Menyingkirkan Giana

Giana baru keluar kamar setelah membersihkan diri, meski begitu mata sembabnya masih terlihat nyata. Giana yang tidak pandai merias wajah tentu tidak bisa menutupi mata sembabnya.

Gadis itu lalu masuk kekamar Ello, dan mendapati Ello juga baru saja selesai mandi. Giana berusaha untuk tetap tenang menghadapi tuannya, pria yang semalam telah merenggut keperawanannya.

"Tuan mau sarapan sekarang atau nanti?" tanya Giana dengan tetap bersikap sopan

"Nanti saja," jawab Ello singkat.

Pria itu menatap Giana yang sedari tadi hanya menundukkan wajahnya saja.

"Kenapa matamu sembab? Kamu habis menangis?" tanya Ello

"Tidak, Tuan. Hanya semalam saya kurang tidur saja, saya tidak bisa tidur," jawab Giana

"Kalau begitu istirahat saja sana, nanti kamu sakit kalau sampai kurang tidur," kata Ello

"Tidak apa-apa, Tuan. Nanti saja, lagi pula kalau tidur terlalu pagi justru membuat saya pusing," balas Giana

"Semalam, kamu tahu aku pulang dan mabuk?" tanya Ello

Giana terdiam, "Saya memang mengurus Tuan dan setelah menggantikan baju, Tuan tertidur. Jadi saya kembali kekamar saya."

Ello terdiam, dalam pikirannya tentu saja dia bingung. Lalu semalam dia tidur dengan siapa. Giana saja tidur di kamarnya. Mabuk memang benar-benar membuat pria itu selalu lupa segalanya.

Pintu kamar terdengar diketuk, dan Ello meminta si pengetuk untuk masuk, ternyata Kairo yang sudah datang pagi-pagi. Giana pun pamit keluar dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan Ello.

"Kai, semalam aku pulang, siapa yang menerimaku?" tanya Ello

"Giana," jawab Kairo

"Lalu, siapa yang tidur denganku semalam? Giana bilang setelah mengurusku dia kembali ke kamarnya," tanya Ello

"Tapi saya tidak melihat Giana keluar dari kamar anda, Tuan," jawab Kairo

"Sepertinya aku semalam tidur dengan wanita. Lihat tempat tidurku bahkan ada noda darah, aku takut semalam aku lupa ingatan dan justru menodai Giana, karena dirumah ini yang masih perawan hanya Giana," kata Ello

"Ada juga Tatia, adiknya Hover. Tapi mana mungkin, semalam sudah sepi sekali sebagian orang sudah tidur," balas Kairo

Ello masih saja bingung sendiri, soal semalam dia tidur dengan siapa. Akhirnya mereka sarapan bersama di meja makan.

"Giana! Duduk sini!" titah Ello pada Giana. Pria itu meminta Giana untuk duduk disebelahnya.

Melihat begitu dekatnya Ello dengan Giana, tidak luput dari pandangan seseorang yang memandang tidak suka.

"Perempuan murahan, bisa-bisanya dekat dengan Tuan Ello," gerutunya, "Lihat saja, seharusnya aku yang ada disana, duduk disebelahnya."

"Giana, aku dengar kamu ingin kuliah. Bibi Jino yang cerita sama aku, kalau kamu ingin menabung dari hasil kerjamu dan ingin kuliah. Memangnya kamu ingin kuliah apa?" tanya Ello

"Sa-saya ingin kuliah di bidang kesehatan, Tuan. Saya ingin menjadi dokter," jawab Giana, "Tapi mungkin itu nanti masih lama Tuan. Saya harus menabung dahulu."

Ello lalu mengeluarkan dompetnya, dan mengeluarkan sebuah kartu hitam dan sebuah kartu biru kemudian dia letakkan di meja tepat didepan Giana.

"Kairo akan mengantarmu mencari kampus yang sesuai pilihanmu. Kuliah Lah," kata Ello, "Pakai kedua kartu ini sesukamu!"

Giana tentu saja melotot tidak percaya, bagaimana bisa tiba-tiba Ello meminta dia untuk kuliah, dia hanyalah pelayan di rumah Ello, bahkan justru menjadi pelayan cintanya, terbukti semalam Giana sudah melayaninya, meski dengan cara terpaksa.

Apakah Ello tahu dan sadar akan perbuatannya semalam dan kemudian menebusnya dengan cara meminta Giana kuliah?

"Tapi, Tuan, saya,"

"Jangan membantah! Ingat bahwa apapun perintahku harus kamu turuti!" seru Ello

Giana terdiam, tidak lagi berani membantah Ello, gadis itu kemudian mengambil kedua kartu pemberian Ello, sebuah black card dan sebuah kartu ATM biasa.

"PIN kartu itu adalah tanggal lahir kamu, aku sudah mengubahnya." Ello memberitahukan pada Giana soal penggunaan kartu itu.

Ello lalu berangkat ke perusahaan bersama Hover, sedangkan Kairo mengantar Giana mencari kampus yang diinginkan Giana.

"Kak Kairo, apakah benar Tuan Ello menginginkan aku kuliah?" tanya Giana masih tidak percaya.

"Tuan Ello kalau sudah punya keinginan, pasti harus terwujud. Ini kesempatan bagus untuk kamu Giana. Kuliah Lah dan bersenang-senanglah, jalani kehidupanmu sebagai remaja pada umumnya," jawab Kairo

"Iya, aku pasti akan belajar dengan baik," kata Giana

Akhirnya Giana mendapatkan kampus yang dia inginkan. Setelah mendaftar dan mengikuti berbagai macam ujian, hingga siang hari tiba, akhirnya Giana bisa diterima di jurusan kedokteran. Kairo juga langsung menyelesaikan semua administrasi untuk kuliah Giana.

"Kamu ingin mampir kemana lagi?" tanya Kairo, "Hari ini aku bebas mengantarmu kemana saja."

"Apa boleh aku beli ponsel dan laptop. Untuk keperluan kuliahku?" tanya Giana

Kairo tersenyum, "Pakailah kartu pemberian Tuan Ello sesukamu."

"Tidak mau! Tolong teleponkan Tuan Ello, aku akan minta ijin dulu sama dia!" seru Giana

Kairo lalu mengambil ponselnya, dan menghubungi Ello yang tengah berada di perusahaan.

"Ada apa?" tanya Ello

"Nona Giana ingin berbicara dengan anda, Tuan," jawab Kairo

"Berikan ponselmu pada Giana!" titah Ello

Giana menerima ponsel Kairo dan menempelkan pada telinganya.

"Selamat siang, Tuan. Maaf kalau mengganggu pekerjaan Tuan," kata Giana

"Ada apa?" tanya Ello

"Tuan, saya diterima di jurusan kedokteran, dan saya membutuhkan ponsel dan laptop saja untuk keperluan kuliah saya, apakah saya boleh membelinya dengan kartu yang tuan berikan?" tanya Giana

Ello tampak terdiam, baru kali ini ada wanita ingin membeli sesuatu harus minta ijin dahulu padanya, sedangkan selama ini dia mengenal banyak wanita yang justru sukanya menghabiskan uangnya.

"Beli apapun yang kamu butuhkan dan sesukamu. Kartu sudah ditangan kamu, artinya kamu bebas menggunakannya," jawab Ello, "Berikan ponselnya pada Kairo!"

"Baik, Tuan. Terima kasih," kata Giana, kemudian memberikan ponsel itu pada Kairo, "Tuan Ello mau bicara sama kakak!"

"Ada apa Tuan?" tanya Kairo

"Antar Giana kemanapun dia butuh! Satu lagi, suruh dia membeli juga pakaian dan sepatu untuk keperluan kuliahnya. Paksa kalau tidak mau!" jawab Ello

"Baik, Tuan," kata Kairo

"Satu lagi, mampirlah ke tempat Mommy Gricella, suruh Giana kursus kecantikan disana!" perintah Ello lagi, "Jadi perempuan jangan lantas tidak pandai bersolek! Mata sembab saja tidak bisa menutupinya."

"Oke!"

Kairo lalu mengantongi ponselnya lagi, dan meminta Giana masuk ke dalam mobil.

"Kamu disuruh sekalian membeli pakaian dan sepatu untuk Kuliah Giana, jangan membantahnya, turuti saja. Dan setelah itu kita akan menemui Mommy Gricella," kata Kairo sambil menyetir mobilnya.

"Siapa Mommy Gricella?" tanya Giana

"Dia adalah pemilik salon dan klinik kecantikan. Kamu harus belajar bersolek dan berdandan dengan Mommy Gricella. Kata Tuan Ello, kamu itu terlalu polos jadi perempuan," jawab Kairo

"Tapi kan aku memang tidak suka berdandan," kata Giana

"Harus mulai berlatih mulai sekarang, kelak kamu akan menjadi dokter, penampilan juga harus dijaga," balas Kairo

Giana akhirnya hanya bisa menurut. Setelah membeli laptop dan ponsel yang dia butuhkan, Kairo kemudian mengajak Giana ke sebuah outlet khusus untuk fashion remaja, kembali Giana dibuat bingung harus membeli yang mana, karena semuanya dengan harga fantastis. Kairo yang gemas dengan Giana akhirnya ikut membantu memilihkan pakaian yang cocok gadis cantik itu.

Tibalah mereka akhirnya di klinik kecantikan Rosella, milik Mommy Gricella, wanita cantik yang selama ini menjadi pengurus klinik itu.

"Siapa dia? Wanita barunya Ello?" tanya Gricella

"Bisa dibilang begitu, hanya saja dia terlalu polos, tidak pandai berdandan," jawab Kairo, "Namanya Giana."

"Wanitanya Ello tidak bisa berdandan? Tumben sekali selera Ello seperti itu?" tanya Gricella tidak percaya. Biasanya Ello datang ke kliniknya mengantar wanita yang tengah menjadi wanita pemuas ranjangnya untuk beberapa Minggu, dan mendapatkan fasilitas untuk melakukan perawatan di tempatnya.

"Makanya, ajarin dia biar bisa berdandan!" kata Kairo, "Tuan Ello meminta Mommy untuk melatihnya berdandan. Mungkin dalam seminggu ini aku akan mengantarnya kesini!"

"Oh, oke. Ayo gadis cantik. Ikut aku sekarang!" titah Gricella

"Masuklah, aku tunggu di cafe depan sambil ngopi!" kata Kairo

Giana hanya menurut saja. Kali ini dia kembali dihadapkan dengan kemewahan klinik kecantikan itu. Pertama yang dilakukan Gricella dengan bantuan anak buahnya adalah melakukan perawatan dahulu pada tubuh Giana. Setelahnya, dengan telaten wanita itu mengajari Giana untuk bersolek dari dasar dahulu. Kebetulan Giana tidak menyukai dandanan yang terlalu menor. Giana memang sudah cantik dari aslinya, sehingga dipoles sedikit saja sudah terlihat cantiknya.

Gricella juga memberikan paket perawatan kulit dan wajah yang harus digunakan Giana setiap harinya. Gadis itu tentu saja bingung sendiri dengan apa yang dijelaskan Gricella, namun karena Giana merupakan gadis yang cerdas, sehingga dengan mudah dapat mengerti apa yang diajarkan wanita itu, hanya tahapan bersolek saja yang Giana masih belum paham, sehingga harus melakukan pertemuan kembali dengan Gricella untuk belajar lagi.

"Kalau kamu saja sampai diminta kuliah oleh Ello, berarti kamu adalah wanita yang istimewa untuknya," kata Gricella, "Nikmati dan syukuri semuanya. Mommy tahu, kamu gadis yang baik."

"Iya, Mom. Terima kasih atas bimbingannya," balas Gricella

Sore hari Giana baru sampai dirumah, bertepatan dengan kepulangan Ello juga. Pria itu tentu saja sampai terbengong, melihat dandanan Giana yang sederhana tapi sudah memperlihatkan aura kecantikan gadis itu.

"Tuan, terima kasih untuk semuanya," kata Giana

"Kamu memang pantas mendapatkannya," balas Ello, "Kamu masuk kamarmu saja, kamu pasti lelah. Nanti keluarlah saat makan malam bersama."

Giana hanya menganggukkan kepala patuh dan masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Kejadian semalam yang masih menakutkan Giana, perlahan menghilang karena seharian Kairo mengantarnya kesana kemari untuk mengurus kebutuhannya. Dan semua itu atas perintah Ello.

Giana lalu keluar dari kamarnya saat makan malam bersama, dan hanya ada Ello dan Giana di meja makan besar itu. Hover dan Kairo tengah berada di markas untuk mengurus beberapa pengiriman barang.

"Tuan, seminggu ini sebelum saya kuliah, saya diminta Mommy Gricella untuk ke kliniknya. Kalau Kak Kairo mengantar jemputku terus kasihan, kan dia juga bekerja. Apa saya naik taksi saja?" tanya Giana

"Tidak Giana! Tidak ada nona rumah ini yang bepergian dengan kendaraan umum. Banyak mobil yang bisa dipakai dirumah ini," jawab Ello

"Tapi saya tidak bisa menyetir mobil, Tuan," kata Giana

"Kamu belajar menyetir mobil, nanti akan ada orang yang mengajarimu secara khusus, sementara kemana-mana kamu akan diantar Kairo terus. Kebetulan pekerjaan juga sedang tidak banyak, ada Hover juga yang membantuku," balas Ello, "Dan mulai sekarang, berhenti memanggilku Tuan."

"Lalu saya harus panggil apa?" tanya Giana bingung, "Saya ini kan pelayan khusus Tuan Ello."

"Terserah kamu, pokoknya jangan panggil Tuan lagi," jawab Ello

"Kalau begitu, aku panggil kakak saja, boleh?" tanya Giana

"Begitu lebih baik," jawab Ello, terlihat setuju dengan usulan Giana

Giana dan Ello lalu menyelesaikan makan malam mereka, dan tidak jauh dari ruang makan, ada seseorang yang memperhatikan mereka sedari tadi.

"Nasib Giana bagus sekali, udah jadi mahasiswa kedokteran, ditambah lagi difasilitasi lengkap oleh Tuan Ello. Apa sebenarnya yang ada dalam pikiran Tuan Ello?"

Orang itu masih saja mengawasi kebersamaan Ello dan Giana dengan tatapan benci, benci pada Giana.

"Awas kamu Giana! Aku pastikan akulah yang lebih layak menjadi Nyonya rumah ini, bersanding dengan Tuan Ello. Dasar perempuan kampungan!" gerutunya

"Aku harus bisa menyingkirkan Giana," lanjutnya

Episodes
1 Menjadi Pelayan Cinta Tuan Ello
2 Pelayan khusus = Pelayan Ranjang
3 Wanita Malam ?
4 Mau Jadi Teman Tidurku?
5 Mafia sama dengan Security
6 Menyelamatkan Mirai
7 Kenapa Aku Tidur Disini?
8 Semalam Aku Tidur Dengan Siapa?
9 Menyingkirkan Giana
10 Apa Yang Mau Diperiksa?
11 Sebentar Lagi Kamu Akan Dicampakkan
12 Tidak Mau Merepotkan Kalian Semua
13 Bolehkah Aku Menjadi Ayah Bayi Kamu?
14 Dimana Dia
15 Merindukan Daddy
16 Aku Merindukan Kamu
17 Sudah Ketemu Pawangnya
18 Menjadi Delapan Kotakan
19 Kejutan Untuk Ello dan Giana
20 Mencari Cameron Miller
21 Bebek Taliban dan Ayam Berkutu
22 Kematian Dua Tikus Percobaan
23 Lakukan Saja Apa yang Akan Tuan Lakukan
24 Saatnya Menarik Perhatian Pria Kesayangan
25 Panggil Aku Sayang
26 Mati Aku!
27 Jebakan Panas
28 Keripik Kaca
29 Benarkah Yang Kakak Katakan Tadi?
30 Istirahat Total
31 Ello Turun Tangan, Kairo Ketar-Ketir
32 Meminta Bertemu Ello
33 Kepuasan Bersamamu
34 Jangan Sampai Giana Tahu
35 Sudah Kamu Siapkan Nama?
36 Malvin dan Garrel
37 Jangan Ragukan Apapun Tentangku
38 Wanita Kuat Untuk Ello
39 Menginginkan Giana
40 Kairo Pias, Ello Menang Banyak
41 Penyelesaian Termanis
42 Tatia Bersama Enishi
43 Bunga Pengantin
44 Saya Tidak Rela
45 Tugas Mengasuh Si Kembar
46 Bulan Madu Singkat
47 Aku Hanyalah Bawahan
48 Aku Akan Kembali Sebelum Kamu Menyadarinya
49 Sukses Menyerang
50 Berakhirnya Tatia
51 Kalian Harus Segera Menikah
52 Setelah Lima Tahun....
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Menjadi Pelayan Cinta Tuan Ello
2
Pelayan khusus = Pelayan Ranjang
3
Wanita Malam ?
4
Mau Jadi Teman Tidurku?
5
Mafia sama dengan Security
6
Menyelamatkan Mirai
7
Kenapa Aku Tidur Disini?
8
Semalam Aku Tidur Dengan Siapa?
9
Menyingkirkan Giana
10
Apa Yang Mau Diperiksa?
11
Sebentar Lagi Kamu Akan Dicampakkan
12
Tidak Mau Merepotkan Kalian Semua
13
Bolehkah Aku Menjadi Ayah Bayi Kamu?
14
Dimana Dia
15
Merindukan Daddy
16
Aku Merindukan Kamu
17
Sudah Ketemu Pawangnya
18
Menjadi Delapan Kotakan
19
Kejutan Untuk Ello dan Giana
20
Mencari Cameron Miller
21
Bebek Taliban dan Ayam Berkutu
22
Kematian Dua Tikus Percobaan
23
Lakukan Saja Apa yang Akan Tuan Lakukan
24
Saatnya Menarik Perhatian Pria Kesayangan
25
Panggil Aku Sayang
26
Mati Aku!
27
Jebakan Panas
28
Keripik Kaca
29
Benarkah Yang Kakak Katakan Tadi?
30
Istirahat Total
31
Ello Turun Tangan, Kairo Ketar-Ketir
32
Meminta Bertemu Ello
33
Kepuasan Bersamamu
34
Jangan Sampai Giana Tahu
35
Sudah Kamu Siapkan Nama?
36
Malvin dan Garrel
37
Jangan Ragukan Apapun Tentangku
38
Wanita Kuat Untuk Ello
39
Menginginkan Giana
40
Kairo Pias, Ello Menang Banyak
41
Penyelesaian Termanis
42
Tatia Bersama Enishi
43
Bunga Pengantin
44
Saya Tidak Rela
45
Tugas Mengasuh Si Kembar
46
Bulan Madu Singkat
47
Aku Hanyalah Bawahan
48
Aku Akan Kembali Sebelum Kamu Menyadarinya
49
Sukses Menyerang
50
Berakhirnya Tatia
51
Kalian Harus Segera Menikah
52
Setelah Lima Tahun....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!