“Kamu mau jadi apa?” sungut Ibu Sarita.
“Bun, Sheny itu tadi ke,” belum selesai Sheny bicara ibu Sarita pun menyodorkan sebuah barang seraya berkata, “ini buat kamu.”
“Apa ini Bun?” tanya Sheny seraya mengambil kotak itu dari Ibu Sarita.
“Tidak perlu banyak tanya.” Sahut Ibu Sarita kemudian melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Sheny masih memerhatikan kotak itu sambil berjalan menuju kamarnya. Dengan tubuhnya yang sudah merasa sangat lelah, Sheny pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Sambil tiduran ia membuka kotak itu, saat melihat isinya seketika Sheny langsung terperanjat dari tidurnya.
“Indah sekali.” Ucap Sheny penuh ketakjuban dengan pemberian kalung dari Ibu Sarita.
Kalung berwarna putih itu terlihat begitu indah dengan Tulisan berukir nama Sheny dan dengan dua buah mata Warna merah jambu yang berkilau di pinggir kalung tersebut.
“Aku tahu sebenarnya Bunda sayang sama Sheny,” lanjutnya sambil tersenyum.
Sambil memegang kalung pemberian ibunda nya, Sheny pun mulai memejamnya matanya.
Sebuah deringan jam terdengar, Sheny pun yang sudah kesiangan langsung beranjak dari tidurnya untuk membantu ibu Sarita untuk menjemur pakaian tetangga. Beberapa hari yang lalu, Sheny membelikan Ibu Sarita mesin cuci untuk meningkatkan usahanya yang mana sebelumnya ia hanya mencuci dengan tangan sehingga Ibu Sarita hanya menerima pakaian saja. Namun karena hasil cuciannya bersih banyak tetangga yang menggunakan jasa Ibu Sarita.
Kini semenjak ada mesin cuci nya, hal itu semakin meningkatkan pemasukan Ibu Sarita.
“Akhirnya selesai juga jemurnya,” ujar Sheny.
Sheny pun menghampiri Ibu Sarita yang tengah membilas, di situ Ibu Sarita menanyakan kalung Sheny yang kala itu Sheny belum memakainya.
“Iya Bun, semalam Sheny kecapean jadi langsung tidur, jadi lupa pakainya,” jelas Sheny.
Ibu Sarita terdiam kemudian berkata, “Ibu mau jemur sendiri saja, kamu tidak rapi jemurnya.”
“Ya sudah nanti Sheny lebih rapi lagi,”
“Tidak perlu,” sungut Ibu Sarita.
Sheny pun menundukkan sambil berjalan ke arah dapur. Sheny yang kala itu kesiangan memang belum sarapan, sedangkan Ibu Sarita sudah sarapan lebih dulu bersama dengan Ariana yang mana Ariana sedang pergi ke rumah sakit karena temannya sakit.
Sheny yang sudah merasa sangat lapar pun langsung mengambil nasinya dan memakannya dengan lahap.
“Ini rasanya enak sekali.” ucap Sheny sambil mengunyah makanannya.
Sheny yang sadar jika dirinya makan lebih banyak dari biasanya terdiam.
“Aku makan lebih dari satu piring.” lanjutnya heran seraya beranjak dari duduknya.
Sheny melihat keadaan dapur, terlihat piring sudah di cuci padahal biasanya ialah yang mendapatkan tugas mencuci. Ia juga melihat lantai sudah sangat bersih.
“Apa Riri ya yang ngepel?” pikir Sheny.
“mending aku mandi.” Lanjutnya kembali seraya mencuci piring yang baru saja ia pakai.
Selesai mencuci piring, ia pun langsung mandi, tak lupa selesai mandi ia memakai kalung pemberian dari ibu Sarita.
“Ya ampun, aku belum buka kado dari Dokter Ha Yun,” ucap Sheny kaget saat mengingat kado pemberian Ha Yun semalam.
Segera ia melangkah mengambil tas nya yang di gantung untuk mengambil kado dari Ha Yun. Saat di buka sungguh di luar prediksi, ternyata Ha Yun memberi sebuah English Grammar pada Sheny.
“Dia ngasih aku grammar? Apa bahasa Inggris aku seburuk itu, tapi perasaan sudah mulai bagus deh,” keluh Sheny.
“Tapi lucu sih,” lanjut nya sambil tersenyum dan meletakkannya di atas mejanya.
Sheny yang tengah libur kuliah dapat bekerja tepat waktu seperti yang lain. Namun betapa terkejutnya ia saat telah sampai di restorant, ia benar-benar tak menyangka jika para staff restorant tempat ia bekerja memberikan ia surprise untuk ulang tahunnya.
Bahkan pemilik dari restorant juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sheny. Yang lebih mengejutkan lagi tak hanya dari pihak restorant yang memberinya kejutan, tanpa di duga Bisma juga ada di sana dan memberikan bunga kepada Sheny.
“Happy birthday my friend.” Ucap Bisma sambil menyodorkan buket bunga Mawar kuning.
“Ya selamat ulang tahun Sheny,” sambung staff yang lain.
“terima kasih semuanya, makasih Bisma, terima kasih Pak Wira,” ucap Sheny dengan wajah penuh haru.
Tak hanya sebuah ucapan, Pak Wira, pemilik restoran itu pun memberikan hadiah pada Sheny. Hadiah itu berupa ponsel android, meski tidak begitu mahal, namun tentu hal itu akan memudahkan Sheny untuk berinteraksi dengan yang lain.
“Terima kasih banyak Pak,” ucap Sheny penuh rasa syukur dan tak menyangka ia akan mendapatkan ponsel.
“Gunakan dengan baik, selama ini kami kesulitan memberi kamu kabar di group karena kamu tidak masuk group, kamu memang ada laptop tapi kamu juga tidak membukanya setiap saat,” ujar Pak Wira.
“Maaf Pak karena saya sering telat buka group,”
“Tidak apa-apa, kami paham kok, sebenarnya group itu hanya agar kita dapat meningkatkan keakraban kita semua,” sambung salah satu staff.
“Ini surat dari my pacar,” ujar Bisma sambil tersenyum.
Seketika Sheny pun terdiam, seakan seketika dadanya sesak.
Dengan rasa gugup Sheny mengambil surat yang di sodorkan Bisma. Dalam surat itu Saira menulis.
Untuk teman Bisma, terima kasih sudah menjadi sahabat yang baik untuknya, aku belum tahu nama kamu, karena aku sengaja meminta Bisma agar tak menyebut namamu, karena aku berharap bisa bertemu secara langsung denganmu,
Ohh iya kamu ulang tahun ya? Happy birthday
- Pacar Bisma-
Membaca itu seakan air mata Sheny ingin menetes, namun sebisa mungkin Sheny menahan kesedihannya itu agar tak ada satu orang pun yang tahu.
Di situ Sheny berpesan agar Bisma menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kekasihnya itu karena telah mendoakan dirinya.
“Maaf ya aku harus segera pergi karena ada urusan,” pamit Bisma.
“Iya! hati-hati,” balas Sheny.
Ternyata Bisma buru-buru pergi tidak ingin segera ke kantornya melainkan ingin menyambangi rumah Saira karena Saira tengah sakit.
Walau pekerjaannya tengah menumpuk ia ingin memberikan waktunya untuk Saira walau sebentar, apalagi di saat Saira tengah sakit.
“Papa pasti marah nanti karena aku izin keluarnya lama, tapi tidak apalah nambah satu jam doang, aku rela di marahi asal bertemu kakak senior.” Putus Bisma sambil terus melajukan mobilnya.
Saira benar-benar berhasil membuat seorang Bisma Seckly tak dapat berpaling darinya.
Seorang Saira yang cantik, tinggi, cerdas nan anggun benar-benar membuat hati Bisma luluh. Seorang pria yang dulunya adalah pria playboy, dan Saira adalah gadis pertama yang menolak Bisma, sehingga bagi Bisma, Saira adalah gadis berbeda dari gadis-gadis yang pernah ia kencani.
Hal itulah yang awalnya membuat Bisma seakan penasaran akan sosok Saira, namun semakin ia mengenal sosok Saira, ia justru semakin jatuh cinta dengannya.
“Ini adalah pertama kalinya aku datang ke rumahnya, masak tidak bawa apa-apa? Tidak benar nih! Harusnya aku bawa sesuatu biar kesannya seperti calon mantu idaman,” pikir Bisma.
“Tapi apa ya? Bunga itu tidak cocok, buah saja kali,” putus Bisma kemudian.
Ia pun mencari super market untuk membeli buah yang akan di berikan kepada keluarga Saira. Dan tak lupa ketika Bisma juga mecari tukang bubur, di karenakan Saira sakit, tentu makanan yang cocok untuknya adalah bubur.
“Pasti nanti orang tua kakak senior akan memuji aku,” ucap Bisma dengan bangga.
Jika soal memuji diri sendiri, Bisma dan Ha Yun hampir sebelas dua belas, meski Ha Yun lebih parah.
Setelah perjalanan sekitar tiga puluh menit lebih, Bisma pun sampai di rumah Saira sesuai alamat yang di berikan oleh Saira.
Di situ ia bertemu dengan Ibu Mitha, tentu Bisma sebaik mungkin bersikap sopan kepada wanita itu. Meski ia merasa sedikit kaget karena Ibu Mitha sangat muda.
“Bisma!” ucap Saira yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Tidak perlu bersikap sopan kepada orang yang tidak pantas di perlakukan sedemikian rupa,” lanjut Saira.
*Terimakasih untuk yang sudah mampir jangan lupa like dan komennya🤗🤗*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Bilqies
jangan galau Shen masih ada dokter ha yun yang tampan 🤣🤣🤣
2024-05-26
0
🌞MentariSenja🌞
🌹 untukmu
2024-05-21
0
Teteh Lia
ada dokter Ha yun lho yang suka sama kamu.
2024-05-18
0