bab 88 : Hukuman
89
Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90
Bab 90 : Ritual
91
Bab 91 : Koin Emas
92
Bab 92 : Supreme Spirit
93
Bab 93 : Sendawa
94
Bab 94 : Emas
95
Bab 95 : Bangsa Idiot
96
Bab 96 : Defiania
97
Bab 97 : Hasrat
98
Bab 98 : Puiff
99
Bab 99 : Bar
100
Bab 100 : Palsu
101
Bab 101 : Blackthorn
102
Bab 102 : Nasib
103
Bab 103 : Murka Elves
104
Bab 104 : Malaikat Maut
105
Bab 105 : Variabel
106
Bab 106 : Berbeda
107
Bab 107 : Sidang
108
Bab 108 : Kantung
109
Bab 109 : Hantu
110
Bab 110 : Tetes Terakhir
111
Bab 111 : Efek Samping
112
Bab 112 : Jormungandr
113
Bab 113 : Wadah
114
Bab 114 : Skoll Dan Hati
115
Bab 115 : Bola Air
116
Bab 116 : Claymore
117
Bab 117 : Dewa Iblis
118
Bab 118 : Kejatuhan
119
Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120
Bab 120 : Arthurian Merlin
121
Bab 121 : Perang Hutan
122
Bab 122 : Segel
123
Bab 123 : Akar
124
Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125
Bab 125 : Terminal Lucidity
126
Bab 126 : Jantung
127
Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128
Pengumuman S2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!