Silaturahmi

Dua tahun dirasa menjadi waktu yang cukup bagi Zaky untuk mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupnya menyangkut urusan pribadi. Relationship yang sudah berjalan harus punya tujuan. Begitu prinsipnya. Dan sore ini menjadi titik awal melangkah menyusun visi misi masa depan untuk membangun dan mewujudkan mahligai hidup baru. Mengikuti kata hati. Shannon adalah wanita yang dipilih sebagai calon pendamping hidup.

Tahun pertama kenal dengan Shannon hanya sebatas komunikasi pasif. Namun sejak wanita blasteran itu hadir di wisudanya, komunikasi mulai terjalin aktif. Karakter Shannon yang energik, supel, dan persuasif, menjadi daya tarik tersendiri bagi Zaky. Wanita berdarah Bali Australia itu memilih pekerjaan sebagai tim event planner di sebuah perusahaan event organizer besar di Jakarta. Sebuah pekerjaan lapangan yang tidak monoton. Bisa jalan-jalan ke berbagai kota. Seperti tiga hari ini berada di Bali karena baru saja usai terlibat di belakang layar mempersiapkan acara resepsi pernikahan anak crazy rich Surabaya dengan mendatangkan penyanyi Amerika. Sekaligus ia bisa pulang ke rumah.

"Zaky, aku berpikir akan ajukan lamaran kerja di Swiss. Jika gak mungkin di Zurich, cari kota yang sedekat mungkin dengan Zurich. Aku gak mau LDR. Aku akan nyusul kamu as soon as possible." Shannon berucap optimis sambil menatap Zaky yang duduk di seberang meja segaris dengannya. Ini menjadi kencan pertama dengan Zaky di malam minggu pasca jadian. Restoran dengan menu seafood menjadi pilihan bersama.

"Ini kabar menyenangkan. Semoga segera nyusul. Aku akan menunggumu." Tentu saja Zaky setuju dengan ide Shannon. Setelah sebelumnya sempat berpikir metode komunikasi sebab baru saja jadian harus berjauhan. Apalagi rencananya ia tidak akan pulang sebelum studi dua tahunnya selesai.

Kencan malam minggu berlanjut di teras paviliun rumah keluarga Shannon. Berbincang tak hanya berduaan, adiknya Shannon yang bernama Angela diajak serta oleh Zaky. Sebab baginya, kedekatan harus berlaku pada seluruh keluarga Shannon. Permainan dihiasi canda tawa mengisi waktu malam yang diterangi bulan separuh.

[Kia....malming ngapain?]

Zaky menyempatkan mengirim chat pada Kia saat waktu menunjukkan pukul 20.30 WITA. Sejak mengirim foto selfie waktu keberangkatan, ia belum lagi berkirim pesan terhadap Kia. Perhatian standar yang selalu dilakukannya meski tidak tiap hari.

Baru dua jam kemudian saat Zaky selesai gosok gigi dan bersiap tidur, balasan dari Kia masuk.

Kia : [Maaf A, baru buka hp]

Kia : [Baru pulang dari BIP nih]

Zaky menautkan kedua alisnya. Bali satu jam lebih cepat dari Bandung. Berarti Kia baru pulang jam setengah sepuluh.

[Jauh amat mainnya. Sama siapa?]

Pendingin udara mulai diatur suhunya agar menjadi pengantar tidur yang nyenyak. Menyetel alarm di ponsel. Besok pagi akan ke Kuta bersama Shannon dan Angela. Jangan sampai bangun kesiangan.

Kia : [Sama Resi, Dita, Yuga. Aa maaf...aku sholat dulu ya]

Zaky menautkan kedua alisnya membaca nama yang absen Kia. Resi dan Dita, ia sudah kenal. Siapa Yuga?

Penasaran pengen bertanya. 5api Kia sudah tidak online. Zaky menyimpan ponselnya di nakas usai membalas dengan emoji jempol. Bersiap tidur.

Pagi yang seru di Pantai Kuta diisi dengan berenang dan berjemur lalu berakhir dengan kulineran. Semalam dengan hati-hati Zaky meminta pada Shannon agar jangan pakai baju seksi saat berenang apalagi pakai bikini. Yang kemudian mendapat apresiasi dengan anggukan dan membulatkan telunjuk dan ibu jari.

Pukul satu siang tiba waktunya berangkat ke bandara. Usai berpamitan pada Tito, Cathy, dan Angela, Zaky tiba di bandara dengan diantar Shannon.

"Sampai ketemu di Jakarta ya, Sha." Ucap Zaky usai mendengar pengumuman operator maskapai penerbangan tujuan bandara Soekarno Hatta.

"Yass. See you Wednesday." Shannon melambaikan tangan diiringi sending kiss dan senyum menawan. Ia baru akan terbang besok ke Jakarta dengan pesawat pertama. Hari ini masih rindu berkumpul dengan keluarga. Sudah sepakat dengan Zaky akan bertemu Rabu sore sepulang kerjanya.

Pesawat dengan logo hijau membawa terbang Zaky yang duduk dalam suasana hati cerah ceria. Separuh jiwa sudah menjadi milik Shannon, sehingga ia memilih bersikap apatis pada seorang perempuan yang dengan sengaja cari perhatian sejak boarding. Ia ingin membuktikan diri sebagai lelaki setia.

"Yeay, ada Om Zaky." Keponakan Zaky bernama Rasya menyambut kedatangan dengan bersorak girang. Ia paling awal melihat kedatangan omnya yang membuka pintu gerbang, sebab sedang bermain bola dengan sang adik di pekarangan rumah.

Zaky tergelak saat Rasya mulai memasang jurus silat. Itu artinya harus dilawan dulu sebelum bersalaman. Rayyan, adiknya Rasya mulai bersorak sebagai penonton. Rusuhlah sudah.

Menangkis kepalan tinju si calon jawara silat, menghindar saat tendangan melayang sambil berputar, tapi membiarkan pukulan tangan keponakannya itu menyentuh ke perut. Menjadi jalan ninja agar serangan berakhir dengan cara mengaduh. Ia sedang capek jika harus meladeni sebagai coach.

Zaky mengangkat tubuh Rayyan tinggi-tinggi hingga tergelak, keponakan yang kini berusia empat tahun jalan. Kalau Rasya sudah tidak bisa diangkat sebab sudah besar. Duduk di bangku kelas satu sekolah dasar.

"Di dalam ada siapa? Papa, Umma, ada?" Zaky merangkum bahu Rasya dan tangan kiri menuntun Rayyan. Sementara di bahunya tersampir backpack. Berjalan bersama menuju pintu utama yang terbuka lebar.

"Papa belum pulang lagi main mini soccer sama Om Damar. Ada Umma aja. Umma tadi nganter Aa dan Adek ke ulang tahun Embun. Seru tadi, Om. Ada badutnya dua." Sahut Rasya dengan bangga bercerita.

"Embun itu anaknya siapa ya, lupa lagi."

"Anaknya Onty Tasya."

"Oh, kirain anaknya Om Leo."

"Ya kan sama aja. Om Leo papanya Embun. Onty Tasya mamanya Embun. Gimana sih Om." Rasya mendongak sambil memanyunkan bibir sebab Zaky tertawa-tawa. Sebal.

Zaky menghentikan tawa saat seseorang datang dari arah ruang makan. Mencium tangan sang kakak bernama Puput lalu berpelukan. "Sehat, Teh?"

"Alhamdulillah. Zaky sehat? Kok gak bilang dulu kalau mau datang. Dari Bandung langsung kesini?"

Zaky terkekeh mendapat cecaran pertanyaan. Ia memang sengaja tidak konfirmasi. "Alhamdulillah, feel good. Kemarin ke Bali acara healing. Langsung terbang kesini deh. Besok mau ngurus visa, Teh."

Puput mengangguk. Untuk berita Zaky yang siap kuliah ke Zurich, ia sudah tahu dari grup keluarga. Tentu saja semua keluarga mendukung impian dan cita-citanya. "Wah...Zaky berarti puasa disana dong?"

"Iya. Puasa dan lebaran disana. Bakal jadi challenge nih. Waktu di Singapore masih mending banyak muslim, nyari masjid gak susah. Swiss bakal jadi new experience." Tatapan Zaky langsung menerawang menembus angan. Sudah tak sabar ingin segera menjejakkan kaki di negeri indah dan bersih juga terkenal dengan julukan Land of Milk and Honey.

Sebentar lagi Magrib. Zaky masuk ke kamar tamu dan langsung mandi. Baru selepas salat Magrib bertemu dengan kakak iparnya bernama Rama. Berbincang santai sambil menunggu makan malam sedang disiapkan. Rasya dan Rayyan ikut pula nimbrung dengan duduk bergelayut di kanan dan kiri lengan Zaky.

"Jadi berangkatnya kapan?" Tanya Rama.

"InsyaAllah tanggal 27, Kak."

"Ini gak mepet waktu ke mulai kuliah kan, Zaky. Takutnya visanya telat keluar gitu."

"Aman, Kak. Udah antisipasi. Masih ada tenggang 2 minggu lagi."

"Bagus lah."

Esoknya, Zaky mulai sibuk mempersiapkan berkas. Semua dokumen persyaratan sudah disiapkan sejak dari Bandung dan berada di dalam tasnya. Dengan meminjam mobil Puput, ia berangkat ke kedutaan Swiss usai mendapat balasan email tentang jadwal janji temu.

Selasa, Zaky masih harus kembali ke kedutaan sebab ada jadwal interview visa sekaligus menambah kelengkapan dokumen yang kemarin dinyatakan kurang satu. Di hari yang sama ia bisa meluncur sore ke rumah Papi Krisna untuk bersilaturahmi. Rasya ikut serta menemani. Sementara Rayan mau ikut kalau perginya bersama Umma.

Papi Krisna adalah mertuanya Puput. Orang yang berjasa membiayai penuh kuliah S1 di NTU Singapura. Zaky tidak akan melupakan budi baik beliau sekeluarga.

"ESOP itu beasiswa penuh berarti ya, Zaky?" Papi Krisna ingin memastikan setelah mendengarkan cerita Zaky tentang persiapan S2 di ETH Zurich.

"Iya, Papi. Mencakup biaya studi dan biaya hidup. Sekitar 213 juta per semester. Terus menurut email, dapat supervisi khusus juga dari kampus. Detailnya seperti apa, nanti saat daftar ulang." Zaky tersenyum mesem dengan tetap bersikap rendah hati.

"Mami ikut senang dan bangga dengarnya. Mami nitip satu hal aja. Jaga sholat ya, nak." Mami Ratna yang merupakan istrinya Krisna, ikut menimpali. Ia sedari tadi antusias menyimak penjelasan adiknya Puput itu.

"InsyaAllah, Mami." Zaky mengangguk takzim.

Usai ditahan dulu sebab harus makan malam bersama, barulah Zaky bisa pulang ke rumah Puput. Awalnya ditahan agar menginap, namun ia menolak dengan sopan. Jam setengah delapan berpamitan sebab Rasya ingin ditemani dulu ke mall buat membeli buku bacaan. Rasya mendapat uang jajan dari Oma nya untuk membeli buku. Ia pun kecipratan mendapat uang saku untuk bekal ke Zurich. Jika Rasya mendapat uang tunai, ia mendapat transferan yang nominalnya besar.

Berkah silaturahmi.

Terpopuler

Comments

Ketawang

Ketawang

Sampe bab sini agak gmn gitu sama Zaky,.bukan maruk sih dy tp apa ea nmanya... punya pcar tp ttp mmberi prhatian pda cew lain,msti ngakunya cuman sbatas adik...
gak ada prshabatan antara cow dan cew yg tulus,slh1 pasti main hati...
fakta,krn aq jg prnah mngalami😅😅🤭🤭

2024-08-13

5

🙌@i_k#0eR!yaH🌷

🙌@i_k#0eR!yaH🌷

s aa zaky sebenernya blm sadar,apa gx sadar sma perasaannya sma kia..

2024-08-09

0

💜⃞⃟𝓛 ⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜༄༅⃟𝐐ƙׁׅуα

💜⃞⃟𝓛 ⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜༄༅⃟𝐐ƙׁׅуα

Alhamdulillah rejeki gk kemana ya zak

2024-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Kisah Kita Baru Dimulai
2 Farewell
3 Bertemu Shannon
4 Senja di Pantai Mertasari
5 Silaturahmi
6 Beri Waktu
7 Senja Bersama Ibu
8 Kisah Hari Ini
9 Selayang Pandang
10 Sehari Sebelum Berangkat
11 Tiba di Jakarta
12 Aku Bisa Apa
13 Jatuh Cinta dan Patah Hati Itu Fitrah
14 Menata Masa Depan
15 Musim Berganti
16 Wahai Hati
17 Selesai Tugas
18 Jatuh Cinta, Bangun Cinta Lain
19 Internship
20 Merelakan Takdir
21 Hallo, Jakarta
22 Pelarian?
23 Waktu Merubah Segalanya
24 Aku Ingin Pulang
25 Rasanya Menjadi Adik Kakak
26 Apartemen
27 Mari Berkenalan
28 Terlambat Menyadari
29 Cinta Datang Terlambat
30 Hati yang Mencelos
31 Menatap Masa Depan
32 Mengikis Diterbangkan Sayap Waktu
33 Lebih Aman Jauh Daripada Dekat
34 Menunggu Besok
35 Bukan Kebetulan
36 Hanya Mudah Secara Lisan
37 Aku Pamit
38 Sambutan Horor
39 Ada yang Aneh
40 Kecamuk Pertanyaan
41 Kapan Siap Nikah
42 Ghibah
43 Bakal Ada Special Guest
44 Welcome Special Guest
45 Mesin Waktu
46 Kau Datang dan Pergi
47 Niatnya Ingin Memberi Kejutan
48 Dua Hari, Dua Fakta
49 Siapa Dia?
50 Satu Persatu Tabir
51 Minta Diantar Aa
52 Cerita Teh Kokom
53 Menangislah
54 Langkah Selanjutnya
55 Kepo, Boleh?
56 Cerita Plot Twist
57 Sebuah Rencana
58 Bahagia Itu Kita Yang Ciptakan
59 Hikmah Patah Hati
60 Informasi Penting
61 Masih Ada Waktu
62 Perayaan Patah Hati
63 Perayaan Patah Hati (2)
64 Perayaan Patah Hati (3)
65 Tanya Jawab
66 Lebih Berharga Dari Benda Pusaka
67 Apa Kabar Diary?
68 Zaky di Tengah Sukacita
69 Zaskia Diary
70 Terkuak
71 Rencana Berubah
72 Sesakmu Dulu, Sesakku Kini
73 Tamu Malam Minggu
74 Malam Minggu Akhir Juli
75 Quality Time
76 Kenalan Dulu
77 Bandara Cinta
78 Ada Apa?
79 Curhat Shannon
80 Curhat Dua Wanita
81 Jantung Berdebar
82 Silang Cerita
83 Diskusi Keluarga
84 Menjemputmu
85 Malam Canda
86 Rencana Kita
87 Seharian Denganmu
88 Selamat Jalan Kekasih
89 Pertemuan Tak Disangka
90 Dua Masa Lalu Dalam Sepekan
91 Semua Ada Waktunya
92 Menjelang Sabtu
93 I Love You, Cantik
94 Pertemuan Keluarga
95 Nasihat Bapak
96 Hari Demi Hari
97 Permohonan
98 Akad Nikah
99 Merayu Allah Lewat Doa
100 Dua Kemungkinan
101 101. Ratap dan Harap
102 102. Mediasi
103 103. Malam Terakhir Bersama
104 104. Beri Waktu
105 105. Pergi Untuk Kembali
106 106. Kunanti Kabarmu
107 107. Perjalanan Hari
108 108. Hidup Baru
109 109. Pengobat Rindu
110 110. Menghitung Hari Pertemuan
111 111. Menggoda
112 112. Menyambutmu
113 113. Memang Pengantin Baru
114 114. Welcome Back
115 115. Hari Bahagia Tiba
116 116. Di Luar Ekspektasi
117 117. Perkara Mantan
118 118. Ini Ujian Hati
119 Bawa Santai
120 120. Usai Sudah Ujian Hati
121 121. Banyak yang Harus Dibahas
122 122. Diskusi Panas
123 123. Jaga Diri Ya
124 124. Kabar
125 125. Sidang?
126 126. Hasil Sidang
127 127. Keputusan Kita
128 128. Opsi Pengobatan
129 129. Tamu Oh Tamu
130 130. Atur Waktu
131 131. Rencanakan
132 132. Meniti Tangga Rencana
133 133. Rumah Mertua
134 134. Bertemu Desainer Sundari
135 135. Ganti Wacana
136 136. Obat Malarindu
137 137. Waktunya Minum Obat
138 138. Sambutan di Jakarta
139 139. Family Man
140 140. Teman Perjalanan
141 141. Sibuk Persiapan
142 142. Fitting
143 143. Tiba Waktu Yang Ditunggu
144 144. Pulang
145 145. Pelukan Hangat
146 146. Semua Kumpul
147 147. Resepsi Zakia
148 148. Resepsi Zakia (2)
149 149. Cinta Terakhir
150 150. Malam Mingguan
151 151. Penasaran Kopi
152 152. Pamit
153 153. Perjalanan Baru
154 154. Jepang Impian
155 155. Rejeki Tahun Baru
156 156. Bandung Bercerita
157 157. Surprise Kecil
158 158. Ayah
159 159. Cerita Kecewa
160 160. Jangan Mendekat!
161 161. Jawaban Serba Salah
162 162. Setelah Tiga Hari
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Kisah Kita Baru Dimulai
2
Farewell
3
Bertemu Shannon
4
Senja di Pantai Mertasari
5
Silaturahmi
6
Beri Waktu
7
Senja Bersama Ibu
8
Kisah Hari Ini
9
Selayang Pandang
10
Sehari Sebelum Berangkat
11
Tiba di Jakarta
12
Aku Bisa Apa
13
Jatuh Cinta dan Patah Hati Itu Fitrah
14
Menata Masa Depan
15
Musim Berganti
16
Wahai Hati
17
Selesai Tugas
18
Jatuh Cinta, Bangun Cinta Lain
19
Internship
20
Merelakan Takdir
21
Hallo, Jakarta
22
Pelarian?
23
Waktu Merubah Segalanya
24
Aku Ingin Pulang
25
Rasanya Menjadi Adik Kakak
26
Apartemen
27
Mari Berkenalan
28
Terlambat Menyadari
29
Cinta Datang Terlambat
30
Hati yang Mencelos
31
Menatap Masa Depan
32
Mengikis Diterbangkan Sayap Waktu
33
Lebih Aman Jauh Daripada Dekat
34
Menunggu Besok
35
Bukan Kebetulan
36
Hanya Mudah Secara Lisan
37
Aku Pamit
38
Sambutan Horor
39
Ada yang Aneh
40
Kecamuk Pertanyaan
41
Kapan Siap Nikah
42
Ghibah
43
Bakal Ada Special Guest
44
Welcome Special Guest
45
Mesin Waktu
46
Kau Datang dan Pergi
47
Niatnya Ingin Memberi Kejutan
48
Dua Hari, Dua Fakta
49
Siapa Dia?
50
Satu Persatu Tabir
51
Minta Diantar Aa
52
Cerita Teh Kokom
53
Menangislah
54
Langkah Selanjutnya
55
Kepo, Boleh?
56
Cerita Plot Twist
57
Sebuah Rencana
58
Bahagia Itu Kita Yang Ciptakan
59
Hikmah Patah Hati
60
Informasi Penting
61
Masih Ada Waktu
62
Perayaan Patah Hati
63
Perayaan Patah Hati (2)
64
Perayaan Patah Hati (3)
65
Tanya Jawab
66
Lebih Berharga Dari Benda Pusaka
67
Apa Kabar Diary?
68
Zaky di Tengah Sukacita
69
Zaskia Diary
70
Terkuak
71
Rencana Berubah
72
Sesakmu Dulu, Sesakku Kini
73
Tamu Malam Minggu
74
Malam Minggu Akhir Juli
75
Quality Time
76
Kenalan Dulu
77
Bandara Cinta
78
Ada Apa?
79
Curhat Shannon
80
Curhat Dua Wanita
81
Jantung Berdebar
82
Silang Cerita
83
Diskusi Keluarga
84
Menjemputmu
85
Malam Canda
86
Rencana Kita
87
Seharian Denganmu
88
Selamat Jalan Kekasih
89
Pertemuan Tak Disangka
90
Dua Masa Lalu Dalam Sepekan
91
Semua Ada Waktunya
92
Menjelang Sabtu
93
I Love You, Cantik
94
Pertemuan Keluarga
95
Nasihat Bapak
96
Hari Demi Hari
97
Permohonan
98
Akad Nikah
99
Merayu Allah Lewat Doa
100
Dua Kemungkinan
101
101. Ratap dan Harap
102
102. Mediasi
103
103. Malam Terakhir Bersama
104
104. Beri Waktu
105
105. Pergi Untuk Kembali
106
106. Kunanti Kabarmu
107
107. Perjalanan Hari
108
108. Hidup Baru
109
109. Pengobat Rindu
110
110. Menghitung Hari Pertemuan
111
111. Menggoda
112
112. Menyambutmu
113
113. Memang Pengantin Baru
114
114. Welcome Back
115
115. Hari Bahagia Tiba
116
116. Di Luar Ekspektasi
117
117. Perkara Mantan
118
118. Ini Ujian Hati
119
Bawa Santai
120
120. Usai Sudah Ujian Hati
121
121. Banyak yang Harus Dibahas
122
122. Diskusi Panas
123
123. Jaga Diri Ya
124
124. Kabar
125
125. Sidang?
126
126. Hasil Sidang
127
127. Keputusan Kita
128
128. Opsi Pengobatan
129
129. Tamu Oh Tamu
130
130. Atur Waktu
131
131. Rencanakan
132
132. Meniti Tangga Rencana
133
133. Rumah Mertua
134
134. Bertemu Desainer Sundari
135
135. Ganti Wacana
136
136. Obat Malarindu
137
137. Waktunya Minum Obat
138
138. Sambutan di Jakarta
139
139. Family Man
140
140. Teman Perjalanan
141
141. Sibuk Persiapan
142
142. Fitting
143
143. Tiba Waktu Yang Ditunggu
144
144. Pulang
145
145. Pelukan Hangat
146
146. Semua Kumpul
147
147. Resepsi Zakia
148
148. Resepsi Zakia (2)
149
149. Cinta Terakhir
150
150. Malam Mingguan
151
151. Penasaran Kopi
152
152. Pamit
153
153. Perjalanan Baru
154
154. Jepang Impian
155
155. Rejeki Tahun Baru
156
156. Bandung Bercerita
157
157. Surprise Kecil
158
158. Ayah
159
159. Cerita Kecewa
160
160. Jangan Mendekat!
161
161. Jawaban Serba Salah
162
162. Setelah Tiga Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!