chapter 15

Ara menceritakan banyak hal tentang diri nya, membuat Gara ikut tertawa saat Ara mengatakan hal lucu tentang dirinya,namun Lucas terus memasang wajah datar sumpah demi apapun rasanya Gara ingin menampol wajah bos nya itu yang di depan wanita tetap Saja memasang wajah dingi dan datar,"Memang dasar kulkas tujuh pintu",Gara bergumam dalam hati merutuki Lucas yang seperti tidak seperti sedang berkencan.

Lucas sendiri bingung,kenapa dia sama sekali tidak tertarik dengan para wanita yang selama ini berlomba-lomba mendekati nya, bahkan terkadang rela langsung di tiduri olehnya meski tidak di jadikan pasangan,bahkan hal itu justru membuat Lucas merasa jijik dan sama sekali tidak suka, terkadang ia bertanya-tanya apakah sebenarnya dia penyuka laki-laki,tapi tentu saja pikiran nya itu salah saat ia melihat pria-pria boty yang juga sama membuat nya jijik,bahkan Gara sering menerka kalau dia adalah seorang impoten karna sering gatal-gatal jika di colek- colek oleh wanita saja.

Jangan fikir Lucas tidak di buat pusing dan khawatir akan hal itu,ia juga pusing dimana lagi ia harus mendapatkan ataupun mencari wanita yang bisa membuat nya tertarik, bahkan wanita di depan nya sekarang bukan wanita yang menye-menye kelihatan nya tapi tetap saja tak membuat nya tertarik, sehingga ia memilih melihat ke luar.

Sementara itu Rora dan kedua teman nya baru saja meninggal kan kafe itu,dan di meja mereka sebelumnya sudah tidak ada lagi siapa-siapa,Oliver yang tadinya berniat memata-matai kakak nya yang sedang kencang juga tiba-tiba menghilang entah kemana.

"Tuan Lucas,jika memang anda mempunyai pekerjaan penting saya tidak apa-apa jika pertemuan ini sampai di sini saja,saya tidak ingin membuang waktu anda yang begitu berharga"

Menyadari Lucas yang sejak tadi lebih banyak diam membuat Ara sedih berfikir kalau Lucas tidak tertarik padanya,ia pernah dengar kalau Lucas tidak suka di dekati oleh wanita-wanita yang tergila-gila padanya,jadi untuk menarik perhatian Lucas ia harus menyembunyikan rasa takjub nya pada Lucas.

Lucas yang mendengar ucapan Ara barusan mengalihkan pandangannya pada gadis itu dimana Ara sekarang terlihat memasang senyum,ia cukup terkejut karna Ara terlihat bukan seperti gadis pemaksa kehendak dan tampak seperti gadis pengertian.

***

Oliver diam-diam menyuruh seseorang untuk mencari tahu sosok Rora.

Kini ia sedang duduk di kamarnya,entah kenapa ia menjadi tidak tertarik mengenai kencan kakak nya tadi saat melihat sosok Rora."kenapa aku jadi memikirkan gadis seperti kak Lucas itu",gumam nya karna bingung dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba setertarik itu dengan perempuan.

Meskipun Oliver sering memaksa Lucas untuk menikah dengan alasan ia juga ingin menikah tapi tidak mau melangkahi sebenarnya bohong,Oliver sendiri sebenarnya baru pernah satu kali dekat dengan perempuan tapi itu saat ia masih SMA dulu,hingga sampai sekarang ia masih jomblo dan belum tertarik dengan perempuan manapun sejak putus dengan kekasihnya masa SMA.

***

"Ar,bunda belum pernah liat kamu dekat sama laki-laki selama ini"

Cintia masuk ke kamar putrinya yang sejak semalam terus mengurung diri di kamar.

"Sebenarnya aku sudah menemukan pria yang ku sukai bun", ucapnya membuat Cintia tertegun..

"Benarkah sayang?,siapa pria itu bunda ingin tahu"

Cintia begitu bersemangat, pasalnya sejak remaja putri nya itu tak pernah sekalipun jalan dengan lelaki membuatnya cukup khawatir.

"Ada deh,nanti kalau aku udah dekat sama dia,aku bakal kenalin sama bunda,untuk sekarang dia masih cuek dan dingin banget sama Ara",ucap Ara dengan wajah sedikit sedih.

"Kok gitu?"

"Dia memang dingin Bun orang nya,tapi dia tipe Ara banget dia laki-laki idaman Ara sejak lama",ucap Ara menghela nafas membayangkan wajah tampan Lucas.

Cintia tersenyum,"Kalau memang dia tipe kamu sayang kejar aja,sebenarnya gak masalah perempuan mengejar pria...,"Cintia menghentikan ucapan nya,"Tapi ingat jangan terlalu jauh mengejarnya jika dia sama sekali tidak memperdulikan atau menganggap mu, apalagi sampai menjatuhkan harga diri", Nasehat Cintia membuat Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Iya bun,nasehat bunda paling the best",Ara memeluk sang bunda yang tersenyum hingga kerutan di wajah nya terlihat jelas.

***

"Tiga orang yang tersisa,dan mereka bukan orang yang mudah",jelas Liam.

"Dan aku juga tidak ingin mereka mati dengan begitu mudah",ujar Rora dan sorot mata tenang namun penuh dendam.

"Tentu saja,dan target kita selanjutnya mulai dari yang terlemah di antara yang terkuat..."

"Very"

Ujar Rora melanjutkan ucapan Liam yang menggantung.

Bersambung....

Berhubung besok hari Minggu, author mau crazy up😁, tungguin ya

Author akui sekarang ceritanya masih kurang seru atau kurang menarik,tapi author akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat ceritanya jauh lebih menarik,seru dan tidak membosankan...

Makasih support dan untuk kalian yang selalu nemenin author ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Nyonya Gunawan

Nyonya Gunawan

Bcany ngebut nich thor soalny dah ketinggalan jauh..

2024-02-07

0

iyufiksyi

iyufiksyi

.

2024-02-05

0

Wiwi Sukaesih

Wiwi Sukaesih

dtnggu crazy up ny
smngt

2024-02-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!