Chapter 6

Pihak kepolisian begitu berterima kasih pada Lucas,jika tidak ada Lucas di sana mungkin saja rencana mereka setelah berbulan-bulan akan gagal.

Lucas menghentikan penyebaran luas yang di lakukan oleh Rora yang di balik semua ini.

Tanpa memperdulikan para kepolisian itu Lucas langsung berlalu pergi bersama Gara asisten pribadi nya.

Ethan Lucas memang terkenal dengan sikap cuek dingin kejam dan juga arogan namun karna status nya,semua orang yang ia temui begitu memakluminya nya.

Beberapa polisi yang ada di sana mengantarkan nya ke luar.

Saat keluar dari ruangan pertemuan Lucas dan Ara tak sengaja berpapasan,hal itu membuat Ara begitu berdegup kencang,namun karna ada banyak orang di sana ia tak ingin merusak image nya sebagai polwan yang elegan cuek dan dingin.

Ia sedikit menundukkan kepalanya memberikan hormat pada Lucas.

Lucas melewati nya begitu saja tanpa menghiraukan keberadaan Ara gadis cantik yang dikagumi banyak orang.

"Sangat cuek,dia benar-benar tipe ku",gumam Ara semakin menyukai Lucas di pertemuan pertama mereka ini.

...

"Tuan,apa anda tidak tertarik pada polisi muda cantik tadi?",tanya Gara asisten pribadi Lucas yang sedang menyetir.

"Tidak"

Lucas menjawab dengan singkat,ia tampak memikirkan sesuatu.

"Namanya Arabella Adison,dia adalah polisi wanita yang paling muda dan sangat berprestasi.Di usia nya yang masih 21 tahun sudah memiliki pangkat yang tinggi,selain itu dia tipe wanita yang dingin dan tak suka di dekati lelaki, bahkan banyak pria yang sudah datang melamar nya secara terang-terangan tapi semua dia tolak olehnya"

Gara menjelaskan panjang lebar, pasalnya ia yang pertama kali melihat Ara secara langsung tadi juga langsung tertarik.

"Seperti nya kau lebih cocok jadi wartawan saja kau tidak perlu lagi menjadi asisten ku lagi!",Cibir Lucas dengan frontal dan tatapan yang begitu tajam membuat sang asisten begitu takut.

"Bukan begitu maksud saya tuan,sa...saya hanya ingin menunjukkan salah satu kandidat untuk calon istri tuan",Gara berusaha membela diri dari tuannya yang tak punya hati itu.

"Apa aku mempekerjakan mu untuk itu?",Lucas melempar kan tatapan tajam nya lagi pada Gara, membuat Gara langsung mati kutu dan tak memilih berkata apapun lagi.

"Aku kan hanya menjalankan tugas dari nyonya besar untuk menunjukkan wanita-wanita menarik,lagi pula salah tuan sendiri karna tak memiliki niat menikah

sama sekali,kan semua orang khawatir kalau tuan muda yang di bangga-banggakan semua orang ternyata jeruk makan jeruk",Cibir Gara dalam hati.Ya,ia hanya berani protes dalam hati saja jika tidak tuan nya itu pasti tidak akan segan melemparkan nya keluar.

***

Sementara itu,Rora yang begitu kelelahan setelah berperang dengan seorang hacker tadi akhirnya tertidur,baru kali ini ia menemukan lawan yang sulit ia kalahkan.

Sampai akhirnya,malam hari ia berkumpul dengan kedua rekan nya di ruang kerja mereka dimana di depan mereka sudah ada komputer masing-masing.

Sebagain dari anggota mereka adalah hacker,dan pekerjaan sampingan mereka adalah mencari pundi-pundi uang yang tak sedikit jumlahnya.

"Semua sudah sesuai rencana kan?",tanya Rora pada Liam yang duduk di meja kerja nya.

"Sudah,besok kalian bisa menjalankan nya sesuai rencana di awal",jawab Liam dengan mengacungkan jempolnya.

"Aku tidak sabar untuk bermain",ucap Irly yang sangat suka dengan pekerjaan yang menantang.

"Apa aku akan bertemu dengan Ara juga di sana",gumam Rora dalam hati memikirkan rencana mereka yang akan mulai berjalan besok.

***

Entah dengan cara seperti apa Rora dan Irly tiba-tiba bekerja di kantor pusat kepolisian ke esokan hari nya.

Kedua nya bekerja sebagai tukang kebersihan di kantor pusat kepolisian itu, mereka memakai masker dan topi kebersihan yang di diberikan oleh pihak kepolisian itu,karna di sana begitu menjaga kebersihan sehingga tukang kebersihan tak boleh melepaskan masker nya jika tidak saat makan ataupun pulang.

Sebelum datang ke sana Rora sudah melakukan penyamaran dengan memakai kaca mata bulat dan besar serta dua tompel besar di wajah nya.Wajah nya dan Ara memang tak begitu identik sama tapi sebagai saudara kembar mereka masih mempunyai wajah yang mirip,jadi ia tak ingin orang-orang curiga.

Sembari melakukan kebersihan,Rora mencoba mencari wajah orang yang masih ia ingat dengan jelas saat melakukan pembunuhan secara brutal pada ayahnya.

Target pertama nya adalah Martinez,Seorang Irjen(inspektur jenderal polisi),semua bukti keterlibatan nya sudah di pastikan oleh mereka sebelum nya.

POV author:"Sebelumnya kepolisian mempunyai beberapa golongan pangkatnya".

Perwira tinggi adalah pangkat yang paling tinggi di polisi,dan perwira tinggi masih mempunyai golongan nya masing-masing, Jendral polisi pangkat utama yang paling tinggi,Komjen atau komisaris jenderal polisi adalah pangkat tinggi namun di bawah Jendral pol,Irjen pol atau inspektur jenderal polisi pangkat yang juga sangat tinggi namun masih berada di bawah Komjen.

....

Masih banyak lagi tingkatan kepangkatan dalam kepolisian,namun semua yang terlibat atas pembunuhan Ayah Rora semuanya sudah mempunyai pangkat yang begitu tinggi,dan yang paling rendah adalah Martinez sebagai Inspektur jenderal polisi, namun tak bisa di bilang rendah karna dia termasuk golongan perwira tinggi.

Hingga seorang pria paruh baya tiba-tiba muncul dari sebuah ruangan dengan perut buncit dan kumis yang tebal,ia tampak tertawa bersama seorang polwan di sebelahnya entah apa yang mereka tertawa kan.

Melihat itu sudut bibir Rora melengkung,"Satu target sudah ditemukan",ia berbicara pada Irly melalui kontak mata, terlihat Irly yang tak jauh darinya mengangguk paham dan segera pergi dari sana.

Setelah kepergian nya,Rora juga tak lama kemudian menyusul namun sebelum ia pergi ia menoleh sekilas ke arah cctv yang menempel di sana dan mengangguk kan sedikit kepalanya.

***

Wiiu...wiu...wiu...

Suara keamanan tiba-tiba berbunyi membuat semua yang bekerja di sana terkejut, pasalnya selama beberapa bulan terakhir tak pernah ada kejadian apapun, terakhir tujuh bulan yang lalu saat saklar listrik korslet membuat kebakaran.

"Penyusup!!,semuanya waspada ada penyusup,periksa semua orang yang masuk dan keluar satu jam yang lalu,dan periksa ke semua sudut ruangan tanpa tersisa Inspektur jenderal Martinez telah di bunuh!!!"

Suara seseorang dari toa ataupun pengeras suara yang biasa di gunakan untuk pengingat waktu istirahat dan jam pulang itu membuat semua orang syok sekaligus terkejut.

Mereka semua langsung waspada dan segera melakukan perintah yang di katakan melalui toa itu.

Sementara itu di TKP ataupun Tempat Kejadian Perkara,beberapa polisi sedang berkumpul mereka langsung melakukan pemeriksaan bahkan dokter forensik sudah melakukan visum secepat mungkin.

Seseorang yang sejak tadi berdiri dari sana dan hanya memperhatikan dan menerima hasil pemeriksaan saja,tiba-tiba ponsel nya berbunyi membuat nya segera merogoh sakunya dan melihat sebuah pesan telah masuk ke dalam ponselnya dari nomor asing.

SOMEBODY->"INI BARU PERMUlAAN,MASIH BANYAK KEJUTAN SELANJUTNYA JENDRAL BESAR"

Seketika raut wajah nya berubah semakin marah,namun juga bingung siapa orang yang melakukan ini dan apa motifnya melakukan pembunuhan itu serta arti dari pesan itu.

"Aku ingin rekaman cctv seluruh ruangan yang di lewati oleh almarhum komisaris Martinez sebelum nya", perintah nya dan langsung pergi dari sana dengan wajah yang muram.

Tanpa semua orang ketahui dua pasang mata tampak memperhatikan mereka.

Bersambung...

Jangan lupa tinggalkan like rate5 dan subscribe ya🤗

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

ternyata Rora langsung gercep..satu target sudah tumbang..dan itu pun pangkatnya yg paling rendah..semoga penyamaran Rora tidak terbongkar

2024-01-27

0

abimasta

abimasta

lanjut thor

2024-01-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!