"Maaf," ucap lelaki itu dengan datar dan segera mengalihkan tatapannya. Bersikap tenang seperti tidak terjadi apa-apa, ia kembali tak acuh.
Ranti lantas mengangguk cepat tanpa suara.
"Habis dapat cium, tapi wajahnya masih tenang-tenang saja. Udah keseringan kali yaa? Hmmm ... Aku aja masih dag dig dug ser begini!" Pikirnya dalam diam.
Entah bagaimana bisa? Dirinya yang beberapa saat lalu sempat hampir kehilangan kesadaran, kini tengah sepenuhnya sadar. Berdehem singkat, ia lalu mengeratkan pegangan tangannya di bahu lelaki itu. Terlebih ia juga tak mau ambil pusing akan kejadian barusan, meskipun jauh di dalam lubuk hatinya, Ranti tengah berkelut akan emosinya sendiri.
Namun, alih-alih membopongnya di bagian depan. Sebaliknya, Braja malah menurunkan Ranti dan membopongnya di punggung. Ranti kontan memincing heran, tetapi sejurusnya menurut saja. Braja lantas melangkah dan membawa gadis itu pergi. Berjalan sedikit cepat, ia tak menghiraukan banyak pasang mata yang tengah melirik curiga.
"Kenapa Bapak tolong saya?" celetuk Ranti tiba-tiba tepat di sisi telinga lelaki itu.
"Lalu saya harus membiarkan mu tergeletak di tengah lapangan?" sahutnya datar sambil menatap lurus melihat jalan di depan.
"Yaa nggak gitu juga, Pak. Kan bisa mas-mas tentara lain yang tolongin saya,"
"Saya lihat tadi tidak ada yang berminat tolongin kamu. Lagi pula saya juga kasihan melihat kamu dari tadi."
"Kasihan kenapa?" sergah Ranti cepat merasa penasaran.
"Panjang kaki kamu kan tidak seberapa, pastinya kamu tadi sangat bersusah payah saat latihan. Saya sarankan sebaiknya kamu banyak-banyak minum susu, mengingat usia kamu yang masih begitu belia dan ada kemungkinan masih bisa bertumbuh." tutur Braja tenang tanpa mengalihkan pandang.
Sementara di belakangnya, air muka Ranti sudah berubah. Tanpa di duga gadis itu mengayunkan kakinya menendang sesuatu di antara paha Braja hingga lelaki itu kontan meringis dengan tubuh refleks membungkuk.
Braja menggeram sembari menoleh. "Kamu!"
Ranti mendengus tanpa rasa bersalah. "Bapak sihh! Dari tadi pagi ngatain saya mulu, kan saya sakit hati Pak! Emang mau saya punya tubuh montel begini?" ketusnya sengit.
Sesaat mereka saling beradu pandang dalam tatapan saling menghunus. Hingga akhirnya Braja membuang nafas dan kembali menegakkan tubuhnya. "Masih untung kamu tidak saya lempar tadi," timpalnya mulai tenang.
"Lantas kenapa tidak di lempar? Ayo coba lempar kalau bisa, pasti Bapak tidak berani kan?" ucap Ranti seolah menantang. Namun, beda dengan ucapannya, tangannya malah bergelayut erat pada bahu lelaki itu.
Braja yang mendengar itu pun tak ingin menimpali, baginya sia-sia saja ia menggubris ucapan gadis itu. Ia memilih tak acuh tetap melangkah, berjalan ke arah parkiran.
Hening seketika, Ranti yang notabennya tidak bisa diam dan over aktif. Lantas menghembuskan nafas gusar. Tapi, tanpa sengaja helaan nafasnya barusan nyatanya menimbulkan efek lain bagi lelaki yang tengah membopongnya.
Dan ia menyadari itu. "Telinganya berubah merah, wahh pasti_" serunya dalam hati sambil mesam-mesem, menatap penuh arti daun telinga yang tepat berada di sisi wajahnya. Dengan mode usil yang kapan hari menguap pergi, Ranti dengan kekehan tertahan sengaja meniup lembut ke arahnya.
Braja yang merasakan itu sontak menggeram tertahan dengan rahang mengetat sempurna.
"Ranti." geramnya.
Ia tak menghiraukan seruan lelaki itu dan terus meniup-niup daun telinganya bahkan beralih ke tengkuknya. Pikirnya itu adalah hal biasa, karena sejujurnya Ranti adalah pribadi yang tabu perihal libido pria.
Darah kian berdesir, lamat namun pasti libidonya mencuat naik. Dirinya yang seorang lelaki dewasa tanpa belaian wanita tak di pungkiri, mudah terangsang mendapat godaan-godaan kecil.
Braja sontak berhenti seraya meremas sedikit kuat kaki gadis itu.
"Berhenti!" serunya dengan suara serak nan tertahan.
...----------------🍁🍁🍁----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ
ya ampun Ranti ini asli pecicilan itu Braja ditiup tiup gitu kan bisa bikin ser seran secara belom pernah dekat dgn seorang wanita samasekali seumur hidupnya🤔🤣🤣🤣🤣🤣
2024-03-20
3
Okie Larasati
masih kuat nahan nya pak braja/Grin//Grin/
2024-03-09
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
dihhh Ranti usil🙈
2024-03-06
1