Dalam suasana terkejut, Khedit menoleh pada Aron dan bertanya padanya dengan tergagap, "A-a-apa yang baru saja kamu lakukan?".
"Aah, aku memukulnya," ucap Aron dengan santai.
"Apakah kamu sebenarnya memiliki kemampuan sorciēre?" tanya Khedit, masih tergagap.
"Tidak, aku memukulnya dengan kekuatan murni. Apa itu melanggar aturan?" jawab Aron.
" HHHAAAAA....???!!! "
Selesai sudah. Khedit tidak bisa lagi berpikir jernih. Apa yang baru saja dikatakan Aron membuat prinsip dan akal sehatnya yang sudah dia bangun selama ini hancur hanya dalam satu hari.
Setelah selesai dengan kelas praktikum, jam pelajaran sore kami dijadwalkan untuk mempelajari sejarah umat manusia sebelum dan sesudah "Caos Earth". Baik aku maupun Liya tidak terlalu tertarik karena kami sudah mengetahui apa yang terjadi di permukaan bumi. Setelah kelas selesai, aku kembali ke asrama pria sementara Liya berada di asrama wanita.
Aku melempar tas ke atas meja di kamar asrama, lalu melempar tubuhku terlentang ke kasur sambil menatap langit-langit ruangan.
"Ah, ada banyak hal hari ini," ucapku sambil melamun.
Aku mengingat tentang masalah kerja paruh waktu dan mulai mengambil ponsel, mencari kerja paruh waktu yang tersedia di internet, setelah lama mencari, aku menemukan satu yang cukup menarik minatku
Esok hari
aron dan liya menjalani kelas seperti sebelumnya, tidak ada yang spesial pada kelas pagi, lalu kelas praktik do mulai.
kelas praktik hari ini adalah latihan gabungan, murid-murid akan melawan satu sama lain guna mengetahui kemampuan satu sama lain agar dapat menentukan membentuk kelompok yang tepat.
saat ini di lapangan seorang murid perempuan dengan rambut pink yang di potong pendek sedang di kerumuni murid laki-laki, murid itu adalah liya, mereka para murid laki-laki berusaha sekeras mungkin mendapatkan perhatiannya dengan mengajak liya untuk berlatih bersama mereka.
" liya, apa kamu mau berlatih denganku" salah seorang murid laki-laki mengajak dengan sopan, lalu di halangi oleh murid lainnya. " minggir, kamu tidak cocok dengannya, liya maukah kamu berlatih denganku " di saat mereka ribut seorang dengan badan agak kekar menghampiri mereka bertiga dan menyela para murid laki-laki yang sedang berkelahi.
" oi berengsek, kalian semua minggir, liya apakah kamu mau berlatih bersamaku " ucap pria agak kekar itu dengan ramah.
" makasih, tapi aku sudah punya teman latihan " balas liya yang membuat rahang mereka semua jatuh.
liya kemudian mulai melirik ke segala arah, lalu dia melihat aron yang berdiri tidak jauh dari tempatnya saat ini.
" kakak" panggil liya sambil melambaikan tangan tinggi-tinggi.
aron yang merasa dirinya di panggil melirik ke arah liya, aron kemudian berjalan mendekati liya dan bertanya " ada apa?, jangan bilang mau minta uang lagi, maaf i
aja tapi aku tidak akan memberikannya bahkan jika kamu membuat muka memelas.." ucap aron dengan setengah bercanda.
" aku tidak seboros itu sampai menghabiskan uangku lalu memintanya uang tambahan darimu " (>_<) balas liya dengan muka kesal.
" aku ingin kakak, jadi partner latihanku, aku tidak tahu seberapa kuat mereka yang ada di sini, aku juga tidak yakin serangan nornal tidak akan menimbulkan cedera serius, oleh karena itu.. eemm.. apa kamu mau jadi partner latihanku lagi " jelas liya menyampaikan niatnya oada aron.
" hah~~ iya, iya " balas aron dengan nafas berat.
" tunggu, aku tadi sempat mendengar kalian seperti sedang meremehkan kami, kami adalah orang-orang yang berbakat, mana mungkin kami tidak bisa menahan serangan normal yang kamu lancarkan " ucap pria setengah kekar itu dengan nada marah.
sepertinya pria itu adalah orang yang meniliki sumbu pendek dan sombong dengan kemampuannya sendiri.
aron dan liya hanya memandang pria setengah kekar itu dengan acuh tak acuh.
" oh, jika begitu, bagaimana jika kamu mencobanya, Banret " ucap liya meremehkannya dan memanggil nama pria setengah kekar itu dengan nama Banret.
" bukankah itu bagus, mari kita~~ " sebelum banret selesai bicara sebuah angin dengan tekanan besar meluncur ke arahnya, membuat tubuhnya terpental hingga sejauh setengah lapangan.
Angin bertekanan itu adalah serangan paling dasar dan yang paling tidak mematikan yang Liya miliki dari kemampuan sorciēre miliknya.
Banret kini berlutut dengan satu kaki di tanah, sambil memegang dadanya dengan ekspresi kesakitan di wajahnya.
"Uhuk, uhuk, uhuk, bukankah curang tidak membiarkan lawanmu menyelesaikan ucapannya!" ucap Banret marah, sambil menahan rasa sakit yang dia derita.
"Itu tidak curang. Di dalam medan perang asli, tidak ada waktu untuk bicara. Jika kau lengah, kau mati. Itulah kenyataan medan perang," ucap Aron, sambil berjongkok pada Banret yang masih dalam keadaan berlutut dengan satu kaki di tanah.
"Jadi, aku sarankan jangan samakan pelatihan bayi ini dengan kenyataan medan perang. Jika kamu tidak ingin mati lebih dulu setelah berada di permukaan," lanjut Aron.
"Ah, iya satu lagi, yang Liya gunakan adalah angin bertekanan rendah yang biasa di gunakan untuk bersih-bersih. Jika saja kamu masih bersikeras menerima serangan normal Liya, mungkin saat ini kamu tinggalah sejarah. Kamu mengerti maksudku kan," ucap Aron lagi, sambil berdiri dan berjalan menjauh meninggalkan Banret yang masih terpuruk kesakitan di tanah.
"Sialan," umpat Banret kesal.
Dia memiliki kemampuan yang bisa mengalahkan setidaknya tiga orang sorciēre rank captain, tapi di hadapan kedua orang itu, dia bukanlah apa-apa.
Setelah para murid melihat dan mendengar kejadian yang menimpa Banret dengan mata dan telinga mereka sendiri, mereka mulai ragu apa pelatihan yang mereka jalani selama ini ada artinya.
Guru Khedit, yang melihat mood para siswa mulai menurun dan ragu, segera bertindak cepat dan menyemangati mereka, tidak membiarkan mereka terus berada dalam keterpurukan lebih lama.
" ehem, apa yang di katakan aron, itu benar, nyatanya medan perang lebih mengerikan, karena tidak seperti pelatihan di medan perang kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan satu-satunya yang bisa di andalkan saat situasi mulai buruk adalah diri sendiri, tapi adanya pelatihan ini jugalah tidak kalah penting, karena dengan adanya pelatihan kalian menjadi terbiasa dalm pertempuran yang membuat kalian siap jika sudah waktunya kalian berhadapan dengan makhluk urban.
oleh karena itu, jangan patah semangat dan latih kemampuan kaian, aku jamin di masa depan kalian akan menjadi orang yang hebat yang mungin bisa menyingkirkan makhluk urban seluruhnya dan membuat manusia dapat kembali hidup di permukaan "
mendengar apa yang di ucapkan guru khedit, para murid mulai kembali mendapat semangat mereka dan mulai berlatih lebih keras lagi dengan kemampuan mereka.
" aron, liya, terima kasih atas apa yang kalian ajarkan pada para murid " ucap guru khedit mendekati aron dan liya dan berterima kasih.
" tidak, kami tidak melakukan apa-apa, tidak perlu berterima kasih, kami hanya memberi tahu jika tidak baik jika pikiran terlalu penuh dengan diri sendiri, pada akhirnya tidak akan menguntungkan dan hanya akan merugikan entah itu diri sendiri ataupun rekan " ujar aron.
lalu latihan gabungan kembali berlanjut, aron dan liya hanya menonton di pinggir lapangan untuk beberapa waktu, mengamari kemampuan setiap teman kelas mereka dan mengevaluasi kekurangan dan kelebihan kemampuan teman kelas mereka di dalan pikiran keduanya.
lalu ketika semua orang hendak menepi di pinggir ruangan liya dan aron maju menghampiri guru khedit.
" permisi, bisakah pertahanan yang ada di area latihan ini perkuat? " tanya aron pada guru khedit.
" tenang saja penghalang ini cukup kuat, bahkan makhluk urban kelas tinggi tidak akan sanggup menghancurkannya dalam satu kali serangan " ucap guru khedit dengan percaya diri.
" ah, begitu, kalau begitu terima kasih. dan juga bisakah guru mengosongkan area latihan ini dan membiarkan hanya kami berdua di lapangan?"
" tidak masalah, semuanya ayo ke kursi penonton yang ada di lapangan " ucap guru khedit berteriak hingga terdengar ke semua murid yang ada di area lapangan latihan tersebut.
setelah memastikan tidak ada lagi murid selain liya dan aron di area lapangan latihan, guru khedit memberi isyarat pada keduanya dari kejauhan, aron dan liya yang berada di tengah area lapangan latihan mengangguk puas, lalu...
BOOOMNM
...----------------...
Author note:
beberapa karakter yang ada ilustrasinya. btw maap telat kirim. :>)
...Aron...
...Liya...
...Yumi Hikari....
buat saat ini cuma itu, btw iya gambarnya dari AI
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments