Ara berhenti tepat di depan seorang petugas kebersihan wanita,ia memicingkan matanya dan memperhatikan wajah petugas itu yang tampak gugup.
Tangan Ara terangkat membuka masker petugas kebersihan itu.
Srak!!
Ia membuka masker petugas wanita itu membuat nya seketika terkejut begitu pun semua orang.
Mereka bertanya-tanya kenapa Ara melakukan hal itu.
Petugas kebersihan wanita itu tak berani melihat wajah Ara yang sedikit lebih tinggi darinya.
"Maaf",Ucap Ara kemudian memberikan kembali masker petugas kebersihan itu dan segera berlalu pergi.
"Apa aku terlihat seperti seorang pembunuh?,itu akan sangat baik jika aku mempunyai wajah seperti pembunuh sehingga orang-orang tidak akan berani pada ku"
Gumam petugas kebersihan itu.Sementara di belakang nya terlihat sorot mata yang tajam mengikuti langkah Ara yang berlalu pergi.
Ya,Rora berada tepat di belakang petugas kebersihan wanita yang dibuka masker nya oleh Ara beberapa saat yang lalu,dan di sebelah nya Birly yang tampak masih terkejut melihat wajah Ara yang mirip dengan Rora.
"Apakah dia kembaran Rora?",gumam nya yang sejak tadi memperhatikan wajah Ara.
"Mereka memang tidak terlihat sama tapi mereka cukup mirip",Irly bergumam dalam hati nya yang kini tengah memperhatikan Rora yang masih mengenakan masker.
sejak tadi siang hingga sudah memasuki tengah malam pengecekan yang di lakukan pada seluruh tukang kebersihan di kantor pusat selesai.Mereka memang tak menemukan satu pun petugas kebersihan terlibat dalam hal ini.
Rora bersama Irly berhasil di cek tanpa ada sedikit pun kecurigaan, sehingga bebas dan bisa keluar dari tempat itu dengan selamat.
...
"Apa kalian menemukan alasan lainnya?",tanya Liam pada Irly yang kini duduk di sebelahnya, sementara Rora duduk di bangku belakang.
Liam memang menjemput mereka dengan menggunakan mobil beberapa saat yang lalu.
"Pria itu tidak mau mengakui,dia justru mengatakan ada seseorang yang membahas korupsi sebelum pembunuhan itu",Jawab Irly.
"Selain perebutan pangkat dan perasaan iri,aku juga semakin yakin ada sesuatu sehingga mereka melakukan pembunuhan itu pada Ayah ku",Rora mengutarakan kecurigaan nya setelah berbicara dengan pria yang ia bunuh beberapa jam yang lalu.
Saat mereka mulai menganalisis dan mencari tahu pelaku-pelaku pembunuhan 15 tahun lalu,mereka menemukan keganjalan yang membuat mereka menyimpulkan kalau ada alasan lain atas pembunuhan itu.
Flashback off
"kau...apakah kau A...Arabella?",ujar pria itu ragu jika yang ia lihat adalah Arabella,ia jelas bingung kenapa Ara ingin membunuhnya, sementara ia yakin tak pernah mencari masalah dengan Arabella bahkan selama ini ia sudah menganggap nya sebagai putri nya sendiri.
Tak ada ekspresi apapun yang di tunjukkan oleh Rora,wajah nya terlihat datar dan dingin dengan menodongkan pistol tepat di dahi pria buncit itu."Aku adalah Aurora Adison,dan Arabella Adison adalah saudara kembar ku",jawab Rora dingin.
"A...Adison?, saudara kembar Ara...Arabella?",cicit pria buncit bernama Martinez itu terbata-bata karena ketakutan.Ia merasa telah melihat malaikat maut nya di diri Rora gadis muda yang kapan saja bisa mencabut nyawanya.
"Sebelum aku membunuh mu,aku akan bertanya sekali lagi apa motif kalian membunuh Almarhum Ayah ku?"
"A...pa maksud mu?,mem...membunuh apa?", tanyanya bergetar hebat merasakan aura membunuh yang melekat dari Gadis di depannya.
Irly menggantikan Rora untuk menyiksa Martinez agar mengaku,namun setelah membuat Martinez babak belur,pria itu bahkan masih tak mau mengaku.
"A...aku tidak tahu banyak hal...dulu...aku hanya ikut-ikutan saja saat mereka mengajak ku bekerja sama membunuh Almarhum Ayah mu,dengan imbalan akan memberikan pangkat yang tinggi pada ku...hanya itu yang ku tahu...tolong lepaskan aku...jangan bunuh aku",Isak Martinez begitu ketakutan.
"Kau yakin hanya itu yang kau tahu?",Tanya Rora dengan nada dingin.
Pria buncit itu dengan gemetar mencoba mengingat-ingat lagi kejadian 15 tahun lalu,"A...aku tidak yakin hanya saja aku pernah mendengar...perbincangan Jenderal besar saat itu dengan seseorang yang tak ku ingat jelas siapa dia,mereka membahas almarhum ayah mu yang tahu korupsi yang di lakukan oleh seseorang tapi aku tidak tahu siapa...sumpah hanya itu yang ku tahu... tolong lepaskan aku!",Isak nya dengan gagap kembali berlutut di kaki Rora.
"Korupsi?", Rora bergeming,dia menjadi lebih bingung.
"Ra, sebaiknya jangan lepaskan manusia berhati iblis seperti mereka,hanya karna jabatan membunuh rekan nya sendiri tanpa ampun",Irly berfikir kalau Rora bimbang untuk membunuh Martinez pria buncit itu.
"Dia akan bersatu dengan sekutunya untuk membunuh mu yang tahu kejadian 15 tahun lalu Ra",tambah Irly yang melihat Rora masih bergeming.
Dor....
Seperti tak menguasai diri nya sendiri,Rora tiba-tiba menarik pelatuknya hingga menembak kaki Martinez yang bergerak untuk kabur.
Dor...
Dor...
Irly tiba-tiba menembak Martinez dua kali hingga membuat pria itu langsung kehilangan nyawanya, pasalnya ia melihat Martinez yang akan mengambil Pistol nya dari bagian belakang nya.
"Kenapa kau membunuhnya?,aku belum selesai mengintrogasi nya?",pekik Rora terkejut akan hal yang di lakukan rekan nya itu.
"Dia mempunyai pistol,dia ingin menembak mu tadi",ucap Irly mengambil senjata Martinez yang tergeletak.
Flashback On
***
"Akhirnya kau ingat pulang juga"
Sindir seorang laki-laki yang terlihat berusia 25 tahunan duduk dengan menyilang kan kaki.
Namun pria tampan nan jenjang yang baru saja masuk itu,sama sekali tak memperdulikan sindiran yang baru saja di lontarkan padanya.
"Ma pa,lihat dia bahkan sekarang sudah seperti kulkas tujuh pintu!",protes Oliver yang merasa kesal pada kakak nya itu karna selalu saja mengabaikan nya.
"Lucas,papa harap kepulangan mu kali ini sudah membawakan kami kabar bahagia dengan membawa calon istri mu",David yang kini sudah berusia 60 tahun namun tetap terlihat fit dan tampan,dengan tubuh nya yang tinggi dan bugar kini berhadapan dengan putra sulung nya yang baru saja kembali setelah 5 tahun tidak kembali dari luar negeri.
"Aku kembali bukan untuk menikah",Jawab Lucas menegaskan.
"Ma lihat",Oliver seolah mengadu pada sang mama.
"Lucas ingat kau punya seorang adik perempuan,dia tidak boleh terlalu lama menikah,usia adik nya sudah 25 tahun."
Atalia buka suara dengan nada datar namun tegas,seolah perkataan nya tidak bisa di bantah.
Olivia yang sedari tadi diam saja,menghela nafas panjang,"kenapa aku jadi di bawa-bawa",gumam nya begitu malas padahal ia belum mempunyai niat menikah sama sekali,tapi ia juga kesal dan malas melihat wajah kakak nya itu yang begitu dingin dan datar di tambah tidak menikah-nikah agar ia punya teman perempuan di keluarga nya,ya meskipun punya mama tapi ia rasa kurang.
bersambung...
Sabtu kemarin aku pulang kampung dan di kampung ku tiba-tiba gk ada jaringan,jadi gak bisa up maaf ya🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Sofwatissaniah
lucas sama rora aja thor
2024-01-29
1
Rosy
untung Rora dan Irly tidak ketahuan 😮💨 dan ternyata benar dugaanku kalau alasan di balik kematian ayahnya Rora salah satunya adalah jabatan dan ada satu lagi yg masih belum terungkap..entah tentang apa itu 🤔
2024-01-29
1
Rosy
di maafkan asal setelah ini update nya yg rutin ya 🤭
2024-01-29
1