"Memangnya kamu mau jadi teman tidurku?" tanya Ello
Tatia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ello sadar betul bagaimana Tatia selama ini. Hover, kakak Tatia, selalu merawat adiknya dengan sangat baik. Soal kepolosan, baik Tatia dan Giana sebelas dua belas.
"Kamu harus menemani seorang gadis seusiamu yang bernama Giana," ucap Ello. "Kamu akan menjadi temannya."
"Tapi, apakah dia adalah kekasihmu Tuan?" tanya Tatia.
"Enggak," jawab Ello.
Setelah mereka tiba di rumah, Giana sudah menunggu di depan pintu untuk menyambut kedatangan Ello. Giana mengenakan pakaian yang sederhana, namun terlihat sangat anggun. Ello tersenyum sedikit melihat Giana dan turut memperhatikan penampilannya. Giana sendiri tampak agak bingung, tak tahu mengapa Ello membawa seorang gadis pulang.
"Bibi Jino!" Ello memanggil sang kepala pelayan.
"Saya, Tuan!" balas Jino. Wanita yang kesehariannya terlihat kaku dan menakutkan itu mendekati Ello.
"Ini Tatia, adiknya Hover. Dia akan tinggal di sini dan menjadi temanmu, Giana," ujar Ello. "Dia bisa mengenakan pakaianmu untuk sementara waktu. Namun, Tatia tidak boleh keluar rumah selama aku dan Hover sedang dalam misi penyelamatan ibunya, Bibi Mirai."
"Baik, Tuan,"
"Dan satu hal lagi, Giana, kamarmu dipindah ke sebelah kamarku di lantai tiga. Atau, kalau mau pindah kamar ke tempat lain di lantai tiga juga boleh," kata Ello. "Dan Tatia bisa menempati kamar sebelahnya."
"Baik, Tuan!"
Ello pergi dan meninggalkan dua gadis tersebut yang tampak bingung sendiri.
"Bibi, Tuan Ello kenapa memindahkan kamarku?" tanya Giana
"Itu tidak masalah, artinya kamu bukan lagi asisten rumah tangga di sini. Kamu adalah pelayan pribadi Tuan Ello," kata Jino. "Mungkin lebih mudah bagi Ello untuk mencarimu jika kamu tinggal di dekat kamarnya."
"Eh, maaf. Kita belum sempat berkenalan, aku Giana!"
"Aku Tatia! Adiknya Kak Hover."
"Ayo ikut aku, kamu sepertinya harus mandi dan berganti pakaian, kamu bisa mandi di kamar lamaku. Tidak apa-apa kan?" tanya Giana
"Tidak masalah, aku sangat berterima kasih," jawab Tatia
"Ayo ikut aku, kamu sepertinya harus mandi dan berganti pakaian, sementara mandi di kamar lamaku dulu tidak apa-apa kan?" tanya Giana
"Tidak apa-apa, terima kasih," jawab Tatia
Setelah Tatia selesai mandi, Giana berpamitan untuk menemui Ello di kamarnya. Giana telah menyiapkan air mandi dan pakaian ganti untuk Ello.
Ello terlihat telah mandi dan memakai pakaian yang sangat rapi. Dia tidak mengenakan pakaian rumahan yang sudah disediakan oleh Giana. Ello memakai setelan jeans hitam dan kaos hitam. Meskipun serba hitam, tetapi Ello tetap terlihat tampan dengan kacamatanya.
"Anda mau kemana, Tuan?" tanya Giana
Ello memberitahu Giana, "Aku harus pergi bersama kakak Tatia. Bisa tolong kamu temani dia selama aku pergi dan jangan keluar rumah, ya? Mintalah apa pun yang kalian butuhkan pada Jino untuk mengusir kebosanan."
Tatia melihat Ello mengenakan selempang kulit dan sedikit bingung. Apa gunanya selempang tersebut dipakai di pinggangnya? Kemudian, Ello meraih sesuatu dari laci nakasnya. Dia menunjukkan sebuah pistol Glock dan meletakkannya ke dalam selempang kulit yang dipakainya. Tatia menyadari bahwa selempang kulit tersebut sebenarnya adalah tempat Ello menyimpan pistolnya.
Giana sangat terkejut ketika melihat senjata api yang diambil oleh Ello. Dia bertanya dengan was-was, "Maaf, Tu-tuan, apa yang akan kamu lakukan dengan senjata api itu?"
Giana menyadari bahwa memiliki senjata api seperti Glock bukanlah hal yang mudah dan juga bisa dibilang mahal. Tidak semua orang bisa memilikinya seperti yang dimiliki oleh Ello, apalagi menggunakan nya sesuka hati.
Ello menjawab, "Aku punya urusan bisnis yang harus aku urus." Ello tahu bahwa Giana terlihat sangat terkejut ketika melihat senjata api tersebut. Lalu, Ello mengenakan jaket hitamnya sehingga pistol tersebut tidak terlihat karena tertutup jaket.
Giana bertanya dengan tidak yakin, "Apakah kamu akan menembak seseorang?"
"Tergantung situasi," jawab Ello, "Temui Tatia. Dia butuh teman."
"Apakah Tuan nanti akan pulang?" tanya Giana lagi
"Kemungkinan tidak," jawab Ello, "Nanti kamu bisa tidur dengan Tatia."
Ello dengan tiba-tiba mengusap lembut puncak kepala Giana, hal ini membuat gadis itu terkejut karena Ello tidak pernah memperlakukannya seperti itu sebelumnya. Ello yang biasanya cuek dan acuh tak acuh, tiba-tiba terlihat begitu manis dan perhatian.
Setelah itu, Ello bersama Kairo kembali ke markas. Sebenarnya, Ello meminta Hover untuk menunda penyerangan, namun Hover merasa sudah baik-baik saja setelah diobati luka-lukanya dan ingin segera menyelamatkan ibunya.
"Kamu yakin bisa ikut dalam misi ini?" tanya Ello sambil menghisap rokoknya
Hover menjawab, "Saya siap untuk pergi, Tuan. Saya tidak ingin menunda lagi, kasihan ibu saya." Dia juga menyembunyikan pistol Glock di pinggangnya dan dua pisau lipat.
Ello dengan tegas mengatakan, "Enishi harus ditemukan dan aku lah yang akan membunuhnya sendiri! Sudah terlalu sering dia mengganggu bisnisku!"
Hover merespons dengan percaya diri dan berkata, "Saya akan menangkap Enishi untuk Anda, Tuan."
Ello memberikan semangat dan berkata, "Semoga kali ini berhasil."
Hover bertanya, "Tuan, siapakah gadis yang menemani Tatia di rumah?"
Ello menjawab singkat dan lugas, "Dia tidak berarti apa-apa. Aku mendapatkannya dari Mommy Bonita."
Hover tidak percaya dan merasa curiga. Dia tahu betul bahwa Ello suka tidur dengan wanita, tapi itu tidak pernah dilakukan di rumah. Biasanya, Ello membawa wanita tersebut ke hotel atau apartemen. Tetapi, Hover tidak mengerti mengapa kali ini wanita itu dibawa ke rumah mereka.
"Maksud Tuan, gadis itu adalah... Anda tahu lah," kata Hover.
Ello tersenyum dan menjawab, "Tidak benar, itu hanya seorang gadis biasa yang aku temui. Aku bahkan belum menyentuhnya."
Hover tetap penasaran dan bertanya, "Lalu, dia siapa sebenarnya? Dari mana Anda mengenalnya?"
Ello merasa kesal dengan pertanyaan Hover dan berteriak, "Kurang ajar! Dia bukan wanita untuk ranjangku!"
Hover menyikut Kairo dan menanyakan pendapatnya, "Apa yang kamu pikirkan, Kairo?"
Kairo menjawab, "Aku tidak tahu, tapi gadis itu seumuran dengan adikmu."
Ello merasa kesal karena Hover dan Kairo terlalu mempermasalahkan tentang gadis tersebut. Dia berbicara dengan tegas, "Persiapkan diri kalian! Jangan memikirkan tentang gadis itu terus!"
Hover dan Kairo hanya menatap satu sama lain, mereka merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dan berbeda dengan Ello, tetapi tidak tahu persis apa itu.
Giana dan Tatia sedang bercengkrama di kamar baru yang sangat besar dan mewah yang sekarang menjadi tempat tinggal Giana. Giana merasa terkejut melihat kemewahan dan ukuran kamar yang diberikan padanya sebagai seorang asisten rumah tangga. Dia bertanya-tanya mengapa Ello memberikan ruangan seperti ini padanya. Namun, Giana merasa bersyukur dan berterima kasih atas apa yang diberikan kepadanya.
Giana bertanya pada Tatia, "Apakah kakakmu bekerja untuk Tuan Ello?"
Tatia menjawab dengan yakin, "Ya, kakakku Hover adalah salah satu dari bodyguard terbaik milik Tuan Ello."
Giana bertanya, "Apa pekerjaan Tuan Ello sampai harus menggunakan bodyguard? Tadi aku juga melihat dia membawa pistol di balik bajunya."
Tatia cukup heran dengan pertanyaan Giana. "Kamu tidak tahu pekerjaan Tuan Ello?" tanya Tatia dengan rasa penasaran. Dia merasa Giana harusnya sudah tahu mengingat dia tinggal di rumah Ello dan bertugas sebagai asisten pribadi Ello.
Giana menggelengkan kepalanya dan mengaku tidak tahu apa itu pekerjaan Ello.
Tatia menjawab dengan yakin, "Tuan Ello adalah pemimpin dari organisasi mafia bernama Pantera."
Giana terkejut dan heran. "Mafia? Pekerjaan apa itu?" tanyanya tak percaya. Dia bertanya lagi, "Apakah pekerjaan Ello sama seperti security, sampai harus membawa pistol? Tidak mungkin kan Tuan Ello hanya seorang security."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments