Merelakan Takdir

"Sha, gak boleh gini. Aku lagi sakit, Sha." Zaky masih menegur dengan cara halus. Jika memang tidak mempan, barulah bersikap tegas. Meski di satu sisi dorongan untuk menikmati keintiman itu begitu kuat dengan dalih rindu, namun kewarasan masih terjaga. Filternya pun bekerja.

Shannon sontak kaget dan langsung bangun. Meraba kening Zaky yang ternyata memang sedikit panas. Sedari tadi mengira hangatnya suhu tubuh Zaky sebab bergelung dalam selimut. Mengingat cuaca di luar sangat dingin.

"Maafin aku, Babe. Aku udah khilaf. Rindu membuat aku jadi lupa diri. Surprise lihat kamu ada disini. Udah minum obat belum?" Shannon beralih meraba leher Zaky dengan raut cemas.

Zaky menggeleng. "Aku kira kamu pulang lusa. Badanku gak fit. Di asrama berisik ada yang birthday party. Jadinya aku numpang istirahat disini. Aku pulang aja. Kamu pasti butuh tidur." Zaky bangun sekaligus. Kemudian wajahnya meringis dengan mata terpejam sebab kepalanya pusing.

"No. Kamu gak boleh pergi. Tetap disini sampai sembuh dulu. Aku bisa tidur di ruang kerja. Tiduran lagi, Babe. Aku akan bikin bubur oatmeal terus kamu minum obat. Okay?"

Zaky mengangguk lemah. Kali ini menurut setelah melihat Shannon beringsut turun dari ranjang. "Bisa ambilin dulu minum, Sha? Tenggorokan aku sakit."

"Iya, Babe." Shannon bergegas keluar kamar dan kembali dengan cepat sambil membawa segelas air hangat. Bahkan menunggu di tepi ranjang selama Zaky minum sambil menatap kasihan. Meski dalam pencahayaan lampu temaram, ia dapat melihat jelas wajah lesu Zaky. Baru kali ini melihat sang kekasih sakit.

"Makasih, Sha." Zaky menyerahkan gelas yang sudah kosong. Beringsut mundur untuk bersandar di kepala ranjang.

"Tunggu bentar ya. Aku buat bubur dulu." Tanpa menunggu jawaban, Shannon berlalu membawa gelas kosong. Lalu mengecek isi kulkas yang ditinggalkannya selama dua bulan. Tak ada daun bawang dan dan bahan sayuran. Tapi dalam freezer masih ada sayuran beku wortel dadu dan daging ayam. Akan lama waktu jika memasak ayam. Baiklah, yang penting ada telur pun jadi. Ditambah bumbu kering seperti bawang putih, merica, garam dan bumbu kaldu ayam, serta parsley, masih tersedia di kotak bumbu.

Dalam waktu 7 menit, dua mangkuk oatmeal gurih sudah siap dengan toping telur mata sapi. Shannon membawa nampan dari pantry hendak menuju kamar. Namun ternyata Zaky sudah berada di sofa.

"Kenapa pindah, Babe? Kalau pusing mending di kamar aja yuk. Biar abis makan tidur lagi." Shannon masih berdiri memegang nampan. Menunggu keputusan Zaky.

"Disini aja." Zaky menepuk ruang kosong di sisi kanannya usai memperbaiki posisi duduk. Saat melihat waktu menunjukkan pukul 4 subuh, ia pergi ke kamar mandi dan cuci muka dan memutuskan pindah ke sofa begitu mencium aroma goreng bawang putih.

"Enaknya dimakan selagi panas nih." Shannon menyerahkan satu mangkuk bubur oatmeal dengan taburan parsley untuk Zaky.

Zaky menerima dan mulai menyendok dengan porsi kecil dulu. Diicip-icip apakah perutnya yang sedikit mual bisa menerima atau tidak. Ternyata aman. Sendokan ketiga mulai menyendok penuh.

"Enak gak?" Shannon memperhatikan kegiatan makan Zaky sambil dirinya pun makan. Wajah tampan itu selain lesu juga pucat.

Zaky mengangguk. Memang gurih dan hangatnya sangat nyaman di perut. Mengingat hawa subuh terasa dingin meski di dalam rumah. Apalagi di luar.

"Datang jam berapa, Sha?" Zaky masih melanjutkan makan dengan memotong telur mata sapi.

"Tadi sampai sini jam dua kurang. Tadinya aku mau kasih surprise besok sama kamu. Eh, malah aku yang kena surprise. Aku lihat sepatu kamu belum yakin kamu ada disini soalnya gak bilang. Pas ke kamar baru deh yakin. Aku ke kamar mandi dan ganti baju, kamu tetap gak bangun. Jadinya inisiatif ikut tidur sambil meluk kamu dari belakang. Maaf....udah lancang. I really miss you, Zaky." Shannon memohon untuk dimaklumi dengan wajah meringis.

"Jangan diulang lagi ya, Sha. Giliran aku yang next mungkin khilaf, kamu yang harus ingetin. Aku ingin relationship yang sehat."

Shannon mengangguk. "Iya, Babe. Aku respect sama kamu dan....makin cinta," ujarnya diiringi senyum merekah.

"Hm, sayangnya pujian kamu gak bikin demamku turun. Aku butuh obat, Sha."

Shannon tergelak. "Aku malah lupa. Bentar ambil dulu!"

***

Kedatangan Yuga saat wisuda tentu saja membuat Mamah dan Bapak bertanya. Termasuk juga Daffa dan Reva. Menanyakan tentang siapa pria yang datang menghampiri saat sesi foto dengan latar belakang gedung rektorat, dan memberikan buket bunga krisan. Kia memperkenalkannya sebagai teman. Ya memang hanya teman untuk saat ini. Entah esok.

Yuga meminta berfoto berdua namun jangan diposting di media sosial dengan alasan ansos (anti sosial/istilah gaul bagi orang yang tertarik memiliki media sosial). Di sisi lain Kia pun bersyukur sebab memang tidak mau memajangnya. Cukup foto keluarga saja.

Yuga juga ikut acara makan-makan di restoran sebagai bentuk syukuran dengan tercapainya gelar sarjana. Kia menilai pria yang memiliki ciri senyum khas itu mudah berbaur dengan keluarganya. Langsung bisa berbincang akrab. Terlihat supel. Hm, hati mulai memandang.

"Om, Tante, dan semuanya, maaf ya saya gak bisa lama-lama. Harus kembali ke Jakarta sekarang. Mendadak ada kabar dari sekretaris katanya sore ini mau ada tamu dari Singapura." Ucap Yuga usai sejenak beranjak meninggalkan meja untuk menerima panggilan masuk.

"Terima kasih sudah hadir di wisuda Kia, nak Yuga." Bapak mewakili menjawab.

"Sama-sama, Om. Kapan-kapan bolehkah saya main ke Tasik, Om?"

"Tentu boleh. Kabarin aja sama Kia kalau mau main ke Tasik."

Kia tersenyum mesem saat semua mata menatapnya. Usai menyaksikan Yuga bersalaman pada keluarganya, ia mengantar pria yang mengenakan kemeja putih lengan panjang itu keluar sampai teras restoran.

"Kia, you look beautiful." Yuga merasa baru ada kesempatan memuji penampilan anggun Kia yang mengenakan setelan kebaya modern yang kini sudah melepas jubah dan toga serta selendang Cumlaude.

"Alhamdulillah. Terima kasih, Bang." Kia tersenyum mesem. Harus jujur, sampai detik ini pujian Yuga belum membuat kedua pipinya bersemu. Biasa saja.

Yuga berpamitan dengan melambaikan tangan. Melangkah lebar menuju mobil sedan Civic Turbo warna hitam yang terparkir paling sisi.

Setelah mobil Yuga melaju diiringi lambaian tangan lagi, Kia kembali ke dalam. Ingin segera mengecek ponsel. Penasaran. Adakah Zaky berkomentar di postingan wisudanya.

"Teh, siapa sih Bang Yuga itu? Pacar?" Reva terang-terangan bertanya saat Kia baru saja duduk.

"Bukan. Hanya teman." Kia menanggapi datar. Tangannya sibuk merogoh ponsel yang ada di dalam tasnya. Di layar atas terlihat puluhan komentar yang belum dibuka. Hanya satu nama yang sedang dicarinya. Dan ternyata ada di DM. Sontak bibirnya tersenyum.

"Kalau menurut aku, teteh lebih cocok sama A Zaky. Ya nggak sih, A?" Reva meminta pendapat Daffa.

"Cocok sih. Tapi kan A Zaky mah nganggap Teh Kia adek. Sama kayak ke kita."

Kia bukannya tak mendengar percakapan kedua adiknya. Ia lebih fokus membaca DM dari Zaky yang dibaca perlahan satu kata satu kata seolah takut ada kata yang tertinggal untuk dibaca.

[Kia...meskipun setelah sidang skripsi kamu rahasiakan, aku udah yakin sih kamu lulus cumlaude seperti Ami. Kalian kan selalu jadi rival dalam prestasi 😂]

[Happy Graduation Zaskia Zettira, S.T.P. Semoga ilmunya bermanfaat dan berkah yaaa]

[Kata Ami lagi bikin project ya. I'm proud of you both. Especially you, cause udah jadi teladan untuk Daffa dan Reva]

[Ah speechless deh. Pokoknya Aa bangga sekali padamu Kia 🫰]

[Salam dari Zürich untuk Mamah, Bapak, Daffa and Reva 🙏]

[Ah satu lagi lupa. Kado dari Aa ada di Ami. Semoga suka]

Kedua pipi Kia langsung bersemu membaca semua kalimat Zaky. Yakin itu adalah pujian dan kebanggaan yang disampaikan dengan tulus sebab begitu mengena di hatinya.

Ya, ucapan Daffa barusan menyadarkannya pada nyala alarm lama bahwa 'kamu seperti adik bagiku'. Berarti memang tak akan berubah status sampai kapanpun. Apalagi Zaky sekarang sudah punya Shannon.

[Aku juga terima kasih buat support Aa selama ini. Udah bantu beasiswa. Suka bantu Daffa dan Reva. Sering ngasih uang jajan saat masih di Bandung 🙃. Sering ngajak jalan-jalan tour cafe. Ah, pokoknya sangat amat menyenangkan waktu yang sudah aku lalui sama Aa. Kini, aku akan buka lembaran baru. Semoga Aa di Zurich sehat dan bahagia selalu. Meraih gelar master tepat waktu. Dan...bertemu jodoh yang sesuai seleramu]

Pesan balasan sudah dikirim bersama dengan lepasnya sesuatu yang mengganjal di hati. Plong. Balasan yang berisi kalimat penuh makna merelakan takdir. Merupakan curahan dari hati yang paling dalam andai saja Zaky bisa menyelaminya.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜༄༅⃟𝐐ƙׁׅуα

💜⃞⃟𝓛 ⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜༄༅⃟𝐐ƙׁׅуα

kerelaan hati berujung ikhlas dan sabar tanpa tepi,

2024-07-29

1

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

indomie dong 🤣

2024-07-23

0

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

ya ampyuuun Kia 🤭 segitu cintrongnya ke aa

2024-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kisah Kita Baru Dimulai
2 Farewell
3 Bertemu Shannon
4 Senja di Pantai Mertasari
5 Silaturahmi
6 Beri Waktu
7 Senja Bersama Ibu
8 Kisah Hari Ini
9 Selayang Pandang
10 Sehari Sebelum Berangkat
11 Tiba di Jakarta
12 Aku Bisa Apa
13 Jatuh Cinta dan Patah Hati Itu Fitrah
14 Menata Masa Depan
15 Musim Berganti
16 Wahai Hati
17 Selesai Tugas
18 Jatuh Cinta, Bangun Cinta Lain
19 Internship
20 Merelakan Takdir
21 Hallo, Jakarta
22 Pelarian?
23 Waktu Merubah Segalanya
24 Aku Ingin Pulang
25 Rasanya Menjadi Adik Kakak
26 Apartemen
27 Mari Berkenalan
28 Terlambat Menyadari
29 Cinta Datang Terlambat
30 Hati yang Mencelos
31 Menatap Masa Depan
32 Mengikis Diterbangkan Sayap Waktu
33 Lebih Aman Jauh Daripada Dekat
34 Menunggu Besok
35 Bukan Kebetulan
36 Hanya Mudah Secara Lisan
37 Aku Pamit
38 Sambutan Horor
39 Ada yang Aneh
40 Kecamuk Pertanyaan
41 Kapan Siap Nikah
42 Ghibah
43 Bakal Ada Special Guest
44 Welcome Special Guest
45 Mesin Waktu
46 Kau Datang dan Pergi
47 Niatnya Ingin Memberi Kejutan
48 Dua Hari, Dua Fakta
49 Siapa Dia?
50 Satu Persatu Tabir
51 Minta Diantar Aa
52 Cerita Teh Kokom
53 Menangislah
54 Langkah Selanjutnya
55 Kepo, Boleh?
56 Cerita Plot Twist
57 Sebuah Rencana
58 Bahagia Itu Kita Yang Ciptakan
59 Hikmah Patah Hati
60 Informasi Penting
61 Masih Ada Waktu
62 Perayaan Patah Hati
63 Perayaan Patah Hati (2)
64 Perayaan Patah Hati (3)
65 Tanya Jawab
66 Lebih Berharga Dari Benda Pusaka
67 Apa Kabar Diary?
68 Zaky di Tengah Sukacita
69 Zaskia Diary
70 Terkuak
71 Rencana Berubah
72 Sesakmu Dulu, Sesakku Kini
73 Tamu Malam Minggu
74 Malam Minggu Akhir Juli
75 Quality Time
76 Kenalan Dulu
77 Bandara Cinta
78 Ada Apa?
79 Curhat Shannon
80 Curhat Dua Wanita
81 Jantung Berdebar
82 Silang Cerita
83 Diskusi Keluarga
84 Menjemputmu
85 Malam Canda
86 Rencana Kita
87 Seharian Denganmu
88 Selamat Jalan Kekasih
89 Pertemuan Tak Disangka
90 Dua Masa Lalu Dalam Sepekan
91 Semua Ada Waktunya
92 Menjelang Sabtu
93 I Love You, Cantik
94 Pertemuan Keluarga
95 Nasihat Bapak
96 Hari Demi Hari
97 Permohonan
98 Akad Nikah
99 Merayu Allah Lewat Doa
100 Dua Kemungkinan
101 101. Ratap dan Harap
102 102. Mediasi
103 103. Malam Terakhir Bersama
104 104. Beri Waktu
105 105. Pergi Untuk Kembali
106 106. Kunanti Kabarmu
107 107. Perjalanan Hari
108 108. Hidup Baru
109 109. Pengobat Rindu
110 110. Menghitung Hari Pertemuan
111 111. Menggoda
112 112. Menyambutmu
113 113. Memang Pengantin Baru
114 114. Welcome Back
115 115. Hari Bahagia Tiba
116 116. Di Luar Ekspektasi
117 117. Perkara Mantan
118 118. Ini Ujian Hati
119 Bawa Santai
120 120. Usai Sudah Ujian Hati
121 121. Banyak yang Harus Dibahas
122 122. Diskusi Panas
123 123. Jaga Diri Ya
124 124. Kabar
125 125. Sidang?
126 126. Hasil Sidang
127 127. Keputusan Kita
128 128. Opsi Pengobatan
129 129. Tamu Oh Tamu
130 130. Atur Waktu
131 131. Rencanakan
132 132. Meniti Tangga Rencana
133 133. Rumah Mertua
134 134. Bertemu Desainer Sundari
135 135. Ganti Wacana
136 136. Obat Malarindu
137 137. Waktunya Minum Obat
138 138. Sambutan di Jakarta
139 139. Family Man
140 140. Teman Perjalanan
141 141. Sibuk Persiapan
142 142. Fitting
143 143. Tiba Waktu Yang Ditunggu
144 144. Pulang
145 145. Pelukan Hangat
146 146. Semua Kumpul
147 147. Resepsi Zakia
148 148. Resepsi Zakia (2)
149 149. Cinta Terakhir
150 150. Malam Mingguan
151 151. Penasaran Kopi
152 152. Pamit
153 153. Perjalanan Baru
154 154. Jepang Impian
155 155. Rejeki Tahun Baru
156 156. Bandung Bercerita
157 157. Surprise Kecil
158 158. Ayah
159 159. Cerita Kecewa
160 160. Jangan Mendekat!
161 161. Jawaban Serba Salah
162 162. Setelah Tiga Hari
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Kisah Kita Baru Dimulai
2
Farewell
3
Bertemu Shannon
4
Senja di Pantai Mertasari
5
Silaturahmi
6
Beri Waktu
7
Senja Bersama Ibu
8
Kisah Hari Ini
9
Selayang Pandang
10
Sehari Sebelum Berangkat
11
Tiba di Jakarta
12
Aku Bisa Apa
13
Jatuh Cinta dan Patah Hati Itu Fitrah
14
Menata Masa Depan
15
Musim Berganti
16
Wahai Hati
17
Selesai Tugas
18
Jatuh Cinta, Bangun Cinta Lain
19
Internship
20
Merelakan Takdir
21
Hallo, Jakarta
22
Pelarian?
23
Waktu Merubah Segalanya
24
Aku Ingin Pulang
25
Rasanya Menjadi Adik Kakak
26
Apartemen
27
Mari Berkenalan
28
Terlambat Menyadari
29
Cinta Datang Terlambat
30
Hati yang Mencelos
31
Menatap Masa Depan
32
Mengikis Diterbangkan Sayap Waktu
33
Lebih Aman Jauh Daripada Dekat
34
Menunggu Besok
35
Bukan Kebetulan
36
Hanya Mudah Secara Lisan
37
Aku Pamit
38
Sambutan Horor
39
Ada yang Aneh
40
Kecamuk Pertanyaan
41
Kapan Siap Nikah
42
Ghibah
43
Bakal Ada Special Guest
44
Welcome Special Guest
45
Mesin Waktu
46
Kau Datang dan Pergi
47
Niatnya Ingin Memberi Kejutan
48
Dua Hari, Dua Fakta
49
Siapa Dia?
50
Satu Persatu Tabir
51
Minta Diantar Aa
52
Cerita Teh Kokom
53
Menangislah
54
Langkah Selanjutnya
55
Kepo, Boleh?
56
Cerita Plot Twist
57
Sebuah Rencana
58
Bahagia Itu Kita Yang Ciptakan
59
Hikmah Patah Hati
60
Informasi Penting
61
Masih Ada Waktu
62
Perayaan Patah Hati
63
Perayaan Patah Hati (2)
64
Perayaan Patah Hati (3)
65
Tanya Jawab
66
Lebih Berharga Dari Benda Pusaka
67
Apa Kabar Diary?
68
Zaky di Tengah Sukacita
69
Zaskia Diary
70
Terkuak
71
Rencana Berubah
72
Sesakmu Dulu, Sesakku Kini
73
Tamu Malam Minggu
74
Malam Minggu Akhir Juli
75
Quality Time
76
Kenalan Dulu
77
Bandara Cinta
78
Ada Apa?
79
Curhat Shannon
80
Curhat Dua Wanita
81
Jantung Berdebar
82
Silang Cerita
83
Diskusi Keluarga
84
Menjemputmu
85
Malam Canda
86
Rencana Kita
87
Seharian Denganmu
88
Selamat Jalan Kekasih
89
Pertemuan Tak Disangka
90
Dua Masa Lalu Dalam Sepekan
91
Semua Ada Waktunya
92
Menjelang Sabtu
93
I Love You, Cantik
94
Pertemuan Keluarga
95
Nasihat Bapak
96
Hari Demi Hari
97
Permohonan
98
Akad Nikah
99
Merayu Allah Lewat Doa
100
Dua Kemungkinan
101
101. Ratap dan Harap
102
102. Mediasi
103
103. Malam Terakhir Bersama
104
104. Beri Waktu
105
105. Pergi Untuk Kembali
106
106. Kunanti Kabarmu
107
107. Perjalanan Hari
108
108. Hidup Baru
109
109. Pengobat Rindu
110
110. Menghitung Hari Pertemuan
111
111. Menggoda
112
112. Menyambutmu
113
113. Memang Pengantin Baru
114
114. Welcome Back
115
115. Hari Bahagia Tiba
116
116. Di Luar Ekspektasi
117
117. Perkara Mantan
118
118. Ini Ujian Hati
119
Bawa Santai
120
120. Usai Sudah Ujian Hati
121
121. Banyak yang Harus Dibahas
122
122. Diskusi Panas
123
123. Jaga Diri Ya
124
124. Kabar
125
125. Sidang?
126
126. Hasil Sidang
127
127. Keputusan Kita
128
128. Opsi Pengobatan
129
129. Tamu Oh Tamu
130
130. Atur Waktu
131
131. Rencanakan
132
132. Meniti Tangga Rencana
133
133. Rumah Mertua
134
134. Bertemu Desainer Sundari
135
135. Ganti Wacana
136
136. Obat Malarindu
137
137. Waktunya Minum Obat
138
138. Sambutan di Jakarta
139
139. Family Man
140
140. Teman Perjalanan
141
141. Sibuk Persiapan
142
142. Fitting
143
143. Tiba Waktu Yang Ditunggu
144
144. Pulang
145
145. Pelukan Hangat
146
146. Semua Kumpul
147
147. Resepsi Zakia
148
148. Resepsi Zakia (2)
149
149. Cinta Terakhir
150
150. Malam Mingguan
151
151. Penasaran Kopi
152
152. Pamit
153
153. Perjalanan Baru
154
154. Jepang Impian
155
155. Rejeki Tahun Baru
156
156. Bandung Bercerita
157
157. Surprise Kecil
158
158. Ayah
159
159. Cerita Kecewa
160
160. Jangan Mendekat!
161
161. Jawaban Serba Salah
162
162. Setelah Tiga Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!