Tiba di Jakarta

"Beda benua, apa Aa masih mau komunikasi sama aku. Atau lost contact deh." Kia menyampaikan ganjalan yang ada di hati dengan wajah meringis. Selama ini sudah nyaman diperhatikan dan memberi perhatian meski hanya dianggap adik. Kini hati mulai merasakan resah yang tak tahu apa sebabnya padahal tak ada masalah yang dihadapinya. Tak ada tekanan dari tugas kampus yang mengejarnya. Sudah selesai dan sedang masa tenang.

Zaky terkekeh. "Kia...kia. Kenapa insecure gitu. Gak akan ada yang berubah. Banyak sarana komunikasi online meski beda benua."

Kia tersenyum dikulum. "Noted 'Gak akan ada yang berubah'. Nah kalau udah jelas gini jadi plong deh."

"Abis makan ke cafe yuk yang dekat stasiun. Ajak Daffa juga." Zaky melihat arloji. Waktu yang menunjukkan masih sore.

"Dalam rangka perpisahan nih ceritanya." Kia menatap dengan mata menyipit dan senyum mesem.

Zaky tertawa. "Perpisahan harus terbungkus happiness. Biar jadi kenangan manis.

Zaky menikmati nasi goreng sambil ditemani Kia. Setelahnya, sesuai tujuan utama yaitu pamit kepada orang tua Kia. Pamit melanjutkan pendidikan ke Swiss. Dan berakhir meminta izin mengajak Kia dan Daffa ke cafe. Nantinya diantar pulang ke rumah.

"Besok sekolah apa libur, Daf?" Zaky menoleh sekilas pada Daffa yang duduk di jok penumpang depan.

"Sekolah, A. Kenapa gitu?"

"Berarti di cafenya jangan lama-lama ya. Maksimal jam sembilan."

"Sampai midnight juga aku bakal strong. Gak bakal ngantuk di kelas." Daffa berucap penuh percaya diri.

"Nggak-nggak. Weekday dilarang begadang. Ingat rule." Tegas Kia yang duduk di belakang sendirian.

"Waduh lupa kalau di belakang ada si teteh. Kalau udah keluar taring, beuh...SUPER GALAK."

Zaky tergelak. Meledek seperti itu mengingatkannya pada Ami. Ah, setelah diboyong menjadi nyonya Akbar, kisah Tom and Jerry hanya tinggal kenangan. Time flies.

Tiba di cafe dua lantai dengan konsep retro, Zaky mengajak Kia dan Daffa menikmati pemandangan Tasik di waktu malam dengan memilih meja di area rooftop. Sama-sama menghindari menu kopi demi menghindari melek tak bisa tidur. Jus dan minuman coklat menjadi pilihan ditemani dua piring cemilan. Obrolan santai dan random tercipta mengiringi kebersamaan duduk bertiga.

Tak terasa sudah satu jam. Kia yang paling awal menyadari waktu jika sekarang sudah jam sembilan. Kia mengingatkan untuk pulang.

"Kia, jangan lupa besok jam satu ditunggu di rumah." Zaky mengingatkan begitu mobil tiba di depan gang menuju rumah Kia.

"Oke." Kia melambaikan tangan usai mengucapkan terima kasih sudah diajak nongkrong di cafe. Begitu juga Daffa.

Zaky melajukan mobil mengarah ke perbatasan Tasik Ciamis menuju rumah dengan perasaan lega. Merasa segala hutang terhadap orang-orang pilihan sudah ditunaikan di hari terakhir dirinya berada di kampung halaman.

Hari berganti Jumat. Waktunya berangkat ke Jakarta usai salat Jumat. Semua persiapan berjalan lancar. Ibu dan Papa akan menemani Zaky ke Jakarta dan juga Kia yang baru saja datang dengan menumpang ojol.

"Kia, makan dulu. Tuh bareng Zaky sama Papa. Ibu mah udah duluan tadi." Ibu Sekar menyuruh Kia ke ruang makan.

"Makasih, Bu. Aku juga udah makan dulu sebelum kesini." Kia memilih duduk di kursi teras. Menyaksikan sopir menata koper di bagasi. Ia sudah teleponan dengan Ami tadi pagi. Dan kabar baiknya, bestie-nya itu akan menginap di rumah Puput malam ini sebab suaminya Ami baru saja berangkat ke Singapura. Tak sabar ingin berjumpa dan menggendong Moci yang sudah jadi idola grup Semasa.

"Hei, malah di luar. Masuk, Kia!" Zaky mencolek bahu Kia. Datang menghampiri setelah mendapat kabar dari Ibu jika Kia sudah datang.

"Disini aja ah. Udah mau berangkat, kan?" Kia mendongak menatap Zaky yang berdiri di samping kursinya.

"Iya sih. Tunggu ya. Aa ambil tas dulu di kamar."

Kia mengangguk. Selepas Zaky berlalu ke dalam, tangannya terulur meraba bagian bahu yang baru saja dicolek Zaky. Sentuhan segitu saja membuat dadanya menjadi mekar. Senyum samar pun terbit di bibirnya diiringi rona merah di pipi.

Perjalanan jauh menuju Jakarta ditempuh dengan lancar tanpa kendala. Dengan dua kali istirahat saat memasuki waktu salat Ashar dan Magrib, rombongan Zaky tiba di rumah Puput jam delapan malam. Disambut sorak Rasya dan Rayyan yang heboh dan senang.

"Om, lawan dulu Aa." Rasya mulai memasang kuda-kuda. Sontak saja kedua orang tuanya tertawa lepas begitu pun yang lainnya.

"Aduh. Libur dulu lah. Om capek." Zaky meringiskan wajah atas sambutan keponakan pertamanya itu. "Besok pagi aja ya. Oke jagoan?" ujarnya membujuk. Untung saja Rasya mau dibujuk.

"Aa masih ingat gak ini siapa?" Tanya Ami kepada Rasya yang harus selalu dipanggil Aa. Ia menunjuk Kia yang masih dipeluknya usai melepas rindu dengan cium pipi kiri dan kanan.

"Ate Kia." Rasya menjawab yakin.

"Ate Kia." Rayyan menjawab latah.

Membuat Kia terkekeh diiringi mengacungkan dua ibu jari. "Aa dan Adek yang pinter."

Zaky tersenyum mesem begitu ponselnya yang berdering menampilkan nama penting. Sebab ruang tengah sedang berisik oleh banyaknya rupa obrolan dan berisiknya anak-anak, ia melipir pergi ke halaman belakang.

"Hai, Sha." Zaky menyapa dengan riang. Lidahnya sudah sangat nyaman memanggil Shannon dengan panggilan 'Sha'. Menjadi nama kesayangan darinya.

"Udah sampai mana, Babe? Maaf pas kamu chat, aku lagi meeting sama klien. Gak bisa balas panjang."

"It's okay, Sha. Aku udah di rumah Teh Puput nih. Baru sampe 10 menitan lah. Kamu dimana?"

"Di kosan. Lagi rebahan sambil dengerin suara khas kamu yang ngangenin. Haiss, gak sabar nunggu tomorrow morning. Aku bawa apa ya buat bekalin kamu? Sejujurnya bingung mau ngasih apa gitu."

Zaky terkekeh mendengar ucapan Shannon yang tersirat dari hati itu. "Gak usah ngasih bekal. Tapi aku mau nitip."

"Nitip apa?"

"Nitip jaga hati. Rawat cinta suci kita. Bisa kan, Sha?"

"Oh, Zaky. Ya Tuhan! Kamu bikin aku...ah speechless."

Zaky terkekeh. "Sha, maaf harus aku sudahi dulu. Disambung besok ya, Sha, ngobrol panjangnya. Soalnya lagi kumpul keluarga nih. Besok mau datang sendiri atau aku jemput?"

"Biar aku datang sendiri aja. Gak mau manja harus selalu dijemput Ayang. Aku bawa mobil."

Zaky kembali terkekeh. "Okay. See you tomorrow, Sha. Miss you."

"Miss you too. Nite, Babe."

Zaky menggenggam ponsel yang sudah mati dengan wajah semringah. Melangkah lagi memasuki pintu yang tadi dibiarkannya terbuka lebar. Masuk dan menutup pintu sampai rapat seperti semula. Begitu memutar badan...

"Astaghfirullah. Bikin kaget deh Kia. Kok barusan gak lihat. Tahu-Tahu-tahu ada di belakang." Zaky spontan meraba dada kirinya. "Mau kemana?"

Terpopuler

Comments

🙌@i_k#0eR!yaH🌷

🙌@i_k#0eR!yaH🌷

aaah kiaaaa....kmau denger semuaaa yaaa,a zaky iiih kecewanya nymape sini.

2024-08-10

1

liesae

liesae

apa kabar dngan hatimu kia,, ? belum sempat memiliki tp dipaksa untuk melepaskan💔

2024-07-29

1

💜⃞⃟𝓛 ⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜༄༅⃟𝐐ƙׁׅуα

💜⃞⃟𝓛 ⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜༄༅⃟𝐐ƙׁׅуα

apakabar dengan hatimu kiaaaa,knp harus acara ngintip2 pula kau

2024-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Kisah Kita Baru Dimulai
2 Farewell
3 Bertemu Shannon
4 Senja di Pantai Mertasari
5 Silaturahmi
6 Beri Waktu
7 Senja Bersama Ibu
8 Kisah Hari Ini
9 Selayang Pandang
10 Sehari Sebelum Berangkat
11 Tiba di Jakarta
12 Aku Bisa Apa
13 Jatuh Cinta dan Patah Hati Itu Fitrah
14 Menata Masa Depan
15 Musim Berganti
16 Wahai Hati
17 Selesai Tugas
18 Jatuh Cinta, Bangun Cinta Lain
19 Internship
20 Merelakan Takdir
21 Hallo, Jakarta
22 Pelarian?
23 Waktu Merubah Segalanya
24 Aku Ingin Pulang
25 Rasanya Menjadi Adik Kakak
26 Apartemen
27 Mari Berkenalan
28 Terlambat Menyadari
29 Cinta Datang Terlambat
30 Hati yang Mencelos
31 Menatap Masa Depan
32 Mengikis Diterbangkan Sayap Waktu
33 Lebih Aman Jauh Daripada Dekat
34 Menunggu Besok
35 Bukan Kebetulan
36 Hanya Mudah Secara Lisan
37 Aku Pamit
38 Sambutan Horor
39 Ada yang Aneh
40 Kecamuk Pertanyaan
41 Kapan Siap Nikah
42 Ghibah
43 Bakal Ada Special Guest
44 Welcome Special Guest
45 Mesin Waktu
46 Kau Datang dan Pergi
47 Niatnya Ingin Memberi Kejutan
48 Dua Hari, Dua Fakta
49 Siapa Dia?
50 Satu Persatu Tabir
51 Minta Diantar Aa
52 Cerita Teh Kokom
53 Menangislah
54 Langkah Selanjutnya
55 Kepo, Boleh?
56 Cerita Plot Twist
57 Sebuah Rencana
58 Bahagia Itu Kita Yang Ciptakan
59 Hikmah Patah Hati
60 Informasi Penting
61 Masih Ada Waktu
62 Perayaan Patah Hati
63 Perayaan Patah Hati (2)
64 Perayaan Patah Hati (3)
65 Tanya Jawab
66 Lebih Berharga Dari Benda Pusaka
67 Apa Kabar Diary?
68 Zaky di Tengah Sukacita
69 Zaskia Diary
70 Terkuak
71 Rencana Berubah
72 Sesakmu Dulu, Sesakku Kini
73 Tamu Malam Minggu
74 Malam Minggu Akhir Juli
75 Quality Time
76 Kenalan Dulu
77 Bandara Cinta
78 Ada Apa?
79 Curhat Shannon
80 Curhat Dua Wanita
81 Jantung Berdebar
82 Silang Cerita
83 Diskusi Keluarga
84 Menjemputmu
85 Malam Canda
86 Rencana Kita
87 Seharian Denganmu
88 Selamat Jalan Kekasih
89 Pertemuan Tak Disangka
90 Dua Masa Lalu Dalam Sepekan
91 Semua Ada Waktunya
92 Menjelang Sabtu
93 I Love You, Cantik
94 Pertemuan Keluarga
95 Nasihat Bapak
96 Hari Demi Hari
97 Permohonan
98 Akad Nikah
99 Merayu Allah Lewat Doa
100 Dua Kemungkinan
101 101. Ratap dan Harap
102 102. Mediasi
103 103. Malam Terakhir Bersama
104 104. Beri Waktu
105 105. Pergi Untuk Kembali
106 106. Kunanti Kabarmu
107 107. Perjalanan Hari
108 108. Hidup Baru
109 109. Pengobat Rindu
110 110. Menghitung Hari Pertemuan
111 111. Menggoda
112 112. Menyambutmu
113 113. Memang Pengantin Baru
114 114. Welcome Back
115 115. Hari Bahagia Tiba
116 116. Di Luar Ekspektasi
117 117. Perkara Mantan
118 118. Ini Ujian Hati
119 Bawa Santai
120 120. Usai Sudah Ujian Hati
121 121. Banyak yang Harus Dibahas
122 122. Diskusi Panas
123 123. Jaga Diri Ya
124 124. Kabar
125 125. Sidang?
126 126. Hasil Sidang
127 127. Keputusan Kita
128 128. Opsi Pengobatan
129 129. Tamu Oh Tamu
130 130. Atur Waktu
131 131. Rencanakan
132 132. Meniti Tangga Rencana
133 133. Rumah Mertua
134 134. Bertemu Desainer Sundari
135 135. Ganti Wacana
136 136. Obat Malarindu
137 137. Waktunya Minum Obat
138 138. Sambutan di Jakarta
139 139. Family Man
140 140. Teman Perjalanan
141 141. Sibuk Persiapan
142 142. Fitting
143 143. Tiba Waktu Yang Ditunggu
144 144. Pulang
145 145. Pelukan Hangat
146 146. Semua Kumpul
147 147. Resepsi Zakia
148 148. Resepsi Zakia (2)
149 149. Cinta Terakhir
150 150. Malam Mingguan
151 151. Penasaran Kopi
152 152. Pamit
153 153. Perjalanan Baru
154 154. Jepang Impian
155 155. Rejeki Tahun Baru
156 156. Bandung Bercerita
157 157. Surprise Kecil
158 158. Ayah
159 159. Cerita Kecewa
160 160. Jangan Mendekat!
161 161. Jawaban Serba Salah
162 162. Setelah Tiga Hari
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Kisah Kita Baru Dimulai
2
Farewell
3
Bertemu Shannon
4
Senja di Pantai Mertasari
5
Silaturahmi
6
Beri Waktu
7
Senja Bersama Ibu
8
Kisah Hari Ini
9
Selayang Pandang
10
Sehari Sebelum Berangkat
11
Tiba di Jakarta
12
Aku Bisa Apa
13
Jatuh Cinta dan Patah Hati Itu Fitrah
14
Menata Masa Depan
15
Musim Berganti
16
Wahai Hati
17
Selesai Tugas
18
Jatuh Cinta, Bangun Cinta Lain
19
Internship
20
Merelakan Takdir
21
Hallo, Jakarta
22
Pelarian?
23
Waktu Merubah Segalanya
24
Aku Ingin Pulang
25
Rasanya Menjadi Adik Kakak
26
Apartemen
27
Mari Berkenalan
28
Terlambat Menyadari
29
Cinta Datang Terlambat
30
Hati yang Mencelos
31
Menatap Masa Depan
32
Mengikis Diterbangkan Sayap Waktu
33
Lebih Aman Jauh Daripada Dekat
34
Menunggu Besok
35
Bukan Kebetulan
36
Hanya Mudah Secara Lisan
37
Aku Pamit
38
Sambutan Horor
39
Ada yang Aneh
40
Kecamuk Pertanyaan
41
Kapan Siap Nikah
42
Ghibah
43
Bakal Ada Special Guest
44
Welcome Special Guest
45
Mesin Waktu
46
Kau Datang dan Pergi
47
Niatnya Ingin Memberi Kejutan
48
Dua Hari, Dua Fakta
49
Siapa Dia?
50
Satu Persatu Tabir
51
Minta Diantar Aa
52
Cerita Teh Kokom
53
Menangislah
54
Langkah Selanjutnya
55
Kepo, Boleh?
56
Cerita Plot Twist
57
Sebuah Rencana
58
Bahagia Itu Kita Yang Ciptakan
59
Hikmah Patah Hati
60
Informasi Penting
61
Masih Ada Waktu
62
Perayaan Patah Hati
63
Perayaan Patah Hati (2)
64
Perayaan Patah Hati (3)
65
Tanya Jawab
66
Lebih Berharga Dari Benda Pusaka
67
Apa Kabar Diary?
68
Zaky di Tengah Sukacita
69
Zaskia Diary
70
Terkuak
71
Rencana Berubah
72
Sesakmu Dulu, Sesakku Kini
73
Tamu Malam Minggu
74
Malam Minggu Akhir Juli
75
Quality Time
76
Kenalan Dulu
77
Bandara Cinta
78
Ada Apa?
79
Curhat Shannon
80
Curhat Dua Wanita
81
Jantung Berdebar
82
Silang Cerita
83
Diskusi Keluarga
84
Menjemputmu
85
Malam Canda
86
Rencana Kita
87
Seharian Denganmu
88
Selamat Jalan Kekasih
89
Pertemuan Tak Disangka
90
Dua Masa Lalu Dalam Sepekan
91
Semua Ada Waktunya
92
Menjelang Sabtu
93
I Love You, Cantik
94
Pertemuan Keluarga
95
Nasihat Bapak
96
Hari Demi Hari
97
Permohonan
98
Akad Nikah
99
Merayu Allah Lewat Doa
100
Dua Kemungkinan
101
101. Ratap dan Harap
102
102. Mediasi
103
103. Malam Terakhir Bersama
104
104. Beri Waktu
105
105. Pergi Untuk Kembali
106
106. Kunanti Kabarmu
107
107. Perjalanan Hari
108
108. Hidup Baru
109
109. Pengobat Rindu
110
110. Menghitung Hari Pertemuan
111
111. Menggoda
112
112. Menyambutmu
113
113. Memang Pengantin Baru
114
114. Welcome Back
115
115. Hari Bahagia Tiba
116
116. Di Luar Ekspektasi
117
117. Perkara Mantan
118
118. Ini Ujian Hati
119
Bawa Santai
120
120. Usai Sudah Ujian Hati
121
121. Banyak yang Harus Dibahas
122
122. Diskusi Panas
123
123. Jaga Diri Ya
124
124. Kabar
125
125. Sidang?
126
126. Hasil Sidang
127
127. Keputusan Kita
128
128. Opsi Pengobatan
129
129. Tamu Oh Tamu
130
130. Atur Waktu
131
131. Rencanakan
132
132. Meniti Tangga Rencana
133
133. Rumah Mertua
134
134. Bertemu Desainer Sundari
135
135. Ganti Wacana
136
136. Obat Malarindu
137
137. Waktunya Minum Obat
138
138. Sambutan di Jakarta
139
139. Family Man
140
140. Teman Perjalanan
141
141. Sibuk Persiapan
142
142. Fitting
143
143. Tiba Waktu Yang Ditunggu
144
144. Pulang
145
145. Pelukan Hangat
146
146. Semua Kumpul
147
147. Resepsi Zakia
148
148. Resepsi Zakia (2)
149
149. Cinta Terakhir
150
150. Malam Mingguan
151
151. Penasaran Kopi
152
152. Pamit
153
153. Perjalanan Baru
154
154. Jepang Impian
155
155. Rejeki Tahun Baru
156
156. Bandung Bercerita
157
157. Surprise Kecil
158
158. Ayah
159
159. Cerita Kecewa
160
160. Jangan Mendekat!
161
161. Jawaban Serba Salah
162
162. Setelah Tiga Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!