PARFUM

“Kejutannn!!!” Ryan tersenyum lebar ketika melihat Imelda membukakan pintu apartemen untuk dirinya. Ryan sudah sangat merindukan Imelda karena sudah satu tahun ini mereka tidak bertemu karena Ryan harus fokus pada Perusahaan Dome.

Imelda tersenyum tipis saat melihat kehadiran Ryan di sana. Ia tak menyangka Ryan akan datang karena sebenarnya ia sangat lelah dan ingin istirahat. Baru saja ia mengusir Joanna, asisten sekaligus manager nya, eh malah kedatangan seorang Ryan Dome.

Cupp cupp cupp

Ryan langsung menciumii wajah Imelda, bahkan memberikan sesappan di leher wanita itu.

“Aku merindukanmu, baby,” bisik Ryan di telinga Imelda.

“Ahhhh,” des sahan keluar dari bibir Imelda, “tapi aku lelah.”

“Kamu tak akan lelah setelah aku melakukan ini,” Ryan mulai menyentuh area sen sitif Imelda dengan jari jemarinya, membuat tubuh Imelda pun mulai bergerak tak karuan.

“Ahhh, touch me, please,” ucap Imelda dengan parau.

“As you wish,” balas Ryan yang langsung menggendong tubuh Imelda dan membaringkannya di atas tempat tidur.

Keduanya pun membuka pakaian mereka hingga kini sudah polos sama sekali. Ryan yang begitu merindukan penyatuan dengan Imelda pun akhirnya berhasil memasuki wanita itu. Ryan merasakan sesuatu yang berbeda. Namun karena naf su dan has rat nya yang sudah di ubun ubun, ia berusaha tak peduli. Ia terus bergerak di atas tubuh Imelda hingga akhirnya menumpahkan semua benihnya di dalam inti milik Imelda.

“Ahhhh,” des sahan panjang mengakhiri penyatuan mereka. Ryan langsung tertidur pulas, sementara Imelda menggerutu karena rasa kantuknya yang hilang. Selain itu, ia merasa tidak puas dengan apa yang dilakukan oleh Ryan, karena miliknya yang lebih kecil jika dibandingkan dengan teman bermainnya di Paris.

“Menyebalkan!! Payahh!!” gerutu Imelda yang bangkit dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi. Ia berencana pergi berendam air hangat untuk mengembalikan rasa kantuknya.

*****

Pagi ini Ava sudah duduk kembali di meja kerjanya. Ia bangun lebih pagi hari ini dan menyiapkan bekal untuk dibawa ke Perusahaan Dome. Ava berencana makan siang bersama dengan Ryan di dalam ruangannya. Ava yakin Ryan pasti merindukan makan siang buatannya. Bukankah dulu kotak bekal miliknya selalu kembali ke tangan Ava dengan isi yang tandas tak bersisa.

Namun, hingga waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi, tak nampak sosok Ryan yang datang ke perusahaan. Berkali kali Ava menoleh ke arah lift, berharap melihat kedatangan Ryan dari sana, tapi hasilnya nihil.

“Apa hari ini ia tidak datang? Apa ia sakit?” batin Ava khawatir.

Sementara sosok yang dikhawatirkan masih terbaring di atas tempat tidur di sebuah apartemen. Pria itu tampak tak peduli dengan sinar matahari yang sudah mulai meninggi. Ia bahkan tak peduli dengan tubuhnya yang polos karena ia sudah mendapatkan asupan vitamin semalam.

“Ryan, bangunlah!” Imelda terus mencoba membangunkan Ryan. Ia tak mau saat managernya datang, Ryan masih berada di sana. Ia tak ingin jika Joanna sampai mengatakan sesuatu pada Vigor, teman tidurnya di Paris.

“Aku masih mengantuk,” gumam Ryan yang memang merasa sangat malas.

Imelda berdecak tapi tetap menarik sebelah tangan Ryan agar pria itu segera bangkit dan pergi dari sana.

“Aku ada jadwal pemotretan hari ini dan kamu harus segera ke perusahaan kan?” tanya Imelda.

“Aku bisa tidak datang ke perusahaan, baby. Bukankah aku pemiliknya? Jadi tenang saja. Aku mau menghabiskan hari ini bersamamu,” ucap Ryan.

“Aku tak bisa, aku harus segera pergi,” Imelda sudah rapi dengan pakaiannya. Ia ada janji dan ia yakin sebentar lagi Joanna akan datang.

“Tapi, baby …,” suara serak Ryan khas bangun tidur pun kembali terdengar.

“Aku pergi dulu, aku ingin kamu sudah pergi sebelum aku pulang. Kalau tidak, aku tak mau bertemu denganmu lagi. Aku tak suka jika kamu tak menuruti kata kataku,” ucap Imelda yang mulai mengancam Ryan.

“Baiklah, baiklah, aku akan pergi. Tapi nanti malam aku akan kembali ke sini lagi. Boleh kan?”

Sebenarnya Imelda merasa malas, tapi agar Ryan mau segera pergi, ia pun terpaksa mengiyakan. Urusan nanti malam, ia akan pikirkan nanti.

Ryan bangkit lalu mengambil pakaiannya. Ia langsung memakainya tanpa membersihkan diri lagi. Namun sebelum pergi, ia menyemprotkan parfum milik Imelda yang berada di atas meja rias.

“Aku pergi dulu. Nanti malam jangan ke mana mana, okay. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu,” ucap Ryan setengah berbisik di telinga Imelda.

“Hmm, pergilah.”

Ryan keluar dari apartemen Imelda, sementara Imelda langsung menghapus semua bukti kehadiran Ryan di sana, sebelum Joanna datang.

*****

“Nona Ava,” panggil Mario.

Namun panggilan Mario seperti tak didengar oleh Ava. Gadis itu masih sibuk menatap ke arah lift, membuat Mario menghela nafasnya karena tahu siapa yang sedang ditunggu oleh Ava.

“Nona Ava,” panggil Mario sekali lagi.

“Ah iya,” Ava tersentak kaget dan langsung menoleh pada Mario, “ada apa, Tuan. Apa ada yang perlu saya kerjakan?”

“Tuan Ryan akan datang sekitar tiga puluh menit lagi. Persiapkan bahan meeting siang ini dan jangan lupa untuk memberitahukan jadwal kerja Tuan Ryan saat ia datang nanti,” ucap Mario mengingatkan.

“Baik,” Ava kembali menoleh ke arah lift dan ia sedikit bernafas dengan lega karena yakin kalau Ryan akan segera datang. Ia bahkan menepuk tas bekal yang ia siapkan, mengatakan pada dirinya sendiri bahwa apa yang ia lakukan tak akan sia sia. Ava pun mengambil tablet untuk melihat jadwal kerja Ryan hari ini, sementara Mario melangkah ke arah lift untuk turun dan menunggu Ryan di lobby.

Sekitar empat puluh menit kemudian, lift terbuka dan sosok pria yang dinanti nanti kan oleh Ava sejak tadi akhirnya muncul. Wajah Ava tampak berbinar dan senyum langsung menghiasi wajahnya.

“Ryan!” dengan wajah sumringah Ava pun menyambut kehadiran Ryan di sana.

Lain dengan Ava yang bahagia, Ryan justru menampakkan wajah kesal karena ia harus kembali bertemu dengan Ava. Kalau saja yang menjadi sekretarisnya adalah Imelda ataupun wanita cantik lain, mungkin akan lebih sedap dipandang mata.

Saat Ryan sudah berdiri di dekat Ava, ia menatap Ava dengan tajam. Ryan bahkan berkata, “jangan masuk ke dalam ruanganku kalau tidak kupanggil. Diam saja duduk di sini. Jangan menampakkan wajahmu padaku.”

Deghhh

Setelah Ryan masuk ke dalam ruangannya bersama dengan Mario, Ava memegang da da nya yang terasa sakit. Ia bahkan memegang pipinya.

“Apa aku begitu buruk di matanya hingga tak boleh terlihat di depannya?” gumam Ava.

Namun hal lain yang menggelitik pikiran Ava adalah saat ia menciumm wangi parfum dari pakaian yang dikenakan oleh Ryan. Parfum itu bukanlah parfum yang biasa digunakan oleh Ryan, tapi wangi parfum seorang wanita.

🧡🧡🧡

Terpopuler

Comments

Anggita Putri

Anggita Putri

hadeh. ava olh bekas,, Ojo lah thor. RX rdho aku ava kro ryan

2025-03-29

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Buka matamu Ava...cinta boleh tp jgn bodoh

2024-08-24

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Isshh jorok..udh main kuda2an g dibersihin bangun tdr langsung pergi

2024-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 LAMARAN
3 KEMBALI
4 BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5 MENINGGALKAN
6 PARFUM
7 KITA BISA MENIKAH
8 KAMU BISA KELUAR
9 AKU BAIK-BAIK SAJA
10 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11 SISI LAIN
12 TAK BERARTI APA-APA
13 KEDATANGAN NALA
14 MEMBUATNYA MENYESAL
15 TAK PERLU MENIKAH
16 MOVE ON
17 BEKERJA
18 MASALAH PRIBADI
19 RENCANA KE AUSTRALIA
20 TAK BISA BEKERJA
21 BERSENANG-SENANG
22 INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23 BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24 DILAKUKAN SECARA MANUAL
25 APA YANG KURASAKAN ?
26 AKU TAK BISA
27 APA AKU LEMAH?
28 AKU AKAN BERHASIL
29 MASIH MENARUH RASA
30 SAKIT
31 SEGERA MENIKAHIMU
32 JUAL SAJA
33 KEKASIHMU?
34 AKU MENCINTAINYA
35 MABUK
36 PELAMPIASAN AMARAH
37 TAK MEMAKANNYA
38 PENUH DAMBA
39 AKU BERSAMAMU
40 AKU AKAN KEMBALI!
41 AKU TIDAK SETUJU!
42 HATI KE HATI
43 MELABUHKAN HATI
44 KESERIUSAN MARIO
45 INGIN MELAMAR
46 TUNANGAN
47 TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48 MENJADI KELUARGA
49 PERGILAH KE AUSTRALIA
50 KEBAKARAN
51 KUMPULKAN BUKTI
52 TAK PERNAH BERPINDAH
53 MELUPAKAN KEGILAAN
54 MULAI BERULAH
55 TAK PERNAH MENIKAH
56 LANGSUNG BERTANYA?
57 BERKATA JUJUR
58 SAKIT DAN SESAK
59 MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60 BUKAN PUTRI KAMI
61 MEMINTA BANTUAN
62 APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63 PINGSAN
64 PERIKSALAH DNA
65 PENDONOR
66 HASIL TEST DNA
67 HANYA DIRIMU
68 MEMANIPULASI
69 MAU BERMAIN MAIN
70 UNGKAPAN HATI
71 MENIKAHLAH DENGANKU
72 BIARKAN AKU MEMELUKMU
73 AKU TAK MAU TERTANGKAP
74 APAPUN UNTUKMU
75 KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76 LONDON
77 MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78 PAGI YANG INDAH
79 HAMIL?
80 MENJADI TEMAN HIDUPKU
81 FALLING IN LOVE [ E N D ]
Episodes

Updated 81 Episodes

1
PROLOG
2
LAMARAN
3
KEMBALI
4
BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5
MENINGGALKAN
6
PARFUM
7
KITA BISA MENIKAH
8
KAMU BISA KELUAR
9
AKU BAIK-BAIK SAJA
10
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11
SISI LAIN
12
TAK BERARTI APA-APA
13
KEDATANGAN NALA
14
MEMBUATNYA MENYESAL
15
TAK PERLU MENIKAH
16
MOVE ON
17
BEKERJA
18
MASALAH PRIBADI
19
RENCANA KE AUSTRALIA
20
TAK BISA BEKERJA
21
BERSENANG-SENANG
22
INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23
BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24
DILAKUKAN SECARA MANUAL
25
APA YANG KURASAKAN ?
26
AKU TAK BISA
27
APA AKU LEMAH?
28
AKU AKAN BERHASIL
29
MASIH MENARUH RASA
30
SAKIT
31
SEGERA MENIKAHIMU
32
JUAL SAJA
33
KEKASIHMU?
34
AKU MENCINTAINYA
35
MABUK
36
PELAMPIASAN AMARAH
37
TAK MEMAKANNYA
38
PENUH DAMBA
39
AKU BERSAMAMU
40
AKU AKAN KEMBALI!
41
AKU TIDAK SETUJU!
42
HATI KE HATI
43
MELABUHKAN HATI
44
KESERIUSAN MARIO
45
INGIN MELAMAR
46
TUNANGAN
47
TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48
MENJADI KELUARGA
49
PERGILAH KE AUSTRALIA
50
KEBAKARAN
51
KUMPULKAN BUKTI
52
TAK PERNAH BERPINDAH
53
MELUPAKAN KEGILAAN
54
MULAI BERULAH
55
TAK PERNAH MENIKAH
56
LANGSUNG BERTANYA?
57
BERKATA JUJUR
58
SAKIT DAN SESAK
59
MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60
BUKAN PUTRI KAMI
61
MEMINTA BANTUAN
62
APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63
PINGSAN
64
PERIKSALAH DNA
65
PENDONOR
66
HASIL TEST DNA
67
HANYA DIRIMU
68
MEMANIPULASI
69
MAU BERMAIN MAIN
70
UNGKAPAN HATI
71
MENIKAHLAH DENGANKU
72
BIARKAN AKU MEMELUKMU
73
AKU TAK MAU TERTANGKAP
74
APAPUN UNTUKMU
75
KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76
LONDON
77
MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78
PAGI YANG INDAH
79
HAMIL?
80
MENJADI TEMAN HIDUPKU
81
FALLING IN LOVE [ E N D ]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!