Chapter 14

Liam memiringkan tubuhnya melihat pria yang baru saja duduk di belakang Rora tepat setelah meja mereka.

Liam jelas kenal saat melihat wajah Lucas.Ya,siapa yang tidak kenal seorang Lucas yang namanya dan wajahnya tersohor dimana-mana.

Rora sedikit menoleh ke belakang nya melihat hal yang di perhatikan oleh rekan nya itu,"Ada apa?",tanya nya sedikit bingung.

Liam menggelengkan kepalanya,meski wajah nya terlihat biasa tapi sungguh ia senang dan tak percaya begitu bisa melihat seorang Lucas, seorang yang selama ini ia idolakan,ia tahu Lucas sebagai seorang ketua mafia terbesar dan terkuat,ya meskipun kelompok itu sebelumnya adalah milik ibunya,tapi itu tak membuat Liam menatap Lucas sebelah mata,karna merasa Lucas juga tentu saja sangat hebat karna bisa mempertahankan dan semakin menguat kan posisi kelompok mafia terkuat di dunia saat ini,bahkan beberapa kali ia membantu beberapa negara dari serangan teroris sama seperti ibunya dulu.

Bagaimana Liam tahu soal Lucas?,Liam sudah bergabung dalam dunia gelap sejak usianya 15 tahun, perlahan-lahan ia tumbuh ia mulai mengenal beberapa kelompok dunia gelap dan mengetahui yang terkuat di dunia gelap dari dulu hingga saat ini,dan tentu saja ia begitu bahagia bisa melihat sosok Lucas.

Irly menaikkan sebelah alisnya saat melihat Liam menunduk dan menahan senyumnya,"Apa kau tidak sehat?",tanya nya dengan serius.

Mendengar itu Liam langsung merubah ekspresi wajah nya,"ti...tidak,aku tidak apa-apa", jawabnya cepat.

Rora menghembuskan nafas pelan,ia menatap ke luar melihat keramaian kota,"Apa mereka masih tinggal di sana?",gumam nya memikirkan Ibunda dan saudara kembarnya.

"Kalian tunggu di sini,aku ke toilet dulu baru setelah itu kita pergi",Liam meninggalkan kedua perempuan itu setelah mengatakan nya.

Sementara tepat di belakang Rora dan Irly.

Seorang wanita cantik dan elegan dengan rambut pendek duduk di bersama dengan Lucas dan Gara.

"Maaf,apakah saya sudah membuat anda menunggu lama tuan?",tanya wanita itu sopan dan terdengar tidak enak.

"Tidak nyonya,kami juga baru saja sampai",Gara mewakilinya Lucas untuk menjawab.

"Syukurlah kalau begitu"

Terdengar helaan nafas lega dari wanita itu.

Gara menyikut lengan Lucas agar memulai pembicaraan.

"Ekhem,namanya saya Ethan Lucas nama kamu siapa?"

Gara memukul dahi nya,"Ya ampun tuan ku ini ternyata sangat kaku dalam hal ini,ku kira tidak ada kekurangan nya",cibir Gara dalam hati.

"Namanya saya Arabella tuan Lucas"

Wanita itu adalah Arabella,yang di undang Gara untuk melakukan kencan dengan Lucas, seharusnya kencan hanya berdua tapi Lucas menolak dan harus di temani oleh Gara.

Memang ya,tanpa aku seperti nya tuan tidak bisa apa-apa, sampai-sampai masalah sesepele ini harus aku juga yang turun tangan,begitulah batin Gara.

Sementara itu Rora yang mendengar nama saudara kembarnya itu perlahan memutar kepalanya menoleh kembali ke belakang, begitu tertegun nya ia melihat saudara kembar saat ini ada di meja belakang nya.

Melihat raut wajah Rora yang berubah, Irly langsung bertanya,"ada apa Ra?"

"Ara saudara kembar ku ada di belakang kita",jawab Rora tanpa menutupi.

Irly yang mendengar itu cukup tertegun kemudian melihat ke belakang dan benar saja ia melihat Ara."Kenapa bisa kebetulan gini?",taya Irly kembali mengalihkan pandangannya.

Saat keduanya sedang terdiam,tiba-tiba saja seorang pria dengan wajah tampan dan manis seperti bocah yang menggemaskan namun dengan tubuh tinggi duduk di meja mereka,hal itu langsung membuat Rora maupun Irly memasang wajah tak suka dan menatap dengan tatapan tajam.

Pria tampan dan menggemaskan itu tiba-tiba bergidik ngeri mendapatkan tatapan mematikan dari kedua wanita di depan nya,ia sampai meneguk Saliva nya.

"Maaf lancang,aku bukan berniat macam-macam hanya saja aku sedang memantau pria di belakang meja ini",ujar pria tampan itu dengan suara berbisik.

Rora tak peduli dengan alasan itu,"Untuk apa kau memantau mereka?",tanya Rora dingin.

"Aduh,wanita ini kenapa sama seperti kak Lucas si tujuh pintu,mana tatapan nya tajam banget lagi",gumam pria itu ketakutan melihat Rora yang duduk di seberang nya.

"Terlebih dahulu perkenalkan nama ku Oliver,yang duduk di belakang adalah kakak ku,dia pria gila kerja sampai tidak ingat kalau dia perlu menikah jadi aku hanya memastikan kalau dia benar-benar berkencan atau tidak,jadi tolong biarkan aku sebentar di sini",entah kenapa Oliver merasa tertekan dengan aura Rora sehingga ia harus menjelaskan,meskipun dengan suara kecil.

"Benarkah?,apa kau ingin memastikan kakak mu itu tidak melenceng?memang nya berapa umur kakak mu sekarang?",Tanya Irly menimpali,jiwa kepo nya tiba-tiba keluar.

Oliver mengangguk melihat Irly namun ia masih curi-curi pandang pada wajah Rora yang dingin dan datar,"Padahal dia begitu cantik dan manis,tapi sayang sifatnya nya seperti nya tidak beda jauh dengan kak Lucas",tukas nya dalam hati merasa prihatin untuk Rora.

Sementara yang di maksud menjadi was-was dengan saudara kembarnya,"Apa Ara berkencan dengan pria yang tidak normal?",pikir nya.

Oliver bisa sampai di sana karna Gara yang memberitahu kalau kakak nya itu akan kencan,jadi ia sangat bersemangat tentu nya mengetahui kalau kakak nya akan melakukan kencan pertama setelah sekian lama.

Puas melihat wajah dingin dan datar Rora,kini Oliver berusaha melihat wajah wanita yang di kencani kakak nya itu,tapi terhalang dengan bahu lebar sang kakak."Padahal aku penasaran sekali bagaimana rupa wanita itu",pikir nya dengan wajah di tekuk.

"Wah kau begitu manis dan lucu sekali",puji Irly.

Sebenernya sejak tadi wanita itu di buat gemas melihat Oliver,yang tampan dan menggemaskan."Boleh aku mencubit pipi mu?",tanya nya yang begitu gemas melihat Oliver.

"Maaf kata mama ku tidak bisa",jawab Oliver tegas namun sopan,sungguh ia tidak pernah membiarkan orang lain menyentuh wajah nya.

"Akh sayang sekali",ucap Irly kecewa.

Sementara keduanya asyik mengobrol,Rora merasa jengah di sana rasanya ia ingin cepat pergi dari keramaian itu,ia tidak ingin ambil pusing dengan saudara kembarnya itu,karna bagaimana pun pasangan saudara kembarnya itu bukan lah urusannya atau tanggung jawabnya, menurut nya tanggung jawabnya hanya melindungi mereka.

 "Aku akan menunggu kalian di mobil"

Tanpa menunggu lebih lama lagi,ia bangkit dari duduknya dan beranjak pergi melewati meja tiga orang yang asyik berbicara.

Ia sedikit menutupi wajahnya, meskipun wajah mereka tidak identik sama tapi wajah mereka masih terbilang mirip seperti saudara.

Oliver yang melihat kepergian Rora merasa begitu lega,"Apakah dia teman mu?",tanya nya pada Irly.

"Mm.. kenapa?,jangan heran sikap nya memang begitu dingin dan datar,dia juga tidak suka bicara dengan orang asing",Irly kembali menyeruput kopinya.

Oliver mengangguk,"Dia sangat cantik meskipun dingin begitu",celetuk Oliver membuat Irly langsung mengangguk setuju, pasalnya ia juga kagum dengan wajah cantik teman sekaligus rekan nya itu.

"Kau benar,dia memang begitu cantik aku saja sampai pangling",lanjut Irly jujur.

"Dia mempunyai wajah yang berkharisma sama seperti mama,wanita yang menarik sekali"

Oliver bergumam dalam hati dengan tersenyum tipis hampir tak terlihat tidak tersenyum.

"Boleh aku meminta nomor ponselnya?"

Ternyata meski takut dan merasa kalau Rora sama seperti kakaknya,entah kenapa membuat Oliver tertarik.

Mendengar itu Irly langsung mengangkat pandangan nya bingung.

***

Nanti author update lagi ya👌

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

baru ketemu saja Oliver sudah suka dan penasaran dg Rora yg mirip dg Atalia dan kakaknya mungkin nanti Lucas juga begitu kali ya saat dia bertemu langsung dg Rora tanpa menggunakan masker di wajahnya 🤭

2024-02-03

0

mawar Maw (Maw)

mawar Maw (Maw)

Bang ditunggu up ny wk

2024-02-03

1

Wiwi Sukaesih

Wiwi Sukaesih

lanjut lag thor

2024-02-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!