Chapter 4

Benar saja yang dikatakan oleh Galang,jalan masuk ke kota pusat di jaga ketat oleh kepolisian.

Aurora dan rekan nya di geledah bahkan mobil mereka di periksa dengan sangat teliti.

Untung saja mereka tidak membawa senjata tajam apapun sehingga mereka di loloskan, bahkan kartu identitas pun di minta dan lagi-lagi mereka sangat beruntung karna Galang sudah memberikan mereka kartu identitas palsu.

Dalam hati Liam,ia bertanya-tanya bagaimana identitas palsu itu di percayai oleh polisi,siapa sebenarnya Galang ini?

Ya,identitas asli mereka cukup terkenal sebagai Gangster yang berpengaruh,dan di akui adanya grup itu.

Setelah perjalanan panjang,mereka akhirnya sampai di tempat tujuan Apartemen yang di siapkan Galang.

Beberapa orang memperhatikan mereka sejak keluar dari dalam mobil,karna tampilan mereka yang terlihat begajulan tapi punya wajah rupawan.

Namun ketiganya tidak terlalu peduli, mereka berjalan dengan langkah yang panjang dan tatapan yang lurus ke depan membawa koper masing-masing,hingga saat sampai di apartemen Liam dan Birly langsung merebahkan tubuh karna begitu lelah setelah perjalanan yang memakan waktu tiga hari.

"gue tidur ya capek",Liam masuk ke salah satu kamar di ruangan luas itu, setelah berpamitan pada kedua rekannya itu.

"Gue juga tidur ya Ra,sumpah gue capek banget",Birly juga berpamitan tidur di kamarnya dan Rora.

"Iya",jawab Rora singkat yang kini berdiri di jendela kaca yang besar,hingga menampakkan bangunan-bangunan yang berlomba-lomba lebih tinggi.

"Ayah"

ucapnya menitikkan air matanya, mengingat kembali bagaimana sang ayah di bunuh dengan sadis dan di caci maki saat penguburan bahkan sumpah serapan setelah penguburan nya.

Ia mengambil jaket kulit nya dan bergegas pergi tanpa memberitahu rekan nya.

Dua jam kemudian,Rora sampai di sebuah penguburan jenazah,ia berjalan lebih jauh dari tempat pemakaman umum itu, bahkan hampir masuk ke hutan hingga terlihat lah sebuah kuburan yang tak punya nisan atau apapun di bagian kepala kuburan itu.

Rasanya sakit sekali,dengan mata berlinang ia mencari-cari nisan sang ayah yang entah pergi kemana.

Hingga tak jauh dari kuburan itu,ia menemukan sebuah batu yang sudah terbelah beberapa bagian,hal itu membuat Rora tak bisa lagi membendung air matanya.

Ia membawa pecahan nisan itu dan menyusun nya kembali di bagian kepala kuburan itu.

Orang-orang memang begitu membenci ayahnya,sampai-sampai melakukan hal semacam ini,bahkan ia tahu beberapa kali kuburan itu ingin di bongkar dan di buang saja jenazahnya,tapi ada beberapa pihak juga yang tidak setuju.

Dulu Ayah nya tak di izinkan di kubur kan,dari dunia Maya bahkan orang-orang di sekitar membantah dengan keras kalau sang ayah di kubur kan,karna menurut mereka teroris yang jahat dan sudah merugikan negara tidak pantas mendapatkan kuburan yang layak.

Rasanya dada Rora menggebu-gebu kala mengingat hal itu lagi, bahkan hanya ia yang tahu bagaimana kondisi mayat sang ayah yang entah berapa bagian.

"aaaaaaaaaaakh!",Teriaknya dengan emosi yang meluap-luap.

Padahal ayahnya adalah komisaris polisi yang jujur dan baik hati,banyak membantu orang-orang dan anak muda yang kehilangan cita-cita,banyak menjadi inspirasi orang-orang,banyak membantu keluarga yang kurang mampu,hingga dulu mereka tak kaya raya meskipun gaji sang ayah besar.

Sang ayah juga dulu dekat dengan presiden karna kejujuran nya dan begitu banyak masyarakat yang mencintai nya.

Tapi setelah rumor palsu itu beredar semua orang seperti akan lupa dengan jasa-jasa sang ayah.

Rasanya tak tahan mengingat semua nya.

Dengan penuh kemarahan Rora meletakkan tangan nya di atas kuburan sang ayah tepat di bagian kepalanya.

"Aku Aurora Adison bersumpah akan membersihkan nama baik Ayah ku dan membalas oknum-oknum yang terlibat atas fitnah dan pembunuhan Ayah ku!"

"Itu sumpah ku!"

***

"Ara,hari ini kamu ikut paman menyambut kedatangan seseorang di kantor pusat kepolisian",ajak Very suami Margaret.

"Siapa yang akan datang paman?",tanya Ara pada sang paman yang berada di balik telfon, Ia sedikit kelelahan setelah beres-beres di rumah barunya semalam,jadi rasanya ia malas keluar hari ini terlebih ia tak ada pekerjaan.

"Hari ini tuan Ethan Lucas Alberto akan melakukan kunjungan,dan sebagai tamu terhormat kita harus menyambutnya dengan terhormat.

Mata yang tadinya sayu dan rasa yang malas bahkan lelah seketika hilang mendengar nama yang di sebut sang paman."Tuan Lucas?",tanya nya memastikan.

"Benar,jadi paman menunggu mu di mansion kita akan pergi bersama

sekalian paman ingin memperkenalkan mu dengan nya nanti",setelah mengatakan hal itu sang paman langsung mematikan telfon,ada tersirat senyum devil di wajah nya tampak memikirkan sesuatu.

Ara sendiri masih tak percaya ia akan bertemu dengan seorang Ethan Lucas.

Selera Ara bisa di bilang sangat tinggi,dan selama ini ada beberapa orang yang ia perkirakan masuk kriteria nya termasuk Ethan Lucas.ya, meskipun dia belum pernah bertemu dengan Ethan Lucas secara langsung.

Tanpa ba-bi-bu lagi ia langsung segera bersiap-siap dengan perasaan yang tak sabar lagi.

Selama ini bertemu dengan Ethan Lucas hanya dalam mimpinya saja,tapi hari ini ia akan benar-benar bertemu dengan pria idaman nya itu.

***

Rora kembali dari makam sang ayah dengan berjalan di pinggiran jalan raya.

Pagi hari membuat jalanan itu di padati oleh kendaraan mobil dan motor,ia kemudian naik sebuah taxi dan memberikan alamat yang akan ia tuju.

"Ngapain ke sana mbak?",tanya supir taxi itu memperhatikan Rora dari kaca spion.

Namun yang di tanya hanya diam dengan menatap kosong keluar,hingga membuat supir taxi itu memilih tak bertanya.

Tak lama taxi itu berhenti di depan kantor pusat kepolisian,Rora turun setelah memberikan beberapa lembar uang untuk supir taxi itu.

Rora tak bergerak dari tempatnya nya, menatap bangunan itu yang masih sama persis seperti yang dulu,tak begitu banyak perubahan pada tempat itu.

Ia ingat dulu saat ada acara,sang Ayah sering membawanya dan Arabella kemari dengan pakaian polwan, membuat mereka sering di panggil polisi cilik oleh orang-orang.

Sang Ayah memang menginginkan mereka setelah dewasa akan menjadi polisi yang jujur dan adil juga membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

"Mohon maaf,anda siapa dan sedang apa anda di sini?",

Tiba-tiba seorang polisi datang menghampiri nya,dan berbicara dengan tegas seperti polisi pada umumnya.

Polisi itu bertanya dengan menatap Rora sedikit tidak asing,tapi ia tepis saat melihat pakaian wanita itu yang tampak lusuh dan terlihat tidak terurus.

Rora tak langsung menanggapi polisi itu,ia masih tetap memandangi bangunan itu."Hanya ingin mengingat sebuah kenangan", jawab nya dengan nada datar dan dingin.

Polisi itu tak merubah ekspresi nya,"Akan ada tamu penting yang datang,gelandang dilarang berada di tempat ini jadi tolong pergi,di sini bukan tempat mengemis apalagi menginap",ujar polisi itu yang seketika membuat Rora menyunggingkan senyum devil nya.

"Baiklah"

Setelah mengatakan itu,Rora langsung pergi tanpa menoleh sedikit pun ke arah polisi yang menyuruh nya pergi itu.

Bagaimana tidak Rora di panggil gelandang, celananya yang robek-robek,pakaian nya yang kotor karna berada di pemakaman tadi, bahkan rambut nya yang tampak kusut dan berminyak karna tidak mandi selam tiga hari.

Setelah kepergian Rora,

Ara dan Very datang bersamaan dengan fasilitas mobil polisi.

bersambung...

Terpopuler

Comments

waktuitu

waktuitu

aku udh mampir thorrr,,,
masih abu2 ikutin alurnya aja aaah,,tapi aku agak curiga sama pamannya Ara itu thorrr...

2024-01-27

1

Nyonya Gunawan

Nyonya Gunawan

Mank wajahny rora ma ara beda y ko' polisi itu g' kenal y..
Kasian bget y trnyta ayahnya si kembar di fitnah..Itulah knp di blg fitnah lbh kejam dri membunuh..

2024-01-25

1

Chymma05

Chymma05

lanjuuuttttt terussss,,, Jngan pindah haluan lagi ya Thor,, 😊😊 seperti kmrin novel author "Takdir Bella"😭 udah nggak smpat baca

2024-01-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!