Seperti tidak betah meski satu jam di rumah sang bibi, Aurora tak berhenti membuat keributan dan kekacauan,sehingga paman nya yang tak bisa menahan kesabaran membawanya pergi dan meninggalkannya di kolom jembatan.Oh tidak,lebih tepatnya sang paman dengan tega dan tak punya hati nuraninya membuang nya dari atas jembatan ke sungai yang dalam,karna beberapa patah kata yang di ucapkan Aurora pada saat itu sehingga sang paman memutuskan membunuh nya dengan membuang ke sungai yang dalam.
Semua itu tak di ketahui oleh Arabella,ia hanya di beritahu kalau saudaranya sudah meninggal di tabrak mobil karna berusaha kabur pada saat mereka berada di jalan tol,begitu pun dengan Cintia yang diberitahukan sama seperti itu setelah ia keluar dari rumah sakit setelah 2 tahun.
Hingga sejak saat itu keduanya terpisah sampai saat ini usia mereka 21 tahun.
***
Arabella atau kerap dipanggil Ara itu dengan seragam polisi nya yang mempunyai pangkat di bahunya berjalan masuk ke sebuah kantor kepolisian, bersamaan dengan munculnya ia, tatapan semua polisi dan polwan di tempat itu langsung melihat nya dengan tatapan tak suka,iri dan juga dengki bahkan tak segan merendahkan nya seperti...
"Karna pamannya seorang komisaris jadi dia bisa dengan mudah naik pangkat,jadi apa yang perlu di banggakan"
"Apakah itu tidak terlalu terang-terangan pakai orang dalam,di usia 21 tahun sudah mendapatkan pangkat yang tinggi"
Masih banyak hinaan yang selalu di denger oleh Ara setiap ia bertemu atau bergabung ke polisi-polisi lain.
Bagaimana orang-orang tidak iri,Arabella masih berusia 21 tahun tapi sudah mempunyai pangkat yang tinggi,dimana orang-orang yang sudah mengabdi selama 15 sampai 20 tahun belum tentu mencapai pangkatnya sekarang, sudah cantik,berpangkat, mempunyai body yang sangat bagus seperti seorang model padahal ia adalah seorang polwan,sehingga tak jarang banyak pria-pria konglomerat menyatakan perasaan secara terang-terangan.
Ya, Arabella memang sosok perempuan yang sempurna di jagat raya,ia adalah wanita yang di dambakan banyak pria.
Namun Arabella selalu mengabaikan semua itu,ia tidak peduli ucapan-ucapan orang lain yang menjatuhkan nya,dan ia juga tidak pernah peduli dengan pria-pria yang mendekati nya karna ia ingin menjadi polisi muda yang paling sukses,dan yang terpenting ia selalu bahagia dan ceria karna ia mempunyai segala nya.
***
Lain halnya dengan Aurora
Aurora sendiri,ia sudah lulus S1 namun tak memilih bekerja,ia lebih memilih menjadi seorang pengangguran tepat nya lebih fokus ke kelompok Gengster nya menyusun rencana yang sudah sejak lama ia susun dengan kelompok nya untuk menguak kejahatan yang terjadi pada ayahnya 15 tahun lalu.
Ia tidak akan pernah bisa melupakan kejadian 15 tahun lalu,dimana Ayah nya di bunuh dengan sangat keji dan tidak manusiawi di depan matanya sendiri.
Aurora kini duduk berdampingan dengan seorang pria paruh baya,yang tampak memberikan nasehat padanya.
"Jangan gegabah dalam mengambil keputusan"
"Aku tidak gegabah,semuanya telah ku rencana kan sejak lama"
"Tapi menurut ku rencana mu itu sangat membahayakan dan mengancam nyawa"
"Aku tidak peduli jika itu akan mengancam nyawa ku,jika dendam ku sudah terbalas dan mereka mendapatkan ganjaran nya,aku akan tenang jika aku mati sekalipun",Tak ada keraguan di mata Aurora mengatakan itu.
"Jangan bawa-bawa keras kepala mu itu,pikirkan jika rencana mu tidak berhasil dan bukti mu tidak kuat kau akan di hukum mati oleh pihak negara karna di anggap pencemaran nama baik bahkan menganggap terorisme"
"Dan mereka masih bisa selamat dan hidup dengan tenang di luar sana sedangkan kau, rencana mu semua hancur, dendam mu juga tidak terbalas kan",Suara pria paruh baya itu sedikit meninggi karna perempuan di depan nya itu,yang sudah ia anggap sebagai putri sendiri sangat berkepala batu dan nekat.sejujurnya ia takut kehilangan Aurora sosok perempuan yang sudah ia rawat selama 16 tahun lamanya.
Aurora tersenyum tipis,"Tenang saja paman,aku tidak sebodoh itu membuat rencana,aku sudah menyusun rencana ini sejak lama dan penuh ketelitian kau tidak perlu mengkhawatirkan ku"
Pria paruh baya itu menghela nafas panjang,Gadis di depan nya itu ia akui sangat pintar dan cerdik namun juga berkepala batu.
"Percaya pada ku paman,dan terimakasih kalian sudah merawat ku sejak kecil, sekarang sudah saatnya aku bergerak titip salam pada bibi aku harus pergi sekarang,semoga kita masih bisa bertemu lagi kedepannya"
"Tunggu sebentar"
Aurora berhenti saat akan mengambil tas ransel nya,dan menunggu pria paruh baya itu yang terburu-buru pergi ke kamar nya, kemudian beberapa saat kemudian kembali dengan hal yang sama terburu-buru.
"Apa ini paman?",tanya nya saat diberikan sebuah berkas.
"Paman takut kamu kenapa-napa,sebagi jaga-jaga paman ingin kamu mengenal seseorang yang dulu nya bahkan sampai sekarang adalah atasan paman"
Aurora ataupun kerap dipanggil Rora itu membuka berkas itu dan melihat foto seorang wanita yang sangat cantik dan terlihat sangat elegan,dan ada juga beberapa lembar kertas di dalam dokumen itu.
"Siapa dia paman?",tanya nya penasaran.
"Dia adalah Atalia putri,seorang pemimpin mafia terkuat pada saat itu,dia juga seorang CEO perusahaan terbesar hingga saat ini bahkan dia adalah seorang tuan putri bangsawan"
"Atalia putri",ucapnya melihat kembali foto di tangannya,"Dia pasti sangat hebat", lanjut nya.
"Mm...,dia adalah wanita yang sangat hebat,kuat,berani,tangguh,dan juga dermawan",Pria paruh baya itu mengatakan nya dengan begitu antusias,"Kau tahu melihat mu,aku jadi teringat padanya tuan putri Atalia juga dulu berjuang demi keadilan keluarga kerajaan,yakni orangtuanya dan juga saudara-saudara nya yang di bantai oleh orang-orang yang juga dalam kerajaan pada saat ia masih berusia enam atau mungkin tujuh tahun.",
"Lalu apa yang terjadi?,apakah dia juga membalas dendam dan memberikan keadilan pada keluarga nya?",tanya Rora beruntun karna begitu tertarik mendengar cerita sang paman.
Sang paman tersenyum,"tentu saja,dan kau juga harus berhasil seperti nya,kau akan tahu lebih jauh darinya jika kau masuk ke dalam perusahaan nya",
Rora jadi mengerutkan keningnya,"Apa maksud paman?",
"Paman ingin kau bekerja di perusahaan nya"
"Paman,aku bukan ingin bekerja tapi menyelesaikan misi ku",Rora sedikit menaikkan volume suaranya.
"Paman tahu,tapi entah kenapa firasat ku mengatakan akan ada hal yang tidak baik, jadi untuk berjaga-jaga paman ingin kau mengenal nya dan meminta bantuan nya jika suatu saat nanti kau tidak bisa menghadapi musuh"
"Sebut saja nama ku jika suatu saat nanti di perlukan"
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
iyufiksyi
.
2024-01-30
1
Rosy
apakah pria paruh baya itu Gladin atau anak buah Athalia yg lain ya..🤔 dan kenapa aku berpikir kalau yg membunuh ayah Rora adalah pamannya sendiri makanya pamannya sengaja mencoba membunuh Rora karena Rora adalah saksi hidup perbuatan kejinya..
2024-01-24
0
Ayoen Nian
kayak seruu dan mirip cerita Atalia ...okee lanjut ka
2024-01-24
1