-R'lyeh academy~
mobil yang menabrak tiang jalan dengan kecepatan tinggi, orang-orang yang melihat itu bertingkah histeris dan ada yang sesegera mungkin menghubungi pihak medis.
kecelakan itu membuat heboh orang-orang di sekitar tapi satu-satu korban yang terlihat adalah pengemudi mobil yang ugal-ugalan, sedangkan pemuda yang seharusnya berdiri di tengah jalan sebelumnya sudah tidak ada di tempat dia sebelumnya
" hyyuuh... yang tadi hampir saja, "
suara itu mengejutkan warga di sekitar, mereka segera mencari sumber suara itu, mereka melihat pemuda sebelumnya sudah berada di pinggir jalan dengan keadaan yang baik-baik saja tanpa goresan sedikitpun pada tubuhnya.
" kamu... apa kamu baik-baik saja " salah seorang warga mendekati pemuda tersebut dan menanyakan kondisinya.
" ah. ya aku baik-baik saja " balas pemuda tersebut.
warga itu melihat ke bagian pakaian dari pemuda tersebut tepat di bagian saku dada yang ada di sebelah kiri seragamnya ada lambang monochrome berupa kepala gurita dengan kastil di bagian belakangnya.
" kamu... apa dari R'lyeh academy? " tanya orang tersebut pada pemuda di hadapanya.
" iya, aku siswa baru dari luar pulau ini dan juga ini hari pertamaku berada di sini " balas pemuda tersebut.
" jadi kamu murid luar pulau yang fi rumorkan itu "
suara yang terdengar feminim terdengar oleh pemuda itu, tak lama setelah itu seorang gadis dengan paras keren dan lembut di padukan dengan gaya rambut blunt cut serta menggunakan seragam yang sama dengan yang dia kenakan berdiri tidak jauh dari pemuda tersebut.
" kamu, murid luar pulau yang di rumorkan itu? " tanya gadis di hadapannya.
" y yah, aku aron, apakah kamu juga murid dari R'lyeh academy juga? " balas aron bertanya balik.
" ah, maaf aku lupa memperkenalkan diri namaku yumi hikari, aku tahun ke dua di R'lyeh academy, aku bisa dikatakan sebagai seniormu di academy. salam kenal " ucap gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai yumi hikari.
" apa anda dari asia timur kakak hikari ?" tanya aron lagi.
" ya, " balas hikari dengan senyuman lembut.
" kamu baru saja di sini, apa sudah melihat sekolahnya? " tanya hikari
aron menjawab dengan sedikit rasa bersalah " belum, aku baru saja tiba dan aku kurang bisa membaca peta 2D yang ada di pulau ini "
" kalau begitu ikuti aku, aku akan memandumu menuju R'lyeh academy " hikari menawarkan dirinya sendiri menjadi seorang pemandu untuk aron.
" t tunggu... " teriak aron yang masih berdiri di tempat.
" hmm? ada apa? "
" adikku, sepertinya aku tanpa sadar terpisah dengan adikku saat menyusuri jalan. jadi bisakah kita mencarinya terlebih dahulu " jelas aron.
pada awalnya aron berada di pulau R'lyeh academy bersama adiknya namun saat mereka menyusuri jalanan! bersama tanpa sadar mereka sudah terpisah, sayangnya aron baru saja menyadari jika dirinya sudah terpisah dengan adiknya tidak lama setelah dia menyelamatkan dirinya sendiri dari tabrakan mobil.
tapi sebelum aron dan hikari beranjak dari tempat mereka berdiri suara keras lain memasuki telinga keduanya.
" Kakak.. k..kamu berjalan terlalu cepat!! "
suara itu berasal dari seorang gadis dengan paras cantik dengan ekspresi ceria terpancar darinya dengan rambut panjang terurai dengan pupil mata hitam gelap segelap langit malam dengan tinggi gadis setinggi hidung aron.
" Liya, maaf, maaf, lain kali aku akan lebih berhati-hati " balas aron mendekati adiknya liya dan mengelus kepalanya dengan tangan kanannya.
" umm.. umm " liya hanya mendengkur seperti kucing dan memejamkan mata sambil menikmati saat kepalanya di elus aron.
" sepertinya kita tidak perlu mencarinya " suara hikari mengalihkan perhatian keduanya.
liya melihat ke arah hikari liya memandang hikari dengan rasa penasaran liya lalu melihat ke arahkan pandangannya ke aron kakaknya berharap aron bisa menjelaskan wanita di hadapannya.
" kakak, siapa wanita ini? " tanya liya pada aron.
" ini senior kita di R'lyeh academy, namanya..."
" yumi hikari salam kenal " sebelum aron selesai berbicara hikari memperkenalkan dirinya pada liya.
" namaku liya, salam kenal kakak yumi " balas liya memperkenalkan dirinya pada hikari.
" kita hampir terlambat, ayo aku pandu ke R'lyeh academy " ucap hikari berjalan di depan aron dan liya keduanya berjalan mengikutinya dari belakang.
tidak lama berjalan mereka telah tiba di depan gerbang dari sisi lain gerbang terlihat sebuah kastil hitam besar yang terlihat megah.
aron dan liya berdiri di depan gerbang memandang kastil hitam megah di depan mereka dengan rasa takjub di mata mereka.
hikari berjalan di depan mereka kemudian dia mulai berbalik memandang aron dan liya
"selamat datang di R'lyeh academy"
kata hikari berjalan memasuki gerbang menuju R'lyeh academy di ikuti aron dan liya berjalan mengikuti hikari dari belakang.
aron, liya dan hikari memasuki gedung akademi tersebut di pandu oleh hikari yang berjalan di depan mendahului mereka berdua, mereka berkeliling bangunan academy di mulai dari bangunan asmara dimana asrama pria dan wanita di pisah, lapangan, lalu kantin. lanjut ke gimnasium, dan tempat terakhir adalah ruang kelas dimana aron dan liya di tempatkan ruang kelas 1-3.
setelah mereka selesai mengisi formalitas di ruang guru dan menyapa kepala sekolah R'lyeh academy, aron. liya dan hikari berkumpul kembali ke depan pintu ruang kelas 1-3,
" aku rasa kita berpisah di sini, tidak ada lagi yang bisa aku tunjukkan "
" terima kasih telah menjadi pemandu kami kakak hikari " liya membungkuk sopan berterimakasih pada hikari.
" walau mungkin tidak akan banyak membantu. tapi jika kalian memerlukan bantuan kalian bisa mencariku " setelah itu hikari mengobrol sebentar dengan aron dan liya sebelum dia berpisah demgan keduanya kembali ke kelasnya.
setelah hikari pergi, aron dan liya membuka pintu kelas berjalan perlahan memasuki ruang kelas mereka di dalam ruang kelas sudah ada guru yang memulai pelajaran dengan para siswa yang sudah duduk di bangkunya masing-masing.
" hmm.. ?" guru melirik ke arah aron dan liya yang baru saja memasuki kelas, tiba-tiba saja ekspresi wajahnya beribah penuh keterkejutan.
" eeehhh.... " dan secara mengejutkan dia malah berteriak saat melihat aron dan liya.
...----------------...
" Namaku aron, aku hanya manusia tanpa bakat sorcière dari luar pulau ini tapi kemampuan fisikku bisa di katakan melebihi manusia biasa. semuanya salam kenal. " setelah memperkenalkan dirinya aron membungkuk sopan pada semua orang di depan kelas.
" sama seperti aron, aku juga berasal dari luar pulau ini namaku liya, aku seorang sorcière dan aku sorcière tipe petarung jarak jauh, salam kenal semuanya " dengan senyum ceria liya memperkenalkan dirinya di depan kelas.
" ehem. karena perkenalannya sudah selesai, kalian berdua bisa duduk di bangku yang kosong. " ucap guru kepada aron dan liya.
" dan emm, maaf aku lupa memberi tahu kelas tentang kedatangan kalian pada para siswa.sebelumnya " tambahnya meminta maaf pada aron dan liya
" tidak apa, lagipula tidak ada yang di rugikan, kalau begitu kami permisi "
setelah mengatakan itu pada guru, aron berjalan menuju bangku kosong di bagian belakang kelas dengab liya mengikuti berjalan pelan di belakangnya.
" aku ingatkan lagi liya, aku yang akan mengambil bangku dekat jendala " ucap aron dengan tatapan serius
" tidak, aku mau duduk di bangku belakang dekat jendela, kamu duduk aja di sebelahnya " tidak mau kalah liya juga menatap dengan pandangan persaingan dari balik tatapanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Quinnela Estesa
Klise. lebih bagus langsung masuk ke POV tokoh utama aja. kalo kayak gini, engga bisa terhubung emosi pembaca ke tokohnya.
2025-04-04
0