AKU BAIK-BAIK SAJA

Keesokan harinya,

“Apa ini?” tanya Ryan saat Ava meletakkan sebuah map di atas meja kerja nya di Perusahaan Dome.

“Ini?” Ucap Ava sambil menunjuk ke arah map, “bukankah kemarin kamu mengatakan memerlukan bantuan uang dariku?”

“Ya, tapi untuk apa map ini?”

“Surat perjanjian.”

“Surat perjanjian? Kamu memberiku surat perjanjian untuk uang yang akan kamu berikan padaku?” tanya Ryan.

“Aku tak memberikannya padamu, aku meminjamkannya,” ucap Ava menjelaskan, karena ia tak ingin Ryan salah paham dengan maksud uang yang ia pinjamkan. Bukan apa apa, Ava hanya ingin membantu Ryan memperbesar perusahaannya, sehingga Dad Axton bisa melihat bagaimana kinerja dan kesuksesan seorang Ryan Dome.

Brakkk

Ryan menghempaskan map tersebut lalu menatap tajam ke arah Ava, “kamu tidak ihklas memberikannya padaku? Bukankah kita adalah tunangan, sudah seharusnya kamu membantuku.”

Ava menatap Ryan dengan datar sambil menautkan kedua alisnya, “kamu memang tunanganku, Ry. Namun untuk masalah uang saat ini, bukankah kita harus bersikap profesional?”

Ryan menggeram kesal mendengar ucapan Ava. Ia tak suka dengan perjanjian yang diberikan Ava.

“Ambil kembali surat perjanjian ini. Aku tak akan menyentuh uangmu sama sekali. Aku tak memerlukannya. Lihat saja nanti, aku akan membuat Perusahaan Dome sukses tanpa bantuan darimu,” ujar Ryan.

“Baiklah kalau begitu, aku ikut senang jika kamu bisa membuat Perusahaan Dome sukses,” ucap Ava.

“Jika kamu berhasil, maka Dad akan semakin yakin untuk menjadikanmu pasangan hidupku, Ry. Aku bukan tak ikhlas memberikannya, tapi aku tahu kamu bisa meskipun tanpa uang dariku,” batin Ava.

Tokk … tokk … tokk …

“Masuk!”

Pintu terbuka dan tampak sosok seorang wanita masuk ke dalam bersama dengan Mario. Wanita itu langsung berjalan mendekati Ryan dan bergelayut manja. Ia bahkan menangkup wajah Ryan kemudian melum mat bibir Ryan meskipun ada Ava dan Mario di sana.

Ryan yang mendapat ciumann dari Imelda pun tanpa sadar membalasnya. Mereka saling melum mat dan menyesapp bibir mereka. Mario yang ada di sana langsung menggandeng tangan Ava dan mengajaknya keluar. Mario bisa melihat tatapan Ava yang kaget saat melihat hal itu, bahkan kini air mata sudah luruh di pipinya.

“Kamu baik baik saja?” tanya Mario.

Dengan cepat Ava menggelengkan kepalanya, tanda bahwa ia tak baik baik saja. Mario dan Ava masih berdiri tepat di depan pintu ruang kerja Ryan beberapa saat, hingga mereka bisa mendengar suara suara lain setelahnya.

“Kita pergi dulu dari sini, aku yakin mereka tak akan keluar dalam waktu cepat,” ujar Mario kemudian menggenggam tangan Ava dan keluar dari Perusahaan Dome.

*****

“Ahh … ahhh … ahhh …,” Ryan terus menghentakkan tubuhnya di atas tubuh Imelda. Ia bahkan tak terlalu peduli saat Ava melihat keberadaan Imelda tadi di sana.

“Faster, fasterrr!!!” teriak Imelda.

Imelda yang sedang berada dalam mode naf su dan has rat yang tinggi karena baru saja mendapat panggilan video dari teman tidurnya di Paris. Pria itu memperlihatkan miliknya yang menegang hingga terlihat oleh Imelda. Hal itu tentu saja membuat Imelda tak kuat dan pada akhirnya pergi ke Perusahaan Dome untuk menuntaskan semuanya.

“Kamu benar benar sek si, baby,” puji Ryan saat melihat tubuh polos Imelda yang terbaring di atas sofa.

Ruang kerja Ryan tak memiliki ruang khusus karena memang gedung Perusahaan Dome bisa dikatakan tak terlalu besar, mungkin hanya satu pertiga dari Perusahaan Williams.

“Aku menginginkannya lagi,” ucap Imelda dengan tatapan penuh naf su.

Hal itu membuat Ryan pun melakukannya lagi karena merasa Imelda puas dengan pelayanan yang ia berikan, meskipun milik mereka masing masing sudah tidak klop lagi.

*****

Mario dan Ava kini duduk di salah satu meja di sebuah cafe yang lokasinya tak jauh dari Perusahaan Dome.

“Kamu mau minum apa?” tanya Mario saat melihat Ava yang terus menundukkan kepalanya, hingga Mario tak bisa melihat wajahnya.

“Apa saja,” jawab Ava.

Mario tak tahu apa kesukaan Ava. Ia pun mencoba mengingat minuman yang pernah Ava pesan saat dulu mereka pernah makan bersama dengan Nala dan Devian.

Dua gelas lemon tea sudah tersaji di meja, di hadapan Mario dan Ava. Di antara mereka masih tak ada pembicaraan karena Mario juga tak tahu apa yang harus ia katakan.

“Nona Ava Williams, lihat aku. Apa aku perlu menghubungi Nala untuk berbicara denganmu?” tanya Mario.

Mendengar Mario menyebut nama Nala, membuat Ava langsung mengangkat wajahnya. Wajah yang mulai sembab karena di ujung mata Ava masih terlihat air mata yang akan jatuh jika mata itu berkedip.

“Kak Nala?” gumam Ava. Ava masih ingat dengan jelas bagaimana Nala selalu melarangnya untuk menyukai bahkan mencintai pria seperti Ryan. Nala bahkan menasihatinya berkali kali.

“Anda mengenal Kak Nala, Tuan?” tanya Ava yang sepertinya memang tak mengingat siapa Mario.

“Kamu tak mengingatku?” tanya Mario dan Ava menggelengkan kepalanya.

Mario tersungging tipis dan berkata di dalam hatinya, “sepertinya yang ada di matamu hanya Tuan Ryan Dome saja. Yang lain tak pernah terlihat olehmu.”

“Jika kamu masih terus menangis seperti ini, maka aku dengan terpaksa akan menghubungi Nala,” ancam Mario.

Sebenarnya Mario tak akan menghubungi Nala. Ia tak ingin Nala ataupun Devian mengetahui keberadaannya, maupun kondisi keluarganya saat ini. Jika itu terjadi, maka sudah dipastikan keduanya akan memaksakan bantuan secara finansial maupul moral untuknya. Mario tak ingin dikasihani. Ia ingin berjuang untuk keluarganya, dengan caranya sendiri

“Jangan! Aku mohon jangan,” Ava langsung menggenggam tangan Mario agar pria di hadapannya ini tak melanjutkan niatannya.

“Kalau begitu berhentilah menangis.”

Ava membuka kacamatanya kemudian mengambil tissue yang berada di atas meja. Ia mengusap matanya yang basah, lalu kembali menggunakan kacamatanya. Mario hanya bisa melihat apa yang dilakukan oleh Ava. Dari wajahnya, Mario bisa melihat hati Ava yang sedang kacau.

“Pulanglah, nanti aku akan memintakan izin pada Tuan Ryan,” ucap Mario.

Kini Ava tak menangis lagi, meski matanya masih terlihat sedikit sembab dan berair.

“Aku tak apa apa, aku baik baik saja,” ucap Ava, “masih ada yang harus kukerjakan, sebaiknya kita kembali sekarang.”

“Baiklah.”

Mario hanya bisa menghela nafas pelan dan berharap Ava baik baik saja. Ia juga tak ingin ada sesuatu menimpa Ava, yang tentu saja sudah pasti akan membuat Nala ikut bersedih.

Cinta Mario seakan berhenti pada Nala. Ia tak mampu membuka kembali hatinya, meskipun dulu ada Eleanor yang mengejarnya. Kini hidup Mario hanya untuk keluarganya.

🧡🧡🧡

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

mario temennya nala,,kok aku gk inget blad ya 🤦‍♀️😅

2024-05-31

1

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

ava buka matamu lebar2, apa sekarang kamu masih mau mempertahankan cowok egois seperti ryan.......

2024-04-21

0

Uba Muhammad Al-varo

Uba Muhammad Al-varo

Ava tinggalkan saja Ryan masih ada seseorang yang benar2 mencintai kamu dengan tulus,si Ryan udah nya songgong,sok kegantengan.

2024-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 LAMARAN
3 KEMBALI
4 BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5 MENINGGALKAN
6 PARFUM
7 KITA BISA MENIKAH
8 KAMU BISA KELUAR
9 AKU BAIK-BAIK SAJA
10 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11 SISI LAIN
12 TAK BERARTI APA-APA
13 KEDATANGAN NALA
14 MEMBUATNYA MENYESAL
15 TAK PERLU MENIKAH
16 MOVE ON
17 BEKERJA
18 MASALAH PRIBADI
19 RENCANA KE AUSTRALIA
20 TAK BISA BEKERJA
21 BERSENANG-SENANG
22 INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23 BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24 DILAKUKAN SECARA MANUAL
25 APA YANG KURASAKAN ?
26 AKU TAK BISA
27 APA AKU LEMAH?
28 AKU AKAN BERHASIL
29 MASIH MENARUH RASA
30 SAKIT
31 SEGERA MENIKAHIMU
32 JUAL SAJA
33 KEKASIHMU?
34 AKU MENCINTAINYA
35 MABUK
36 PELAMPIASAN AMARAH
37 TAK MEMAKANNYA
38 PENUH DAMBA
39 AKU BERSAMAMU
40 AKU AKAN KEMBALI!
41 AKU TIDAK SETUJU!
42 HATI KE HATI
43 MELABUHKAN HATI
44 KESERIUSAN MARIO
45 INGIN MELAMAR
46 TUNANGAN
47 TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48 MENJADI KELUARGA
49 PERGILAH KE AUSTRALIA
50 KEBAKARAN
51 KUMPULKAN BUKTI
52 TAK PERNAH BERPINDAH
53 MELUPAKAN KEGILAAN
54 MULAI BERULAH
55 TAK PERNAH MENIKAH
56 LANGSUNG BERTANYA?
57 BERKATA JUJUR
58 SAKIT DAN SESAK
59 MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60 BUKAN PUTRI KAMI
61 MEMINTA BANTUAN
62 APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63 PINGSAN
64 PERIKSALAH DNA
65 PENDONOR
66 HASIL TEST DNA
67 HANYA DIRIMU
68 MEMANIPULASI
69 MAU BERMAIN MAIN
70 UNGKAPAN HATI
71 MENIKAHLAH DENGANKU
72 BIARKAN AKU MEMELUKMU
73 AKU TAK MAU TERTANGKAP
74 APAPUN UNTUKMU
75 KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76 LONDON
77 MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78 PAGI YANG INDAH
79 HAMIL?
80 MENJADI TEMAN HIDUPKU
81 FALLING IN LOVE [ E N D ]
Episodes

Updated 81 Episodes

1
PROLOG
2
LAMARAN
3
KEMBALI
4
BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5
MENINGGALKAN
6
PARFUM
7
KITA BISA MENIKAH
8
KAMU BISA KELUAR
9
AKU BAIK-BAIK SAJA
10
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11
SISI LAIN
12
TAK BERARTI APA-APA
13
KEDATANGAN NALA
14
MEMBUATNYA MENYESAL
15
TAK PERLU MENIKAH
16
MOVE ON
17
BEKERJA
18
MASALAH PRIBADI
19
RENCANA KE AUSTRALIA
20
TAK BISA BEKERJA
21
BERSENANG-SENANG
22
INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23
BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24
DILAKUKAN SECARA MANUAL
25
APA YANG KURASAKAN ?
26
AKU TAK BISA
27
APA AKU LEMAH?
28
AKU AKAN BERHASIL
29
MASIH MENARUH RASA
30
SAKIT
31
SEGERA MENIKAHIMU
32
JUAL SAJA
33
KEKASIHMU?
34
AKU MENCINTAINYA
35
MABUK
36
PELAMPIASAN AMARAH
37
TAK MEMAKANNYA
38
PENUH DAMBA
39
AKU BERSAMAMU
40
AKU AKAN KEMBALI!
41
AKU TIDAK SETUJU!
42
HATI KE HATI
43
MELABUHKAN HATI
44
KESERIUSAN MARIO
45
INGIN MELAMAR
46
TUNANGAN
47
TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48
MENJADI KELUARGA
49
PERGILAH KE AUSTRALIA
50
KEBAKARAN
51
KUMPULKAN BUKTI
52
TAK PERNAH BERPINDAH
53
MELUPAKAN KEGILAAN
54
MULAI BERULAH
55
TAK PERNAH MENIKAH
56
LANGSUNG BERTANYA?
57
BERKATA JUJUR
58
SAKIT DAN SESAK
59
MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60
BUKAN PUTRI KAMI
61
MEMINTA BANTUAN
62
APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63
PINGSAN
64
PERIKSALAH DNA
65
PENDONOR
66
HASIL TEST DNA
67
HANYA DIRIMU
68
MEMANIPULASI
69
MAU BERMAIN MAIN
70
UNGKAPAN HATI
71
MENIKAHLAH DENGANKU
72
BIARKAN AKU MEMELUKMU
73
AKU TAK MAU TERTANGKAP
74
APAPUN UNTUKMU
75
KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76
LONDON
77
MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78
PAGI YANG INDAH
79
HAMIL?
80
MENJADI TEMAN HIDUPKU
81
FALLING IN LOVE [ E N D ]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!