Malam itu, orang-orang telah berada di dalam mobil masing-masing. Ello dan Kairo berada dalam mobil sport car hitam dengan wajah dingin dan lelah, sementara Hover mengemudikan mobil Jeep sendirian, dan beberapa anak buah Ello mengikuti dengan beberapa mobil lain.
Melalui sambungan earphone yang terhubung satu sama lain dengan anak buahnya, Ello bertanya dengan suara berat, "Apa rencanamu?"
Hover menjawab dengan suara yang sama-sama berat, "Saya sedang mencoba menghubungi Tuan Enishi untuk meminta barang lagi untuk diselundupkan karena penjualan meningkat." Hover terlihat serius dan terus memikirkan ibunya dalam hatinya.
Ello bertanya lagi dengan was-was, "Apakah Enishi telah merespons pesanmu?"
Hover menjawab, "Ya, dia sudah memberikan jawaban. Barang sudah disiapkan dan tinggal saya yang menjemputnya di pelabuhan."
Namun, Ello masih merasa tidak yakin dengan rencana tersebut. "Tapi, kenapa harus di pelabuhan? Itu sangat berbahaya dan terlalu riskan," kata Ello cemas.
Hover menjawab, "Karena saya juga meminta pertukaran dengan ibu saya. Saya membawa uang hasil penjualan sebagai pertukaran untuk ibu saya. Perjanjian kami kemarin adalah apabila saya berhasil menjual narkoba milik Tuan Enishi, ibu saya akan bebas."
Hover kemudian memohon kepada Ello dan berkata, "Mohon bantu selamatkan ibu saya dan adik saya jika terjadi apa-apa dengan saya. Saya percayakan mereka pada Anda."
Ello memberikan perintah tegas, "Tidak akan terjadi apa-apa pada kalian. Kita akan menyelamatkan Bibi Mirai dan semua anak buahku akan selamat kali ini. Aku akan mengikuti Hover, sementara Kairo akan menyelamatkan Bibi Mirai."
Kairo menjawab singkat dan yakin, "Siap, Tuan. Saya akan berusaha semampu saya untuk menyelamatkan Bibi Mirai."
Ello memberikan dukungan pada Kairo, "Aku yakin kamu bisa, Kairo."
Hover menyarankan untuk menjaga keselamatan Ello yang merupakan pemimpin mereka. "Tuan, Anda harus tetap berada di belakang saya. Biarkan saya yang jadi pion Anda kali ini," kata Hover.
Ello tertawa kecil dan membalas, "Bukankah pion dan raja selalu saling melindungi? Kita dalam satu tim dan aku yang akan memakan pion mereka jika mereka masih menolak permintaanku. Kali ini, misi utama kita adalah menyelamatkan Bibi Mirai dan Enishi adalah bagianku."
Tidak ada yang berani menentang Ello, karena reputasinya sebagai orang yang selalu berhasil membuat rencana sangat kuat. Saat itu, Ello dan Kairo tiba di pelabuhan untuk melakukan transaksi narkoba. Ello memilih untuk menggunakan motor sport sendiri, sementara Kairo dalam mobil lain.
Hover tiba lebih awal di ujung selatan pelabuhan, tempat di mana ia akan menjual paket narkoba. Tempat tersebut terlihat sepi, dan Hover segera turun dari mobilnya, membawa tas besar berisi uang hasil penjualan narkoba tersebut.
"Dimana ibuku, Tuan?" tanya Hover ketika melihat Enishi juga keluar dari mobil yang ia kendarai. Mata Hover terlihat liar mengamati sekeliling, ibunya tidak terlihat sama sekali.
"Percayalah padaku, ibumu dalam keadaan aman bersamaku," ujar pria yang keturunan Jepang itu dengan suara tenang, meskipun sepertinya ia sangat serius dan tegas. Wajahnya memancarkan rasa garang dan bengis, mungkin karena pengalaman hidupnya yang rumit. Terlihat bekas luka sayatan yang cukup parah di pipi kanannya, menunjukkan bahwa ia harus menghadapi banyak cobaan dan rintangan dalam hidupnya. Namun, hal itu tak membuat kekuatannya meredup, bahkan terlihat semakin kuat untuk melawan semua yang datang menghadang.
Enishi dan Ello telah menjadi musuh sejak tiga tahun yang lalu. Enishi memiliki niat untuk memasuki negara Noreland dan menguasai bisnis dunia hitam di sana. Namun, Ello sudah ada di sana selama hampir delapan tahun dan telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pebisnis sukses di kawasan tersebut. Bahkan sejak sekolah, Ello sudah terkenal sebagai sosok yang tangguh dalam dunia bisnis. Sepertinya Enishi harus berhadapan dengan tantangan yang cukup besar jika ingin menguasai tempat itu.
"Saya akan berikan uang ini, tapi saya minta ibu saya dulu!" seru Hover, dia tidak mau tertipu kali ini
"Owww, anak buah Ello ternyata sulit juga di kelabuhi," balas Enishi dengan nada mengejek, "Berikan dulu uangnya baru akan aku berikan ibumu!"
"Maaf, Tuan. Saya bukan orang yang bodoh dan ingin melakukan transaksi ini dengan cara yang fair. Saya ingin berbicara dengan ibu saya dulu sebelum memberikan uang ini kepada Anda," ujar Hover dengan tegas, menunjukkan bahwa ia seorang yang cerdas dalam dunia bisnis dan tidak ingin terjebak dalam perangkap yang bisa merugikan dirinya.
Namun, tiba-tiba terdengar teriakan Enishi memerintahkan anak buahnya untuk mengeluarkan seorang wanita dari mobil. Wanita itu terlihat sudah berumur dan mungkin sedikit pucat karena kurang tidur.
Hover tiba-tiba kaget ketika melihat ibunya disandera oleh Enishi. Ia ingin segera melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya, namun ia tahu bahwa itu bukan tugasnya saat ini. Tugasnya sekarang adalah menjadi benteng untuk Ello dan menyelesaikan tugasnya dengan baik.
"Ibu, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Hover dengan khawatir, mencoba untuk menenangkan ibunya.
"Anakku, jangan lanjutkan bisnis ini. Ingatlah pada balas budi dan jangan lupakan semua yang telah Tuan Ello lakukan untuk kita. Kita harus berterima kasih dan tidak boleh mengkhianati kepercayaannya," seru wanita itu, wanita bernama Mirai itu merupakan keturunan Jepang Amerika, pantas jika Hover juga sedikit berwajah Asia.
"Bu, nyawa ibu lebih penting. Biarlah aku disebut pengkhianat oleh Tuan Ello, asal ibu selamat."
Hover memutuskan untuk mengedepankan keselamatan ibunya dan siap menerima konsekuensi atas tindakannya. Namun, tiba-tiba Kairo muncul dan menyerang Enji dari sisi kanan, sedangkan dua anak buah Kairo terlibat untuk menyelamatkan wanita yang menjadi sandera Enishi.
Orang-orang Ello terkenal dengan kemampuan ilmu bela diri yang mumpuni, dan Kairo merupakan salah satu yang terbaik. Ia memiliki kemampuan aikido yang tinggi, digabungkan dengan bela diri China yang ia pelajari, membuatnya terkenal dengan sebutan Shadow Assassin, bahkan Kairo yang bernama lengkap Kairo Shiraishi, merupakan pria blasteran Jepang-Indonesia itu memiliki kemampuan ilmu beladiri Jepang yang tinggi.
Dalam kurang dari lima detik, Kairo berhasil melakukan serangan cepat dan berhasil melepaskan ibu Hover dari tangan Enishi. Sementara itu, Enji tampak kesulitan menghadapi serangan dari anak buah Kairo.
"Target sukses!" seru Kairo melalui sambungan earphone.
Enishi yang melihat sanderanya telah lepas begitu saja dari genggamannya tampak geram, sedangkan Hover tampak tersenyum penuh kemenangan. Belum juga hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba sang penguasa dunia hitam Noreland muncul, Ello Abraham muncul dengan seringai khasnya.
Pria berdarah China Amerika itu tampak terlihat lebih dingin dari biasanya.
"Hai, Enishi?" sapa Ello, "Punya cukup keberanian juga kamu mengusik bisnisku di negaraku sendiri, bahkan sampai menyandera anggota keluarga orang terbaikku?"
"Fuck! Rupanya kamu sudah merencanakan ini!? Kenapa kamu tidak bunuh saja orang terbaikmu itu karena sudah berkhianat?" tanya Enishi
"Beda urusan, anak buahku adalah urusannya dengna aku sendiri, dan itu bukan urusanmu!" jawab Ello, "Lagi pula dia berkhianat karena ada nyawa yang harus dia pikirkan! Dan sekarang adalah urusanku dengan kamu!"
Ello dengan tanpa ragu langsung menyerang Enishi, dan terlihat bahwa keduanya terlibat dalam pertarungan yang sengit. Ello merupakan salah satu pria dengan kemampuan bela diri yang sangat terampil, karena ia telah menguasai teknik dari berbagai negara. Ia merupakan sosok yang sangat tangguh dan mampu mengalahkan musuhnya dengan mudah.
Seperti Kairo, Ello juga terkenal dengan julukan Prince Of The Shadow, sang pangeran bayangan dari dunia mafia. Gerakan-gerakannya sangat gesit dan lincah, hampir tak terlihat oleh mata manusia.
Ello dan Kairo justru belajar bela diri di perguruan yang sama, yaitu Gichin Shin di wilayah Jepang, dengan seorang guru bernama Suhu Taeshan. Oleh karena itu, gerakan mereka sangat mirip dan sangat sulit untuk diprediksi oleh musuh.
Dalam pertarungan melawan Enishi, Ello menggunakan semua kemampuan dan teknik yang dimilikinya untuk mengalahkan musuhnya. Dalam waktu singkat, ia berhasil menghabisi anak buah Enishi dan membebaskan Hover dan ibunya.
"Kamu terlalu lambat!" teriak Ello sambil menyerang Enishi dengan gerakan cepat yang tidak terlihat oleh mata manusia. Enishi tidak dapat menghindari serangan tersebut, lalu terdengar suara ujung pedang Ello yang menusuk bahu Enishi. Enishi merasakan sakit yang hebat, hampir membuatnya jatuh.
"Fuck! Ilmu beladirinya memang bukan hanya omong kosong," gerutu Enishi sambil memegangi bahunya yang mulai mengeluarkan darah, "Aku harus bisa pergi meninggalkan mereka."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments