Chapter 17

"Selanjutnya!"

"Ya! Tolong tunggu sebentar.."

"Lambat! Berikan aku 100 dokumen berikutnya!" ucap Ketua OSIS, Aoi, dengan suara lantang dan tegas. Meskipun begitu, pandangannya tetap fokus pada dokumen-dokumen yang ditandatangani dengan cekatan tanpa satu pun terlewat.

"Y-Ya!" Farel duduk di meja yang bersebelahan dengan meja Ketua OSIS, sibuk dengan tumpukan kertas di sekitarnya.

Di atas meja Farel, tumpukan kertas hampir sepenuhnya menutupi permukaannya. Dia ditugaskan untuk menyortir dokumen-dokumen dari setiap perwakilan klub ekstrakurikuler yang diberikan ke OSIS. Tumpukan itu mencakup laporan anggaran, laporan kegiatan mingguan, keluhan, dan lainnya.

Seorang gadis mendekati meja Ketua OSIS, melirik ke arah Farel yang sibuk memilah-milah berkas.

"Uwah... Anak itu pasti kerepotan jika sudah bersama dengan ketua," ucap salah satu anggota OSIS perempuan yang juga berada di ruangan itu.

Gadis itu, dengan rambut berwarna biru lime dan mata yang serasi, adalah Evilin Avluis, bendahara OSIS.

"Evilin, jika kamu punya tenaga lebih, gunakan untuk menghitung anggaran OSIS bulan ini. Setelah itu, berikan laporannya padaku," tegur Aoi.

"Ya, ya, Aoi memang selalu serius. Jika kamu terlalu serius, kamu akan dijauhi dan tidak akan punya pasangan, loh, Aoi-san," balas Evilin sambil bercanda.

Mendengar ucapan itu, Aoi tertunduk, dan seketika ruangan menjadi dingin dengan hawa membunuh yang pekat.

"Hmm... Evilin, kamu tadi bilang apa?" ucap Aoi dengan senyum menakutkan.

"Ti-tidak.. Ah, iya, aku ingat belum mencatat pengeluaran OSIS hari ini. Aku rasa aku harus segera mengerjakannya, ahaha..." jawab Evilin gugup, keringat dingin bercucuran. Setelah itu, dia bergegas kembali ke mejanya.

"Tolong jangan lihat kemari, tolong jangan lihat kemari," pikir Farel.

Namun harapannya untuk menghindari masalah yang akan datang tidak terjadi. Setelah Aoi menegur Evilin, dia langsung memalingkan pandangannya ke arah Farel.

"Farel."

"Y-Ya!"

"Bagaimana menurutmu, tentang Liya?" tanya Aoi.

Farel terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba dan tidak terduga itu. Dia menatap Aoi dengan bingung, mencoba memahami maksud di balik pertanyaannya.

"L-Liya?" Farel tergagap, mencoba menyusun jawaban yang tepat. "Dia... Dia teman yang baik dan selalu berusaha untuk membantu orang lain. Kenapa, Ketua?"

Aoi menatap Farel dengan tajam, seperti sedang mencoba membaca pikirannya. "Aku hanya ingin tahu pendapatmu. Jangan berpikir terlalu dalam tentang itu."

Farel merasa sedikit lega, tetapi tetap waspada. "Oh, baik. Kalau begitu, aku rasa Liya memang sosok yang bisa diandalkan."

Aoi mengangguk pelan, tampak merenung sejenak sebelum kembali fokus pada tumpukan dokumennya.

Walau dia agak takut dengan ketua OSIS Farel akhirnya memberanikan diri untuk bertanya lagi pada Ketua OSIS Aoi. "Lalu, apakah Ketua Aoi memiliki kesan tentang kakaknya Liya?"

"Kakaknya? Aron, ya...," Aoi menjawab dengan sedikit keraguan. "Sejujurnya, aku tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi, apakah dia benar-benar memiliki kakak?"jawab Ketua Aoi merasa kesulitan menjelaskan maksudnya.

Farel terkejut dengan pernyataan itu. "Apa maksudnya, kenapa ketua bisa berkata seperti itu?"

Aoi melepas pekerjaannya dan menyandarkan diri ke pada sandaran kursi sebelum kembali berbicara.

Aoi menatap Farel sejenak sebelum menjawab. "Ada beberapa hal yang aneh tentang Aron. Aku telah mencoba mencari informasi tentangnya, tetapi ada banyak hal yang tidak masuk akal. Data tentang dirinya sangat minim, seolah-olah dia muncul entah dari mana."

Farel menatap Aoi dengan bingung, mencoba memahami maksudnya. "Aku rasa wajar jika ketua berpikir seperti itu, Lagipula asal mereka adalah dari permukaan dan sudah 10 tahun lamanya kita meninggalkan permukaan bumi dan mengungsi ke koloni, jadi dimana bagian Anehnya, Ketua? "

"Ada banyak hal yang tidak masuk akal. Beberapa dokumen resmi bahkan tidak mencantumkan namanya. Bahkan, ada beberapa kali ketika aku merasa seperti Aron... hanya ada dalam cerita Liya saja," Aoi menjelaskan, tatapannya penuh keraguan.

" Lihatlah" ucap ketua Aoi melempar satu file lengkap dengan tulisan "L1139”

"Apa ini. ketua? " tanya Farel ke ketua OSIS Aoi.

" File kependudukan sementara milik Liya. buka dan bacalah kamu mengerti setelah itu, apa yang aku maksud "

Farel mengambil file itu dengan tangan yang sedikit gemetar, lalu membuka dan mulai membacanya. Dokumen itu memuat informasi dasar tentang Liya: tanggal lahir, asal usul, dan beberapa catatan lain. Namun, ada sesuatu yang janggal. Di bagian yang seharusnya mencantumkan anggota keluarga, nama Aron tidak ada. Hanya ada catatan tentang Liya dan orang tuanya yang sudah tiada.

"Apa... ini?" Farel bertanya bingung.

Aoi mengangguk, mengonfirmasi kebingungan Farel. "Seperti yang kau lihat, tidak ada catatan tentang Aron di dalam file ini. Padahal seharusnya ada, jika dia memang kakaknya."

Farel mengerutkan kening, mencoba memproses informasi itu. "Tapi... bagaimana mungkin? Liya selalu berbicara tentang Aron, dan aku sendiri melihat mereka bersama."

"Itulah yang membuatnya semakin aneh," kata Aoi sambil menyandarkan diri pada kursi. "Aku tidak tahu apakah ini kesalahan dalam catatan atau ada sesuatu yang lebih besar yang tidak kita ketahui. Tapi satu hal yang pasti, ada banyak hal tentang Aron yang masih menjadi misteri."

Farel menatap dokumen itu dengan penuh perasaan campur aduk. "Jadi, apa yang harus kita lakukan, Ketua?"

Aoi menatap Farel dengan tatapan serius. "untuk saat ini, mari kita awasi dulu dan mencari tahu lebih banyak tentang Aron secara perlahan. dan juga untuk sekarang, jangan beri tahu siapa pun tentang apa yang kita temukan. Kita tidak ingin menimbulkan kepanikan atau masalah yang tidak perlu."

Farel mengangguk, menyadari betapa seriusnya situasi ini. "Baik, Ketua. Aku akan berhati-hati."

"Bagus," kata Aoi sambil kembali fokus pada dokumen-dokumennya. "Sekarang, kembali bekerja. Kita masih punya banyak yang harus diselesaikan."

”Ini juga berlaku untuk kalian! ”ucap ketua OSIS pada sisa anggota yang masih berada kantor OSIS

"BAIK! " jawab para anggota.

Farel menghela napas panjang sebelum kembali ke tumpukan kertasnya, pikirannya masih dipenuhi oleh pertanyaan tentang Aron dan misteri yang mengelilinginya.

Di lorong R'Lyeh Academy, Liya berjalan bersama Aron dengan perasaan ceria. Dia bahkan tanpa sadar bersenandung saking senangnya. Mereka saat ini sedang melakukan patroli dan menjabat sementara sebagai dewan ketertiban OSIS.

"Kamu terlalu ceria. Ada apa?" tanya Aron.

"Mó, kenapa kakak bertanya kenapa? Kita akhirnya bisa berjalan-jalan bersama seperti ini. Sudah lama kita tidak berjalan bersama sejak masuk sekolah ini."

"Ahahaha, bukankah seminggu lalu kita juga bersama?"

"Saat itu kita sedang bertiga bersama Farel. Tapi sekarang hanya kita berdua. Dan akhirnya setelah melatih Farel selama satu minggu, aku bisa bermanja-manja lagi bersamamu," ucap Liya bahagia sambil memeluk lengan kiri kakaknya.

"Iya, iya. Dasar adikku yang satu ini. Sangat suka dimanja oleh kakaknya, ya?" Aron mengelus rambut pink Liya yang indah dengan lembut.

Liya tersenyum lebar, menikmati momen kebersamaan mereka. "Kak, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan."

"Apa itu?" tanya Aron, penasaran.

"Aku merasa ada yang aneh belakangan ini. Sepertinya beberapa orang memperhatikan kita lebih dari biasanya," Liya mengungkapkan kekhawatirannya.

Aron berhenti sejenak, menatap adiknya dengan serius. "Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Tapi jika kamu merasa tidak nyaman, kita bisa membicarakannya dengan Ketua OSIS."

Liya mengangguk. "Iya, mungkin kita harus melakukannya. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita baik-baik saja."

"Tenang saja, Liya. Aku selalu ada untuk melindungimu," kata Aron dengan penuh keyakinan.

Mereka melanjutkan patroli mereka, berusaha menikmati waktu bersama meskipun ada kekhawatiran yang mengintai di belakang pikiran Liya. Namun, dengan Aron di sisinya, Liya merasa sedikit lebih tenang, yakin bahwa kakaknya akan selalu ada untuknya.

Di suatu fasilitas pemerintah yang sangat dijaga ketat, suara sirine tanda bahaya bergema di seluruh gedung. Pasukan bersenjata dan pengguna sorcière segera berkumpul, mengarahkan senjata dan kekuatan mereka ke sosok mengerikan di depan mereka.

Sosok itu menyerupai seorang wanita dewasa dengan ekor yang sangat panjang di bagian belakangnya. Wajahnya tidak memiliki mata, hidung, atau telinga—hanya mulut dengan gigi runcing yang mengerikan.

"Tembak!" perintah seorang komandan.

Segera, timah panas ditembakkan dari ujung laras senapan, dan serangan supernatural dilayangkan oleh para pengguna sorcière. Ledakan dan kilatan energi memenuhi ruangan, namun sosok mengerikan itu tampak tak terpengaruh, hanya bergerak sedikit untuk menghindari serangan.

Sosok wanita itu mengeluarkan suara tawa seram, seakan-akan menikmati serangan yang diarahkan padanya. Ekor panjangnya bergerak cepat, menyapu pasukan yang berada di depannya, mengirimkan beberapa dari mereka terbang ke dinding dengan kekuatan yang luar biasa.

"Tetap di posisi kalian! Jangan biarkan dia mendekat!" teriak komandan lagi, berusaha menjaga semangat pasukannya.

Namun, sosok itu tampak terlalu kuat. Satu per satu, pasukan mulai jatuh, baik karena serangan langsung maupun kekuatan supernatural yang dimiliki wanita itu.

Di tengah kekacauan, seorang pengguna sorcière muda mencoba mendekati sosok wanita itu dari belakang, berharap menemukan titik lemah. Namun, seolah-olah merasakan kehadirannya, sosok itu berbalik dengan cepat, dan dengan satu gerakan ekor, menghantam pengguna sorcière tersebut ke tanah.

"Kita butuh bantuan! Segera panggil tim elite!" teriak komandan, menyadari bahwa mereka tidak akan mampu menangani makhluk ini sendirian.

Situasi semakin genting, dan fasilitas pemerintah itu kini berada di ambang kehancuran.

Tidak butuh waktu lama, sepuluh elite dari rank Marsekal tiba di lokasi. Mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik, masing-masing memiliki kemampuan sorcière yang luar biasa.

"Menjijikan. Apa-apaan bentuknya itu," ucap salah satu Marsekal dengan nada menghina saat melihat sosok mengerikan di depan mereka.

Sosok wanita itu, mendengar hinaan tersebut, langsung menyerang tanpa berpikir panjang. Namun, serangan itu segera dihadang oleh Marsekal lain yang memiliki kemampuan sorcière tipe perlindungan. Perisai energi muncul di depannya, menahan serangan dengan kekuatan luar biasa.

"Apa-apaan serangannya ini. Ini lebih berat daripada tipe tinggi peringkat akhir!" ucap Marsekal pelindung sambil berusaha sekuat tenaga menahan serangan itu, wajahnya penuh keringat dan ketegangan.

Marsekal lainnya segera bergerak, mengatur formasi dan mempersiapkan serangan balasan. Mereka tahu bahwa musuh di depan mereka bukanlah makhluk biasa, dan mereka harus bekerja sama untuk mengalahkannya.

"Kita harus menyerang bersama-sama. Koordinasikan serangan kalian!" teriak komandan Marsekal, mengatur taktik di tengah kekacauan.

Para Marsekal segera membentuk formasi serangan. Salah satu dari mereka, seorang Marsekal dengan kemampuan sorcière tipe serangan jarak jauh, mulai meluncurkan tembakan energi yang kuat ke arah sosok wanita itu. Marsekal lainnya, yang memiliki kemampuan sorcière tipe pembekuan, mencoba membatasi gerakan musuh dengan es dan salju.

"Jangan biarkan dia mendekat! Kita harus menjepitnya di sini!" teriak komandan lagi.

Serangan kombinasi dari para Marsekal mulai memberikan efek. Sosok wanita itu terlihat mulai kesulitan bergerak, tertahan oleh serangan bertubi-tubi dari segala arah. Namun, dia masih bertahan, menunjukkan kekuatan yang luar biasa.

"Kita harus memberikan serangan pamungkas! Siapkan kemampuan terkuat kalian!" perintah komandan.

Para Marsekal mengangguk, memusatkan energi mereka untuk memberikan serangan terakhir. Dengan koordinasi yang sempurna, mereka melancarkan serangan gabungan yang luar biasa kuat, menghantam sosok wanita itu dengan kekuatan yang mampu menghancurkan gunung.

Ledakan besar terjadi, menggetarkan seluruh fasilitas. Saat debu dan asap mulai menghilang, para Marsekal berdiri dengan napas terengah-engah, menatap ke arah pusat ledakan, berharap bahwa serangan mereka cukup untuk mengalahkan musuh yang mengerikan itu.

Begitu asap menghilang, terlihat sosok wanita itu mengalami luka yang cukup parah dengan sebgaian tubuhnya menghilang. Para elite itu tersenyum lega beranggapan bahwa misi mereka berhasil. namun. senyuman itu seketika hilang dan menjadi kewaspadaan saat melihat apa. yang terjadi di depan mata mereka.

sosok wanita itu menumbukan kembali bagian tubuhnya yang hilang dengan sangat cepat.

"Hubungi pihak intelijen. minta identifikasi asal dongeng makhluk ini, lakukan dengan cepat. kami akan menahannya selagi mereka mencari" ucap pimpinan dari 10 elite itu.

Begitu asap menghilang, terlihat sosok wanita itu mengalami luka yang cukup parah dengan sebagian tubuhnya menghilang. Para elite itu tersenyum lega beranggapan bahwa misi mereka berhasil. Namun, senyuman itu seketika hilang dan menjadi kewaspadaan saat melihat apa yang terjadi di depan mata mereka.

Sosok wanita itu menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang hilang dengan sangat cepat. Luka-luka yang baru saja mereka buat sembuh dengan kecepatan yang mengerikan, menunjukkan bahwa musuh mereka memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa.

"Hubungi pihak intelijen. Minta identifikasi asal dongeng makhluk ini, lakukan dengan cepat. Kami akan menahannya selagi mereka mencari," ucap pimpinan dari 10 elite itu dengan suara tegas.

Salah satu Marsekal segera merogoh perangkat komunikasinya, menghubungi pusat komando untuk meminta bantuan intelijen. "Ini Tim Marsekal. Kami membutuhkan identifikasi cepat untuk makhluk ini. Dia memiliki kemampuan regenerasi yang sangat cepat. Kirimkan informasi segera!"

Sementara itu, para Marsekal lainnya kembali membentuk formasi, siap untuk menahan serangan berikutnya dari makhluk tersebut. Mereka tahu bahwa mereka harus bertindak cepat dan efektif, karena setiap detik yang terbuang bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati.

"Fokus pada serangan bersamaan, kita harus mencari kelemahan makhluk ini!" perintah pimpinan, tatapannya penuh determinasi.

Para Marsekal segera melancarkan serangan gabungan lagi, mencoba berbagai macam teknik dan strategi untuk menghentikan regenerasi makhluk tersebut. Ledakan energi, serangan elemen, dan kemampuan sorcière lainnya menghujani sosok wanita itu dari segala arah.

Namun, setiap kali mereka berhasil melukai makhluk itu, dia kembali menyembuhkan dirinya dengan kecepatan yang sama menakutkannya. Para Marsekal mulai merasa putus asa, tapi mereka tahu bahwa mereka harus terus berjuang sampai informasi yang mereka butuhkan datang.

"Kita tidak bisa terus begini. Dia akan kehabisan energi dulu atau kita yang akan kalah!" teriak salah satu Marsekal.

"Tetap bertahan! Kita tidak punya pilihan lain," jawab pimpinan dengan suara keras. "Intelijen akan segera memberikan jawabannya. Kita hanya perlu menahannya sedikit lebih lama!"

Dalam hati, mereka semua berharap bahwa informasi dari intelijen akan datang tepat waktu, memberikan mereka cara untuk mengalahkan musuh yang tampaknya tidak terkalahkan ini. Pertarungan terus berlanjut, dengan setiap serangan membawa harapan bahwa mereka bisa menemukan cara untuk menghentikan makhluk tersebut sebelum semuanya terlambat.

Sudah 30 menit berlalu dan mereka masih menyerangnya dengan segala daya upaya, tapi sebanyak apapun serangan yang dilancarkan, tidak ada yang berpengaruh sama sekali padanya. Seakan setiap kali dia diserang dan beregenerasi, tubuhnya justru bertambah kuat.

Regenerasi yang mengerikan serta tubuh yang bertambah kuat. Dua hal itu saja sudah membuat 10 pasukan elite merasa seperti sedang dipermainkan.

Merasa sudah bosan dengan 10 elite itu, sosok itu membuka mulutnya dan mengeluarkan gelombang suara yang memekakkan telinga.

10 elite Marsekal segera menutup telinga mereka, untuk menghindari suara yang bisa membuat mereka mati seketika. Namun, getaran dari gelombang suara itu tetap menyerang tubuh mereka, membuat mereka kesulitan berdiri dan mempertahankan posisi mereka.

“Ini gila! Kita tidak bisa terus begini!” teriak salah satu Marsekal dengan susah payah.

Pimpinan elite, dengan wajah penuh keringat dan ketegangan, menghubungi pusat komando lagi. “Kami tidak bisa menahan lebih lama lagi! Segera kirimkan informasi atau bantuan tambahan!”

Di pusat komando, para ahli intelijen bekerja dengan cepat, memeriksa setiap catatan, buku, dan data tentang makhluk-makhluk legendaris. Akhirnya, salah satu dari mereka berteriak, “Aku menemukannya! Makhluk ini adalah Nephilim, entitas kuno dari mitos yang memiliki kemampuan regenerasi yang tak terbatas!”

Komandan pusat segera menghubungi tim elite di lapangan. “Tim Marsekal, dengar! Makhluk itu adalah Nephilim. Satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan menyerang inti energinya, yang biasanya berada di dekat jantungnya. Fokus semua serangan ke titik itu!”

Mendengar informasi tersebut, pimpinan elite segera memberikan instruksi baru. “Semua orang, fokuskan serangan kalian ke jantungnya! Itu satu-satunya cara untuk menghentikannya!”

Dengan sisa tenaga dan semangat juang yang mereka miliki, 10 Marsekal mulai menyerang dengan presisi, mengarahkan semua serangan mereka ke titik yang telah disebutkan. Mereka tahu ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk menghentikan makhluk mengerikan itu.

Nephilim, yang awalnya merasa tidak terkalahkan, mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan saat serangan-serangan itu mulai mengenai inti energinya. Luka-luka yang sebelumnya sembuh dengan cepat kini mulai memperlambat regenerasinya.

Dengan serangan terakhir yang mengumpulkan semua kekuatan mereka, para Marsekal berhasil menghancurkan inti energi Nephilim, membuatnya runtuh dan akhirnya tak bergerak lagi.

Para Marsekal menghela napas lega, tubuh mereka lelah dan penuh luka, namun mereka berhasil. Sosok wanita yang mengerikan itu akhirnya dikalahkan. Mereka saling menatap, menyadari bahwa mereka telah melalui salah satu pertempuran terberat dalam hidup mereka.

“Kerja bagus, semuanya,” kata pimpinan dengan suara lelah namun penuh kepuasan. “Kita berhasil.”

Mereka kemudian melaporkan kemenangan mereka ke pusat komando, memastikan bahwa ancaman dari Nephilim telah berakhir, setidaknya untuk saat ini.

"ya. itu kemenangan kalian yang luar biasa untuk saat ini.sayangnya itu tidak bertahan lama" sebuah suara misterius menggema di dekat mereka.

10 elite itu kembali melihat ke tempat Nephilim itu mati. sebuah celah retakan dimensi terlihat dan dari celah itu sosok misterius lainnya muncul. sosok yang sepenuhnya menggunakan pakaian hitam dan topeng yang menutup kepalanya.

Sekali lagi. para marsekal itu kini harus di buat waspada dimasa mereka sudah kelelahan dan tidak bisa lagi bertarung, Tiba-tiba saja ada sosok lain yang muncul entah dari mana.

Dengan sisa tenaganya, pemimpin dari 10 elite Marsekal itu bertanya, "Siapa kau, dan apa tujuanmu?"

Sosok itu menatap dingin ke arah mereka, lalu berkata, "Salam. Aku pembawa pesan dari yang mulia. Kedatangan kami hanyalah untuk mencari yang mulia ratu dan membawanya kembali ke istana."

"Yang mulia ratu? Apa maksudmu? Siapa yang kau sebut ratu itu?" tanya pimpinan itu dengan keheranan.

"Ah, iya juga. Kalian tidak tahu, ya?" ucap sosok itu sambil mengelus dagunya. "Intinya, dia adalah sosok yang maha agung bagi kami. Dia adalah junjungan kami, dan kami melayani yang mulia raja dan ratu."

"Apa? Apa yang kau katakan? Itu tidak menjelaskan siapa yang kau cari."

"Hah, karena inilah aku tidak suka bekerja sebagai pembawa pesan. Jika bukan karena raja yang menyuruhku untuk tidak membunuh, aku pasti sudah membunuh semua yang ada di sini dan membawa ratu kembali."

"Kamu kemari," ucap sosok itu sambil mengulurkan tangannya.

Sepuluh elite itu seketika waspada, bersiap menghadapi serangan yang akan datang meski itu bisa merenggut nyawa mereka. Namun, sosok itu tidak menargetkan mereka; dia justru menarik sebuah buku dari ruang terjauh dan terdalam yang paling dijaga di fasilitas ini dengan kemanpuannya yang seperti telekinesis dan membawa buku itu ke tangannya.

"Buku itu! Kembalikan buku itu!" teriak salah satu anggota dari 10 elite Marsekal.

Melihat dia yang berteriak histeris, sosok itu tertawa, "Pff, kembalikan? Ahahahaha... Buku ini sudah dikembalikan kepada pemilik yang seharusnya. Jadi, kemana lagi buku ini akan pergi?" ucapnya mengejak.

"Pemilik?" ketua 10 elite marsekal itu bertanya keheranan.

" Dongeng Cthulhu. Bukankah kalian tahu siapa yang menulis buku ini?" ucap sosok itu sambil memperlihatkan sampul buku pada mereka.

"Dongeng Cthulhu? Jangan-jangan..." sebelum ketu itu menyelesaikan kalimatnya, sosok itu menyela dengan membenarkan dugaannya.

"Tepat." ucap sosok itu dengan suara yang terdengar senang.

merasa sudah tidak ada lagi yang dia perlukan. sosok itu perlahan berjalan mundur memasuki celah dimensi yang ada di belakangnya "kalau begitu, karena sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan di sini, aku rasa sudah waktunya untuk kembali ke sisinya. kalau begitu, semuanya. Semoga kalian menemukan ratu yang kami maksud. Salam dariku dan Sampai bertemu kembali." setelah mengucapkan salam perpisahan dengan sopan

Sosok itu lalu masuk kembali ke celah dimensi, dan seketika dia menghilang bersama celah yang tertutup.

Suasana menjadi hening, hanya ada suara detakan jantung para Marsekal yang masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Pemimpin Marsekal itu menggelengkan kepala, berusaha mencerna informasi yang mengejutkan ini.

"Dongeng Cthulhu? Apa artinya semua ini? Dan siapa sebenarnya ratu yang mereka cari?" pikirnya, sementara ketakutan mulai menyebar di antara anggota yang tersisa.

Satu hal yang pasti, ancaman ini belum berakhir. Mereka harus segera mencari tahu lebih banyak tentang ratu dan buku itu sebelum semuanya terlambat.

Di markas besar militer di divisi intelijen, para anggota yang mendengar semua percakapan yang baru saja terjadi kini berdiri membeku, tidak percaya.

"Tidak, tidak mungkin. Apakah itu nyata? Apakah dia benar-benar masih hidup? Tidak mungkin! Dongeng Cthulhu hanya ditulis oleh satu orang, yaitu H. P. Lovecraft. Dia seharusnya sudah meninggal 1.500 tahun lalu. Apa... apa yang baru saja kita dengar ini nyata?" ucap seorang perwira yang berada di ruang komunikasi dengan nada kebingungan.

Author-desu! ( Howard Phillips Lovecraft lahir pada 20 Agustus 1890 dan meninggal pada 15 Maret 1937 pada usianya yang ke 46 Tahun. [ Jadi kalian bisa hitung sendiri timeline novel ini berkisah pada tahun berapa sejak tahun kematiannya, terima kasih sudah membaca ;>) ])

Perwira lainnya menambahkan, "Jika dia masih hidup, maka semua catatan sejarah dan teori kita tentang Lovecraft bisa saja salah. Apa yang kita ketahui tentang waktu dan keberadaannya bisa jadi tidak relevan."

Seorang analis data yang berada di sudut ruangan memecah keheningan, "Kita harus menyelidiki lebih dalam. apalagi sosok itu menyebutkan melayani "Raja" dan 'Ratu', itu berarti ada lebih banyak hal yang terlibat daripada sekadar cerita. Mungkin ada kelompok atau entitas lain yang sedang bergerak di balik layar."

Pimpinan divisi intelijen, seorang jenderal berpengalaman, menghela napas panjang. "Kita tidak bisa panik. Kita perlu meneliti lebih lanjut tentang 'H. P. Lovecraft' dan segala sesuatu yang berhubungan dengan 'Cthulhu' dan buku-buku lain yang dia tulis . Siapkan tim untuk mencari semua catatan, teks, dan riset terkait. Jika dia memang akan kembali untuk menjemput ratu yang dia sebutkan, kita harus tahu seberapa besar ancaman yang akan dia datangkan."

Salah satu perwira lain angkat bicara, "Bagaimana dengan tim elite yang terlibat? Mereka perlu dilindungi. Jika sosok itu dapat berinteraksi dengan mereka, berarti mereka bisa saja menjadi target berikutnya."

Jenderal mengangguk, "kirim tim rahasia untuk melindungi mereka, dan kirimkan tim lain untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Kita harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin."

Ruang komunikasi itu dipenuhi oleh suasana tegang saat semua anggota bergegas untuk mempersiapkan rencana selanjutnya. Setiap detik terasa berharga, dan mereka menyadari bahwa mereka berada di ambang pertempuran melawan sesuatu yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

Kembali ke R'Lyeh Academy,

Liya saat ini berada di atap sekolah bersama dengan kakaknya, Aron. Mereka menikmati waktu istirahat bersama dalam suasana yang hangat dan ceria.

Duduk di lantai beralas matras sederhana, mereka saling menyuapi dari kotak bekal yang terletak di tengah-tengah mereka. Liya tersenyum lebar setiap kali Aron memberikan suapan, sementara Aron tidak bisa menahan tawa melihat kegembiraan adiknya. Suasana di atap itu terasa damai, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas di dalam sekolah.

Hubungan kakak-beradik itu begitu dekat hingga jika ada orang asing yang melihat mereka, orang itu mungkin akan berpikir bahwa mereka berdua sedang berpacaran. Namun, bagi mereka, kedekatan itu bukan hanya tentang cinta, melainkan juga tentang saling pengertian dan dukungan yang tak terhingga.

"Ini enak sekali, Kak!" seru Liya sambil menggigit sushi yang disiapkan Aron. "Kamu memang jago masak."

Aron tersenyum bangga. "Terima kasih! Tapi semua itu hanya untukmu, adikku yang tersayang."

Liya tertawa dan melanjutkan menyuap makanan. "Aku merasa sangat beruntung memiliki kakak sepertimu."

Saat mereka menikmati makanan, suasana hening sejenak menyelimuti mereka. Hanya terdengar suara angin berhembus lembut dan kicauan burung di sekitar mereka. Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama ketika Liya tiba-tiba bertanya, "Kak, pernahkah kamu berpikir tentang masa depan? Apa yang ingin kita capai setelah lulus?"

Aron menatap langit, merenungkan pertanyaan itu. "Aku rasa kita harus melakukan apa yang membuat kita bahagia. Mungkin kita bisa menjelajahi dunia, menemukan hal-hal baru, dan membantu orang-orang di sekitar kita."

Liya mengangguk setuju, semangatnya kembali membara. "Ya, aku ingin membantu orang dan membuat dunia ini jadi tempat yang lebih baik. Bersama denganmu, Kak!"

Aron tersenyum, merasakan kebanggaan yang mendalam terhadap adiknya. "Apapun yang kamu pilih, aku akan selalu ada di sampingmu, Liya."

Saat mereka melanjutkan makan siang, di balik senyuman dan kebahagiaan, keduanya tak tahu bahwa di luar R'Lyeh Academy, ada ancaman yang mengintai, dan kisah mereka akan segera berhadapan dengan kenyataan yang tak terduga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!