Chapter 17

Very yang sedang pusing memilih menenangkan dirinya di bar.

Ia sedang di buat pusing dengan kejadian akhir-akhir ini,"Kenapa kau tidak pernah membiarkan ku tenang Arief,kau selalu memberikan masalah pada ku dan tidak pernah membiarkan ku ketenangan dan tidak pernah mengalah bahkan begitu munafik"

Very meracau karna sudah begitu mabuk, bagaimana tidak ia sudah meminum hampir 10 botol anggur."aku membenci mu Arief,kau merebut semua yang ku mau", ucapnya lagi sambil terus minum.

Tanpa di sadari nya di sana ternyata ada Rora yang sengaja mengikuti nya,Rora bisa mendengar apa yang di racaukan Very karna ia duduk tidak jauh dari sana.

Rora tidak memperlihatkan ekspresi apapun,wajah nya begitu datar dan dingin, setelah dirasanya waktu Very sudah habis ia meneguk anggur yang tersisa di gelas nya kemudian langsung bangkit dan menghampiri seorang perempuan yang berpakaian seksi di sana tampak menari.

"Halo nona,boleh kah saya meminta bantuan anda?",tanya nya berbicara dengan begitu berwibawa.

Wanita itu mengerutkan keningnya saat melihat Rora dari atas sampai bawah,yang memakai jeans hitam kaos putih dan jaket kulit hitam serta sepatu bot kulit hitam,dengan rambut sebahu yang terurai cantik,namun ia tidak dapat melihat wajah Rora karna memakai masker dan memakai topi hitam.

"Oh hai,apakah kau lesbian?",tanya wanita itu membuat teman-teman nya tertawa terbahak-bahak.

Rora tak menampilkan ekspresi apapun,ia menatap datar wanita yang baru saja berbicara itu,ia kemudian menyodorkan amplop berwarna coklat yang tampak tebal,hal itu tentu saja membuat wanita itu berbinar dan dengan cepat mengambil amplop coklat itu,tapi gerakan nya kalah lincah dengan Rora yang kembali menarik amplop coklat nya.

"Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku...",tanpa menunggu lebih lama lagi Rora melemparkan amplop coklat itu dan langsung di tangkap oleh si wanita berpakaian seksi itu.

"Baiklah,apa yang kau ingin kan dari ku",ujar wanita berpakaian seksi itu sumringah.

Rora tersenyum devil di balik masker nya melihat wanita seksi di depannya yang sedikit mendongak berbicara padanya,meskipun wanita seksi di depan nya tinggi karna memakai heels,namun ia tetap lebih tinggi dari wanita seksi yang bertubuh mungil itu meskipun tak menggunakan heels tinggi.

"Aku tidak akan membuat mu mati dengan begitu mudah",Rora bergumam dalam hati sembari mengikuti wanita yang tadi ia bayar tampak berjalan bersama dengan Very menuju sebuah kamar itu.

Ia ikut masuk ke dalam kamar itu dengan hati-hati.

Rora dengan santai nya mengambil video panas yang sekarang di lakukan oleh Very begitu brutalnya,ia melengkung kan senyuman nya begitu jijik melihat Very yang sudah tua tapi masih begitu bernafsu,tak tahan lagi melihat nya karna jijik ia segera keluar dengan tatapan yang kembali dingin dan datar sembari memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.

Tapi pada saat ia baru saja keluar dari dalam kamar itu,tidak sengaja ia berpapasan dengan dua orang pria yang bertubuh tinggi dan tegap.

Rora tak menghiraukan kedua pria itu,namun kedua pria itu tampak menghiraukan keberadaan nya.

"Kenapa ada orang berpakaian seperti itu di bar,terlihat misterius dan sangat aneh apakah dia seorang intel",tebak Gara melihat ke belakang dimana wanita berpakaian hitam itu terus berjalan lurus.

Ya,dua pria itu adalah Lucas dan Gara,mereka ke bar untuk bertemu dengan rekan mafia lebih tepatnya musuh nya dalam dunia mafia untuk menyelesaikan sesuatu.

Lucas hanya sebentar memperhatikan wanita itu karna merasakan aura yang berbeda,tapi ia kembali tidak peduli karna urusan nya saat ini lebih penting,namun dalam persekian detik tatapan nya dan wanita itu sempat bertemu jadi ia merasa tidak asing dengan mata itu meskipun hanya melihat nya sekilas.

...

Di luar bar,Rora kini tengah berada di dalam mobil sport nya tampak menunggu seseorang keluar.

Ia mengetuk-ngetuk setir nya dengan tatapan tajam yang lurus ke depan.

Datar dan dingin,hanya itu yang selalu terlihat di wajahnya.

Setelah menunggu lama,akhirnya yang di tunggu-tunggu akhirnya keluar juga dengan santai ia menghidupkan mesin nya dan menarik pedal nya.

Yang ia tunggu adalah Very,pria yang kini tampak sudah masuk ke dalam mobilnya dengan pakaian acak-acakan di bantu oleh wanita yang ia bayar beberapa saat lalu,ia mengambil ponselnya dan mengambil gambar tersebut kemudian senyum devil terlihat di wajahnya yang sudah tak mengenakan masker lagi.

Mobil Very kini telah melaju meninggalkan wanita yang ia tadi ia tiduri.

Sepergian mobil itu,Rora langsung melaju dengan kecepatan sedang mengikuti mobil Very yang melaju perlahan.

Di tengah jalan yang sepi dan tak banyak orang,jalan itu memang terbilang hutan itu semua di karenakan bar itu terletak jauh dari kota karna tak mempunyai ijin serta bar itu ilegal.

Rora tiba-tiba menaikkan kecepatan mobilnya,hingga lari yang paling cepat dalam hati ia menghitung saat mobil nya melaju ke arah mobil Very.

1...

2...

"Tiga"

BRAK!!!...DUAR!!!...

Mobil Rora menabrak kencang mobil milik Very hingga membuat Mobil Very langsung berbalik dan masuk ke jurang.

Sedangkan mobil milik Rora penyok di depan namun ia tidak cidera sama sekali karna sudah memakai pengaman.

Dengan gerakan santai ia membuka pintu mobil dan keluar untuk melihat ke jurang yang dangkal untuk melihat keadaan mobil Very.

Ia berdiri di tepi jurang yang gelap gulita.

"CK!",decak nya kesal,yang kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan menghadapkan mobilnya ke arah jurang dengan menghidupkan lampu panjang nya, setelah itu ia kembali keluar dan berdiri di tepi jurang.

Terlihat mobil Very yang berbalik di bawah jurang dengan api yang mulai hidup,tanpa fikir panjang Rora melompat masuk ke dalam jurang itu berjalan mendekati mobil Very yang terbalik.

cklek...

Setelah sampai di mobil yang terbalik itu,ia membuka pintu kemudi dan mendapati Very yang tak sadarkan diri dengan kepala yang berdarah.

Rora menarik tubuh pria paruh baya itu seperti binatang,keluar dari dalam mobil dan menjauhi mobil yang sebentar lagi akan meledak.

Setelah beberapa langkah menjauh,mobil itu langsung meledak dengan api yang menjulang besar.

Datar tanpa ekspresi, begitulah reaksi Rora melihat pemandangan di depannya itu,wajah nya terlihat kuning karna cahaya api itu yang sangat besar.

Setelah puas menyaksikan nya,ia menelfon unit polisi dan rumah sakit tentang kejadian ini.

"Kecelakaan di jalan XXX"

Setelah selesai mengatakan nya,ia langsung menutup panggilan dan begitu saja melemparkan ponselnya ke dalam api yang besar.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nyonya Gunawan

Nyonya Gunawan

Very padahal kn pamanny rora & ara y tpi knp jg ikut terlibat dlm pembunuhan 15 th yg lalu pasti faktor kecemburuan nich

2024-02-07

0

Rosy

Rosy

ternyata Rora ingin menyiksa very dulu sebelum menyaksikan kematiannya ..mungkin Rora ingin melihat bagaimana tersiksanya very dg skandal yg baru saja di buat oleh Rora dg keadaan tubuh yg cacat setelah kecelakaan..benar2 sadis

2024-02-05

1

Rosy

Rosy

merebut semua yg ku mau..?jangan bilang kalau semua ini bukan cuma tentang jabatan tapi very juga sebenarnya juga suka sama Cintia tapi Arief yg mendapatkan Cintia 🤔

2024-02-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!