di tengah lapangan yang kini hanya menyisakan keduanya, aron dan liya berdiri berhadapan, mereka siap untuk saing bertarung satu sama lain, menguji kemampuan mereka berdua dengan saling melakukan pertarungan.
liya melancarkan serangan yang tepat menuju ke arah aron dan suara ledakan terdengar hingga ke seluruh sekolah.
setelah kepulan asap dari serangan mendadak yang di lancarkan liya menghilang, terlihat aron yang masih berdiri dengan terlihat sedikit goresan pada seragamnya.
namun yang menjadi fokus para penonton bukanlah aron, tapi kawah raksasa yang ada di depan aron, di lihat dari kawah yang terbentuk dari serangan liya mara pemonton dapat memyimpulkan jika yang liya lancarkan barusan adalah serangan yang sangat kuat.
" ada apa kakak, kamu terlihat sedikit kendur hingga seranganku bisa menggores bajumu " ucap liya memprovokasi.
aron yang mendengarnya hanya membalasnya dengan santai.
" hadeh.. apa kamu berniat membunuh kakakmu sendiri??, "balasnya sambil menepuk seragamnya dan membersihkan sisa-sisa debu yang kenempel pada seragamnya.
" hehehe.. kakak tidak akan mati begitu saja kan. lagipula kakak yang selalu ada di sampingku, jadi aku tahu seberapa kuat kakak sebenarnya, karena itu aku tidak ragu sama sekali " ucap liya sambil tersenyum tipis.
" huuhh~ punya adik yang terlalu manja ternyata cukup merepotkan yah, kalau begitu, maju. aku ingin tahu seberapa kuat kamu berkembang liya " ucap aron bersiap.
"kalau begitu, terima seranganku selanjutnya, kakak" liya serius, dia kemudian mulai mengaktifkan kemampuan sorciēre miliknya, tanpa mengucapkan matra berirama liya mengarahkan serangan lagi ke arah aron dengan sangat brutal.
fakta bahwa liya bisa memakai serangannya tanpa membaca mantra berirama membuat para murid lain yang berada di kursi penonton tercengang.
fakta yang mereka ketahui adalah tidak mungkin bagi pengguna sorciēre untuk tidak mengaktifkan kemampuan mereka tanpa mantra berirama, matra berirama membantu membentukan imajinasi dari apa yang akan di lakukan oleh kemampuan sorciēre.
contohnya, jika sorciēre tipe pertahanan ingin membuat sebuah kubah pelindung maka sorciēre itu harus membayangkan bagaimana bentuk kubah itu dan mengucapkannya dalam bentuk nada sambil mengaktifkan kemampuan sorciēre miliknya, hal itu di lakukan agar gambaran visualnya dapat terlihat dan kubahnya dapat terbentuk dengan sempurna.
bahkan sorciēre tingkat jendral bintang satu sekalipun masih harus membaca mantra berirama walau hanya diperpendek, mereka belum pernah mendengar atau bahkan melihat sorciēre yang bisa mengaktifkan kemampuannya tanpa mantra irama sama sekali. apa yang di lakukan liya ini sudah di luar pemahaman mereka ini sudah di luar akal sehat.
liya terus melancarkan serangannya serangan demi serangan terus di tembakan, menghujani aron dengan serangan yang sangat kuat, walau begitu aron masih bisa menghindari dan menepis serangan dari liya dengan mudah.
"Apa masalahmu, Liya? Bidikanmu sepertinya memburuk. Apakah karena kenyamanan di sini membuatmu kurang fokus?" Aron memprovokasi sambil terus menghindari serangan Liya.
Serangan Liya begitu kuat, setiap serangannya menciptakan kawah di lapangan, hingga hampir sebagian lapangan sudah terlalu rusak dan berkurangnya pijakan yang aman.
"mooo... jangan menghindar terus, kamu tahu, kamu terus saja menghindar sampai mirip seperti lalat yang susah buat di pukul" ucap Liya kesal.
" ahaha.. menyamakan kakakmu sendiri dengan hewan menyebalkan itu, bukankah itu terlalu kejam?? "
Liya lalu mulai mengganti jenis serangannya yang awalnya adalah jarak jauh kini menjadi jarak dekat.
Liya melesat maju menuju Aron dengan kemampuan sorciēre Partikel and elemental manipulation miliknya, Liya membuat dirinya dapat melesat dengan kecepatan tinggi hingga sulit di lihat oleh mata biasa.
Liya melancarkan pukulan berat pada aron namun, aron menangkap pukulannya dengan tangannya.
" oi, oi, serius mau adu mekanik dengan kakakmu sendiri di pertarungan jarak dekat? "
aron lalu membanting tubuh Liya ke samping, tap Liya dengan cepat meloloskan diri dari kuncian aron dan melangkah mundur memberi mereka jarak.
" tch... kenapa kamu tidak mengalah pada adikmu sendiri, kakak bodoh "ucap liya dengan bibir cemberutnya.
" maaf aja, aku tidak ingin kalah, jika sampai aku kalah kamu pasti membuat permintaan aneh nantinya dan mungkin saja kamu akan memintaku untuk menyerahkan uang bulananku padamu " jawab Aron.
Setelah cukup banyak menerima serangan dari Liya, kini giliran Aron untuk menyerang.
Dengan cepat, Aron melaju menuju Liya yang tidak sempat merespon, tergesa-gesa menyiapkan serangannya.
Namun Aron menarik kembali serangannya dan melompat mundur, menghindari serangan yang terjadi sesaat setelahnya, sebuah pilar cahaya putih jatuh dari langit, menghantam tempat Aron sebelumnya berdiri.
" hoh.. composite Element.., kau sudah cukup berkembang, Liya " ucap Aron merasa bangga dengan perkembangan adiknya.
" tapi, sayangnya aku tahu kelemahan composite element adalah kamu tidak bisa bergerak dari tempatmu saat ini dan hanya bisa menggunakan serangan itu serta tidak bisa langsung beralih ke serangan lain dalam waktu cepat, "
" kakak hebat, kamu ingat akan hal itu, tapi apa memang begitu? "
Aron mulai bergerak lagi, kali ini dia sudah berada di belakang Liya dalam waktu singkat, tapi Liya hanya tersenyum tanpa melirik ke arahnya.
Aron merasakan adanya bahaya dan kali ini dia lagi-lagi membatalkan serangannya dan melompat mundur menjauhi Liya lalu sesaat setelah dia mundur Pilar cahaya yang sama jatuh tepat di tempat dia berada sebelumnya.
composite element lagi?!
aku yakin Luna hanya bisa memakai composite element itu satu kali. lalu darimana datangnya composite element ini?
Aron berpikir dengan heran, dia yakin jika adiknya Liya sebelumnya hanya bisa menggunakan composite element sebanyak satu kali. tapi sekarang dia bisa menggunakannya lebih dari sekali, Aron merasa senang dan kali ini dia memutuskan untuk sedikit serius dalam menghadapi adiknya.
Aron memejamkan matanya, mengosongkan pikirannya dan membuatnya masuk ke alam bawah sadarnya.
50, aku rasa cukup untuk saat ini, lebih dari ini dan kapal koloni luar angkasa ini akan hancur
setelah itu aron membuka matanya kembali dan kembali bergerak ke arah Liya. kali ini kecepatannya bertambah puluhan kali lipat yang membuat mara murid dan guru yang sedang menonton bahkan tidak bisa melihat gerakannya.
" ap.. apa-apa apaan ini? "
" apakah ini kemampuan orang yang sudah berada di permukaan dalam waktu yang lama..."
" ini.. ini.. ini bukan lagi kemampuan yang dapat di miliki manusia, apakah mereka ini monster "
Entah guru atau siswa yang ada di kursi penonton, semuanya tercengang. Kekuatan dan keahlian Aron dan Liya begitu jelas di mata mereka, tak terjangkau tanpa pengorbanan dan usaha yang besar.
Di tengah kerumunan itu, Banret dengan frustrasi menyaksikan kekuatan keduanya yang tidak masuk akal, pikiran yang pasti dipikirkan oleh semua sorciēre yang menyaksikan pertarungan ini.
"Brengsek, apa-apaan kekuatan itu? Jika kalian memiliki kekuatan seperti itu, kenapa kalian tidak bergabung dengan kemiliteran dan malah berada di sini? Apa sebenarnya yang kalian inginkan dengan menjadi murid di akademi ini?, Sialan Apakah tidak ada kesempatan bagiku untuk menjadi sekuat mereka?" ucap Banret dengan frustrasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments