KITA BISA MENIKAH

Ava merasakan dilema saat ini. Ia memegang erat tas bekal di mana terdapat kotak makan yang sudah ia siapkan dari rumah. Awalnya ia berencana untuk makan siang bersama dengan Ryan, tapi saat tadi Ryan tiba dan mengatakan untuk tak menampakkan wajah di hadapannya, membuat hatinya meragu.

Ceklekkk*

Pintu ruang kerja Ryan terbuka dan tampak sosok Mario keluar dari sana. Ava segera bangkit sambil memeluk tas bekal nya.

“Tuan, bolehkah aku minta tolong?” tanya Ava.

Mario menautkan kedua alisnya saat melihat tatapan Ava, “apa?”

Ava menyodorkan tas bekalnya pada Mario, “Bantu aku memberikan makan siang ini untuk Ryan. Aku bangun pagi pagi untuk menyiapkannya, khusus untuknya.”

Mario menghela nafasnya pelan lalu mengambil tas bekal itu dari tangan Ava, lalu kembali berbalik masuk ke dalam ruang kerja Ryan. Ava yang melihat itu pun tersenyum bahagia dan kembali ke kursi kerjanya, menunggu Mario keluar. Ia ingin bertanya bagaimana tanggapan Ryan tentang bekal yang ia bawakan.

Di dalam ruang kerja Ryan,

“Ada apa lagi?” tanya Ryan yang menatap kehadiran Mario kembali di sana.

“Maaf, Tuan. Nona Ava meminta tolong pada saya untuk memberikan makanan ini untuk anda,” jawab Mario.

Saat Ryan melihat apa yang dipegang oleh Mario, ia berdecak dan sudut bibirnya terangkat seakan mengejek apa yang diberikan oleh Ava.

“Untukmu saja! Kamu pasti butuh makan siang kan? Lumayan untuk menghemat pengeluaranmu,” ujar Ryan tanpa memikirkan perasaan Mario sama sekali.

“Aku bisa membeli makanan yang lebih mahal dari itu dan aku yakin rasanya jauh lebih enak dari buatannya. Keluarlah! Aku tak ingin diganggu. Aku ingin pekerjaanku cepat selesai karena aku akan pulang lebih cepat,” ucap Ryan kembali melihat ke arah dokumen yang sebelumnya diberikan oleh Mario.

Mario menarik nafasnya dalam tapi pelan, kemudian ia kembali keluar dengan masih membawa tas bekal di tangannya. Saat pintu terbuka, Ava yang sudah menunggu pun langsung berdiri dengan wajah sumringah.

“Bagaimana? Ryan menerimanya?” tanga Ava dengan bahagia.

Mario meletakkan tas bekal itu di atas meja kerja Ava, lalu memutar tubuhnya untuk kembali ke ruangannya sendiri. Ava melihat tas bekal itu dan mengambilnya lalu memeriksa isinya.

“Ia tak memakannya sama sekali. Apa masakanku tak enak? Tidak mungkin, aku sudah mencobanya di rumah,” gumam Ava. Ava memang sampai mengambil kursus memasak agar menjadi wanita yang multi talenta agar terlihat sempurna di mata Ryan.

Ia kembali duduk sambil memegang kotak makannya. Tak mungkin juga ia menghabiskannya karena ia juga membawa makanan yang sama untuk makan siang. Ia kembali memasukkan kotak makan itu ke dalam tas, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Mario.

Tokkk tokk tokk

Ava membuka pintu dan menampakkan wajahnya. Mario yang akan kembali memeriksa beberapa dokumen pun mengangkat wajahnya.

“Ada yang bisa saya bantu, Nona?” tanya Mario.

Ava masuk ke dalam ruang kerja Mario yang tak terlau besar. Ia kemudian meletakkan tas bekalnya di atas meja kerja Mario.

“Maukah Tuan membantuku menghabiskan bekal ini? Aku juga membawa menu yang sama, tak mungkin menghabiskannya sendirian,” pinta Ava.

“Baiklah, letakkan saja di sana. Terima kasih, Nona,” ucap Mario.

“Terima kasih, Tuan. Oya, panggil aku Ava saja,” Ava pun tersenyum kemudian keluar dari ruanh kerja Mario.

Ava menarik nafas panjang kemudian membuangnya perlahan sesaat setelah keluar dari ruang kerja Mario. Ia merasa bahagia karena bekal yang ia bawa tak akan berakhir sia sia, tetap akan ada yang memakannya.

Meskipun Ryan menolaknya, ia akan berusaha lebih lagi. Mungkin makanan kali ini tak disukai oleh Ryan atau mungkin tunangannya itu berencana makan di luar.

”Semangat, Ava! Kamu pasti bisa menaklukkan hatinya dan membuatnya mencintaimu lagi dan lagi. Bukankah sekarang ia sudah menjadi tunanganmu. Tinggal selangkah lagi untuk menjadi istrinya,” gumam Ava menyemangati dirinya sendiri.

*****

“Ada apa denganmu, sayang?” tanya Axton saat melihat putrinya pulang dengan wajah yang tidak ceria.

Ava yang ditanya seperti itu pun langsung tersenyum, mengubah raut wajahnya.

“Aku tidak apa apa, Dad. Hanya terjebak jalanan yang macet saja,” jawab Ava berbohong.

Axton bisa melihat bahwa Ava berbohong. Biasanya, Ava akan tetap ceria meskipun ia harus berhadapan dengan macet hingga beberapa jam. Gadis itu akan mendengarkan musik sambil bernyanyi.

“Mandi dan istirahatlah. Apa kamu sudah makan?” tanya Axton.

“Sudah, Dad,” jawab Ava, meski kenyataannya ia kembali berbohong.

Hari ini perutnya hanya diisi dengan bekal yang tadi ia bawa. Naf su makannya seakan hilang ketika tadi ia melihat Ryan pergi dari Perusahaan Dome dengan wajah yang ceria, setelah sebelumnya terlihat berpesan pada Mario.

“Mar, kamu harus lembur hari ini. Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, laporan harus selesai sebelum merying besok pagi,” perintah Ryan.

“T-tapi …”

“Tak ada tapi! Kerjakan atau aku akan potong gajimu,” ancam Ryan, “aku harus pergi menemui kekasihku dulu.”

Malam ini sebenarnya Mario akan pergi ke kota sebelah untuk menemui kedua orang tuanya. Sudah satu bulan ia belum mengunjungi mereka. Perasaan Mario mendadak kacau karena hal ini, bahkan wajahnya berubah dingin dan tak berbicara lagi setelah itu pada Ava.

Ava sendiri memegang da da nya yang terasa sakit saat Ryan mengatakan akan menemui kekasihnya. Apa pria itu tak ingat bahwa statusnya saat ini adalah tunangannya?

“Kalau begitu istirahatlah,” ucap Axton sambil mengelus lembut rambut Ava, putri kesayangannya.

Ava tersenyum kemudian melangkahkan kaki menuju kamar tidurnya. Ia lelah, lelah hati tepatnya. Ava masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintunya. Ia meletakkan tas kemudian membuka pakaiannya dan meletakkannya di keranjang pakaian kotor. Setelahnya, ia masuk ke dalam kamar mandi dan berendam air hangat.

Di dalam bathtub, Ava tampak berpikir. Jika Ryan memiliki kekasih, itu berarti Ryan tak mencintainya.

“Lalu apa maksud dari kedatangannya ke sini dan melamarku?” batin Ava. Ia memegang dahinya dengan sebelah tangan yang bertumpu pada tepi bathtub.

Sementara itu di tempat lain, sepasang pria dan wanita tengah kembali melakukan adegan panas. Meskipun ada rasa berbeda yang Ryan rasakan dan Imelda yang kurang puas dengan milik Ryan, tapi mereka tetap melakukan penyatuan itu.

“Aku telah bertunangan dengan Ava Williams,” ucap Ryan sesaat setelah mereka selesai dengan penyatuan keduanya.

Imelda langsung menoleh ke arah Ryan, “ternyata kamu hanya menganggapku sebagai teman tidurmu saja.”

“Jangan salah paham, aku melakukan semua ini untukmu.”

“Untukku? Apa maksudmu?”

“Bukankah kamu ingin menjadi model internasional yang diperhitungkan? Dengan menjadi bagian dari Perusahaan Williams, maka kamu akan bisa mendapatkan itu.”

Imelda tampak berpikir dan menyetujui ucapan Ryan. Sejak dulu Imelda selalu mencoba masuk menjadi salah satu model untuk brand ambassador produk yang dihasilkan oleh salah satu anak perusahaan Williams, tapi sayang sekali ia selalu saja gagal.

“Ava akan mengabulkan apapun keinginanku. Ia terlalu naif dan bodoh, karena sangat mencintaiku. Aku akan membawamu masuk ke Perusahaan Williams dan membuatmu menjadi model terkenal. Setelah semua impianmu tercapai, kita bisa menikah,” ucap Ryan.

🧡🧡🧡

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

his menjijikkan si ryan,,gk rela klo ava sm ryan 😔😔

2024-05-31

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

apa mungkin imelda la hamil ya......

2024-04-21

0

Uba Muhammad Al-varo

Uba Muhammad Al-varo

buka terus mata dan hati mu Ava ,lihat terus dan rasakan kebusukan hatinya,Ryan cuman memanfaatkan kamu Ava, cepat sadar Ava tinggalkan Ryan masih banyak orang baik yang akan datang dengan cinta yang tulus.

2024-03-10

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 LAMARAN
3 KEMBALI
4 BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5 MENINGGALKAN
6 PARFUM
7 KITA BISA MENIKAH
8 KAMU BISA KELUAR
9 AKU BAIK-BAIK SAJA
10 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11 SISI LAIN
12 TAK BERARTI APA-APA
13 KEDATANGAN NALA
14 MEMBUATNYA MENYESAL
15 TAK PERLU MENIKAH
16 MOVE ON
17 BEKERJA
18 MASALAH PRIBADI
19 RENCANA KE AUSTRALIA
20 TAK BISA BEKERJA
21 BERSENANG-SENANG
22 INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23 BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24 DILAKUKAN SECARA MANUAL
25 APA YANG KURASAKAN ?
26 AKU TAK BISA
27 APA AKU LEMAH?
28 AKU AKAN BERHASIL
29 MASIH MENARUH RASA
30 SAKIT
31 SEGERA MENIKAHIMU
32 JUAL SAJA
33 KEKASIHMU?
34 AKU MENCINTAINYA
35 MABUK
36 PELAMPIASAN AMARAH
37 TAK MEMAKANNYA
38 PENUH DAMBA
39 AKU BERSAMAMU
40 AKU AKAN KEMBALI!
41 AKU TIDAK SETUJU!
42 HATI KE HATI
43 MELABUHKAN HATI
44 KESERIUSAN MARIO
45 INGIN MELAMAR
46 TUNANGAN
47 TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48 MENJADI KELUARGA
49 PERGILAH KE AUSTRALIA
50 KEBAKARAN
51 KUMPULKAN BUKTI
52 TAK PERNAH BERPINDAH
53 MELUPAKAN KEGILAAN
54 MULAI BERULAH
55 TAK PERNAH MENIKAH
56 LANGSUNG BERTANYA?
57 BERKATA JUJUR
58 SAKIT DAN SESAK
59 MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60 BUKAN PUTRI KAMI
61 MEMINTA BANTUAN
62 APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63 PINGSAN
64 PERIKSALAH DNA
65 PENDONOR
66 HASIL TEST DNA
67 HANYA DIRIMU
68 MEMANIPULASI
69 MAU BERMAIN MAIN
70 UNGKAPAN HATI
71 MENIKAHLAH DENGANKU
72 BIARKAN AKU MEMELUKMU
73 AKU TAK MAU TERTANGKAP
74 APAPUN UNTUKMU
75 KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76 LONDON
77 MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78 PAGI YANG INDAH
79 HAMIL?
80 MENJADI TEMAN HIDUPKU
81 FALLING IN LOVE [ E N D ]
Episodes

Updated 81 Episodes

1
PROLOG
2
LAMARAN
3
KEMBALI
4
BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5
MENINGGALKAN
6
PARFUM
7
KITA BISA MENIKAH
8
KAMU BISA KELUAR
9
AKU BAIK-BAIK SAJA
10
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11
SISI LAIN
12
TAK BERARTI APA-APA
13
KEDATANGAN NALA
14
MEMBUATNYA MENYESAL
15
TAK PERLU MENIKAH
16
MOVE ON
17
BEKERJA
18
MASALAH PRIBADI
19
RENCANA KE AUSTRALIA
20
TAK BISA BEKERJA
21
BERSENANG-SENANG
22
INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23
BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24
DILAKUKAN SECARA MANUAL
25
APA YANG KURASAKAN ?
26
AKU TAK BISA
27
APA AKU LEMAH?
28
AKU AKAN BERHASIL
29
MASIH MENARUH RASA
30
SAKIT
31
SEGERA MENIKAHIMU
32
JUAL SAJA
33
KEKASIHMU?
34
AKU MENCINTAINYA
35
MABUK
36
PELAMPIASAN AMARAH
37
TAK MEMAKANNYA
38
PENUH DAMBA
39
AKU BERSAMAMU
40
AKU AKAN KEMBALI!
41
AKU TIDAK SETUJU!
42
HATI KE HATI
43
MELABUHKAN HATI
44
KESERIUSAN MARIO
45
INGIN MELAMAR
46
TUNANGAN
47
TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48
MENJADI KELUARGA
49
PERGILAH KE AUSTRALIA
50
KEBAKARAN
51
KUMPULKAN BUKTI
52
TAK PERNAH BERPINDAH
53
MELUPAKAN KEGILAAN
54
MULAI BERULAH
55
TAK PERNAH MENIKAH
56
LANGSUNG BERTANYA?
57
BERKATA JUJUR
58
SAKIT DAN SESAK
59
MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60
BUKAN PUTRI KAMI
61
MEMINTA BANTUAN
62
APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63
PINGSAN
64
PERIKSALAH DNA
65
PENDONOR
66
HASIL TEST DNA
67
HANYA DIRIMU
68
MEMANIPULASI
69
MAU BERMAIN MAIN
70
UNGKAPAN HATI
71
MENIKAHLAH DENGANKU
72
BIARKAN AKU MEMELUKMU
73
AKU TAK MAU TERTANGKAP
74
APAPUN UNTUKMU
75
KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76
LONDON
77
MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78
PAGI YANG INDAH
79
HAMIL?
80
MENJADI TEMAN HIDUPKU
81
FALLING IN LOVE [ E N D ]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!