Happy Ending-12

Kejadian tadi pagi membuat teman-teman sedikit kesal dengan Charlie yang mengabaikan pekerjaannya.

Charlie menyadari bahwa tidak ada yang memperhatikannya. Mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing, seolah-olah Charlie tak pernah ada di sana.

Namun, sepasang mata itu tak mampu melepaskan pandangannya dari sosok Nico yang duduk santai di pojokan ruangan. Sejak kejadian semalam di gudang terbengkalai, Charlie yakin bahwa pria yang memakai topeng itu adalah rekan kerjanya, Nico.

Namun, Charlie tak punya bukti untuk mengkonfrontasi Nico. Handphone yang sempat digunakan untuk merekam kejadian itu pun hilang entah ke mana. Charlie merasa cemas, ingin bertanya pada Nico tentang niatnya menyekap anak-anak dan wanita itu.

Namun, tanpa bukti, Charlie merasa ragu untuk mengungkapkannya. Charlie hanya bisa menatap Nico dengan tatapan yang mencoba menembus topeng kedok Nico yang seolah-olah tak pernah melakukan kesalahan.

 Dalam hati, Charlie bertekad untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Nico melakukan itu? Apakah ada motif tersembunyi di balik semua ini? Charlie berjanji pada diri sendiri untuk mengungkap kebenaran, sekalipun harus menghadapi teman sejawatnya sendiri.

"Aku ingin berbicara denganmu," Juwita datang dan mengajak Nico untuk keluar. Hal itu menarik perhatian Charlie. Pria itu melihat Nico langsung berdiri dan berjalan ke arah luar bersama dengan Juwita. Charlie cukup penasaran dengan apa yang ingin mereka bahas. Sehingga, Charlie memutuskan untuk mengikuti Juwita dan Nico.

Sebelum pergi, Charlie memastikan jika semua sibuk dengan pekerjaannya. Sherli sedang sibuk dengan laptop. Rifki sibuk menyiapkan bahan yang diperlukan untuk besok. Sedangkan, Wilson dan Clarisa berada di kamar mereka tak ada yang tahu apa yang mereka lakukan.

Di saat Charlie bangkit dari tempat duduknya dan menyusul Juwita dan Nico. Sherli melihatnya dan menatap Charlie penuh kecurigaan. Begitu juga dengan Rifki yang terus menatap ke arah Sherli.

Charlie berdiri di balik dinding, berusaha mencuri dengar pembicaraan yang sedang berlangsung antara Nico dan Juwita. Suasana tegang terasa saat ia melihat ekspresi wajah Juwita yang cemas dan panik.

 Dari gerak-gerik mereka, ada sesuatu yang jelas tidak beres. Charlie, yang telah lama mencurigai keterlibatan Nico dan Juwita dalam pengedaran obat-obatan terlarang di perusahaan mereka, semakin yakin akan dugaannya. Dia melihat Nico mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya, lalu menggenggam tangan Juwita erat-erat.

Tiba-tiba, Juwita berteriak, "tidak, Nico! Ini sudah terlalu jauh!" Nico dengan dingin menatap Juwita, lalu berkata dengan suara berat.

 "Kita sudah terlalu dalam terlibat dalam hal ini, Juwita. Tidak ada jalan keluar selain terus melanjutkannya." Mendengar itu, Charlie merasa ngeri dan jantungnya berdegup kencang. Dia sadar bahwa ia harus segera melaporkan kecurigaannya kepada pihak berwajib agar kejahatan tersebut bisa segera dihentikan.

Namun, sebelum itu, Charlie harus menyelidiki lebih jauh untuk mengumpulkan bukti yang kuat terlebih dahulu.

'Mereka tidak terlibat dengan kematian Alia. Mereka berdua terlibat dalam kasus yang lebih rumit lagi? Untuk apa mahasiswa seperti Juwita ini mengedarkan obat-obat itu apa dia tidak tahu konsekuensinya?'batin Charlie yang terus bergelut dengan hatinya dan lupa jika saat ini Charlie sedang menguping pembicaraan Nico dan Juwita sehingga Charlie terlewat banyak apa yang dua orang itu bicarakan.

"Kau mau korban selanjutnya adalah kamu?!"Nico mencengkram kuat lengan Juwita, wanita ini memberontak merasakan sakit.

"Kamu tidak bisa melakukan apapun terhadap aku, karena kita sama-sama memegang rahasia masing-masing,"jawab Juwita dengan tegas.

"Tetapi, pada malam itu bukankah seharusnya kau bersama dengan Alia?"

Charlie membulatkan matanya ketika mendengar nama adiknya disebut oleh Nico. Tak bisa lagi menahan rasa penasaran dan amarah yang semakin membuncah. Lalu, Charlie keluar dari tempat persembunyian.

"Apa yang sedang kalian bicarakan? Tadi aku mendengar jika kamu menyebut nama anak magang yang meninggalkan dua Minggu lalu itu, ada apa sebenarnya?"Charlie berjalan ke arah mereka seraya bertanya dan hal itu membuat Nico dan Juwita gugup.

"Anak magang? Mungkin kamu salah dengar, iya kan Juwita?"Nico menoleh dan menatap Juwita tajam.

"Emm, benar. Seperti yang dikatakan Pak Nico tidak ada apa-apa, kami hanya membahas proyek kami saja,"ujar Juwita yang gugup.

"Terus apa yang ada di tanganmu?"Charlie bertanya. Nico memejamkan matanya mengingat benda itu masih ada pada Juwita. Wanita muda ini nampak tenang dan mencoba menjawab dan menunjukkan tangannya yang kosong pada Charlie.

"Memangnya ada apa?"

Nico dan Charlie melihat tangan Juwita yang kosong. Hal itu membuat Nico lega tetapi tidak dengan Charlie yang begitu penasaran.

"Kamu kenapa sih? Datang-datang bahas anak magang, kenal juga nggak!"ketus Nico dan berlalu pergi meninggalkan Juwita dan Charlie di belakang Villa pada saat malam itu.

Charlie berbalik dan menatap Juwita dengan tajam.

"Kamu tahu sesuatu tentang kematian anak magang itu? Jika benar katakan padaku, aku cukup penasaran dengan kejadian itu,"ucap Charlie berbicara dengan Juwita.

"Aku tidak tahu. Kasus itu tidak boleh di bicarakan di lingkungan kantor ataupun di luar perusahaan Florist Entertainment. Pak David sudah menekan semua berita itu, jika tidak perusahaannya akan dalam masalah,"Juwita berlalu pergi dan meninggalkan Charlie di sana. Pria itu di tinggal dengan perasaan yang cukup penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada malam kematian Alia? Kenapa semua orang terlihat tak ingin membahas itu malah menghindar ketika Charlie menanyakan masalah tersebut.

Malam itu, Charlie susah tidur. Dia mengingat perkataan Nico terhadap Juwita. Hal itu membuat Charlie sulit untuk memejamkan matanya.

Terpopuler

Comments

mochamad ribut

mochamad ribut

up

2024-04-20

0

mochamad ribut

mochamad ribut

lanjut

2024-04-20

0

mudahlia

mudahlia

astaga main petak umpet

2024-03-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!