Kamu!

"Maaf," ucap lelaki itu dengan datar dan segera mengalihkan tatapannya. Bersikap tenang seperti tidak terjadi apa-apa, ia kembali tak acuh.

Ranti lantas mengangguk cepat tanpa suara.

"Habis dapat cium, tapi wajahnya masih tenang-tenang saja. Udah keseringan kali yaa? Hmmm ... Aku aja masih dag dig dug ser begini!" Pikirnya dalam diam.

Entah bagaimana bisa? Dirinya yang beberapa saat lalu sempat hampir kehilangan kesadaran, kini tengah sepenuhnya sadar. Berdehem singkat, ia lalu mengeratkan pegangan tangannya di bahu lelaki itu. Terlebih ia juga tak mau ambil pusing akan kejadian barusan, meskipun jauh di dalam lubuk hatinya, Ranti tengah berkelut akan emosinya sendiri.

Namun, alih-alih membopongnya di bagian depan. Sebaliknya, Braja malah menurunkan Ranti dan membopongnya di punggung. Ranti kontan memincing heran, tetapi sejurusnya menurut saja. Braja lantas melangkah dan membawa gadis itu pergi. Berjalan sedikit cepat, ia tak menghiraukan banyak pasang mata yang tengah melirik curiga.

"Kenapa Bapak tolong saya?" celetuk Ranti tiba-tiba tepat di sisi telinga lelaki itu.

"Lalu saya harus membiarkan mu tergeletak di tengah lapangan?" sahutnya datar sambil menatap lurus melihat jalan di depan.

"Yaa nggak gitu juga, Pak. Kan bisa mas-mas tentara lain yang tolongin saya,"

"Saya lihat tadi tidak ada yang berminat tolongin kamu. Lagi pula saya juga kasihan melihat kamu dari tadi."

"Kasihan kenapa?" sergah Ranti cepat merasa penasaran.

"Panjang kaki kamu kan tidak seberapa, pastinya kamu tadi sangat bersusah payah saat latihan. Saya sarankan sebaiknya kamu banyak-banyak minum susu, mengingat usia kamu yang masih begitu belia dan ada kemungkinan masih bisa bertumbuh." tutur Braja tenang tanpa mengalihkan pandang.

Sementara di belakangnya, air muka Ranti sudah berubah. Tanpa di duga gadis itu mengayunkan kakinya menendang sesuatu di antara paha Braja hingga lelaki itu kontan meringis dengan tubuh refleks membungkuk.

Braja menggeram sembari menoleh. "Kamu!"

Ranti mendengus tanpa rasa bersalah. "Bapak sihh! Dari tadi pagi ngatain saya mulu, kan saya sakit hati Pak! Emang mau saya punya tubuh montel begini?" ketusnya sengit.

Sesaat mereka saling beradu pandang dalam tatapan saling menghunus. Hingga akhirnya Braja membuang nafas dan kembali menegakkan tubuhnya. "Masih untung kamu tidak saya lempar tadi," timpalnya mulai tenang.

"Lantas kenapa tidak di lempar? Ayo coba lempar kalau bisa, pasti Bapak tidak berani kan?" ucap Ranti seolah menantang. Namun, beda dengan ucapannya, tangannya malah bergelayut erat pada bahu lelaki itu.

Braja yang mendengar itu pun tak ingin menimpali, baginya sia-sia saja ia menggubris ucapan gadis itu. Ia memilih tak acuh tetap melangkah, berjalan ke arah parkiran.

Hening seketika, Ranti yang notabennya tidak bisa diam dan over aktif. Lantas menghembuskan nafas gusar. Tapi, tanpa sengaja helaan nafasnya barusan nyatanya menimbulkan efek lain bagi lelaki yang tengah membopongnya.

Dan ia menyadari itu. "Telinganya berubah merah, wahh pasti_" serunya dalam hati sambil mesam-mesem, menatap penuh arti daun telinga yang tepat berada di sisi wajahnya. Dengan mode usil yang kapan hari menguap pergi, Ranti dengan kekehan tertahan sengaja meniup lembut ke arahnya.

Braja yang merasakan itu sontak menggeram tertahan dengan rahang mengetat sempurna.

"Ranti." geramnya.

Ia tak menghiraukan seruan lelaki itu dan terus meniup-niup daun telinganya bahkan beralih ke tengkuknya. Pikirnya itu adalah hal biasa, karena sejujurnya Ranti adalah pribadi yang tabu perihal libido pria.

Darah kian berdesir, lamat namun pasti libidonya mencuat naik. Dirinya yang seorang lelaki dewasa tanpa belaian wanita tak di pungkiri, mudah terangsang mendapat godaan-godaan kecil.

Braja sontak berhenti seraya meremas sedikit kuat kaki gadis itu.

"Berhenti!" serunya dengan suara serak nan tertahan.

...----------------🍁🍁🍁----------------...

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ

𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ

ya ampun Ranti ini asli pecicilan itu Braja ditiup tiup gitu kan bisa bikin ser seran secara belom pernah dekat dgn seorang wanita samasekali seumur hidupnya🤔🤣🤣🤣🤣🤣

2024-03-20

3

Okie Larasati

Okie Larasati

masih kuat nahan nya pak braja/Grin//Grin/

2024-03-09

1

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

dihhh Ranti usil🙈

2024-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bhadrika Braja Perkasa
2 Siapa kamu? Ularrr!
3 Tragedi sendal jepit
4 Nyengirr
5 Itu punggung apa batu?
6 Spesies kaku lainnya
7 Tidak ada kapok-kapoknya!
8 Tugas pertama
9 Harap-harap cemas
10 Hampir pingsan
11 Special pov Braja
12 Mood acak adul!
13 Ehh? Uhh!
14 Kamu!
15 Hiiiyyy!
16 Tante biduan
17 Si tidak bisa diam
18 Gadis imut jaga imej
19 Burung perkutut
20 Lagi dan lagi!
21 Hari kurang beruntung
22 Balada suara aneh
23 Imbas mbak biduan
24 Kue Nastar bikin hati bergetar
25 Tak terduga
26 Sesuatu yang ambigu
27 Pak Braja menakutkan
28 Gosip tentang Pak Braja
29 Kerewelan Ranti 1
30 Kerewelan Ranti 2
31 Kecolongan
32 Cemburu nihh yee
33 Yang sesungguhnya
34 Si posesif
35 Pacar pengertian
36 Masuk ke kamar Pak Braja
37 Coklat, besar dan keras!
38 Siapa dia?
39 Antara dua pria
40 Ranti menang banyak
41 Braja hilang kendali
42 Yakin gak mau?
43 Kedua kalinya
44 Pak Braja kesurupan
45 Gugup
46 Saya pria dewasa, Ranti.
47 Kecupan
48 Bagai di tusuk sembilu
49 Ungkapan Braja
50 Ranti pundung
51 Sentuhan selembut beledu
52 Apa maksudnya ini?
53 Menuntut jawab
54 Sakit
55 Bapaknya atau Ayank nya?
56 Boleh tidak, Bu?
57 Berakhir Sekarang?"
58 Keputusan
59 Alhamdulillah
60 Kamu diam Tapi manis
61 Maunya Ranti
62 Healing
63 Jaga hati kamu untuk saya
64 Risalah rindu
65 Dia
66 Sosok itu, Ayu
67 Rasa familiar
68 Aku rindu, serindu-rindunya
69 Mumgkinkah dia?
70 Rasa yang sama
71 Kita kembali berjumpa
72 Hati yang semakin resah
73 Imbasnya kepada Ranti
74 Dua wanita menangis
75 Ranti tetaplah Ranti
76 Meniti rindu
77 Lembayung senja
78 Goresan Lara
79 Haruskah?
80 Aku pergi karena aku lemah
81 Gemuruh riuh
82 Di balik semua itu
83 Omoooo!
84 Nikah?
85 H-1
86 Sah!
87 Deg-degan
88 Braja frustasi
89 Braja Ingkar
90 Ukuran di atas rata-rata
91 Jangan ya Dek, yaa
92 Beringas dalam bertempur
93 Honeymoon tipis-tipis
94 Rayuanmu kurang totalitas, Sayang!
95 Ugal-ugalan
96 Kamu seksi, Dek!
97 Pesangon dari Ibu
98 Tempat baru, Betina!
99 Mba-mba depan rumah
100 Menolak Braja
101 Ngambeknya Braja
102 Kepergok
103 Braja Mode ngambeg
104 Huaaaaaa!
105 Pas lagi enak-enaknya, ehhh ...!
106 Dilanjut yang tadi, yaa?
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Bhadrika Braja Perkasa
2
Siapa kamu? Ularrr!
3
Tragedi sendal jepit
4
Nyengirr
5
Itu punggung apa batu?
6
Spesies kaku lainnya
7
Tidak ada kapok-kapoknya!
8
Tugas pertama
9
Harap-harap cemas
10
Hampir pingsan
11
Special pov Braja
12
Mood acak adul!
13
Ehh? Uhh!
14
Kamu!
15
Hiiiyyy!
16
Tante biduan
17
Si tidak bisa diam
18
Gadis imut jaga imej
19
Burung perkutut
20
Lagi dan lagi!
21
Hari kurang beruntung
22
Balada suara aneh
23
Imbas mbak biduan
24
Kue Nastar bikin hati bergetar
25
Tak terduga
26
Sesuatu yang ambigu
27
Pak Braja menakutkan
28
Gosip tentang Pak Braja
29
Kerewelan Ranti 1
30
Kerewelan Ranti 2
31
Kecolongan
32
Cemburu nihh yee
33
Yang sesungguhnya
34
Si posesif
35
Pacar pengertian
36
Masuk ke kamar Pak Braja
37
Coklat, besar dan keras!
38
Siapa dia?
39
Antara dua pria
40
Ranti menang banyak
41
Braja hilang kendali
42
Yakin gak mau?
43
Kedua kalinya
44
Pak Braja kesurupan
45
Gugup
46
Saya pria dewasa, Ranti.
47
Kecupan
48
Bagai di tusuk sembilu
49
Ungkapan Braja
50
Ranti pundung
51
Sentuhan selembut beledu
52
Apa maksudnya ini?
53
Menuntut jawab
54
Sakit
55
Bapaknya atau Ayank nya?
56
Boleh tidak, Bu?
57
Berakhir Sekarang?"
58
Keputusan
59
Alhamdulillah
60
Kamu diam Tapi manis
61
Maunya Ranti
62
Healing
63
Jaga hati kamu untuk saya
64
Risalah rindu
65
Dia
66
Sosok itu, Ayu
67
Rasa familiar
68
Aku rindu, serindu-rindunya
69
Mumgkinkah dia?
70
Rasa yang sama
71
Kita kembali berjumpa
72
Hati yang semakin resah
73
Imbasnya kepada Ranti
74
Dua wanita menangis
75
Ranti tetaplah Ranti
76
Meniti rindu
77
Lembayung senja
78
Goresan Lara
79
Haruskah?
80
Aku pergi karena aku lemah
81
Gemuruh riuh
82
Di balik semua itu
83
Omoooo!
84
Nikah?
85
H-1
86
Sah!
87
Deg-degan
88
Braja frustasi
89
Braja Ingkar
90
Ukuran di atas rata-rata
91
Jangan ya Dek, yaa
92
Beringas dalam bertempur
93
Honeymoon tipis-tipis
94
Rayuanmu kurang totalitas, Sayang!
95
Ugal-ugalan
96
Kamu seksi, Dek!
97
Pesangon dari Ibu
98
Tempat baru, Betina!
99
Mba-mba depan rumah
100
Menolak Braja
101
Ngambeknya Braja
102
Kepergok
103
Braja Mode ngambeg
104
Huaaaaaa!
105
Pas lagi enak-enaknya, ehhh ...!
106
Dilanjut yang tadi, yaa?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!