Semalam Aku Tidur Dengan Siapa?

Giana kemudian duduk, mencoba menenangkan diri terlebih dahulu. Bagaimana tidak terkejut, karena bangun-bangun sudah ada diranjang tuannya, bahkan tidur bersama tuannya.

Giana kemudian melihat ada perban yang menutup perut bagian kanan pria itu, menandakan ada luka dibalik perban itu. Entah luka apa, yang jelas jika dilihat dari lebarnya perban pasti luka yang besar dan lebar.

Giana lalu perlahan turun dari ranjang, dia kembali ke kamarnya sebentar untuk membersihkan diri, kemudian bergegas kembali lagi ke kamar Ello untuk mempersiapkan keperluan Ello bekerja.

Ello tampak mulai membuka mata, dan duduk sambil bersandar dikepala ranjang.

"Tuan sudah bangun?" tanya Giana, "Apakah tuan mau mandi?"

"Aku tidak bisa membersihkan tubuhku, bisa kamu bantu aku?" tanya pria itu

"Mak-maksudnya memandikan tuan?" tanya Giana

"Iya, tapi jangan sampai kena luka jahitanku," jawab Ello

"Tuan terluka karena apa?" tanya Giana

"Ada delapan jahitan, kena sabetan pedang," jawab Ello

"Ap-apa??? Pedang???" tanya Giana tidak percaya

"Tidak usah dipikirkan, lakukan saja perintahku!" seru Ello

"Kalau begitu tidak usah mandi, saya waslap saja di ranjang ya," balas Giana

"Terserah kamu," kata Ello

Giana lalu masuk ke kamar mandi, dan keluar lagi sambil membawa ember kecil dan handuk kecil, dengan telaten Giana membasuh bagian punggung Ello, semalam Ello tidak bisa membersihkan punggungnya sendiri karena tidak bisa mandi, sehingga terasa segar ketika Giana membasuhnya.

Giana mengamati punggung Ello terdapat tato malaikat bersayap di punggungnya, ada beberapa belas luka yang entah luka apa.

"Tuan, apakah anda sering terluka?" tanya Giana

"Hmm...." jawab Ello, "Tidak usah menghitung bekas lukaku. Kamu tidak perlu tahu juga."

"Maaf, Tuan," kata Giana

Selanjutnya Giana membersihkan bagian dada pria itu. Giana sungguh terasa gugup ketika membasuh bagian dada pria itu, dada bidang dambaan banyak wanita, dan dia kini menyentuhnya.

Tibalah untuk membersihkan bagian bawah, dan Ello meminta menghentikan aktivitas Giana.

"Aku akan ke kamar mandi pelan-pelan," kata Ello

"Tuan bisa?" tanya Giana

"Bisa, siapkan saja pakaian santai! Hari ini aku tidak kemana-mana," jawab Ello

Pria dengan langkah sedikit membungkuk melangkah ke kamar mandi dan entah apa yang dia lakukan di didalam kamar mandi, dan keluar sudah mengenakan sempak dan celana pendek yang tadi disiapkan Giana.

Giana lalu keluar untuk mengambilkan sarapan bagi tuannya, mana mungkin Ello kesana kemari dalam keadaan terluka seperti itu. Setelah membuatkan segelas susu cokelat dan sandwich untuk sarapan Ello, gadis itu kembali memasuki kamar Ello.

Tanpa sadar, ada sepasang mata memperhatikan gerak-gerik Giana sejak tadi. Dan tatapan mata itu adalah tatapan mata tidak suka.

"Kenapa dia nasibnya baik sekali? Menjadi pelayan khusus Tuan Ello, memangnya apa hebatnya seorang Giana!?" Dia menggerutu sendiri sambil memelototi pintu putih bersih yang merupakan kamar Ello.

"Harusnya kalau urusan lama enggaknya seorang gadis mengenal Tuan Ello, aku lebih kenal lama, harusnya aku yang dipilih jadi pelayan khususnya, menyebalkan!" kembali orang tersebut menggerutu kesal, "Bukannya dia dari awal itu harusnya jadi pembantu di rumah ini, kenapa juga justru jadi wanita spesial Tuan Ello."

Satu Minggu sudah Ello dirawat sendiri oleh Giana atas permintaan Ello, selama seminggu itu pula, Mirai dan Tatia juga tinggal di rumah Ello. Sekarang Mirai diminta Ello untuk bekerja saja dirumah besar itu bersama Tatia, dan posisi kamar Tatia tentu sekarang menempati kamar lama Giana bersama ibunya.

Hover tidak masalah jika akhirnya sang ibu dan adiknya justru bekerja di rumah Ello, karena dengan begitu dia merasa keluarganya aman dirumah besar itu, sehingga dia tetap bisa bekerja dengan pikiran tenang bersama Ello juga Kairo.

Malam itu, Ello dan asisten juga beberapa anak buahnya berada di salah satu club' malam milik Ello juga. Skyfall night club' merupakan salah satu club' malam terbesar di Noreland. Malam itu entah kenapa Ello ingin menghabiskan waktu disana, tentu saja Hover dan Kairo juga harus ada disana, bersiap jika tuannya mabuk berat seperti biasanya.

Ello memang suka minum, walau tidak terlalu sering.

"Tuan, anda sudah menggunakan Giana?" tanya Kairo

"Belum, aku belum ingin," jawab Ello sambil menenggak wine nya.

"Kenapa? Apa karena kurang menarik?" tanya Kairo, "Kalau memang kurang menarik bisa di kembalikan pada Mommy Bonita."

"Tidak, tapi dia istimewa untuk aku, jadi mulai sekarang kalian juga harus menjaganya," jawab Ello yang sudah mulai mabuk.

Benar saja, satu jam kemudian Ello sudah meracau tidak jelas karena mabuk. Kairo pun membawa Ello pulang ke rumah dalam keadaan mabuk berat.

"Giana, tolong kamu urus Tuan Ello!" titah Kairo

"Tuan Ello kenapa?" tanya Giana

"Mabuk," jawab Kairo yang membantu Ello merebahkan tubuhnya di ranjang.

Kairo lalu meninggalkan kamar Ello sementara Giana membantu melepaskan sepatu Ello, dengan sudah payah menggantikan pakaian Ello yang bau alkohol dan rokok dengan pakaian santai, sementara pria yang biasa disebut Prince of the shadow itu tampak meracau tidak jelas.

Akhirnya Giana selesai menggantikan pakaian Ello, keringat membasahi dahinya. Gadis itu berharap pria itu tidur.

Namun ternyata salah, tiba-tiba Ello menarik tubuh Giana hingga jatuh diatas tubuhnya.

"Kamu, pelayan cintaku bukan?" tanya Ello, tercium aroma alkohol dari mulutnya, membuat Giana nyaris muntah, namun gadis itu berusaha menahan.

"Tu-tuan mau apa?" tanya Giana

"Layani aku malam ini!" seru Ello yang tiba-tiba menarik tengkuk Giana dan mencium bibir gadis itu lalu melumatnya dengan brutal.

Giana hendak memberontak, namun tenaganya kalah besar dengan pria yang tengah mabuk itu. Giana hanya mampu memukul-mukul dada bidang pria itu.

Sesaat kemudian Ello melepaskan ciumannya dan membalikkan tubuh Giana, hingga akhirnya Giana dalam posisi dibawah Kungkungan Ello, tidak bisa bergerak lagi.

"Tuan, sebaiknya Tuan tidur saja," pinta Giana

"Tidak, malam ini aku ingin bersenang-senang dengan dirimu!" balas Ello sambil menyeringai seram, dan kemudian melumat bibir ranum gadis itu.

Ciuman yang dilakuan Ello semakin dalam, sampai akhirnya Giana merasakan ada tangan yang meremas dadanya dengan kencang, itu tangan Ello yang sudah mulai menggerayangi bagian tubuh Giana dengan penuh nafsu.

Gadis itu hanya bisa menangis pasrah. Dia tahu memang dia dijual ibunya sendiri untuk melayani Ello dalam urusan ranjang, namun urusan ranjang yang seperti apa dia tidak tahu, dan tidak menyangka jika urusan ranjang yang dimaksudkan adalah seperti ini. Percintaan yang tidak pernah Giana harapkan seperti ini.

Baginya, miliknya yang paling berharga hanya lah untuk suaminya sendiri kelak, namun sekarang semua pupus. Giana pasrah miliknya yang paling berharga direnggut pria yang juga merupakan majikannya. Jika pun boleh meminta, gadis itu rela jika memang Ello yang melakukan, tetapi dalam keadaan sadar, bukan tengah dalam keadaan mabuk seperti ini.

Sementara situ, Kairo dan Hover masih ngobrol di teras rumah sambil merokok.

"Apa tidak apa-apa Tuan Ello dibiarkan mabuk bersama Giana?" tanya Hover, "Sepertinya Giana itu sangat dijaga oleh Tuan Ello."

"Tidak masalah, paling setelahnya dia akan tertidur," jawab Kairo, "Kalaupun akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan, toh memang Giana dibeli untuk menjadi pelayan cinta Tuan Ello."

Hover hanya menganggukkan kepala saja, kemudian menghisap rokoknya kembali. Kedua pria itu tidak tahu, jika didalam kamar Ello tengah terjadi pergulatan panas, pergulatan seorang pria yang dibawah pengaruh alkohol dan seorang gadis yang hanya bisa menangis meratapi nasibnya.

Dikamar, Ello tengah melakukan rangsangan-rangsangan pada Giana. Terbiasa bermain dengan wanita di ranjang, membuat pria itu tahu titik mana saja yang dapat membuat sang wanita menggelinjang nikmat. Giana sesungguhnya menolak, namun setiap sentuhan yang diberikan Ello justru membuatnya melambung, melayang, bahkan menginginkan lebih.

Sampai akhirnya, Ello berhasil mengobrak-abrik pertahanan Giana, keperawanan gadis itu terenggut dengan mudah oleh Ello.

Pagi menjelang, Ello masih tampak tertidur pulas sambil memeluk Giana dari belakang, sementara gadis itu, seorang gadis yang sudah tidak gadis lagi, menangis semalaman dalam diam. Meratapi nasibnya yang akhirnya sudah tidak memiliki mahkota berharga lagi, entah apa yang akan dia lakukan kedepan, hidup sudah tanpa mahkota berharga yang patut ia banggakan sampai pada masa pelaminan menjadi pelabuhan hidupnya bersama pria yang dia cintai kelak.

Merasakan pelukan Ello mengendur, Giana berusaha bangun dan turun dari ranjang, karena tidak ingin membangunkan pria yang masih nyenyak tidurnya itu.

Giana mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas keluar dari kamar Ello, meski sejujurnya terasa sakit terutama bagian intinya, Giana berusaha menahannya dan masuk kedalam kamarnya.

Gadis itu lalu berendam didalam bathtub kamar mandi, tangisnya menjadi-jadi disana.

Ello tampak mulai membuka matanya, sedikit masih pusing karena pengaruh alkohol semalam. Pria itu kemudian duduk dan memandangi sprei yang berantakan karena pergulatan semalam, dia membulatkan mata ketika melihat ada noda darah di sprei itu.

"Semalam aku tidur dengan siapa?" tanya pria itu dengan kebingungannya.

Episodes
1 Menjadi Pelayan Cinta Tuan Ello
2 Pelayan khusus = Pelayan Ranjang
3 Wanita Malam ?
4 Mau Jadi Teman Tidurku?
5 Mafia sama dengan Security
6 Menyelamatkan Mirai
7 Kenapa Aku Tidur Disini?
8 Semalam Aku Tidur Dengan Siapa?
9 Menyingkirkan Giana
10 Apa Yang Mau Diperiksa?
11 Sebentar Lagi Kamu Akan Dicampakkan
12 Tidak Mau Merepotkan Kalian Semua
13 Bolehkah Aku Menjadi Ayah Bayi Kamu?
14 Dimana Dia
15 Merindukan Daddy
16 Aku Merindukan Kamu
17 Sudah Ketemu Pawangnya
18 Menjadi Delapan Kotakan
19 Kejutan Untuk Ello dan Giana
20 Mencari Cameron Miller
21 Bebek Taliban dan Ayam Berkutu
22 Kematian Dua Tikus Percobaan
23 Lakukan Saja Apa yang Akan Tuan Lakukan
24 Saatnya Menarik Perhatian Pria Kesayangan
25 Panggil Aku Sayang
26 Mati Aku!
27 Jebakan Panas
28 Keripik Kaca
29 Benarkah Yang Kakak Katakan Tadi?
30 Istirahat Total
31 Ello Turun Tangan, Kairo Ketar-Ketir
32 Meminta Bertemu Ello
33 Kepuasan Bersamamu
34 Jangan Sampai Giana Tahu
35 Sudah Kamu Siapkan Nama?
36 Malvin dan Garrel
37 Jangan Ragukan Apapun Tentangku
38 Wanita Kuat Untuk Ello
39 Menginginkan Giana
40 Kairo Pias, Ello Menang Banyak
41 Penyelesaian Termanis
42 Tatia Bersama Enishi
43 Bunga Pengantin
44 Saya Tidak Rela
45 Tugas Mengasuh Si Kembar
46 Bulan Madu Singkat
47 Aku Hanyalah Bawahan
48 Aku Akan Kembali Sebelum Kamu Menyadarinya
49 Sukses Menyerang
50 Berakhirnya Tatia
51 Kalian Harus Segera Menikah
52 Setelah Lima Tahun....
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Menjadi Pelayan Cinta Tuan Ello
2
Pelayan khusus = Pelayan Ranjang
3
Wanita Malam ?
4
Mau Jadi Teman Tidurku?
5
Mafia sama dengan Security
6
Menyelamatkan Mirai
7
Kenapa Aku Tidur Disini?
8
Semalam Aku Tidur Dengan Siapa?
9
Menyingkirkan Giana
10
Apa Yang Mau Diperiksa?
11
Sebentar Lagi Kamu Akan Dicampakkan
12
Tidak Mau Merepotkan Kalian Semua
13
Bolehkah Aku Menjadi Ayah Bayi Kamu?
14
Dimana Dia
15
Merindukan Daddy
16
Aku Merindukan Kamu
17
Sudah Ketemu Pawangnya
18
Menjadi Delapan Kotakan
19
Kejutan Untuk Ello dan Giana
20
Mencari Cameron Miller
21
Bebek Taliban dan Ayam Berkutu
22
Kematian Dua Tikus Percobaan
23
Lakukan Saja Apa yang Akan Tuan Lakukan
24
Saatnya Menarik Perhatian Pria Kesayangan
25
Panggil Aku Sayang
26
Mati Aku!
27
Jebakan Panas
28
Keripik Kaca
29
Benarkah Yang Kakak Katakan Tadi?
30
Istirahat Total
31
Ello Turun Tangan, Kairo Ketar-Ketir
32
Meminta Bertemu Ello
33
Kepuasan Bersamamu
34
Jangan Sampai Giana Tahu
35
Sudah Kamu Siapkan Nama?
36
Malvin dan Garrel
37
Jangan Ragukan Apapun Tentangku
38
Wanita Kuat Untuk Ello
39
Menginginkan Giana
40
Kairo Pias, Ello Menang Banyak
41
Penyelesaian Termanis
42
Tatia Bersama Enishi
43
Bunga Pengantin
44
Saya Tidak Rela
45
Tugas Mengasuh Si Kembar
46
Bulan Madu Singkat
47
Aku Hanyalah Bawahan
48
Aku Akan Kembali Sebelum Kamu Menyadarinya
49
Sukses Menyerang
50
Berakhirnya Tatia
51
Kalian Harus Segera Menikah
52
Setelah Lima Tahun....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!