Chapter 08

aron serta liya mulai memperlihatkan tanda-tanda kelelahan, dengan kondisi mereka berdua yang kelelahan serta area yang sudah tidak stabil membuat setiap serangan yang akan datang akan menjadi penentuan kemenangan.

"" Hah.. hah.. hah.. , hey kakak gimana jika kamu menyerah saja, kita tidak perlu lagi membuat rumit hal ini kan " ucap liya dengan nafas berat dan tubuhnya yang gemetar kelelahan.

" E.. enak aja, sudah aku bilangkan. kali ini aku yang bakalan menang " ucap aron dengan kedua tangan memegang kedua lututnya.

" d dasar kakak yang keras kepala " ucap liya.

liya mengarahkan tangannya lagi ke aron dan mulai menfokuskan pikirannya, liya memejamkan matanya mengosongkan pikiran menyingkirkan hal-hal yang menganggu dan fokus dengan tujuannya.

dari mulutnya, liya mulai membaca mantra berirama.

dasar materi pusat, inti atom, perpecahan partikel. kuasa partikel element, urai rekontruksi, bentuk. ulangi.

lantunan itu terus di ucapkan liya dan terus berulang hingga beberapa kali.

" Tch, kau serius menggunakannya di sini!?" Aron mendecakkan lidahnya begitu dia mendengarkan mantra berirama yang liya lantunkan.

Dalam keadaan yang masih lelah, ditambah dengan permukaan lapangan yang tidak lagi rata, Aron bergerak dengan cepat menuju Liya dengan harapan bisa menjangkaunya sebelum Liya menyelesaikan mantra berirama yang dia lantunkan.

Sebelum Liya sempat menyelesaikan mantra tersebut, aku dengan cepat mengambil tindakan yang membuatnya tidak mampu melanjutkan bacaannya hingga akhir.

Liya terkejut, wajahnya memerah, tapi terlihat menikmati saat kami saling berciuman. Sementara itu, mata para guru dan murid yang menyaksikan kejadian itu melebar.

Eeehhmm... mmmhh... mm.

Setelah kami berciuman cukup lama, aku melepaskan bibirku dari Liya. Wajahnya memerah, terlihat sedikit kecewa, namun ekspresinya segera berubah menjadi marah.

"KAKAK BODOH, JALANKAN!!" seru Liya,

arena lapangan di sekitarnya dipenuhi oleh tirai cahaya yang membuatnya tampak seperti kawah besar. Cahaya itu bahkan menembus kapal koloni luar angkasa, menciptakan lubang yang memperlihatkan luar angkasa di langit buatan tepat di atas R'lyeh Academy.

Ruang kepala sekolah..

di dalam ruangan terlihat seorang pria paruh baya yang terlihat masih sangat sehat dengan tubuhnya yang masih terawat, namanya adalah tyrant re ioner kepala sekolah dari R'lyeh Academy.

saat dia sedang duduk dan mengurus pekerjaannya sebagai kepala sekolah, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang membuat ruangannya bergetar dan membuat banyak barang yang terletak di atas meja berjatuhan.

BOOOMM!!!

tyrant seketika melempar semua kertas yang ada di tangannya dia terkejut dengan suara ledakan yang baru saja terjadi.

" Apa?!, apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba ada suara ledakan..?! " ucap tyrant.

Dengan cepat, Tyrant mengoperasikan banyak layar mengambang di depannya, memeriksa keadaan real-time seluruh area akademi. Setelah memperhatikan banyak layar, dia terfokus pada satu layar di depannya.

"Area lapangan pelatihan di luar jangkauan... Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana?!"

Tyrant bangkit dari kursinya dan dengan cepat menuju lapangan latihan. Namun, begitu dia sampai, pemandangan yang dia lihat membuatnya terkejut.

Arena lapangan hancur berantakan, dengan sebuah kawah raksasa di tengahnya yang mengancam untuk melahap segala yang ada di sekitarnya. Di tengah lapangan, dua orang berdiri dengan sedikit pijakan yang rentan runtuh sewaktu-waktu. Tyrant jatuh berlutut, terkejut dan terpukul oleh keadaan yang dia temukan.

Kantor kepala sekolah R'lyeh Academy.

Di kantor kepala sekolah, Tyrant duduk di kursinya sementara Aron dan Liya berdiri di depan mejanya.

"Tolong jelaskan mengapa ini bisa terjadi," ucap Tyrant dengan tatapan tajam ke arah Aron dan Liya.

Aron dan Liya merasa tertekan oleh tatapan Tyrant, sehingga mereka membuang muka ke samping, menghindari kontak mata, dan dengan ragu-ragu mulai menjelaskan.

"Kami memutuskan untuk melakukan latihan sparing bersama dan...

"kami terlalu terbawa suasana. Akhirnya, kami hampir menggunakan setengah dari kemampuan maksimum kami, yang menyebabkan keadaan seperti yang Anda lihat," jelas Aron dan Liya kepada Kepala Sekolah Tyrant.

Tyrant hanya merespons dengan memijat kedua pelipis matanya, merasakan sakit kepala saat menghadapi kedua siswa yang tidak biasa ini.

"Haaaaaahhhh~~~"

Dia menghela nafas untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum kembali berbicara dengan Aron dan Liya.

"Sudahlah, aku sudah terlalu lelah terkejut dengan kalian berdua. Sekarang, masalah utamanya adalah lubang itu," ucapnya sambil memutar kursinya dan menatap langit dari jendela ruangan yang berada tepat di belakangnya.

Di atas langit terlihat sebuah lubang yang menembus hingga ke luar angkasa, lubang raksasa yang berada tepat di atas lapangan di R'lyeh Academy. Lubang itu bahkan dapat terlihat dari blok paling ujung setiap distrik yang ada di kapal koloni luar angkasa.

Pemandangan itu menciptakan pesona aneh di arena lapangan, seolah-olah sebuah keajaiban, dengan pemandangan malam yang menyatu dengan cerahnya pagi.

Semua warga menatap langit, fokus pada tempat di mana lubang itu berada. Mereka bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi? Dari mana asalnya lubang itu? Sejak kapan ada lubang di atas langit?

Hal ini menyebabkan kehebohan di mana-mana dan menjadi berita utama di kapal koloni luar angkasa. Baik reporter, jurnalis, maupun pihak yang lebih tinggi seperti pemerintah, semua penasaran dengan fenomena ini.

"Jika ini terus berlanjut, saya takut kita akan terseret keluar angkasa dan melayang tanpa arah di luar angkasa. Kita harus segera mengatasi lubang ini sebelum kerusakan lebih lanjut terjadi," ucap Tyrant dengan penuh kekhawatiran.

Liya yang melihat kekhawatiran kepala sekolah lalu mengangkat tangannya.

" menganai hal itu pak, aku rasa anda tidak perlu khawatir " ucap Liya.

Tyrant kaget dan menatap Liya, meminta penjelasan lebih detail darinya. "Apa maksudmu? Bisakah kamu menjelaskannya?"

Liya menjelaskan dengan tenang, "Sebelum aku mengeluarkan serangan yang menyebabkan lubang itu, aku lebih dulu memasang penghalang di sekitar arena lapangan. Pelindung itu cukup tinggi dan luas sehingga mampu menjulang dan menutupi area sekitar lubang tersebut," ucap Liya menjelaskan secara detail pada kepala sekolah Tyrant.

Tyrant merasa lega mendengar penjelasan Liya. "Terima kasih, Liya. Itu adalah tindakan yang sangat bijaksana. Kita perlu segera mengatur tindakan lanjutan untuk menangani situasi ini dengan lebih baik," ucap Tyrant, merasa lega bahwa lubang tersebut telah diatasi dengan langkah yang tepat.

"Tentu, jika saya boleh tahu, sampai kapan pelindung yang kamu pasang bisa bertahan?" tanya Tyrant.

"Aron menjelaskan, "Penghalang yang dibuat Liya bisa bertahan hingga satu bulan, dengan syarat Liya tetap berada di dekatnya."

"Hanya satu bulan?" Tyrant memikirkan solusi cepat. "Itu mungkin agak kurang untuk waktu perbaikan, tetapi saya juga bukan orang yang tidak tahu malu dan menuntut lebih dari yang bisa dilakukan. Untuk saat ini, kita hanya perlu membiarkan Liya tetap di akademi."

" tidak. liya tidak perlu batasan seperti itu" Ucap Aron yang membuat tyrant kebingungan.

Tyrant kebingungan dengan pernyataan Aron.

"Bukankah kamu tadi bilang bahwa Liya harus berada di dekat penghalang agar penghalang itu tetap bertahan?" tanya Tyrant dengan keheranan.

Aron menjelaskan, "Ya, aku memang bilang begitu, tetapi Anda tidak perlu membatasi pergerakannya."

"Maksudmu?" Tyrant meminta penjelasan lebih jelas.

"Pelindung yang dibuat Liya memang bisa bertahan jika Liya berada di dekatnya, namun jarak yang saya maksud adalah selama tidak lebih dari 127.525.000 km². Selama tidak melebihi jarak tersebut, penghalangnya tidak akan bermasalah," jelas Aron.

" BUKANKAH ITU SAMA DENGAN LUAS KAPAL KOLONI INI !"

Tyrant membanting meja dengan kesal. Dia benar-benar frustrasi menghadapi akal sehat dari kedua murid bersaudara ini. Tyrant merasa bahwa jika dia terus seperti ini, lama-lama akal sehatnya bisa hilang. Ukuran yang disebutkan Aron memang sama dengan luas kapal koloni ini, yang membuatnya merasa semakin terjebak dalam situasi yang rumit dan tak terduga.

> apakah ada yang bisa memberi tahuku sebenarnya siapa yang ada di hadapanku ini?, apakah itu dewa dan dewi untuk menyelamatkan umat manusia ataukah pasangan raja dan ratu iblis yang hanya akan mempercepat kematianku dengan semua pernyataan tidak masuk akal yang keluar dari mulut mereka.< gumam tyrant di dalam kepalanya.

Dengan demikian, mereka menetapkan rencana sementara untuk menjaga situasi di bawah kontrol sampai perbaikan lebih lanjut dapat dilakukan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!