Bolehkah Aku Menjadi Ayah Bayi Kamu?

Hampir 2 bulan pencarian Giana, tetap tidak membuahkan hasil. Meskipun Ello termasuk orang yang berpengaruh di negara itu, nyatanya tidak dapat menemukan Giana ada dimana. Giana hilang bagai ditelan bumi.

Esok hari, Ello yang akhir-akhir ini kurang tidur karena memikirkan Giana jadi sering sakit kepala. Pagi itu entah kenapa kepalanya begitu sakit, dan tiba-tiba merasa mual hingga akhirnya memuntahkan semua isi perutnya di kloset kamar mandi kamarnya. Jino yang setiap pagi mengurus keperluan Ello ketika mau berangkat kerja, terkejut melihat Ello terduduk lemas didepan kamar mandi, hingga wanita itu berteriak memanggil Kairo untuk membantunya membawa Ello ke ranjangnya kembali.

"Tuan Kairo! Tolong!" teriak Jino

Kairo yang baru saja keluar dari kamarnya dan terlihat rapi tampak terkejut dan bergegas lari ke kamar Ello. Hover yang mendengar teriakan Jino juga ikut berlari ke kamar tuannya.

"Ada apa, Bi?" tanya Kairo, "Pagi-pagi sudah bikin panik saja. Rumah ini tidak sedang diserang musuh kan!?"

"Bantu Tuan Ello ke ranjangnya lagi, baru saja muntah-muntah dan lemas," jawab Jino

Kairo bergegas masuk ke kamar mandi dan mengangkat tubuh Ello yang lemas, demam dan terlihat pucat.

"Hover! Hubungi dokter Eril!" seru Kairo, "Suruh cepat kesini. Katakan Tuan Ello mau pingsan! Demam!"

"Oke!" balas Hover

Kurang dari 30 menit Eril datang dengan langkah santai. Seperti biasa, dokter muda nan tampan berwajah Asia itu suka sekali tebar pesona. Kali ini Talita yang jadi sasarannya.

"Hai, cantik...." sapa Eril

"Saya belum mandi Dokter, cantik dari mana?" tanya Talita dengan tatapan melotot ke dokter muda itu, "Kalau mau menghina ya jangan tanggung-tanggung gitu."

Eril hanya terkekeh saja, kemudian bergegas masuk ke kamar sepupunya itu, dan terlihat memang Ello kacau pagi itu. Biasanya berpenampilan rapi dan terlihat menakutkan, sekarang bak pria habis putus cinta lalu terkapar dijalanan.

"Kenapa dia?" tanya Eril, "Mafia kok sakit!?"

"Mafia juga manusia pak dokter," jawab Kairo sambil terkekeh.

"Tuan sedari tadi mengeluh pusing dan mual muntah," jawab Jino

Eril lalu memeriksa Ello yang masih memejamkan mata sambil menahan rasa sakit di kepalanya.

"Semua normal saja, hanya demam mungkin karena dehidrasi. Aku infus saja 1 botol cukup memulihkan keadaannya," kata Eril, "Kamu kenapa seperti orang angkatan hamil saja."

Ello hanya diam saja, sedangkan Eril dengan cekatan memasang jarum infus dan cairannya, kemudian memasukkan beberapa suntikan obat ke tubuh Ello melalui jarum infus yang sudah terpasang.

"Bibi Mirai, kalau infusnya habis cek kondisinya, jika masih belum membaik tambahkan botol kedua," kata Eril

"Baik, Dok," balas Mirai yang baru saja masuk ke kamar Ello sambil membawakan segelas susu cokelat hangat.

"Aku mual mencium bau susu itu," keluh Ello, "Bawa keluar saja bibi!"

"Lalu kamu mau minum apa? Kalau tidak bisa makan setidaknya minum susu atau cereal," kata Eril

"Tidak aku tidak mau apa-apa, teh hangat saja cukup," balas Ello

"Aneh, biasanya sama susu coklat nggak ada bosannya," kata Eril, "Hover! Nanti kamu tebus obat yang aku resepkan!"

"Baik, Tuan," balas Hover

Eril akhirnya berpamitan pulang karena masih ada banyak pekerjaan di rumah sakit tempat dia bekerja. Ello tampak sendirian dikamarnya, memandangi atap-atap langitnya.

"Giana, kalau ada kamu, pasti kamu yang akan merawatku. Kamu kan calon dokter," kata Ello dalam hati, "Kamu dimana sebenarnya? Kenapa memilih menjauh dariku?"

Pria itu kemudian berusaha memejamkan matanya, rasa sakit kepala san mualnya mulai berangsur hilang setelah diberikan obat oleh Eril tadi.

"Giana, tolong beri aku kesempatan untuk meminta maaf padamu," kata Ello lagi

Lama kelamaan pria itu tertidur, dan terbangun karena teriakan seseorang yang tidak asing di telinganya. Reline datang mendadak bersama suami dan anak sulungnya, alias kakaknya Ello.

"Kata bibi Jino kamu sakit? Tumben kamu sakit?" tanya Raline sambil mencium putranya yang masih terbaring lemah diranjangnya

"Kenapa Mommy pulang tidak mengabari aku?" tanya Ello, pria menakutkan itu tiba-tiba saja berubah menjadi kucing jinak ketika bersama ibunya, sifat manja Ello akan keluar hanya ketika bersama mommy nya sendiri.

"Sengaja kasih kejutan buat kamu," jawab Raline, "Sekalian mau kasih kejutan buat calon mantu mommy. Dimana Giana?"

Ello terdiam, memandangi Mommynya dengan wajah sendu.

"Ello, dimana Giana?" tanya Raline sekali lagi

"Giana sudah pergi sejak dua bulan lalu," jawab Ello

Raline melotot tidak percaya pada putranya, "Bagaimana bisa? Apa maksudnya dia pergi? Kamu mengusirnya?"

Ello menggelengkan kepala, kemudian pria itu menceritakan semua kejadian itu tanpa ada yang dia tutupi sama sekali kepada Raline.

"Kamu kelewatan, El! Dia itu calon istri kamu. Bayi kecil yang dulu kamu sayang-sayang, dan kamu tega menjadikan dia pelayan cinta kamu!" Amarah wanita cantik itu tidak terbendung, sedangkan Ello hanya pasrah saja

"Maafkan aku, Mom," balas Ello dengan suara lemah, "Aku tetap berusaha mencarinya."

"Mommy gak mau tahu! Kamu harus bisa menemukan Giana," kata Raline, "Giana sampai melamar kerja sebagai asisten rumah tangga, pasti kondisi ekonomi keluarganya tidak baik, dan kamu dengan tega melakukan itu semua? Kalau itu kamu lakukan ke wanita lain, Mommy tidak peduli, karena kamu memang doyan gonta-ganti wanita. Tapi ini Giana!"

"Iya, Mom. Aku pasti mencarinya. Aku akan menemukan dia kembali dan membawa pulang ke rumah ini," balas Ello, "Sekali lagi maafkan aku!"

Raline dan suaminya, juga Gio kakaknya Ello hanya satu minggu di rumah Ello, dan mereka kemudian kembali ke pulau tempat mereka biasa tinggal. Raline tentu tidak lupa mengingatkan putra bungsunya untuk mencari Giana sampai ketemu.

Seminggu terakhir ini kondisi Ello lumayan membaik, hanya saja masih tetap mengalami mual muntah setiap pagi, tidak susu cokelat dan tidak suka bau parfum pria. Ello memang dipandang aneh oleh Kairo dan Hover.

Malam itu, Ello tengah berada di ruang kerjanya, tepat disebelah kamarnya. Pintu kamar diketuk seseorang dan Ello mempersilahkan masuk.

"Ada apa?" tanya Ello

"Tuan, makan malam sudah siap." Ternyata Tatia yang masuk dan memberitahukan jika makan malam sudah disiapkan.

"Pergilah! Nanti kalau semua pekerjaanku selesai, aku akan makan," balas Ello dengan tanpa ekspresi apapun. Seperti biasa dingin.

Tatia hanya menganggukkan kepala saja kemudian keluar dari ruang kerja Ello. Ello malas untuk makan malam, tidak ada Giana yang biasanya menemaninya makan malam, bahkan menyuapi dia makan. Tidak ada Giana yang biasanya mengajak Ello mengobrol dan sesekali bercanda, sehingga Ello bisa tersenyum mendengar cerita-cerita dari Giana. Hidup pria berhidung mancung itu tampak seperti hampa akhir-akhir ini.

Bahkan, biasanya setiap malam akan menghabiskan waktu bersama wanita-wanita bayarannya, kali ini dia sama sekali tidak bernafsu. Yang dia ingat saat menguasai tubuh indah Giana, saat dia mencumbu Giana. Semuanya sungguh seperti candu bagi Ello, pria itu tidak bisa melupakannya.

"Giana, kamu dimana....?"

.

.

.

Cuaca pagi disertai kicauan burung membahana memberikan warna baru di dunia ini. Seorang gadis cantik tampak baru saja keluar dari kamar kosnya, sepertinya bersiap untuk berangkat ke kampus. Cuaca cerah pagi itu membuat sang gadis tampak tersenyum sumringah.

Menyusuri trotoar yang ada di tepi jalan, gadis itu melangkah menuju kampusnya yang memang dekat dengan kos-kosan. Pagi tadi dia sempat sarapan sepotong roti, dan berencana untuk makan di kantin kampus saja. Tetapi ketika didepan kampus, dia sudah melihat beberapa pedagang makanan sudah berjajar seperti biasanya, dan tatapan matanya tertuju pada penjual rujak jambu kristal. Entah kenapa gadis cantik itu tiba-tiba ingin makan rujak jambu kristal, dan akhirnya membeli dan memakannya.

"Kamu pagi-pagi sudah makan rujak jambu, nggak takut sakit perut?" tanya seorang teman pria yang berwajah tampan itu.

"Enak tahu, seger banget," balas gadis itu.

"Kok kaya orang ngidam saja," kata pria itu lagi

Seketika gadis itu terdiam, mencoba mengingat-ingat siklus datang bulannya.

"Al, aku udah 2 bulan nggak datang bulan," kata gadis itu tiba-tiba

"Yang benar saja?" tanya pria yang dipanggil Al itu, tepatnya Alan Reino.

Gadis itu memejamkan mata, mencoba mengingat-ingat kejadian 2 bulan lalu ketika tinggal dirumah seorang pria jauh dari negara yang sekarang dia tinggali.

"Al, waktu itu dia nggak pakai pengaman," kata gadis itu

"Kita cek saja bagaimana?" tanya Alan

"La-lalu, kalau aku hamil bagaimana?"

"Ya kamu harud menuntut tanggung jawab dia,"

Gadis itu langsung menggelengkan kepalanya cepat, "Ti-tidak mau, aku tidak mau kembali ke rumah itu."

Gadis itu seketika menangis, dan Alan segera memenangkan gadis itu dengan cara memeluk. Selama ini, memang teman terdekatnya adalah Alan.

"Ya sudah, ayo kita ke apotek lalu kita pastikan. Kita pulang ke apartemenku.

Keduanya lalu melangkah ke apotek dan membeli alat tes kehamilan, kemudian pria itu membawa motornya dengan memboncengkan gadis itu menuju apartemennya. Gadis itu bergegas ke kamar mandi, dan beberapa saat kemudian keluar dari kamar mandi sambil menangis.

"Hasilnya positif," kata Alan sambil menghela napas panjang, pria itu memegang hasil tes kehamilan yang menunjukkan ada 2 garis merah disana.

"Aku tidak mau kesana lagi! Aku tidak mau ketemu dia lagi!" teriak gadis itu sambil menangis dipelukan pria itu.

"Tenanglah, ya kamu memang tidak perlu kembali pada dia, tapi pikirkan bahwa kamu hamil, anak itu tetap butuh ayahnya. Seburuk apapun dia, pria itu tetaplah ayah kandung dari anak yang sedang kamu kandung."

"Aku harus bagaimana?" tanya gadis itu, "Aku tidak mau kembali ke sana, menakutkan. Aku tidak mau, kalau aku hamil, aku akan rawat bayi ini sendirian. Anakku tidak perlu tahu siapa ayah kandungnya! Tidak perlu!"

Alan semakin mengeratkan pelukannya, memberikan kekuatan pada gadis cantik yang baru saja mendapatkan kenyataan bahwa dirinya tengah hamil. Hamil dari pria yang pernah menodainya dengan cara yang tidak terhormat.

"Kalau aku yang menjadi ayah bayi kamu, bolehkan Giana?" tanya Alan

.

.

.

Hai.... maaf ya ada kesalahan nama di mommynya Ello. Yang benar mommynya Ello bernama Raline ya. Terima kasih

Selamat membaca.....

Episodes
1 Menjadi Pelayan Cinta Tuan Ello
2 Pelayan khusus = Pelayan Ranjang
3 Wanita Malam ?
4 Mau Jadi Teman Tidurku?
5 Mafia sama dengan Security
6 Menyelamatkan Mirai
7 Kenapa Aku Tidur Disini?
8 Semalam Aku Tidur Dengan Siapa?
9 Menyingkirkan Giana
10 Apa Yang Mau Diperiksa?
11 Sebentar Lagi Kamu Akan Dicampakkan
12 Tidak Mau Merepotkan Kalian Semua
13 Bolehkah Aku Menjadi Ayah Bayi Kamu?
14 Dimana Dia
15 Merindukan Daddy
16 Aku Merindukan Kamu
17 Sudah Ketemu Pawangnya
18 Menjadi Delapan Kotakan
19 Kejutan Untuk Ello dan Giana
20 Mencari Cameron Miller
21 Bebek Taliban dan Ayam Berkutu
22 Kematian Dua Tikus Percobaan
23 Lakukan Saja Apa yang Akan Tuan Lakukan
24 Saatnya Menarik Perhatian Pria Kesayangan
25 Panggil Aku Sayang
26 Mati Aku!
27 Jebakan Panas
28 Keripik Kaca
29 Benarkah Yang Kakak Katakan Tadi?
30 Istirahat Total
31 Ello Turun Tangan, Kairo Ketar-Ketir
32 Meminta Bertemu Ello
33 Kepuasan Bersamamu
34 Jangan Sampai Giana Tahu
35 Sudah Kamu Siapkan Nama?
36 Malvin dan Garrel
37 Jangan Ragukan Apapun Tentangku
38 Wanita Kuat Untuk Ello
39 Menginginkan Giana
40 Kairo Pias, Ello Menang Banyak
41 Penyelesaian Termanis
42 Tatia Bersama Enishi
43 Bunga Pengantin
44 Saya Tidak Rela
45 Tugas Mengasuh Si Kembar
46 Bulan Madu Singkat
47 Aku Hanyalah Bawahan
48 Aku Akan Kembali Sebelum Kamu Menyadarinya
49 Sukses Menyerang
50 Berakhirnya Tatia
51 Kalian Harus Segera Menikah
52 Setelah Lima Tahun....
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Menjadi Pelayan Cinta Tuan Ello
2
Pelayan khusus = Pelayan Ranjang
3
Wanita Malam ?
4
Mau Jadi Teman Tidurku?
5
Mafia sama dengan Security
6
Menyelamatkan Mirai
7
Kenapa Aku Tidur Disini?
8
Semalam Aku Tidur Dengan Siapa?
9
Menyingkirkan Giana
10
Apa Yang Mau Diperiksa?
11
Sebentar Lagi Kamu Akan Dicampakkan
12
Tidak Mau Merepotkan Kalian Semua
13
Bolehkah Aku Menjadi Ayah Bayi Kamu?
14
Dimana Dia
15
Merindukan Daddy
16
Aku Merindukan Kamu
17
Sudah Ketemu Pawangnya
18
Menjadi Delapan Kotakan
19
Kejutan Untuk Ello dan Giana
20
Mencari Cameron Miller
21
Bebek Taliban dan Ayam Berkutu
22
Kematian Dua Tikus Percobaan
23
Lakukan Saja Apa yang Akan Tuan Lakukan
24
Saatnya Menarik Perhatian Pria Kesayangan
25
Panggil Aku Sayang
26
Mati Aku!
27
Jebakan Panas
28
Keripik Kaca
29
Benarkah Yang Kakak Katakan Tadi?
30
Istirahat Total
31
Ello Turun Tangan, Kairo Ketar-Ketir
32
Meminta Bertemu Ello
33
Kepuasan Bersamamu
34
Jangan Sampai Giana Tahu
35
Sudah Kamu Siapkan Nama?
36
Malvin dan Garrel
37
Jangan Ragukan Apapun Tentangku
38
Wanita Kuat Untuk Ello
39
Menginginkan Giana
40
Kairo Pias, Ello Menang Banyak
41
Penyelesaian Termanis
42
Tatia Bersama Enishi
43
Bunga Pengantin
44
Saya Tidak Rela
45
Tugas Mengasuh Si Kembar
46
Bulan Madu Singkat
47
Aku Hanyalah Bawahan
48
Aku Akan Kembali Sebelum Kamu Menyadarinya
49
Sukses Menyerang
50
Berakhirnya Tatia
51
Kalian Harus Segera Menikah
52
Setelah Lima Tahun....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!