Hari ini,Rora dan Irly kembali bekerja di kantor pusat kepolisian seperti biasa sebagai petugas kebersihan.
Hari ini adalah satu minggu setelah menyelesaikan target pertama mereka.
Dan kali ini target nya adalah Veer,seorang KOMJEN(komisaris jenderal polisi).
"Beberapa orang lagi,dan tunggu giliran mu paman"
Rora yang sedang mengepel lantai terhenti saat melihat sosok yang sudah sangat lama tidak ia lihat,dia adalah Very paman yang dulu hampir saja membunuh nya sama seperti membunuh ayahnya.
Tak ada emosi yang terlihat di wajah Rora, tatapan nya begitu datar dan terlihat kosong, seolah ia telah mati rasa.
Targetnya kali ini adalah saudara kandung Very,yaitu Veer.
Senyum devil terlihat di bibir Rora namun tertutupi oleh masker,ia tersenyum saat melihat target nya sudah di depan mata,ia menoleh ke arah Irly yang tak jauh darinya.
Seperti biasa Irly mengerti meski hanya berbicara melalui kontak mata dengan Rora,ia kemudian pergi dengan santai.
Setelah itu Rora ikut menyusul,sebelum bergerak ia melihat ke arah Cctv sebentar seperti sebelumnya setelah itu ia berlalu pergi.
Saat hendak mengikuti target nya yang sudah di kejar oleh Irly duluan,Rora tanpa sengaja berpapasan dengan seorang pria bertubuh jangkung.
Namun,Rora sama sekali tak menoleh sedikit pun ke arah pria yang baru saja ia lewati itu,ia berjalan lurus dengan tatapan yang tak teralihkan,tapi berbeda dengan pria jangkung itu ia menoleh sebentar dan kemudian kembali berjalan lurus bersama seseorang di samping nya yang selalu setia.
"Tuan,apakah anda merasakan aura petugas kebersihan yang baru saja lewat itu seperti tidak biasa",Ucap Gara yang ternyata juga memperhatikan dan merasakan.
"Kau juga merasakan nya",ucap Lucas dengan suara dingin nya.
Ya,pria jangkung itu adalah Lucas bersama dengan sekretaris pribadi nya Gara,hari ini mereka kembali melakukan kunjungan ke kantor polisi.
"sangat pekat tuan",jawab Gara menoleh ke belakang dimana petugas kebersihan yang mereka maksud adalah Rora itu tak terlihat lagi.
Tak terlalu memikirkan nya,keduanya terus berjalan dengan langkah panjang dan tegas.
Namun entah takdir atau apa,Lucas juga berpapasan dengan Arabella,polisi cantik incaran banyak pria itu.
Berbeda dengan Rora barusan,Ara berhenti tepat di depan Lucas dan menyapa nya dengan sopan."Selamat pagi Tuan Lucas, senang bisa bertemu kembali dengan anda,apakah tuan ingin bertemu jendral besar?",tanya nya dengan sopan lembut namun dengan suaranya yang tegas.
Gara sampai-sampai tak mengalihkan pandangannya dari wajah cantik manis itu,"Cantiknya",pikir nya dengan tersenyum.
Sementara Lucas tak menunjukkan ekspresi apapun,"Benar saya ingin bertemu dengan beliau",jawabnya dingin dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku.
Ara tersenyum,"Kalau begitu mari saya antar kan tuan",tawar nya.
"Boleh",jawab Gara langsung.
Ara tak bisa menyembunyikan senyum nya,"Mari",ajaknya berjalan di sisi kanan Lucas, sementara Gara di sisi kiri Lucas.
"Nyonya,boleh kah saya tahu nama anda?",tanya Gara memulai percakapan.
"Namanya saya Arabella tuan",jawab Ara sopan namun terkesan tegas seperti polisi pada umumnya.
"Apakah anda sudah memiliki kekasih?"
Katakan saja Gara lancang,baru pertama kali bertemu sudah langsung bertanya ke hal yang pribadi,tapi ia hanya ingin tahu agar lebih cepat jika ingin di cocok kan dengan tuan nya itu.
"Tidak",jawab Ara tak menghilangkan senyum manisnya,membuat Gara semakin terpesona.
"Sangat cocok jika di pasangkan dengan tuan",pikir nya.
"Jantung ku tak bisa di kontrol,aduh memalukan sekali",pikir Ara, takut jika Lucas sampai mendengar nya dan itu akan sangat memalukan.
"Kebetulan tuan ku belum mempunyai kekasih,maukah anda bertukar nomor dengan tuan ku nyonya Arabella?"
BOOOM!
Dua manusia yang berbeda jenis kelamin itu langsung berhenti ketika mendengar ucapan Gara.
Namun Gara sama sekali tak perduli jika tuan nya itu marah padanya,ia akan berjuang karna sudah melihat wanita yang begitu pas dan cocok dengan tuan nya,ia tidak akan melepaskan begitu saja tawaran yang diberikan oleh orang tua dari tuannya itu yang sangat fantastis jika berhasil mendekat kan Lucas dengan wanita.
Jika Lucas sangat marah sampai ke ubun-ubun,berbeda dengan Ara yang sudah sangat merah wajah nya seperti kepiting rebus."Ya Tuhan apa ini mimpi?,atau kau sudah mengabulkan doa ku yang meminta jodoh?,apa dia jodoh ku?"
Pertanyaan itu berputar-putar di kepala Ara hingga membuat jantung nya tak berhenti berdetak,apalagi melihat Lucas hanya diam itu membuat nya yakin kalau Lucas tertarik padanya.
Gara menarik tangan Tuan nya itu sedikit menjauh dari Ara.
Gara adalah sekretaris Lucas sejak lama, bahkan sudah bekerja bersama pria itu sampai 10 tahun,dan karna usia mereka yang juga sama-sama 29 tahun jadi mereka sudah seperti teman apalagi sudah bersama sejak lama.
"Tuan,jika anda tidak merasa cocok nantinya tinggalkan saja tidak apa-apa, namanya juga menyeleksi pasangan hidup maka harus banyak pilihan nya untuk mendapatkan yang terbaik,dan wanita ini adalah salah satunya",ujar Gara menjelaskan pada tuan nya itu agar tidak mengamuk padanya nanti.
Lucas menggeram kesal,namun pada akhirnya ia setuju karna ucapan Gara masuk ke akal nya.
Akhirnya Lucas dan Ara saling bertukar nomor ponsel,meskipun di wakilkan oleh Gara.
"Apakah Nyonya tidak keberatan jika kapan-kapan saya mengatur kan jadwal kencan bersama dengan tuan saya?",tanya Gara membuat Lucas menarik nafas dalam menahan emosi atas kelakukan dan mulut Gara.
Semburat di wajah Ara semakin memerah,"Tentu saja,dengan senang hati tuan",ucapnya berusaha menetralkan detak jantung nya dan panas di wajah nya.
Sementara Lucas menahan jengkel pada Gara,dan Gara sendiri begitu puas karna berfikir rencana nya akan berhasil dan mendapatkan hadiah besar dari orang tua tuan nya.
Setelah sampai di ruangan Komisaris besar, Ara segera pamit undur diri."Mari tuan-tuan", ujarnya mempersilahkan kedua orang itu masuk sementara dirinya langsung pergi setelah kedua orang itu masuk.
"Aku akan berkencan dengan nya?", ucapnya masih tak percaya,ia memegangi wajah nya yang memerah sembari duduk di salah satu toilet wanita.
Ia memang pergi ke toilet untuk menenangkan dirinya terlebih tidak akan membiarkan orang lain melihat dirinya yang sedang di mabuk asmara itu.
Ia tak bisa berhenti memikirkan wajah tampan Lucas,dan begitu sempurna nya pria itu.
Namun beberapa saat kemudian ia mendengar suara teriakan seseorang yang tak jauh,hal itu membuatnya terkejut dan langsung berdiri dari duduknya."Suara apa itu?",pikir nya dengan raut wajah bingung.
"Aaaakh!"
Hingga teriakan itu kembali terdengar,hal itu membuat nya membelalakkan matanya saat menyadari itu adalah teriakan seseorang, dengan cepat ia keluar dari toilet dan sigap mengeluarkan pistolnya dan menendang satu persatu pintu toilet hingga terbuka.
Ia yakin suara itu berasal dari toilet pria,dan ia jelas dengar kalau itu adalah teriakan seorang pria,jadi ia segera berlari ke toilet pria yang tepat berada di sebelah toilet perempuan.
Hingga ia begitu terkejut dan ketakutan saat menendang sebuah pintu terlihat seseorang yang berlumuran darah dengan sangat mengerikan.
"Aaaaaaaaaaakh",teriak nya melengking hingga terjatuh ke belakang.
bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Rosy
dua target sudah lenyap..semoga kali ini jejak Rora tidak bisa terdeteksi oleh pihak kepolisian
maaf ya Ara..bukannya aku gak suka sama kamu tapi sebaiknya jangan pede dulu ya setelah bertukar nmr tlp sama Lucas karena Lukas tuh cocoknya sama Rora
2024-01-31
2
abimasta
lanjut thor
2024-01-31
1