KAMU BISA KELUAR

Sepanjang malam, Imelda terus saja digempur oleh Ryan. Pria itu tak membiarkan Imelda istirahat terlalu lama karena ia begitu rindu menyatukan tubuhnya dengan tubuh Imelda.

Untung saja hari ini Imelda tak ada jadwal pemotretan sehingga Joanna tak akan datang hari ini. Ia juga mengatakan pada Joanna agar tak datang ke apartemennya, karena ia ingin menghabiskan waktu untuk beristirahat.

“Baby,” bisik Ryan di telinga Imelda.

“Ehmmm,” Imelda menggeliat di bawah selimut dengan tubuh polosnya. Hal itu tentu saja memicu milik Ryan kembali tegang. Meskipun milik Imelda terasa lebih longgar daripada dulu, Ryan mengira itu karena Imelda semakin dewasa. Mungkin miliknya-lah yang harus diperbesar agar pas dengan milik Imelda.

“Aku menginginkanmu lagi,” ucap Ryan.

“Aku lelah.”

“Satu kali lagi, setelah itu aku akan pulang. Aku akan mempersiapkan proposal untukmu menjadi brand ambassador di Perusahaan Williams. Aku juga akan mengenalkanmu pada Ava. Jadilah sahabatnya dan kamu juga pasti akan mendapatkan apapun keinginanmu,” lanjut Ryan.

Mata Imelda kini membesar saat mendengar ucapan Ryan. Tanpa perlu dipaksa, Imelda memposisikan dirinya di atas tubuh Ryan dan memimpin penyatuan mereka kali ini. Ryan? Tentu saja sangat senang. Ia kembali mendapatkan apa yang ia inginkan.

*****

Mario akhirnya bisa menyelesaikan laporan yang akan digunakan untuk meeting pagi ini. Ia baru menyelesaikannya pukul empat pagi dan Mario sama sekali tidak pulang. Rencananya untuk menemui kedua orang tua nya pun gagal total. Ia sudah menghubungi keduanya dan untungnya mereka bisa mengerti. Bahkan mereka meminta maaf pada Mario karena kondisi kesehatan mereka lah yang membuat Mario harus bekerja sangat keras untuk mendapatkan uang.

Ia tidur sebentar dengan bersandar di kursi kerjanya, hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Alarm yang ia pasang pun berbunyi, membuat Mario mengerjapkan matanya perlahan. Ia pun bangkit dan keluar dari ruangannya.

“Kamu bisa menjalani ini, Mar. Semua demi kedua orang tuamu. Tak apa bekerja sedikit keras dan diremehkan, kamu pasti bisa melaluinya,” gumam Mario pelan sambil menatap wajahnya sendiri di cermin.

Mario membasuh wajahnya kemudian kembali ke ruangannya untuk berganti pakaian. Ia selalu menyimpan pakaian bersih di sana jika tiba tiba saja ia diharuskan lembur seperti semalam.

Ketika waktu menunjukkan pukul delapan kurang lima menit, Ava sudah terlihat berada di meja kerjanya. Ia menyusun semua yang dibutuhkan oleh Ryan dengan memeriksa jadwal kerja pria itu.

Dan seperti biasa, Mario akan turun ke bawah untuk menunggu kedatangan atasannya itu di lobby. Dari kebiasaan itu juga, Ava mengetahui jam kedatangan Ryan.

Ava masih memikirkan apa tujuan dari niat Ryan melamarnya. Namun, ia belum mendapatkannya. Ia pun kembali meneruskan pekerjaannya. Ia ingin bekerja dengan baik dan melihat apakah sikap Ryan padanya akan berubah. Apakah Ryan tak menyukainya karena sikapnya yang sedikit manja?

Tak berselang lama, tampak Ryan dan Mario keluar dari lift. Ava bisa melihat keduanya karena jarak lift dengan ruangan Ryan tak terlalu jauh.

“Va, ke ruanganku,” pinta Ryan.

Tiba tiba saja hati Ava menghangat karena Ryan memanggilnya ke dalam ruangan. Ia bahkan menepis segala dugaannya sebelum Ryan tiba tadi. Mungkin Ryan hanya membutuhkan waktu dan kemarin hanya tidak mood saja.

“Mar, keluarlah! Aku hanya ingin berbicara dengan Ava berdua,” ujar Ryan.

Mendengar ucapan Ryan, hati Ava kembali melonjak girang. Ia hanya akan berdua dengan Ryan. Ia bertanya tanya di dalam hati, apa kira kira yang akan dikatakan oleh Ryan padanya.

“Apa ia ingin membicarakan tentang persiapan pernikahan kami? Apa ia sudah menyiapkan tema yang pas dan akan memintaku memilih?” batin Ava. Ia tak sabar melihat Mario keluar dan mendengar ucapan Ryan.

Setelah Mario keluar dari ruangan, Ryan mempersilakan Ava duduk di sofa dan Ryan langsung duduk tepat di sebelah Ava. Senyum Ava terukir ketika Ryan menggenggam tangannya.

“Siallannn!! Menjijikkan sekali. Aku tak suka memegang tangannya. Kalau saja aku sedang tak membutuhkan bantuanmu, aku tak akan mau melakukan ini,” batin Ryan.

“Va.”

“Ya.”

“Bagaimana permintaanku waktu itu?” tanya Ryan.

Ava menautkan kedua alisnya untuk mengingat apa permintaan Ryan padanya, “permintaan yang mana?”

Ryan mengumpat di dalam hati karena Ava tak mengingat permintaannya.

“Ehmmm … tentang penanaman investasi tambahan untuk perusahaanku,” ujar Ryan. Ia berusaha untuk tetap tenang.

“Ah itu, Dad bilang Dad sudah bekerja sama dengan Perusahaan Dome dan sudah menginvestasikan cukup besar untuk proyek kerja sama itu. Jadi, belum akan melakukan nya lagi,” ucap Ava.

Ingin sekali Ryan menggebrak meja dan menghempaskan tangan Ava yang saat ini ia genggam, tapi ia tak bisa. Ia memejamkan matanya lalu menghela nafasnya pelan.

“Kamu sakit?” tanya Ava khawatir.

“Tidak, aku hanya stres memikirkan perusahaanku,” jawab Ryan.

“Apa kamu sangat membutuhkan investasi itu?” tanya Ava lagi.

“Ya. Ada pegawaiku yang melakukan penggelapan dan itu sangat berdampak pada semua proyek yang kami ambil,” jawab Ryan dengan wajah memelas dan penuh drama.

“Aku bisa membantumu dengan uangku,” ucap Ava.

“Uangmu? Memang berapa banyak uang yang kamu punya?” tanya Ryan.

Ava tersenyum, “ya lumayan, meskipun tak sebanyak punya Kak Alex dan Daddy.”

“Kamu mau memberikan uang itu padaku?”

“Aku harus memeriksa jadwal depositoku dulu, nanti aku akan mengabarimu.”

Ryan tampak senang. Ia merasa apa yang ia lakukan saat ini tak akan sia sia. Memang benar, jika Ava ada di pihaknya, maka gadis itu akan dengan mudah ia atur, bahkan uangnya adalah uang Ryan. Ryan tertawa di dalam hatinya karena untuk sekali lagi ia bisa memanfaatkan Ava.

“Ah satu lagi,” ucap Ryan.

“Ada apa?”

“Sepupuku baru pulang dari Paris. Ia seorang model dan membutuhkan pekerjaan di sini. Sebenarnya ia sudah berkarir di sana, tapi ia ingin sekali bekerja di perusahaan keluargamu. Apa Perusahaan Williams bisa memakainya sebagai model?”

“Aku akan menanyakannya pada Kak Alex. Aku yakin Kak Alex akan membantu jika tentang pekerjaan,” ucap Ava.

Lagi dan lagi, Ryan merasa sangat bahagia. Ia akan segera membawa berita ini pada Imelda.

“Kalau begitu sekarang kamu bisa keluar dari ruanganku. Aku menunggu kabar darimu. Ingat, jangan terlalu lama karena aku dan sepupuku memerlukan kabar baik darimu secepatnya. Keluarlah, aku ingin sendiri,” ucap Ryan yang langsung bangkit dan melepaskan genggaman tangannya.

Sejenak Ava terdiam karena sikap Ryan seketika berubah, tapi ia mencoba tetap tenang dan berpikir positif.

“Aku akan keluar dan segera memberikanmu kabar,” Ava pun keluar dari ruang kerja Ryan.

Sementara itu Ryan langsung masuk ke dalam kamar mandi pribadinya lalu mencuci tangannya dengan sabun beberapa kali. Ia tak ingin ada bekas Ava di tubuhnya.

🧡🧡🧡

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

gk sadar ryan²,,kmu itu yg menjijikkan 🤮
huh si ava ini polos apa bodoh ya 🤦‍♀️🤦‍♀️

2024-05-31

0

Valen Angelina

Valen Angelina

kadang harus sakit hati dlu baru bisa berubah nih perempuan.. laki gini mau dijadikan suami.. kena penykit kelamin nnti, 🤣🤣🤣

2024-03-12

0

rachma yunita

rachma yunita

rasanya pengen ngumpat...

2024-03-12

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 LAMARAN
3 KEMBALI
4 BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5 MENINGGALKAN
6 PARFUM
7 KITA BISA MENIKAH
8 KAMU BISA KELUAR
9 AKU BAIK-BAIK SAJA
10 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11 SISI LAIN
12 TAK BERARTI APA-APA
13 KEDATANGAN NALA
14 MEMBUATNYA MENYESAL
15 TAK PERLU MENIKAH
16 MOVE ON
17 BEKERJA
18 MASALAH PRIBADI
19 RENCANA KE AUSTRALIA
20 TAK BISA BEKERJA
21 BERSENANG-SENANG
22 INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23 BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24 DILAKUKAN SECARA MANUAL
25 APA YANG KURASAKAN ?
26 AKU TAK BISA
27 APA AKU LEMAH?
28 AKU AKAN BERHASIL
29 MASIH MENARUH RASA
30 SAKIT
31 SEGERA MENIKAHIMU
32 JUAL SAJA
33 KEKASIHMU?
34 AKU MENCINTAINYA
35 MABUK
36 PELAMPIASAN AMARAH
37 TAK MEMAKANNYA
38 PENUH DAMBA
39 AKU BERSAMAMU
40 AKU AKAN KEMBALI!
41 AKU TIDAK SETUJU!
42 HATI KE HATI
43 MELABUHKAN HATI
44 KESERIUSAN MARIO
45 INGIN MELAMAR
46 TUNANGAN
47 TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48 MENJADI KELUARGA
49 PERGILAH KE AUSTRALIA
50 KEBAKARAN
51 KUMPULKAN BUKTI
52 TAK PERNAH BERPINDAH
53 MELUPAKAN KEGILAAN
54 MULAI BERULAH
55 TAK PERNAH MENIKAH
56 LANGSUNG BERTANYA?
57 BERKATA JUJUR
58 SAKIT DAN SESAK
59 MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60 BUKAN PUTRI KAMI
61 MEMINTA BANTUAN
62 APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63 PINGSAN
64 PERIKSALAH DNA
65 PENDONOR
66 HASIL TEST DNA
67 HANYA DIRIMU
68 MEMANIPULASI
69 MAU BERMAIN MAIN
70 UNGKAPAN HATI
71 MENIKAHLAH DENGANKU
72 BIARKAN AKU MEMELUKMU
73 AKU TAK MAU TERTANGKAP
74 APAPUN UNTUKMU
75 KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76 LONDON
77 MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78 PAGI YANG INDAH
79 HAMIL?
80 MENJADI TEMAN HIDUPKU
81 FALLING IN LOVE [ E N D ]
Episodes

Updated 81 Episodes

1
PROLOG
2
LAMARAN
3
KEMBALI
4
BISAKAH MULUTMU DIAM?!
5
MENINGGALKAN
6
PARFUM
7
KITA BISA MENIKAH
8
KAMU BISA KELUAR
9
AKU BAIK-BAIK SAJA
10
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
11
SISI LAIN
12
TAK BERARTI APA-APA
13
KEDATANGAN NALA
14
MEMBUATNYA MENYESAL
15
TAK PERLU MENIKAH
16
MOVE ON
17
BEKERJA
18
MASALAH PRIBADI
19
RENCANA KE AUSTRALIA
20
TAK BISA BEKERJA
21
BERSENANG-SENANG
22
INGIN ANAK, TANPA MENIKAH
23
BOLEHKAH MENGETAHUI SANG PENDONOR?
24
DILAKUKAN SECARA MANUAL
25
APA YANG KURASAKAN ?
26
AKU TAK BISA
27
APA AKU LEMAH?
28
AKU AKAN BERHASIL
29
MASIH MENARUH RASA
30
SAKIT
31
SEGERA MENIKAHIMU
32
JUAL SAJA
33
KEKASIHMU?
34
AKU MENCINTAINYA
35
MABUK
36
PELAMPIASAN AMARAH
37
TAK MEMAKANNYA
38
PENUH DAMBA
39
AKU BERSAMAMU
40
AKU AKAN KEMBALI!
41
AKU TIDAK SETUJU!
42
HATI KE HATI
43
MELABUHKAN HATI
44
KESERIUSAN MARIO
45
INGIN MELAMAR
46
TUNANGAN
47
TAK AKAN MENGECEWAKANMU
48
MENJADI KELUARGA
49
PERGILAH KE AUSTRALIA
50
KEBAKARAN
51
KUMPULKAN BUKTI
52
TAK PERNAH BERPINDAH
53
MELUPAKAN KEGILAAN
54
MULAI BERULAH
55
TAK PERNAH MENIKAH
56
LANGSUNG BERTANYA?
57
BERKATA JUJUR
58
SAKIT DAN SESAK
59
MENGINGINKAN KEMATIANNYA
60
BUKAN PUTRI KAMI
61
MEMINTA BANTUAN
62
APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?
63
PINGSAN
64
PERIKSALAH DNA
65
PENDONOR
66
HASIL TEST DNA
67
HANYA DIRIMU
68
MEMANIPULASI
69
MAU BERMAIN MAIN
70
UNGKAPAN HATI
71
MENIKAHLAH DENGANKU
72
BIARKAN AKU MEMELUKMU
73
AKU TAK MAU TERTANGKAP
74
APAPUN UNTUKMU
75
KASIH SAYANG YANG TAK AKAN PERNAH BERHENTI
76
LONDON
77
MALAM YANG BEGITU BERMAKNA
78
PAGI YANG INDAH
79
HAMIL?
80
MENJADI TEMAN HIDUPKU
81
FALLING IN LOVE [ E N D ]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!