Nesya Mengetahui Faktanya

Seorang wanita yang kini terlihat makin kurus itu kini sudah berada dibandara internasional, wanita itu adalah Alina yang diantar oleh Andrew menuju ke tempat barunya di Amerika, rasa berat meninggalkan panti asuhannya kian terasa menyesakkan, apalagi kini dihadapannya ibu panti mengantarkan keduanya dibandara.

" Nak Andrew, tolong jagalah Alina untukku disana, penyesalanku saat ini adalah memberikan Alina pada lelaki yang tidak tepat."

Andrew tahu bagaimana pun Alina sudah dianggap ibu panti sebagai puterinya sendiri, layaknya Alina yang menganggap Nesya seperti itu, mereka sama-sama dibesarkan oleh orang yang tulus walau itu tidak ada hubungan darah.

Keduanya saling berpelukan, ibu panti begitu berat melepas kepergian Alina, begitu pula dengan wanita itu.

" Ayo Alina, sebentar lagi pesawat akan berangkat."

" Iya dok."

Alina pun mengendurkan pelukannya pada ibu panti, Alina pun juga sempat mengusap air mata ibu panti yang terus saja meleleh.

" Ibu, Alina berangkat dulu ya ?? Doakan Alina cepat sembuh."

" Iya Alina, pasti ibu akan selalu mendoakan kesembuhan dan kebahagiaanmu."

" Ibu saya pamit dulu membawa Alina, jangan khawatir disana Alina akan aman." Ucap dokter Andrew.

" Ibu percaya padamu nak." Sahut ibu panti.

Mereka akhirnya berpisah, namun sebelumnya ibu panti pulang diantarkan oleh supir Andrew untuk mengantarkan ibu panti kembali ke panti asuhan dengan selamat.

Didalam pesawat Andrew yang duduk disampingnya berusaha menenangkan Alina, karena ini kali pertama Alina naik pesawat terbang.

" Tenanglah...!!" dokter andrew menepuk punggung tangan Alina.

Dengan keringat bercucuran, Alina menyeka keringat didahinya, Andrew yang melihat itu memeluk bahu Alina.

Mata keduanya bertemu, walaupun tampilan Alina kurus dan tidak secantik dulu namun bagi Andrew, wanita disampingnya adalah gadis ceria sama seperti dulu Andrew mengenalnya.

Serasa diperhatikan oleh Andrew, tentu saja membuat jantungnya makin berdebar, Alina seketika memutuskan pandangannya ke objek lain.

Mereka sama-sama memalingkan wajah ke samping untuk menghindari raut keduanya yang memerah karena malu, sungguh mereka seakan anak remaja yang baru mengenal cinta.

Namun baik Andrew dan Alina tersenyum saat memalingkan wajah karena rasa debaran yang bagi Alina ia belum tahu apa artinya.

Saat pesawat mulai beranjak, Andrew memberikan headset dan memutar lagu-lagu yang sudah ia simpan di mp4 nya. Lagu yang membuat Alina melupakan ketakutannya akan ketinggian karena berada didalam pesawat.

Tanpa terasa Alina tertidur sendiri, Andrew yang melihatnya hanya tersenyum, tangannya terulur membelai wajah pucat wanitanya.

" Aku pastikan kamu akan sembuh, Alina...!! Itu janjiku."

Setelah Andrew mengatakannya dengan suara pelan yang Alina sendiri tidak akan mendengarnya, kini Andrew disibukan oleh bacaan buku medisnya.

" Alina, bangun...."

Andrew membangunkan Alina dengan hati-hati, pria tampan itu bahkan membangunkannya dengan mengusap pipi tirus Alina.

" Dokter...!!" Alina terkesiap dan menoleh ke samping.

" Sudah sampai Alina, ayo kita turun." Titah Andrew.

Lelaki itu melepaskan headset dan dan membantu Alina berdiri, tangannya setia mengandeng Alina, kini tidak ada kecanggungan lagi pada diri Alina ketika Andrew sering menggenggam tangannya.

Alina meyakini cepat atau lambat ia akan memenuhi janjinya pada Andrew, yaitu menikah dengan pria itu

" Kamu mual ?? Atau pusing ??" Tanya Andrew memastikan kondisi Alina paska naik pesawat terbang.

Alina hanya menggeleng, mereka pun menaiki sebuah mobil mewah yang disupiri oleh orang suruhan Andrew. Masih dengan mengandeng tangan Alina, pria itu dengan hati-hati menuntun Alina sampai mobil.

Mobil pun melesat disebuah rumah besar yang mewah, mungkin bisa dibilang mansion milik Andrew yang berada di Amerika. Alina berdecak kagum melihat mansion mewah disertai halaman yang begitu luas.

" Ini rumah siapa ?" Tanya Alina dengan polosnya.

" Milikku, dan akan menjadi milikmu jika kita menikah nanti."

Blusshh

Rona wajah Alina makin memerah ketika Andrew mengatakannya dengan tegas disertai wajahnya yang datar, entah karena memang Andrew ingin menggoda dirinya atau pria itu hanya ingin menunjukkan kebenaran dari ucapannya.

" Rumahnya bagus, mewah dan cantik." Puji Alina untuk memecahkan situasi tegang mereka.

" Ayo kita masuk kedalam." Ajak Andrew yang setia menggenggam tangan Alina.

Alina kembali mengangguk dan mengekori langkah Andrew, namun baru saja masuk pandangan Alina tertuju pada seorang wanita yang ia sangat kenal, wanita yang saat berada dirumah sakit membantu dirinya saat Fera menghinanya.

Alina menarik sudut bibirnya, dan wanita itu pun senang akan kedatangan Alina, ia pun mendekati Alina.

" Kak Desi..!!"

" Alina !!"

Alina tampak terkejut, tapi tidak dengan Desi yang memang sudah diatur oleh Andrew untuk menemani Alina selama dinegeri orang.

" Kak Desi kenapa bisa disini ??" Tanya Alina, kini arah netranya jatuh pada Andrew yang melihat keduanya.

" Saya yang mengajak Desi untuk menemani kamu selama berobat disini, Alina...kau tidak keberatan kan ??" Tanya Andrew.

" Tentu saja tidak dok, saya malah sangat senang, tapi memang dokter kenal dengan kak Desi...??"

" Tentu tidak Alina, saya kenal dokter Andrew ketika kamu pingsan dirumah sakit setelah kamu kemoterapi, dan saya menceritakan kondisi kamu tentang kedatangan mantan suami kamu dan selingkuhannya." Jawab Desi.

" Begitu ya !! Tapi jujur aku senang sekali kak Desi disini, lalu nanti ibu kakak bagaimana ?? Siapa yang akan menjaganya ??" Tanya Alina.

" Untuk itu kamu gak perlu cemas, ibuku dirawat oleh kakak dan adikku, dan selama aku menemani dan menjagamu disini, dokter Andrew juga memberi fasilitas pengobatan terbaik untuk ibuku."

" Ya ampun kakak, sungguh aku sangat berterima kasih padamu, dan semoga ibu kakak bisa sembuh dari penyakitnya, amin." Ucap Alina tulus.

" Amin, terima kasih doa nya Alina".

Keduanya terlihat begitu akrab dan nyaman, Andrew yang melihat itu langsung memisahkan diri dari Alina dan juga Desi. Memberikan ruang pada keduanya.

" Kau tahu, dokter Andrew sangat perhatian padamu, sepertinya dokter itu Bucin padamu." Kekeh Desi yang sengaja menggoda Alina.

" Iih kak Desi apaan sih." Ucapnya malu-malu.

" Sudahlah aku tahu semuanya, dokter Andrew saja bahkan mengatakan seperti ini.."

" Eheem... Eheem, Desi nanti disana kamu harus menjaga calon isteriku, dan kabari saya setiap hari perkembangannya." Ucap Desi kembali, yang menirukan cara bicara dokter Andrew dengan penekanan calon isteri.

" Benarkah dokter Andrew bicara seperti itu...??" Tanya Alina tak percaya.

" Memangnya tampangku bohong ya...nih lihat !!"

Alina terkekeh dan memukul pelan bahu Desi. Sungguh dari kejauhan dimana Andrew sedang duduk tersenyum melihat Alina yang sedang tertawa tanpa beban, seakan wanita itu tidak memiliki beban berat.

Namun pada kenyataannya wanita itu bersumpah akan membalaskan rasa sakitnya pada kedua pengkhianat beserta keluarga suaminya yang kerap sekali memukulinya.

" Mulai sekarang panggil calon suamimu dengan sebutan sayang...atau honey...atau darling."

" Issh itu lebay ah." Sungut Alina makin malu.

" Masa calon suami panggilannya tetep dokter...?? Lucu gak sih ??"

" Sudahlah aku gak mau bahas itu, jangan buat aku makin malu kak, dengan muka aku ini yang udah macam udang rebus saja." Ujar Alina yang masih terkekeh tiada hentinya.

_________

Hari ini adalah hari kepulangan Nesya selepas dokter memberikan izin untuk pulang kerumah karena kondisi kesehatan Nesya yang berangsur kian membaik.

Beberapa hari ini Nesya bersikap biasa dan menjalani hidupnya seperti biasanya sebelum kedua orang tuanya ada pertengkaran, seperti yang Alina katakan, besar harapan Nesya untuk bisa bersama dengan mamanya.

Nino tampak senang, namun tidak dengan Fera, karena anak itu seakan makin menjauh darinya, apalagi setelah ia mengetahui mamanya diceraikan oleh papanya karena Fera.

Namun hingga kini Nesya tidak tahu bahwa kebenciannya itu sangat beralasan, mana ada anak yang tidak marah mama yang dia sayangi didepak oleh orang lain, walau pun itu mama kandungnya, Nesya tidak tahu bahwa ia membenci ibu kandungnya sendiri.

" Kenapa semakin aku mendekati Nesya, anak itu merasa tidak nyaman dan terlihat membenciku." Keluh Fera disela helaian nafasnya yang berat.

" Bersabarlah sayang, itu wajar karena Nesya selalu meyakini bahwa Alina adalah ibunya." Jawab Nino.

" Alina...Alina !! Selalu saja Alina yang menang dariku." ucap Fera dengan menyiratkan ketidaksukaannya.

" kau harus sabar." pungkas Nino.

" Tapi aku ibunya mas, aku yang melahirkan Nesya dari rahimku, bukan Alina." Seru Fera emosi.

" Sstt pelan-pelan bicaranya, nanti Nesya mendengarnya." Bisk Nino berusaha menenangkan Fera.

" Maaf mas, aku hanya benci saja pada Alina, dia sudah membuat puteriku tidak memberikan kesempatan padaku untuk lebih dekat dan menyayanginya." Tangis Fera.

Nini memeluk tubuh Fera, diluar pintu Nesya mendengar semuanya, celah pintu yang sedikit terbuka membuat bocah kecil itu begitu jelas mendengar fakta bahwa dirinya adalah puteri kandung dari Fera.

Tak ingin kedua orang tuanya tahu bahwa dirinya telah mengintip bahkan mendengar semuanya, kini Nesya berlari masuk ke kamarnya.

Nesya segera mengunci pintu kamarnya, gadis kecil itu menangis dalam sunyi, Nesya menangis dengan mulutnya yang ia bekap sendiri.

Tubuhnya gemetaran mendengar kenyataan bahwa dirinya lahir dari rahim wanita jahat yang sudah membuang mamanya dari kehidupannya.

Rasanya ia ingin pergi dari rumah itu sekarang juga, namun mengingat janjinya pada sang mama, Nesya akhirnya hanya bisa menangis dan menahannya.

Dari situ bocah kecil itu menarik kesimpulan bahwa ibu kandungnya adalah seorang perusak rumah tangga.

Terpopuler

Comments

Juliana Pieter

Juliana Pieter

baguslah di Nesa tau bagaimana diksp jelek obi kandungnya

2024-11-07

0

Rini Musrini

Rini Musrini

nesya bucah kecil yg berpikir dewasa.

2024-05-12

0

Sukliang

Sukliang

anak kecil itu masih suci, dia tau jamu adalah ilbis, makanya nesya dak suka kau fera pelakor jalang

2024-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!