Happy Ending-20

Malam itu, langit dipenuhi dengan bintang yang berkelap-kelip, menambah suasana misterius di taman villa. Charlie duduk di bangku taman, menatap kosong ke langit. Pikirannya melayang, teringat kejadian pagi tadi ketika mereka dikejutkan dengan kiriman paket misterius. Rasa penasarannya semakin menggebu, siapa yang mengirimkan paket tersebut dan apa maksudnya? Dari kejauhan, Clarisa melihat sosok temannya itu. Hatinya tergerak untuk mendekati Charlie dan mengajaknya berbicara. Gadis itu berjalan pelan, menghampiri Charlie yang tengah larut dalam lamunan.

 "Charlie, apa yang kamu pikirkan?" tanya Clarisa dengan lembut. Charlie tersentak, kaget dengan kedatangan Clarisa.

 "Oh, Clarisa. Aku hanya sedang memikirkan paket tadi dan kematian Kang Dadang," jawab Charlie dengan wajah serius.

Clarisa duduk di samping Charlie, merasa prihatin.

 "Aku juga penasaran tentang itu, tapi kita harus tetap tenang dan berpikir jernih. Kita harus menemukan pelaku yang sesungguhnya," ucap Clarisa, berusaha memberi dukungan pada Charlie.

Tanpa disadari, pembicaraan mereka berlanjut ke topik tentang adik Charlie. Clarisa belum mengetahui jika adik yang dimaksud Charlie adalah Alia, wanita yang meninggal hampir dua pekan lalu.

"Aku sangat merindukan adikku, Clarisa. Dia meninggal begitu saja, dan aku merasa bersalah karena tak sempat melindunginya," ungkap Charlie dengan nada sedih. Clarisa merasa terkejut, ia tak menyangka bahwa adik Charlie adalah Alia.

 "Charlie, maafkan aku. Aku tidak tahu bahwa adikmu adalah Alia. Kita akan berusaha menemukan kebenaran dan keadilan untuk Alia, Kang Dadang, dan semua yang terlibat," janji Clarisa, menggenggam tangan Charlie erat.

Malam itu, Charlie dan Clarisa berjanji untuk terus mencari kebenaran di balik paket misterius dan kematian yang belum terungkap. Tekad mereka semakin kuat, didorong oleh rasa penasaran dan keinginan untuk mengungkap pelaku yang sesungguhnya.

Tak sengaja handphone yang ada di pangkuan Charlie terjatuh ke lantai dan layarnya menyala. Menampilkan sosok gadis cantik dan muda bisa dilihat itu seusia Juwita.

"Maaf,"ucap Charlie melepaskan genggaman tangan Clarisa dan memungut handphonenya yang terjatuh. Foto yang ada di layar handphone Charlie membuat Clarisa terkejut. Karena dia pernah melihat foto tersebut di handphone Wilson kakaknya.

"Ada apa?"tanya Charlie saat melihat wajah tegang Clarisa.

"Ini...."Clarisa menggantungkan ucapannya.

"Ini adikku, Alia. Apa kamu pernah bertemu dengannya?"tanya Charlie dengan raut wajah yang tersenyum.

"Tidak!"Clarisa langsung menggelengkan kepalanya serta tersenyum kecut.

'Foto itu sama dengan foto gadis yang ada di handphone Kak Wilson. Apa hubungannya Kak Wilson dengan adik Charlie?'Clarisa menatap Charlie dengan raut wajah yang begitu bingung. Pria itu menggosok layar handphone yang nampak berdebu karena terjatuh tadi.

Malam itu, Clarisa terbaring di tempat tidurnya, merasa gelisah saat melihat foto adik Charlie, Alia, di handphone Charlie masih terus menghantui pikirannya. Seolah-olah foto itu mengejeknya, mengingatkannya pada sebuah kebenaran yang sulit diterima. Bahkan, yang lebih membuat hatinya resah, foto yang sama ia temukan di handphone kakaknya, Wilson.

Clarisa menghela napas berat, mencoba untuk mengusir rasa tidak nyaman dalam benaknya. Namun, semakin ia mencoba, semakin ia merasa terpuruk dalam pikiran. Clarisa merasa seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikan oleh Charlie dan Wilson darinya, sesuatu yang berkaitan dengan Alia.

Dia meraih handphonenya yang tergeletak di meja samping, cahaya layar handphone menerangi wajahnya yang lesu. Matanya menatap layar dengan kosong, mencoba mencari sebuah kebenaran di balik foto tersebut. Hatinya berdebar-debar, ia merasa takut dengan apa yang akan ia temukan.

Tiba-tiba, Clarisa menyadari bahwa waktu telah larut malam. Ia menghembuskan napas panjang, berusaha menenangkan diri. Ia menyimpan handphone-nya kembali ke meja samping dan memutuskan untuk mencoba tidur. Namun, matanya tetap terjaga, terpejam dalam kegelisahan. Pikiran tentang Alia, Charlie, dan Wilson terus bergulir di benaknya, seperti film yang tak pernah habis.

Masing-masing wajah mereka berganti-ganti muncul dalam pikirannya, membuatnya semakin sulit untuk mengusir rasa cemas yang membelenggu hatinya. Malam itu, Clarisa tak bisa tidur dengan nyenyak. Setiap kali ia hampir terlelap, ingatan tentang foto Alia kembali menghantui pikirannya, seolah-olah ingin mengingatkannya pada sebuah rahasia yang tak pernah ia ketahui sebelumnya.

Malam berlalu begitu cepat dan fajar menyingsing di ufuk timur. Matahari mulai menampakkan sinarnya yang lembut, menyelimuti villa tempat Clarisa dan rekan yang lain masih dalam keadaan bekerja bersama di villa itu. Villa milik Pak David CEO dari perusahaan Florist Entertainment.

"Kak Wilson,"gumam Clarisa yang teringat dengan foto Alia di handphone Wilson. Clarisa memutuskan untuk bertanya langsung pada kakaknya setelah semalaman tak bisa tidur dengan nyenyak.

Namun, tiba di luar kamar villa. Clarisa dikejutkan dengan suara teriakan Charlie.

"Katakan! Kenapa foto Alia ada di handphone mu apa hubunganmu dengan Alia?"teriak Alia. Pertanyaan Charlie justru membuat Sherli dan yang lain bingung.

"Charlie, lepas! Kenapa kau melakukan hal itu. Dia model kita,"ucap Sherli melepaskan genggaman kerah kemeja Wilson. Pria itu mencoba merapikan kemejanya yang berantakan.

"Aku tidak kenal dia,"jawab Wilson yang masih mengelak.

"Ada apa ini?"tanya Clarisa yang baru saja turun.

"Ini alasan kenapa kamu terkejut saat melihat foto Alia di layar handphone ku?"tanya Charlie kepada Clarisa.

"Apa yang kalian tahu soal kematian Alia?"

"Charlie!"Sherli membentak Charlie saat pria itu terus bertanya tentang Alia.

"Aku tak tahu apapun,"jawab Clarisa gugup. Karena dia belum pernah melihat Charlie sebegitu marah.

"Kau harus mengakhirinya. Pak David tidak ingin kita membahas masalah ini lagi,"Sherli kembali mengingatkan Charlie. Tetapi, Charlie malah menghempaskan tangan Sherli dan berlalu pergi meninggalkan ruang tamu villa.

Setelah kepergian Charlie. Nico dan Juwita pun tiba di sana.

"Apa yang terjadi?"tanya Nico bingung. Sherli menghela napas dan melihat bekas cupang di leher Nico lalu Sherli menatap sinis ke arah Juwita. Sherli mengerutkan keningnya. Merasa dirinya terus di perhatikan Juwita pun pergi meninggalkan ruang tamu.

"Tidak ada apa-apa!"Sherli berkata dengan tegas dan pergi meninggalkan ruang tamu.

Charlie dengan perasaan yang kalut pergi meninggalkan villa serta membawa mobil bersama dengannya. Pagi itu, Charlie kembali ke Jakarta dan mengabaikan perintah dari pihak kepolisian yang bahwasannya mereka tak bisa meninggalkan villa itu untuk sementara waktu sebelum pembunuhan Kang Dadang terungkap.

Tiba di apartemen milik Alia, Charlie bergegas pergi ke lantai kamar Alia, untuk mencari tahu sesuatu. Dia sangat yakin jika dia melewatkan sesuatu. Sedangkan, dari handphone Alia sudah bersih tidak ada apa-apa lagi. Charlie juga yakin pelaku sudah menghapusnya.

Charlie membuka kamar tersebut dengan kasar dan melangkah masuk dengan tergesa-gesa. Charlie menelusuri tempat yang tak besar itu. Tetapi, sangat sulit bagi Charlie menemukannya.

Tempat tidur, nakas dan semua pakaian yang ada di dalam lemari Alia sudah dibongkar oleh Charlie. Tetapi, Charlie tak menemukan sesuatu.

Di saat Charlie sudah putus asa. Tiba-tiba dia teringat akan sebuah laci televisi yang belum diperiksa olehnya. Charlie langsung membuka laci itu dan menemukan apa yang dia cari. Yaitu laptop Alia. Laptop yang Charlie hadiahkan saat Alia berumur 18 tahun. Setelah membuka laptop tersebut dari layar laptop menampilkan sebuah foto wallpaper milik Alia hal itu membuat hati Charlie sakit saat melihat senyuman sang adik yang begitu manis tetapi kini hanya tinggal kenangan.

Charlie membuka semua folder yang tersimpan. Satu folder yang menarik perhatian Charlie adalah, folder yang tersimpan sangat rahasia. Charlie berhasil membukanya. Di saat folder itu terbuka, Charlie sangat terkejut melihat foto pria yang dia kenal ada di laptop sang adik. Bahkan, ada foto mereka berdua juga yang terlihat begitu akrab.

"Wilson...."Gumam Charlie, dengan tangan yang ikut terkepal.

Terpopuler

Comments

mochamad ribut

mochamad ribut

up

2024-05-07

0

mochamad ribut

mochamad ribut

lanjut

2024-05-07

0

Sari Nande16

Sari Nande16

semakin penasaran, apakah Wilson pacarnya alia 😬

2024-03-02

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!