Nyengirr

Matahari pagi, masih enggan menampakkan cahayanya. Waktu masih menunjukkan pukul 5 kurang 15, Ranti sudah siap dengan penampilannya. Memakai blouse putih serta rok sepan di bawah lutut, ia mengikat tinggi surainya serta flat shoes hitam menghiasi kaki yang kecil.

Duduk dengan tangan yang bertumpu di atas lutut, Ranti memperhatikan Mbok Darmi yang sedari tadi sibuk menyiapkan bekal dan juga sarapan. Niat hati ingin membantu supaya cepat selesai, namun Budenya tersebut melarang keras dan menyuruhnya untuk berdiam diri, bermaksud supaya pakaiannya tidak kotor terkena makanan.

Alhasil, ia hanya berdiam diri sembari manahan gusar. Gusar akibat deg-deg an, gelisah bukan main karena ini hari pertamanya ia akan mulai bekerja. Apalagi di tambah dengan kemunculan seseorang yang sedari tadi ia takutkan.

Dan selang saja, sepersekian menit kemudian Braja sudah turun dan kini tengah bersiap akan berangkat. Berjalan meniti anak tangga dan berhenti di dapur, ia mengambil bekal makanan yang baru saja selesai di siapkan Mbok Darmi. Sekilas langkahnya sempat terhenti dan melirik sejenak ke arah gadis yang tengah berdiri gugup.

"Kamu sudah sarapan?" tiba-tiba saja Braja bertanya tanpa diduga. Tidak ada angin tidak ada hujan, kenapa orang ini tiba-tiba berbicara? kemarin saja saat ia tersandung, menoleh saja ia tak sudi.

Menoleh cepat. "Uhh ... Belum Pak," cicitnya sedikit terperanjat.

"Bawa bekal! Saya tidak mau nanti ada acara pingsan karena kamu belum makan." ujarnya datar, sejurusnya ia langsung berlalu pergi meninggalkan gadis itu.

Berhenti di ambang pintu. "Jangan lama! Lebih dari 5 menit, kamu saya tinggal." lanjutnya dan melenggang keluar.

Haishh ... Benar-benar!

Ranti lantas segera bergegas mengambil bekal, beruntung Mbok Darmi yang sedari tadi sibuk menyiapkan bekal, ternyata juga menyiapkan untuk dirinya pula. Alhasil, ia oun tak perlu berrepot-repot ria.

"Cepat masukin ke dalam tas mu," ucap Mbok Darmi buru-buru membantu gadis itu.

"Huum Mbok, Makasihh. Ranti berangkat dulu yaa."

"Iya, hati-hati. Jaga sikap kamu, jangan sampai bikin malu Den Braja! Nurut apa kata dia, sekalipun kamu di suruh nyemplung sumur juga nyemplung aja!"

"Ihh, si Mbok! Ngawur aja, masa ia aku harus nyemplung sumur," ketusnya di sertai kerlingan tajam, namun dengan raut yang tak serius.

Yang seketika di timpali kekehan jenaka dari Mbok Darmi. "Makanya kamu hati-hati, jangan sembrono!

"Iya Mbok, iya ... Ya sudah aku berangkat dulu, Assalamualaikum!" Ranti mencium tangan budenya dan berlari ke depan.

"Iya, waalaikumussalam."

Di depan, sebuah mobil range rover hitam sudah menyala dan siap untuk di lajukan. Berjalan ragu ke arah mobil itu, ia berhenti tepat di sisi mobil. Sejenak ia tak bergeming memperhatikan pintu mobil, bukannya katrok karena tak tau cara membuka pintunya. Begini-begini, Ranti cukup update dengan gaya hidup orang kota. Berbekal nonton pilem istri durhaka di stasiun tipi ikan terbang, ia setidaknya tau cara membuka mobil dan hal-hal simpel lainnya.

Sebaliknya Ranti malah ragu, sebaiknya ia duduk di bagian penumpang atau di sisi kemudi? kalau di belakang takutnya nanti Pak Braja di samakan dengan sopirnya, kalau di depan nanti jatuhnya malah tidak sopan. Kan, bingung kan jadinya?

Alhasil ia termangu beberapa saat dengan pemikirannya sendiri. Sampai sang empunya yang berada di dalam mobil memperhatikan dengan alis yang merengut samar.

"Ini anak kenapa lagi?" dengusnya tidak sabar.

Sontak Braja Menekan klakson dengan tiba-tiba, Ranti yang tengah melamun lantas terjengkit kaget hingga hampir menjatuhkan tas yang berada dalam dekapannya.

Tanpa pikir panjang dan bodo amat akhirnya ia memilih duduk di kursi belakang.

Membuka pintu dan menutupnya dengan tergesa, ia menyengir lebar ketika sudah duduk di dalam mobil.

"Hehehe ... Maaf Pak, lama."

Melirik sekilas, Braja lantas melajukan kendaraannya dan kembali memasang wajah datar.

...----------------🍁🍁🍁----------------...

Terpopuler

Comments

🧡𝐀⃝🥀уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟

🧡𝐀⃝🥀уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟

kalau suruh nyemplung ke hatinya akang braja gpp mbok
masa ke sumur wkwkwkwk🤣

2024-03-06

3

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

anggap saja kamu nyonya besar 🤭

2024-03-06

1

💠⃟⃝♠Yeyen

💠⃟⃝♠Yeyen

nahh lohh Ranti segera biasakan dirimu dengan 5 menit 😂 kalem pak Braja cewek tuhh apa2 harus dipikirkan dulu baru bertindak
SEMANGAT Thor 🤗

2024-02-22

2

lihat semua
Episodes
1 Bhadrika Braja Perkasa
2 Siapa kamu? Ularrr!
3 Tragedi sendal jepit
4 Nyengirr
5 Itu punggung apa batu?
6 Spesies kaku lainnya
7 Tidak ada kapok-kapoknya!
8 Tugas pertama
9 Harap-harap cemas
10 Hampir pingsan
11 Special pov Braja
12 Mood acak adul!
13 Ehh? Uhh!
14 Kamu!
15 Hiiiyyy!
16 Tante biduan
17 Si tidak bisa diam
18 Gadis imut jaga imej
19 Burung perkutut
20 Lagi dan lagi!
21 Hari kurang beruntung
22 Balada suara aneh
23 Imbas mbak biduan
24 Kue Nastar bikin hati bergetar
25 Tak terduga
26 Sesuatu yang ambigu
27 Pak Braja menakutkan
28 Gosip tentang Pak Braja
29 Kerewelan Ranti 1
30 Kerewelan Ranti 2
31 Kecolongan
32 Cemburu nihh yee
33 Yang sesungguhnya
34 Si posesif
35 Pacar pengertian
36 Masuk ke kamar Pak Braja
37 Coklat, besar dan keras!
38 Siapa dia?
39 Antara dua pria
40 Ranti menang banyak
41 Braja hilang kendali
42 Yakin gak mau?
43 Kedua kalinya
44 Pak Braja kesurupan
45 Gugup
46 Saya pria dewasa, Ranti.
47 Kecupan
48 Bagai di tusuk sembilu
49 Ungkapan Braja
50 Ranti pundung
51 Sentuhan selembut beledu
52 Apa maksudnya ini?
53 Menuntut jawab
54 Sakit
55 Bapaknya atau Ayank nya?
56 Boleh tidak, Bu?
57 Berakhir Sekarang?"
58 Keputusan
59 Alhamdulillah
60 Kamu diam Tapi manis
61 Maunya Ranti
62 Healing
63 Jaga hati kamu untuk saya
64 Risalah rindu
65 Dia
66 Sosok itu, Ayu
67 Rasa familiar
68 Aku rindu, serindu-rindunya
69 Mumgkinkah dia?
70 Rasa yang sama
71 Kita kembali berjumpa
72 Hati yang semakin resah
73 Imbasnya kepada Ranti
74 Dua wanita menangis
75 Ranti tetaplah Ranti
76 Meniti rindu
77 Lembayung senja
78 Goresan Lara
79 Haruskah?
80 Aku pergi karena aku lemah
81 Gemuruh riuh
82 Di balik semua itu
83 Omoooo!
84 Nikah?
85 H-1
86 Sah!
87 Deg-degan
88 Braja frustasi
89 Braja Ingkar
90 Ukuran di atas rata-rata
91 Jangan ya Dek, yaa
92 Beringas dalam bertempur
93 Honeymoon tipis-tipis
94 Rayuanmu kurang totalitas, Sayang!
95 Ugal-ugalan
96 Kamu seksi, Dek!
97 Pesangon dari Ibu
98 Tempat baru, Betina!
99 Mba-mba depan rumah
100 Menolak Braja
101 Ngambeknya Braja
102 Kepergok
103 Braja Mode ngambeg
104 Huaaaaaa!
105 Pas lagi enak-enaknya, ehhh ...!
106 Dilanjut yang tadi, yaa?
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Bhadrika Braja Perkasa
2
Siapa kamu? Ularrr!
3
Tragedi sendal jepit
4
Nyengirr
5
Itu punggung apa batu?
6
Spesies kaku lainnya
7
Tidak ada kapok-kapoknya!
8
Tugas pertama
9
Harap-harap cemas
10
Hampir pingsan
11
Special pov Braja
12
Mood acak adul!
13
Ehh? Uhh!
14
Kamu!
15
Hiiiyyy!
16
Tante biduan
17
Si tidak bisa diam
18
Gadis imut jaga imej
19
Burung perkutut
20
Lagi dan lagi!
21
Hari kurang beruntung
22
Balada suara aneh
23
Imbas mbak biduan
24
Kue Nastar bikin hati bergetar
25
Tak terduga
26
Sesuatu yang ambigu
27
Pak Braja menakutkan
28
Gosip tentang Pak Braja
29
Kerewelan Ranti 1
30
Kerewelan Ranti 2
31
Kecolongan
32
Cemburu nihh yee
33
Yang sesungguhnya
34
Si posesif
35
Pacar pengertian
36
Masuk ke kamar Pak Braja
37
Coklat, besar dan keras!
38
Siapa dia?
39
Antara dua pria
40
Ranti menang banyak
41
Braja hilang kendali
42
Yakin gak mau?
43
Kedua kalinya
44
Pak Braja kesurupan
45
Gugup
46
Saya pria dewasa, Ranti.
47
Kecupan
48
Bagai di tusuk sembilu
49
Ungkapan Braja
50
Ranti pundung
51
Sentuhan selembut beledu
52
Apa maksudnya ini?
53
Menuntut jawab
54
Sakit
55
Bapaknya atau Ayank nya?
56
Boleh tidak, Bu?
57
Berakhir Sekarang?"
58
Keputusan
59
Alhamdulillah
60
Kamu diam Tapi manis
61
Maunya Ranti
62
Healing
63
Jaga hati kamu untuk saya
64
Risalah rindu
65
Dia
66
Sosok itu, Ayu
67
Rasa familiar
68
Aku rindu, serindu-rindunya
69
Mumgkinkah dia?
70
Rasa yang sama
71
Kita kembali berjumpa
72
Hati yang semakin resah
73
Imbasnya kepada Ranti
74
Dua wanita menangis
75
Ranti tetaplah Ranti
76
Meniti rindu
77
Lembayung senja
78
Goresan Lara
79
Haruskah?
80
Aku pergi karena aku lemah
81
Gemuruh riuh
82
Di balik semua itu
83
Omoooo!
84
Nikah?
85
H-1
86
Sah!
87
Deg-degan
88
Braja frustasi
89
Braja Ingkar
90
Ukuran di atas rata-rata
91
Jangan ya Dek, yaa
92
Beringas dalam bertempur
93
Honeymoon tipis-tipis
94
Rayuanmu kurang totalitas, Sayang!
95
Ugal-ugalan
96
Kamu seksi, Dek!
97
Pesangon dari Ibu
98
Tempat baru, Betina!
99
Mba-mba depan rumah
100
Menolak Braja
101
Ngambeknya Braja
102
Kepergok
103
Braja Mode ngambeg
104
Huaaaaaa!
105
Pas lagi enak-enaknya, ehhh ...!
106
Dilanjut yang tadi, yaa?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!