Nico, Sherli, dan Juwita tiba lebih dulu di villa yang telah ditentukan oleh Pak David untuk mereka membantu proses syuting iklan bersama dengan seorang artis papan atas.
Mereka semua belum tahu siapa yang dimaksud Pak David karena itu semua adalah kejutan Pak David. Villa tersebut tampak megah dengan taman yang rimbun dan kolam renang yang berkilauan.
Sementara itu, Charlie dan Rifki baru saja tiba sepuluh menit setelah yang lain. Mereka terlihat lelah, namun semangat untuk segera bergabung dengan tim.
Begitu mereka masuk ke dalam villa, Nico langsung menyambut mereka dengan senyuman lebar.
"Hei, kalian akhirnya datang juga! Kita sudah menunggu," ucap Nico sambil menepuk bahu Charlie dan Rifki. Sherli dan Juwita segera bergabung dalam perbincangan mereka, membahas persiapan yang sudah mereka lakukan sejauh ini.
Namun, di balik semangat Charlie untuk membantu proses syuting, pikirannya masih saja dipenuhi oleh tanda tanya mengenai kasus kematian Alia dua minggu lalu. Ia terus bertanya-tanya siapa pelaku dan siapa yang terlibat dalam kasus tersebut. Ekspresi Charlie terlihat bimbang, seakan-akan ia terus mencari jawaban yang tak kunjung ditemukan. Rifki, menyadari jika ekspresi raut wajah Charlie berubah ketika Nico dan yang lain tiba.
Charlie merasakan kedekatan yang berbeda dengan managernya itu. Nico bersikap ramah kepada Rifki dan Charlie. Padahal, mereka semua tahu jika Nico adalah orang yang tak perduli dengan orang lain.
Tak lama di tengah perbincangan mereka. Sebuah mobil masuk ke halaman villa.Seseorang dari arah belakang villa juga datang menyapa mereka. Pria tua itu adalah tukang kebun di villa. Di mana sebelumnya belum mengetahui jika karyawan dari perusahaan Pak David sudah tiba.
"Itu pasti model yang akan mempromosikan produk kita,"ucap Juwita menatap kagum kepada mobil mewah yang baru saja masih dan benar saja tebakan Juwita tak meleset.
"Sepertinya benar tebakanmu,"sahut Sherli yang ikut memperhatikan mobil tersebut. Tak lama seorang pria dengan tinggi 170 dan berkulit putih dengan rambut yang sedikit gondrong. Pria itu memakai kaca dan menoleh ke arah Charlie dan yang lain sembari melambaikan tangannya.
"Sudah ku duga dia adalah tipe ku,"Juwita berkata sembari menatap kagum ke arah pria itu. Tak lama, seorang wanita keluar dari mobil tersebut dengan penampilan yang sama dan tak kalah menarik dari model pria tadi. Charlie mengerutkan keningnya serta matanya membelalak orang itu tak lain dan tak bukan adalah Clarisa. Wanita yang dijumpai olehnya dua hari lalu saat makan malam.
'Clarisa?'batin Charlie. 'Sedang apa dia di sini? Apa yang dia lakukan?' Charlie masih mencoba menebak tetapi tak menemukan jawabannya.
Clarisa dan pria misterius itu berjalan ke arah mereka.
"Charlie!"sapa Clarisa yang kaget melihat Charlie ada di tempat yang sama dengannya.
"Hai,"sapa Charlie dengan senyum kecut yang malah terkejut dengan kehadiran Clarisa di villa itu. Apalagi, Clarisa datang bersama dengan seorang pria.
"Kamu karyawan Florist Entertainment?"Clarisa bertanya karena sebelumnya Charlie pernah bercerita tentang dia ingin bekerja di sebuah perusahaan. Karena, itu juga termasuk salah satu tugasnya untuk mengungkap kasus-kasus yang dia temui. Tetapi, Clarisa tak pernah tahu jika Alia adalah adik Charlie.
"Emm,"singkat Charlie. Pandangannya masih fokus menatap ke arah pria yang berdiri di samping Clarisa.
"Hallo, semuanya. Saya Clarisa, saya adalah adik dari Wilson Stepanus. Panggil saja namanya Wilson. Berhubungan managernya sibuk maka di sini saya yang menggantikan managernya. Segala kebutuhan dan keperluan artis kalian bisa sampaikan itu kepada saya,"ucap Clarisa dengan sopan memberitahu semuanya serta memperkenalkan diri.
Namun, Wilson tak menyapa semua orang. Pria ini terus menatap ke arah Juwita dan juga Sherli. Charlie memperhatikan pandangan pria itu meskipun di balik kaca mata hitamnya.
"Maaf, Tuan dan Nona-nona. Saya sudah menyiapkan semua keperluan kalian semua. Kamar juga sudah saya bersihkan, jika mau makan di dapur makanan sudah siap,"tukang kebun Pak Dadang datang memberitahu semua orang. Mereka semua hanya menganggukkan dan menerimanya.
"Aku ingin beristirahat. Aku capek,"Wilson berkata dengan dingin yang membuat semua orang saling pandang satu sama lain yang tak suka dengan sikap sombong pria itu. Di saat Wilson akan melangkah masuk ke dalam villa dan menarik satu koper bersama dengannya. Charlie tak sengaja melihat goresan luka di tangan Wilson. Di pergelangan tangannya juga terdapat bekas gigitan seseorang. Sepertinya itu bekas baru dan terlihat baru mengering.
Charlie kembali menatap pria yang berkaca mata itu. Lalu, kembali menatap Clarisa.
"Kalau begitu kami juga butuh istirahat. Ayo, semuanya masuk dan istirahat!"Sherli memberi perintah dan disetujui oleh semua orang. Kecuali, Charlie yang tiba-tiba menahan tangan Clarisa dan membawanya pergi dari pintu masuk. Charlie membawa Clarisa ke belakang villa untuk berbicara dengan wanita itu.
"Tunggu! Kenapa kau membawa aku kemari?"Clarisa bertanya. Karena, Clarisa takut jika Wilson tahu kedekatannya dengan Charlie. Wilson sangat membenci pria yang mencoba mendekati adiknya.
"Kenapa kamu tak mengatakan jika model yang dipilih oleh perusahaan ku adalah kakak mu?"tanya Charlie. Terlihat jelas raut wajah tak sukanya saat menatap Wilson. Padahal, itu pertama kali bagi Charlie bertemu dengan Wilson.
"Kamu tidak tanya, aku mana tahu. Lagian, kenapa sih? Kan kakak ku sudah lama menjadi model iklan dan bahkan beberapa kalau syuting film. Hanya saja, beberapa bulan terakhir dia istirahat untuk syuting setelah kecelakaan,"ujar Clarisa.
"Terus, bekas luka di tangannya? Maaf, aku tadi tak sengaja melihatnya,"suara Charlie terdengar cukup pelan saat bertanya tentang Wilson. Karena, Charlie masih menjaga perasaan Clarisa.
"Owh, itu katanya saat proses syuting. Pemeran wanita utama menggigitnya dengan benar. Sehingga, meninggalkan bekas luka yang amat dalam,"ungkap Clarisa. Tetapi, Charlie tak bisa percaya begitu saja dengan ucapan Clarisa.
Namun, Charlie tahu Clarisa berprofesi sebagai pengacara di luar Negeri dan tak mungkin Clarisa akan membohongi Charlie sahabat yang sudah dikenal begitu lama.
Ting!
Handphone Charlie berbunyi pertanda sebuah pesan baru saja masuk. Charlie langsung merogoh handphone yang ada di saku celananya dan melihat pesan dari Dokter Syahril.
[Ini kondisi kuku Alia saat kami melihatnya untuk pertama kali. Padahal, katamu waktu itu sebelum kalian bertemu Alia sempat bervidio call denganmu. Kamu mengatakan kukunya panjang tetapi kenapa saat dia terjatuh dari lantai apartemen kukunya malah pendek? Charlie, sepertinya seseorang melakukan pekerjaannya dengan begitu keras. Sehingga, dia sempat memikirkan untuk menghilangkan kuku korban yang mungkin sempat mencakarnya saat melawan. Karena, jika memang benar. Dia sudah berusaha menghilangkan bukti DNA yang tertinggal di kuku korban,]
Tangan Charlie menggenggam handphone dengan erat saat membaca pesan dari Dokter Syahril dan melihat foto yang dikirimkan oleh Dokter Syahril barusan.
"Charlie, are you oke?"
"Haah?"
"Wajahmu terlihat memerah. Apa kamu sakit?"Clarisa bertanya seraya menyentuh dahi Charlie dengan punggung tangannya. Charlie mematung melihat tindakan peduli Clarisa kepadanya. Meskipun hal itu sudah sering Clarisa lakukan terhadap Charlie saat di luar Negeri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
mochamad ribut
up
2024-04-14
1
mochamad ribut
lanjut
2024-04-14
1
Al Fatih
lho....,, lho ...,, ad tokoh baru lagi nih
2024-04-10
1