Chapter 7

Aurora dan Birly sedang melihat kejadian itu dari atas gedung.

Birly tampak tersenyum puas melihat nya,namun tidak dengan Rora yang hanya memasang wajah datar dan dingin nya.

"Satu orang lagi maka semuanya akan keluar dari kandang masing-masing",ujarnya bersedekap di depan dada kemudian berjalan begitu saja tak ingin melihat nya lagi.

"Kau tahu aku sangat suka membunuh orang jahat apalagi membunuh manusia yang berhati iblis,bagaimana dengan mu kau juga suka bukan?",Cecar Birly,"Akh tapi sepertinya tidak melihat mu menembak orang itu tadi tanpa ekspresi aku yakin kau tidak suka melakukan itu", Lanjut Birly lagi yang memang banyak ngomong dan suka nyerocos,ia terus berbicara sembari mengikuti langkah Rora.

"Hmm..."

Rora hanya menjawab singkat dan hanya dehemen kecil saja membuat Bilry memutar bola matanya malas,memang berbicara panjang lebar dengan rekan nya yang satu itu memang hanya sia-sia,jika tidak di jawab pastinya hanya di jawaban singkat atau dehemen saja, menyebalkan tapi Birly menyukai nya sebagai teman dan rekan karna Rora adalah orang yang sangat hebat dan jenius menurut nya.

***

Sementara itu Perwira jendral besar sedang berada di ruangan cctv bersama polisi lain nya dan tentu saja pengawas cctv.

Setelah berkali-kali mengecek cctv dimana komisaris Martinez terakhir, mereka masih tak menemukan apapun hal yang mencurigakan,semua nya berjalan lancar tanpa adanya orang-orang yang mencurigakan terlihat di layar komputer.

Terakhir kali Martinez berpisah dengan seorang polwan,dia kemudian terlihat masuk ke toilet laki-laki.Namun setelah satu jam lebih pria itu sama sekali tidak keluar,sampai terlihat seorang polisi lain datang dan menemukan nya dengan kondisi seperti sekarang yang sangat mengenaskan.

Tapi semua orang yang ada di sana di buat bingung,karna tak ada satupun yang masuk atau keluar dari dalam toilet yang dimasuki oleh Martinez.

"Tidak mungkin dia bunuh dirinya sendiri dengan cara menyeramkan seperti itu kan?", Seseorang dari mereka memecah keheningan dan kebingungan semua orang.

"Apa sudah di pastikan sebelumnya,kalau di dalam toilet yang ia masuki tidak ada orang lain?",tanya perwira Jendra besar yang sejak tadi ada di sana.

"Tidak ada tuan,dan seperti yang anda lihat pintu toilet itu sama sekali tak terbuka selama satu jam,dan setelah di buka pun hanya ada jasad inspektur Martinez saja yang ada di sana",jelas pengawas cctv itu.

"Lalu bagaimana dia bisa terbunuh begitu jika tidak ada yang membunuh nya?!!", geram Jendral tinggi itu yang juga di buat pusing.

Tanpa mereka ketahui,seseorang telah menyabotase seluruh cctv di tempat itu.

Ya,Liam sudah menyabotase cctv yang ada di kantor pusat kepolisian itu dan paling kusus tempat terakhir yang di lewatin oleh Martinez.

Liam menghapus semua rekaman dimana Rora dan Irly beraksi,sejak keduanya mengikuti Martinez hingga saat masuk dan keluar dari toilet yang di masuki oleh Martinez dan juga menghapus kemana mereka pergi, kemudian ia mengatur waktu di cctv itu sehingga seolah-olah tak ada yang sengaja menghapus rekaman asli.

Ya biarkan saja mereka berfikir sampai gila,itu lah yang di pikir kan Liam sembari melihat semua reaksi-reaksi para polisi yang sekarang berada di ruang cctv.

"Apa mungkin ada yang sengaja menghapus rekaman asli di mana ia sedang beraksi?",tanya salah seorang polisi.

"MMM.. tapi tidak mungkin, lihatlah waktu berjalan sesuai,jika saja memang ada adegan yang di hapus pastinya waktu di cctv akan berhenti kemudian hidup lagi setelah sejam,tapi waktu di sini memang berjalan sesuai begitu saja"

Para polisi itu di buat sangat bingung dan bertanya-tanya siapa yang melakukan itu?apa motifnya?kapan dia membunuh nya?dan bagaimana caranya.

Mereka semua bertanya pada pikiran masing-masing.

Hingga beberapa orang polisi yang tadinya memeriksa TKP dan juga dokter forensik yang tadi melakukan visum pada korban, masuk ke ruangan cctv itu untuk memberitahu pada atasan mereka perwira jendral besar.

"Kami sudah mengamankan TKP pak dan tak ada barang bukti dari pelaku yang tertinggal di sana",ujar polsi yang mengamankan TKP tadi, setelah itu ia menoleh ke arah dokter forensik.

Semua tatapan kini mengarah pads dokter forensik."Dari hasil pemeriksaan kami,Tiga bekas tembakan pada dada satu kali perut satu kali dan kaki satu kali,ada juga bekas sayatan di lehernya namun hanya sedikit sayatan saja,kami tidak menemukan adanya barang seperti rambut, jejak kaki bahkan jejak DNA lain di tubuh korban ketika menyentuh korban.", dokter itu diam sebentar sebelum kembali melanjutkan ucapannya.

"Melihat itu bisa kami pastikan mereka tak menyentuh korban secara langsung bahkan sedikit pun tidak ada,mereka juga sangat teliti dan bermain dengan sang bersih sehingga tak meninggalkan jejak sedikit pun"lanjut dokter forensik itu menjelaskan.

"Jadi kami minta maaf pak, penyidikan ini tidak bisa kami lanjutkan karna tidak adanya DNA atau barang bukti yang di tinggal kan pelaku,namun saya yakin pelaku ini bukanlah orang sembarangan, mereka mengerti ilmu forensik dan... mereka sangat hebat",ujar dokter itu yang seharusnya tak mengatakan hal itu.

Semua yang ada di sana di buat pusing dan semakin bingung.

Berita itu dengan cepat menyebar luas ke masyarakat melalui media sosial,entah siapa yang membagikan nya.

Semua orang jelas dan terkejut dan tak percaya karna bagaimana mungkin penjagaan di kantor pusat kepolisian kebobolan, apalagi semua orang di buat terkejut karna kematian Inspektur Martinez yang di bunuh.

Berita itu sampai pada Very dan Ara serta keluarga lainnya, Keduanya langsung pergi bersama-sama ke kantor pusat kepolisian,ya mereka sebelumnya ada di kantor kepolisian daerah.

Very begitu tak percaya mendengar teman baiknya di bunuh di kantor pusat,dan yang membuat nya lebih tak percaya bagaimana ada penyusup bisa masuk.

Ara juga begitu syok mendengar kabar pembunuhan Inspektur Martinez yang menurut nya cukup baik,ya karna selama ini pria paruh baya itu selalu memperlakukan nya seperti putri sendiri.Ya,mungkin karna dia adalah sahabat paman nya.

"Paman bagaimana ini bisa terjadi?,ini benar-benar tidak bisa di percaya ada penyusup yang masuk ke kantor pusat bahkan membunuh seorang inspektur", cecar Ara yang masih tak percaya.

"paman juga tidak tahu",ucap Very yang sekarang juga tak bisa berfikir.

Hingga tak berapa lama mereka sampai di kantor pusat, kedua nya berjalan dengan cepat dan tergesa-gesa.

Namun langkah Ara entah kenapa tiba-tiba berhenti saat baru saja melewati seorang tukang kebersihan.

Ya, sekarang semua petugas kebersihan memang berkumpul dan berbaris tepat di jalan masuk.

bersambung...

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

kok belum up lagi kak..lagi sibuk kah..

2024-01-29

0

Rosy

Rosy

aih ..jadi ikut deg2an..semoga Rora dan Irly sudah keluar dari sana..

2024-01-27

1

Nyonya Gunawan

Nyonya Gunawan

B' arti yg fitnah ayahnya rora bnyak donk thor..
Lnjut thor

2024-01-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!