chapter 02

setelah jam pertama berakhir guru meninggalkan kelas, masih ada jeda waktu 20 menit sebelum guru berikutnya tiba, dalam kesempatan itu para siswa segera mengerubungi meja aron dan liya duduk.

mereka segera melemparkan banyak pertanyaan kepada aron dan liya yang membuat mereka nampak kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan satu demi satu.

" apa kalian beneran berasal dari luar pulau? " siswa A

" seperti apa di luar pulau itu, apakah itu seperti yang di ceritakan dalam buku-buku " siswa C

" apa kalian saudara? " siswa E

" liya, apa kamu punya pacar? " siswa p

" seperti apa sorcièremu? boleh aku melihatnya " siswa B

" ceritakan apa yang terjadi di luar pulau " siswa J

aron dan liya berusaha yang terbaik menjawab satu persatu persatu pertanyaan yang di arahkan pada keduanya.

tidak lama kemudian guru selanjutnya memasuki kelas, para siswa yang melihat guru sudah memasuki kelas segera kembali ke bangku mereka masing-masing secara tidak langsung menyelamatkan aron dan liya dari kesulitan yang mereka hadapi.

"siapkan buku kalian, buka halaman 14 " ucap guru sambil berjalan ke meja miliknya yang berada di depan kelas.

dari situlah pelajaran di mulai materi yang kami pelajari adalah mengenai kelemahan bebeerapa makhluk urban yang sudah tercatat hingga saat ini.

beberapa makhluk urban memilki kelemahan dengan unsur elemental, namun ada beberapa makhluk urban yang harus di kalahkan dengan menghancurkan cerita urbannya ada juga beberapa makhluk urban misterius l, mereka di ketahui ada tapi tidak pernah ada yang tahu kelemahan makhluk-makhluk urban tersebut.

dan mereka adalah yang terkuat yang di kenal sebagai makhluk urban penghancur yang juga muncul 10 tahun lalu dan bertangung jawab saat terjadinya "chaos earth" namun setelah chaos earth selesai makhluk-makhluk itu tidak pernah terlihat lagi.

tidak ada yang tahu kemana mereka pergi atau apa yang sedang mereka lakukan atau rencanakan dengan pergi begitu saja setelah menyebabkan bencana, mereka hanya meninggalkan banyak misteri dan ketakutan pada pikiran manusia hingga hari ini.

pelajaran kedua berakhir dan waktu istirahat makan siang sebelum berganti ke pelajaran praktikum.

aron berdiri dari kursinya dia hendak pergi ke kantin untuk membeli makan siang, seharusnya dia tidak perlu melakukan itu karena adiknya sudah membuatkannya bekal makan siang tadi pagi sebelum mereka berangkat.

tapi Aron memakan bekal itu saat di perjalanan menuju pulau R'lyeh academy jadi sekarang aron tidak memiliki apa-apa untuk di makan.

saat aron akan melangkah keluar pintu liya memanggilnya

"kakak, apa kamu mau ke kantin kan? , bisa tolong sekalian belikan aku minum, minumku terjatuh saat aku mengejarmu. tadi. "

aron tahu liya berbohong padanya, minumannya tidak jatuh dia menaruhnya di kolom yang ada di bawah mejanya, aron melihatnya sekilas ketika dia berjalan melewatinya, sudah jelas liya hanya ingin memeras uang sakunya untuk menjahilinya.

" huh.. kamu,... iya, iya, aku belikan, "setelah itu aron pergi ke kantin

segera setelah aron sampai di kantin, dia di suguhi dengan pemandangan kantin yang ramai jiga kios kios makanan dengan para siswa dan guru yang mengantri di depannya.

tidak, tidak mungkin aku mengantri sepanjang itu, lebih baik mencari kios yang sedikit sepi atau membeli beberapa makanan ringan saja untuk mengenyangkan perutku.

dengan pemikiran itu aron pergi ke kios yang sedikit lebih pendek antreannya, dia memutuskan membeli beberapa makanan ringan dan sebungkus sandwitch sebagai tambahan dia juga membeli minuman di mesin otomatis tidak lupa aron juga membeli minuman yang di minta oleh adiknya.

aron merasa sudah membeli semua yang dia butuhkan dia memutuskan pergi dari kantin sudah tidak ada lagi alasan untuknya tetap di kantin, lagipula dia juga tidak bisa makan di kantin karena tidak ada lagi meja kosong yang tersedia untuknya.

setibanya di depan ruang kelasnya, aron menarik nafas dalam, dia memperlambat kerja jantungnya dan melangkahkan kakinya memasuki kelas tanpa suara aron berjalan masuk ke ruang kelas tanpa satupun orang di dalam kelas yang menyadari kehadirannya.

aron berdiri di belakang tempat duduk adiknya tanpa sepengetahuan adiknya lalu aron menaruh sekaleng minuman dingin tepat di pipi adiknya membuat liya menjerit kaget karena tiba-tiba saja ada sensasi dingin yang menyengat pipinya.

" HHIIYYAAA!!! " liya tanpa sadar mengarahkan tangannya tepat ke wajah aron lalu bola api seukuran bola kecil terbentuk di atas telapak tangannya yang tepat mengarah ke wajah kakaknya,

oi, oi kau bercanda kan...

tidak berselang lama suara gemuruh ledakan terdengar di kelas tersebut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!