Giana tampak terdiam, sementara Alan memandang manik mata Giana yang begitu cantik. Alan adalah teman kuliah Giana, sejak kepindahan Giana ke Indonesia, Giana hanya memiliki teman Alan, yang juga merupakan sepupu Lucia.
"Maaf, Lan. Aku tidak bisa, untuk saat ini biarkan aku menjalani kehidupanku apa adanya," kata Giana, "Anakku tetap memiliki ayah, meski entah kapan dia bisa bertemu ayahnya lagi."
Alan hanya tersenyum, pria itu tidak pernah memaksa apapun pada Giana. Selama Giana di Indonesia, semua biaya kuliah dan hidupnya di tanggung oleh mommynya Lucia. Wanita yang juga berprofesi sebagai dokter itu turut trenyuh dengan bagaimana kehidupan Giana di tangan Ello. Dokter Joice tahu seperti sepak terjang Ello selama ini sebagai seorang pria casanova yang tidak pernah betah dengan satu wanita walau hanya satu malam saja.
Meskipun begitu, Giana juga tidak diam saja, dia memiliki bakat dalam menulis, sehingga diam-diam dia menjadi penulis online dengan penghasilan yang cukup untuk membiayai hidupnya.
Demi bisa tetap berkuliah di tempat dia sekarang berkuliah, dalam kondisi hamil, Alan mengupayakan pemalsuan data surat nikah. Memang itu salah, namun Giana bisa dikeluarkan dari kampus kalau diketahui hamil tanpa ada suami.
Kehamilan Giana tidak terasa memasuki usia 3 bulan. Wanita itu kadang mengalami mual dan muntah, terkadang menginginkan makan sesuatu, dan semuanya dipenuhi oleh Alan. Bukan karena Alan cinta pada Giana, Alan hanya peduli saja pada Giana, karena dia sendiri juga sebenarnya sudah memiliki kekasih yang tengah menempuh pendidikan di Australia.
"Lan, memangnya ada ya makanan namanya Kapal Selam?" tanya Giana
"Ada, itu adalah empek-empek. Terbuat dari tepung pati dan ikan tengiri, didalamnya ada telurnya. Nanti makannya pakai kuah pedas asam manis, kamu mau?" tanya Alan
Giana menganggukkan kepala, "Mau. Aku penasaran dengan rasanya seperti apa."
"Nanti pulang kuliah aku antar kamu ke kedainya. Disana yang terkenal paling enak dikota ini," kata Alan.
"Terima kasih, Lan. Kamu selalu ada untuk aku, aku jadi nggak enak sama Jihan," balas Giana menyebutkan nama kekasih Alan.
"Jihan sudah tahu kok, bahkan dia justru memarahi aku kalau sampai aku tidak memperhatikan kamu. Minggu depan dia akan ke Noreland, katanya ada pertunjukan fashion show disana," kata Alan
Noreland, menjadi tempat penuh kenangan untuk Giana. Disana juga hidupnya dibuat kacau balau oleh pria bernama Ello, dan entah kenapa sampai detik ini, Giana justru tidak bisa melupakan Ello. Dia merindukan sosok Ello.
"Kak, maafkan aku, aku harus pergi karena aku tahu, aku tidak akan pernah bahagia bersamamu, kamu carilah kebahagiaanmu sendiri," kata Giana dalam hati, lalu wanita itu mengusap perutnya yang mulai membesar. Selama hamil Giana belum pernah cek ke dokter kandungan. Dia hanya minum vitamin yang dia beli di apotek dan minum susu ibu hamil.
"Gi, kamu kan belum pernah periksa hamil. Aku temani periksa mau?" tanya Alan,"Bagaimanapun kamu harus periksa hamil."
"Apa tidak merepotkanmu?" tanya Giana
"Tentu saja tidak," jawab Alan
Giana merasa lega dan berterima kasih pada Alan yang senantiasa peduli padanya. Mereka pun memutuskan untuk pergi bersama ke dokter kandungan. Sesampainya di klinik, Giana merasa tegang dan gelisah.
"Jangan takut," kata Alan
Akhirnya tiba giliran Giana diperiksa, dan Alan tetap berada disamping Giana. Dokter Kandu sebagai dokter yang memeriksa Giana tampak tersenyum ketika melakukan USG.
"Ada keturunan kembar?" tanya Dokter Kandu
"Ada, dari nenek saya," jawab Giana
"Selamat, bayi kembar. Hanya saja jenis kelaminnya masih belum bisa dilihat," kata Dokter Kandu
Giana tentu saja terkejut, sekali hamil langsung diberikan dua anak sekaligus. Alan hanya tersenyum.
"Pantas nafsu makannya tinggi, rupanya ada dua nyawa yang sedang berkembang di dalam perutmu," kata Alan.
"Iya, makanlah yang bergizi dan banyak," lanjut Dokter Kandu, "Harus rutin periksa kehamilan setelah ini."
"Akan saya ingatkan dia, Dok!" seru Alan
Giana merasa sangat bahagia dengan kabar kehamilan bayi kembar di dalam kandungannya. Namun, di sisi lain, ia juga merasakan ketakutan tentang bagaimana ia akan mengurus dua bayi sekaligus.
Alan selalu berada di samping Giana, memberikan dukungan yang dibutuhkan dan membantu Giana dalam menyiapkan segala sesuatunya untuk persiapan kedatangan bayi kembar.
.
.
.
Pagi itu, Ello masih saja mengalami mual muntah yang tidak diketahui sebabnya apa, bahkan sudah 2 kali dia dilarikan ke rumah sakit dalam 3 bulan terakhir ini karena mengalami dehidrasi.
"El, kamu itu nggak sakit," kata Eril, "Pikiran kamu sedang kacau saja. Memikirkan Giana terus?"
"Bagaimana aku tidak memikirkannya. Dia pergi begitu saja, tanpa pamit. Meninggalkan semua yang aku berikan. Bagaimana dia bisa hidup diluaran sana!? Kuliah juga tidak dilanjutkan!" omel Ello
"Kamu itu seperti orang ngidam. Orang angkatan hamil," kata Eril sambil tersenyum
Ello memandang wajah sepupunya dengan tatapan tidak percaya, apa kalau wanitanya yang hamil, bisa yang mengalami mual muntah dan ngidam lelakinya, atau ayah si bayi?" tanya Ello
"Tentu saja bisa, itu disebut kehamilan simpatik," jawab Eril
Eril menjelaskan kepada Ello tentang kehamilan simpatik, yaitu kondisi ketika seorang pria merasa mengalami gejala kehamilan yang sama dengan sang istri. Ello merasa sangat tertarik dengan hal ini dan segera mencari tahu lebih banyak tentang kondisi tersebut.
Ketika Ello akhirnya mengetahui lebih banyak tentang kehamilan simpatik, ia merasa terkejut dan kaget. Ia tidak pernah menduga bahwa kehamilan bisa mempengaruhi seorang pria secara fisik dan emosional.
"Kenapa kamu menanyakan itu? Kamu kan kalau tidur dengan wanita selalu pakai pengaman!? Mana mungkin wanita akan hamil anak kamu!" seru Eril
Ello terdiam, mengusap wajahnya kasar, "Aku tidak memakai pengaman ketika terakhir kali meniduri Giana, Ril."
Eril melotot tidak percaya, "Gila kamu!"
"Tapi masa hanya melakukan sekali saja bisa hamil?" tanya Ello
"Tentu saja bisa! Kecebongmu akan hidup dan berkembang biak didalam sel telur Giana. Apalagi kalau dia sedang dalam masa subur!" jawab Eril, "Kamu harus bertanggung jawab kalau Giana beneran hamil."
"Aku masih usaha mencari dia. Kairo juga masih terus mencari dia," kata Ello
Tanpa sadar dibalik pintu ada seseorang yang menguping pembicaraan sang bos mafia itu dengan sepupunya yang berprofesi dokter.
"Kalau Giana sampai hamil anaknya Ello, ini bisa bahaya. Ello pasti akan menikahi Giana, dan aku semakin tidak ada kesempatan untuk mendapatkan Ello dan menjadi nyonya dirumah ini."
Dia lalu berlalu pergi dari balik pintu itu, "Aku harus mencari informasi dimana Giana, perempuan itu harus aku lenyapkan sebelum ditemukan Ello. Tapi dimana mencarinya? Sedangkan orang-orang saja belum berhasil menemukan dia."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments