Happy Ending-18

Keesokan harinya, Charlie kembali ke villa dengan didampingi oleh beberapa anggota kepolisian. Ketika mereka sampai di villa, wajah Sherli dan Nico terlihat sangat terkejut melihat kehadiran Charlie yang mereka duga sebagai pelaku pembunuhan Kang Dadang.

Begitu juga dengan Rifki dan Juwita, yang merasa telah salah menilai Charlie. Semua orang di villa itu terdiam, tidak menyangka bahwa Charlie akan kembali bersama dengan kepolisian. Mereka saling berpandangan, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Charlie berjalan masuk dengan langkah pasti, diikuti oleh para polisi yang nampak serius.

Sherli mencoba berkata, "Charlie, kamu... kenapa kembali ke sini? Apa yang terjadi?" Charlie menatap Sherli dengan tatapan tajam.

"Saya bukan pelaku pembunuhan Kang Dadang. Saya kembali ke sini untuk membersihkan nama saya dan membantu polisi mengungkap siapa pelaku sebenarnya."

 Nico terlihat kesal dan menggigit bibirnya, "Jadi, kamu tidak bersalah? Kenapa kamu tidak memberitahu kami sejak awal?" Charlie menjawab dengan tenang.

"Saya memang tidak memberitahu kalian sejak awal karena saya ingin mencari bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah. Sekarang, polisi sudah menemukan bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa saya tidak terlibat dalam kasus ini." Rifki dan Juwita tampak merasa bersalah, mereka menundukkan kepala mereka dan berbisik.

"Kami minta maaf, Charlie. Kami salah menilai kamu." Dengan situasi yang semakin tegang, kepolisian mulai melakukan penyelidikan lebih lanjut di villa tersebut. Mereka mengajak semua orang untuk bekerja sama dalam mengungkap kasus pembunuhan Kang Dadang. Charlie, yang kini telah dibebaskan dari tuduhan, bergabung dengan mereka untuk menuntaskan misteri yang belum terpecahkan ini.

Malam itu, suasana di dalam kamar Nico terasa sangat mencekam. Wajahnya tampak kesal dan marah-marah, seolah ada api yang menyala di dalam hatinya. Tangan kanannya mengepal erat, tak mampu menahan amarah yang menggelegak.

"Kenapa Charlie bisa kembali dan bebas dari tuduhan pembunuhan Kang Dadang?!" geram Nico dalam hati.

Sebelumnya, Nico memang sengaja mencoba menjebak Charlie dengan menghubungkannya dengan kematian Kang Dadang. Dia tahu bahwa topeng yang ditemukan di tempat kejadian adalah bukan milik Charlie dan dia juga mengetahui bahwa Charlie sempat datang ke gedung sekolah terbengkalai itu. Dengan kecerdikan dan niat jahatnya, Nico pun merancang rencana untuk menjebak Charlie.

Namun, ternyata takdir berkata lain. Charlie berhasil membuktikan bahwa dia bukanlah pembunuh Kang Dadang, dan kini ia kembali dengan selamat. Nico merasa geram dan frustasi, tak bisa menerima kenyataan bahwa rencananya gagal total. Sambil menendang-nendang barang-barang di kamarnya, dia berteriak dalam hati.

"Aku harus menemukan cara lain untuk menghancurkan Charlie. Dia tidak boleh terus berada di sisi kami tidak masalah akan semakin runyam!" Api kemarahan yang menyala di dalam diri Nico semakin membara, menguatkan tekadnya untuk melancarkan rencana jahat lainnya. Dan di saat itulah, benih-benih kebencian dan dendam semakin tumbuh subur di dalam hati Nico, menunggu saat yang tepat untuk meledakkan amarahnya pada Charlie.

Namun, siapa sangka. Di balik pintu kamar Nico Juwita mendengar itu semua. Orang yang selama ini berada dipihak Nico. Tetapi, Juwita sendiri merasa takut dan cemas. Jika, suatu saat dirinya juga akan dijebak oleh Nico. Juwita adalah rekan kerja dan sekaligus orang yang membantu Nico untuk menjualkan obat-obat terlarang itu.

"Juwita sedang apa kamu di sini?"tanya Rifki sembari membenarkan kaca matanya. Juwita yang terkejut langsung menarik tangan Rifki untuk pergi dari depan kamar Nico.

"Ada apa?"tanya Rifki saat mereka sudah jauh dari kamar Nico.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya melihat Pak Nico terlalu marah,"jawab Juwita. Wanita ini selalu memanggil Nico dengan sebutan formal jika berbicara dengan teman lain. Tetapi, di saat bersama dengan Nico Juwita akan berbicara layaknya teman.

"Ya sudahlah. Aku tidur dulu,"Juwita menepuk pelan bahu Rifki dan kemudian pergi meninggalkan pria berkaca mata itu. Rifki menatap kepergian Juwita sembari menyeringai seakan Rifki sendiri tahu sesuatu mengenai rahasia Nico dan juga Juwita.

"Jika bukan Charlie pelakunya. Jadi siapa?"tanya Clarisa. Wilson menatap sang adik.

"Kenapa kau peduli sangat. Selama kau di sini jangan ada yang tahu kalau kau seorang pengacara!"tegas Wilson. Clarisa langsung terdiam sembari berkata di dalam hatinya. 'Kalian juga tidak tahu apa sebenarnya identitas Charlie,' Clarisa menatap sang kakak yang sibuk dengan handphonenya. Clarisa memang tidak pernah tinggal serumah dengan Wilson sehingga dia tak pernah tahu bagaimana kehidupan kakaknya itu. Dia kembali saat tahu kakaknya satu Minggu lalu mengalami kecelakaan.

Clarisa berdiri dan berjalan ke arah jendela ranjang Wilson. Tetapi, Clarisa tak sengaja melihat layar handphone Wilson yang penuh dengan foto-foto gadis-gadis cantik. Bahkan, ada satu foto yang menarik perhatian Clarisa.

"Apa yang kau lihat? Tidur sana!"tegur Wilson. Clarisa segera pergi untuk tidur sesuai yang dikatakan Wilson. Clarisa tak berani membantah ucapan Wilson. Karena, pria itu tak segan-segan akan memarahinya jika Clarisa melanggar ucapan Wilson, sang kakak.

Pagi itu, Sherli baru saja membuka pintu utama dan ingin melihat keadaan luar. Mereka masih tidak di izinkan untuk meninggalkan villa selama kasus pembunuhan Kang Dadang belum terungkap.

"Kotak? Kotak apa ini? Siapa yang mengirim paket?"Sherli mengambil kotak yang terletak di depan pintu utama villa dan memegangnya. Tak lama turun Rifki bersama dengan Charlie. Dua pria itu pergi menyusul Sherli yang sudah berada di teras villa lebih dulu.

"Akh!"kejut Sherli sembari membuang kotak yang ada di tangannya. Dan terjatuh tepat di depan Rifki dan juga Charlie. Baik Rifki ataupun Charlie menatap benda yang di buang oleh Sherli dengan tajam. Ada kecemasan dan ketakutan dalam waktu yang bersamaan. Sherli menjadi panik dan gugup seketika. Wajahnya bercucuran keringat dingin melihat benda yang baru saja dibuang olehnya.

____

jangan lupa tinggalkan like dan koment 🙏

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!