Kriing kriing...
Dihari minggu pagi, terdengar suara ponsel diruang tengah sebuah rumah dinas...
Anjar yang sedang berolah raga di halaman belakang rumah dinasnya segera beranjak kedalam.
"Hallo,, Mas Eris... tumben pagi pagi begini sudah nelpon,, ada apa Mas..? "
Rupanya Eris sang kepala polisi yang menghubunginya.
"Mas bro,, sampean mau berangkat nggak ke undangannya pak Ardi..?? katanya ada acara bakar bakar kambing Mas, disana."
" Belum pasti Mas, banyak barang yang belum selesai di pak,, pengen cepet cepet beres supaya bisa dipaketin minggu ini."
Anjar menjawab sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil.
"Yaelaahh santai saja lah Mas, sampean kan masih banyak waktu untuk mengepak barangnya, nanti minta bantuan anak buahmu saja toh biar cepet. "
"Yaa lihat nanti saja deh Mas, kalau nggak males saya berangkat juga. "
"Justru itu saya nelepon tuh untuk mengajak bareng sampean,, supaya saya ada temen yang bisa diajak ngobrol gitu selama perjalanan... saya suka bete kalau jalan sendiri. "
"Duilaah,, kayak perjalanan kemana aja, ajak anak buah mu lah untuk sekedar teman mah."
Anjar tetap tak memberikan jawaban.
"Bedaa dong Mas kalo ditemani anak buah tuh, yang ada saya hanya mendengar kata siap siap siap terus sepanjang perjalanan nanti ... hahahaha. "
Eris keukeuh dengan ajakannya.
"Mau berangkat jam berapa memangnya Mas..? "
Akhirnya Anjar memberi sinyal akan ajakan Eris.
"Nanti siang saja lah jam 10 an, agar tidak terlalu lama menunggu kambingnya mateng.. hehehe"
"Oke lah, saya tunggu kalau gitu.. pake mobil Mas kan, saya lagi males nyetir, lagi lemes badan saya. "
"Iyalah pake mobil saya,, gapapa saya jadi supir deh . "
*** ***
Jam 10:00 Eris sudah datang menjemput, tak ingin berlama lama Eris langsung memberikan isyarat pada Anjar untuk langsung naik ke mobilnya.
"Nggak turun dulu Mas,, ngopi dulu..? "
"Nggak laah keburu siang,, nanti aja ngopinya disana sekalian. "
Anjar yang memang sudah bersiap dihalaman rumah dinasnya langsung saja naik ke mobil Eris.
"Kenapa Mas, sampean sakit..? "
"Sakit, siapa yang sakit...? ".. Anjar balik bertanya pada Eris.
" Lah tadii itu di telpon, katanya lemes lemes."
"Lemes yaa lemes, bukan sakit juga kali. "
"Lemes kenapa toh,, bukannya harusnya semangat sebentar lagi mau pulang ketemu anak istri,, ketemu keluarga.. persiapan energi gitu, dari sekarang minum jamu toh.. hahaha."
"Buat apa minum jamu..? "
"Loh kok buat apa sih, yaa buat nyenengin istri laah.. sampean sudah berapa lama nggak pulang pulang toh..? " Eris menoleh.
"bulan ini tepat sembilan bulan. "
"Tuh kan sembilan bulan, berarti kurang lebih jadi sepuluh bulan dengan yang akan dipaju."
"Sudah biasa kali mas, tidak ada yang istimewa. "
Anjar menanggapi celoteh Eris.
"Widih sipaling biasa aja"... Eris mencibir
" Memang tentara itu terkenal kuat kuat yah bila berhubungan dengan kerinduan terhadap istri.... xixixixi. " sambil terkikik Eris melanjutkan omongannya...
"Kalo saya orangnya gak bisa tahan mas, makanya tak boyong saja istriku kemana mana. "
"Yaa setiap orang beda beda mas, kalau kamu sih memang bahaya kalo istrimu tak dibawa bawa. "
"Bahaya kenapa memangnya..? " Tanya Eris penasaran.
"Ya bahaya lah, bisa bisa istrimu ada di mana mana... " Anjar menjawab dengan tersenyum lebar, merasa puas telah berhasil meledek temannya.
"Mmmm." Eris melengos merasa benar dengan omongan Anjar.
"Eh tapi bener yo mas, kalau sampean butuh rekomendasi jamu jamu an yang manjur, tanya saya aja, nanti saya kasih tau . "
"Nggak usah mas,, saya tidak pernah minum yang begitu begitu... paling saya minumnya jamu yang suka lewat aja untuk penambah nafsu makan. "
"Ooohh bedaa, bedaa itu, sampean belum pernah kaan, makanya coba minum, sekali minum dijamin ketagihan nanti... kalau ini jos gandos bukan bukan nambah nafsu makan tapi nambah nafsu ena ena mas... hahaha. "
"Harusnya cukup dengan perempuan saja yang mempersiapkan diri untuk menyambut suaminya. "... jawab Anjar dingin.
" Itu sih sudah pasti toh mas, mereka pasti akan bersiap untuk penyambutan nggak usah kita kasih tau,, biasanya memang gitu toh istri para tentara tuh. "
"Seharusnya sih begitu."
*** ***
Obrolan mereka seputar perjamuan akhirnya berakhir setelah mobil yang dikendarai Eris sampai di lokasi.
Mereka berkumpul di tempat pak Ardi sang kepala proyek, di bangunan mirip pos terbuka yang cukup besar dengan beratapkan asbes.
"Selamat siang para komandan,, terimakasih telah sudi datang memenuhi undangan kami."
Pak Ardi langsung menyambut mereka dengan sangat gembira.
"Terimakasih atas undangannya pak. "
Anjar menyambut uluran tangan pak Ardi,, mereka menyalami orang didalam pos satu persatu.
"Waduuh mantap sekali pak Ardi ini, pake ngadain acara bakar kambing segala nih, pantes proyeknya berjalan sangat lancar begini.... rupanya persembahannya kambing... hahaha. "
Eris tertawa sambil menepuk nepuk pundak pak Ardi.
"Nggak juga pak,, ini berkat do'a semuanya dan dukungan dari anda anda ini juga....
Alhamdulillah lancar. "
"Iyaa lah saya hanya bercanda toh, anggap saja acara hari ini sebagai pesta rakyat untuk penduduk wilayah sini dan semua orang yang terlibat dalam pembangunan ini yah pak. "
Eris kembali menepuk nepuk pundak pak Ardi.
"Iya iya pak, betul sekali ituu... monggo monggo sebelah sini."
Pak Ardi menunjukan tempat duduk untuk mereka berdua.
Setelah duduk mereka segera disuguhi kopi dan makanan ringan lainnya,, sedangkan kambing guling yang menjadi primadona pada pesta rakyat kali ini belum matang katanya, masih harus menunggu beberapa menit lagi baru bisa dinikmati. Sepertinya sengaja agar pas dengan waktu makan siang.
"Seperti ada yang kurang yah pak. "
Ditengah tengah obrolannya Eris celingukan seperti mencari cari sesuatu.
"Apa pak..? "... pak Ardi bertanya sambil ikut ikutan celingukan.
" Saya tidak melihat ibu bos sama asistennya yang viral,, apa mereka tidak akan hadir..?" Eris menatap pak Ardi
"Ooh hadir pak, tentu saja akan hadir, acara sukuran seperti ini masa iyaa beliau tidak datang,, mumpung disini kan pak, harus sering sering turun ke lokasi malah,, nanti kalau sudah kembali ke Jakarta mah nggak tau kapaan lagii mereka bisa datang,, paling paling nanti saat oknam terakhir setelah selesai. "
panjang lebar pak Ardi menjelaskan.
"Ooh masih dijalan rupanya. "
"Iya masih dijalan, rombongan mereka menggunakan motor trail pak, maklum orang orang kota mah kalau turun ke daerah suka sekalian berwisata. "
Anjar yang dari tadi diam diam ikut mendengarkan penuturan pak Ardi hanya diam sambil menikmati r*k*knya, dalam hatinya entah kenapa merasa berbunga bunga saat tau bahwa Ara juga akan datang.
"Pake motor trail..? bu Ara juga..? "
Seolah kaget Eris bertanya lagi.
"Iyaa ibu juga. "
"Waah bener bener hebat bu Ara, wonder women puoooll. " Sambil mengangkat kedua jempolnya Eris kembali terkaget.
"Motor trail mah biasa pak,, beliau suka moge an juga loh kalau di Jakarta,, suka balapan mobil juga. " Dengan bangga Pak Ardi menambahkan penuturannya.
"Waah sudahlah saya tidak bisa berkata apa apa lagi,, pokonya ibu bos sampean memang top markotop deh. ".. Eris terkagum sampai menggeleng gelengkan kepalanya.
Dari kejauhan sudah terdengar suara motor trail yang bising, semakin lama semakin dekat, semua orang melihat kearah datangnya asal suara.
semakin dekat suara motor trail, semakin kencang dada Anjar bergemuruh, entah apa yang ia rasakan saat ini, yang pasti ia merasa tidak nyaman dengan rasa yang asing itu.
*** ***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments