BAB 10

Mungkin jika wanita yang di nikahi oleh Andra adalah wanita yang sekelas dengannya, Haris tidak masalah. Tetapi Tania gadis yang sangat berbeda, selain cantik dia juga baik dan penurut.

"Kenapa papah sekarang jadi cerewet dan terus menerus mencampuri kehidupan ku..?" kesal Andra

"Papah bukan ingin mencampuri kehidupan kamu ataupun bersikap cerewet. Ingat Andra kamu masih menumpang hidup dengan papah, mungkin papah akan diam saja jika kamu jauh dari papah. Bahkan semua kelakuan kamu itu papah tidak lihat dan tidak tahu...!!"

"Iya, iya.. Sekarang berhenti berbicara tentang kehidupan ku, aku kesini untuk bekerja.. Jadi apa ada pekerjaan untuk ku pah...?"

"Ayo ikut papah, papah akan mengenalkan kamu dengan rekan-rekan kerja kamu nantinya" ucap Haris sambil berjalan ke arah luar dan di ikuti oleh Andra

Andra akan berusaha bersabar dulu kali ini, walaupun dia harus terpaksa menerima posisinya yang hanya sebagai staf biasa saja. Jika suatu saat nanti Haris sudah menyerahkan semua perusahaan ke tangan dirinya dia tidak akan sudi menjadi staf rendahan lagi.

Haris pun mulai memperkenalkan satu persatu staf yang ada di ruangan itu, dimana nanti juga akan bekerja bersama mereka dan setelah perkenalan selesai pun langsung bekerja. Tapi memang pada dasarnya Andra adalah seorang yang pemalas jadi dia lebih memilih untuk tidak mengerjakan pekerjaannya dan malah menggoda beberapa staf wanita yang memang cantik-cantik, bahkan matanya tidak pernah jauh melihat kearah dada mereka yang terlihat sangat besar dan menggoda.

Apalagi ketika Andra melihat kearah wanita yang kini menjadi sekretaris dari papahnya, dia masih muda dan cantik. Walaupun dia seorang janda tapi dia belum memiliki seorang anak pun, jangan lupakan tubuhnya yang sangat seksi dan menggoda bahkan Sella pun kalah jika di bandingkan dengan Rina.

Rina lebih menggoda dan seksi di mata Andra dan dia akan berusaha untuk mendapatkan wanita itu.

Tok... Tok...

"Permisi pak.." ucap Rina ketika masuk kedalam ruangan Haris

"Ya ada apa Rin...??" tanya Haris tanpa melihat kearah sekertaris nya itu.

"Saya membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani dan ini berkas untuk proyek baru kita" ucap Rina sambil menyerahkan beberapa berkas ke atas meja Haris

Haris pun segera mengalihkan perhatiannya kearah berkas-berkas yang di bawa Rina barusan, dia mulai membaca dan menandatangani nya satu persatu.

"Apa masih ada lagi...?" tanya Haris sambil menyerahkan kembali berkas-berkas yang sudah selesai di tanda tanganinya kepada Rina.

"Tidak ada pak, untuk hari ini free. besok baru ada jadwal meeting lagi dengan klien dari Surabaya di restoran mall central jam 9.30 pagi pak.." ucap Rina

Sejujurnya Rina sangat tertarik kepada Haris, walaupun usianya sudah tidak muda lagi tapi dia masih sangat mempesona. Tapi Rina sadar diri dia hanya gadis biasa dan mana mungkin dia berani berdekatan dengan Haris bahkan sikap bos nya ini selalu dingin dan tegas kepada siapa pun.

"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang..."

"Baik pak, saya permisi dulu.." di saat Rina hendak menutup kembali pintu Haris memanggilnya kembali.

"Rin.."

"Iya pak, ada yang bisa saya bantu...?" tanya Rina senang

"Aku hanya ingin memperingatkan kamu saja, jika nanti Andra mendekati kamu kamu harus hati-hati. Dia sudah memiliki seorang istri dan aku tidak mau kamu dijadikan mainan olehnya, dia hanya ingin bermain-main saja dengan wanita" ucap Haris sambil menatap Rina

"Baik pak, terima kasih atas perhatiannya saya pasti akan ingat" ucap Rina senang, dia yakin Haris juga mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya karena baru saja Haris mengkhawatirkan dirinya.

"Kamu boleh pergi.." Haris kembali mengusir wanita itu tanpa perduli kalau wanita itu kini sedang merasa senang karena perhatian kecil darinya.

Walaupun dengan perasaan sedikit kecewa tapi Rina kembali ketempat nya, tidak apa-apa jika sekarang Haris sama sekali tidak menganggapnya tapi suatu hari nanti dia pasti bisa melihat kecantikan yang dimiliki oleh Rina dan akan bertekuk lutut kepada dirinya.

Malam ini di kediaman Haris, mereka bertiga sedang menikmati makan malam mereka tanpa ada yang bersuara, bahkan tidak ada percakapan di antara mereka.

Sesekali Tania melihat ke arah lelaki yang duduk tepat di depannya, lelaki yang sudah beberapa hari ini mengabaikan dirinya. Haris memang masih kesal dengan Tania, itu sebabnya dia memilih diam dan tidak mau lagi berinteraksi dengan wanita itu.

"Bagaimana pekerjaan kamu di kantor mas...?" Tanya Tania hati-hati.

Dia sangat penasaran dengan pekerjaan baru suaminya itu, sehingga Tania pun memberanikan diri untuk bertanya. Andra dan Haris kompak melihat ke arah Tania, Keduanya terlihat sangat kesal tetapi dengan alasan yang berbeda. Jika Andra kesal karena sang istri cerewet dan ingin mencampuri semua urusannya, lain lagi dengan Haris dia sangat kesal karena wanita itu lebih memperhatikan Andra dibanding dirinya.

Prang.

Ayah dan anak itu dengan kompak membanting sendok dan garpu ke piring, tentu saja itu membuat Tania kaget dan menatap keduanya bergantian.

"Kenapa pah.. ?" Tanya Andra heran karena Sang papah juga kompak dengan dirinya.

"Tidak apa-apa hanya licin saja, makanya terjatuh .." bohong Haris

"Untuk apa kamu bertanya-tanya, itu semua bukan urusan kamu...?" Ketus Andra dan jangan lupakan matanya yang sudah hampir keluar.

"Aku hanya ingin tahu saja mas, apakah kamu betah atau tidak bekerja disana" ucap Tania sambil tersenyum

Dia sudah tahu kalau Andra pasti akan marah dengan pertanyaannya, tapi dia adalah istrinya tentu saja dia berhak tahu apa saja yang di lakukan oleh Andra.

"Tidak usah sok perhatian, tugas kamu hanya diam saja dan nanti akan aku kasih uang belanja" ucap Andra kesal setelah mengatakan itu dia pun segera pergi.

Tanpa sadar tangan Haris sudah mengepal, dia paling tidak suka jika ada seseorang yang berbuat kasar kepada seorang wanita. Andai saja Andra bukan putranya dia pasti sudah habis di hajar oleh Haris.

"Tapi aku bukan sok perhatian mas, aku ini istri kamu jadi wajar saja jika aku ingin tahu apa yang di lakukan oleh suamiku.." ucap Tania dengan suara yang agak keras karena Andra sudah berjalan menjauh dari meja makan.

"Diam...!" bentak Andra dan kembali melanjutkan langkahnya.

Tania menghela nafas panjang dan kembali duduk, dia menundukkan pandangannya agar Haris tidak melihat kesedihannya saat ini.

"Jangan menjadi wanita lemah.." ucap Haris

Jujur saja dia sudah tidak tahan lagi jika harus diam melihat wanita yang dia sukai di perlakukan seperti ini terus menerus.

"Kamu masih mau bertahan dengan sakit yang tidak akan pernah hilang, atau lepaskan saja semuanya.."

Mendengar perkataan Haris membuat Tania mengangkat kepalanya dan kini mata mereka pun bertemu satu sama lain. Tania dapat melihat perasaan yang sangat nyaman ketika bertatapan dengan Haris seperti ini, sangat berbeda ketika menatap mata Andra yang menyimpan kebencian terhadap dirinya.

Terpopuler

Comments

Idrus Officiel

Idrus Officiel

taek

2024-11-04

0

Lina Syah

Lina Syah

emang ya si Andra nih kasar amat sama istrinya... di kasih perhatian sama istrinya kok di bentak 😓😓😓

2024-10-05

0

Yeyet Faranova

Yeyet Faranova

fikirkan perkataan haris, Tania, cerai dari Andra dan menikah same haris

2024-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 baba 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bukan up
97 bab 96
98 bab 97
99 bab 98
100 bab 99
101 bab 100
102 bab 101
103 bab 102
104 bab 103
105 bab 104
106 bukan up
107 bab 105
108 bab 106
109 bab 107
110 bab 108
Episodes

Updated 110 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
baba 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bukan up
97
bab 96
98
bab 97
99
bab 98
100
bab 99
101
bab 100
102
bab 101
103
bab 102
104
bab 103
105
bab 104
106
bukan up
107
bab 105
108
bab 106
109
bab 107
110
bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!