malam itu Alina, Nino dan Nesya pergi kepasar malam selepas makan malam, ponsel Nino selalu berdering dan itu membuat Nino sedikit terganggu.
" Mas diangkat saja, siapa tahu penting."
" Baiklah, kamu tunggu disini dulu ya, aku akan mencari tempat sepi, disini berisik." Ucap Nino beralasan.
Tak bisa dipungkiri beginilah suasana pasar malam selalu ramai, baik suara anak-anak maupun suara setiap permainan.
Nino berlari keluar mencari tempat yang sepi, lelaki itu mendengus kesal karena Fera ternyata yang menganggu waktu kebersamaan keluarganya.
" Ada apa ?? Kau tau bukan ini waktuku bersama Nesya anakku ??"
" Hey kau lupa Nesya juga puteriku " ucap Fera tak mau kalah.
" Terserahlah, katakan apa maumu, kau tahu Alina bisa curiga."
" Aku tidak perduli, aku hanya ingin bersamamu terus, jika kau malam ini tidak ke apartemenku aku pastikan besok Alina akan tahu perselingkuhan kita." Ancam Fera yang makin lama semakin tak tahu diri.
" Kau mengancamku ??"
" Terserah tanggapanmu, toh aku akan menang dari alina karena aku mommynya Nesya " Fera mengatakan itu dengan jumawa.
" Sudah dulu Fera, nanti kita bicara lagi."
Percakapan ditutup oleh Nino secara sepihak, sedangkan Fera terlihat kesal disana menatap ponselnya.
Nino mendatangi isteri dan Nesya yang sedang antri diloket tiket pemainan anak.
" Biar aku antrikan, kau duduk saja disana sama neysa." tunjuk Nino pada bangku kosong yang berada ditempat loket permainan.
" Baiklah mas, Nesya ayo kita duduk." Ajak Alina pada Nesya.
Nino mengantri sembari menatap kedekatan Alina bersama puterinya Nesya, ada rasa haru bahwa puterinya dididik baik oleh Alina.
Begitu Nino mendapat tiketnya ia segera menghampiri isteri dan anaknya yang terlihat sedang menikmati harumanis kesukaan Nesya.
" Sayang.....lihat nih papa dah dapat tiketnya, ayo kita naik " seru Nino memperlihatkan beberapa tiket yang akan mereka naiki bersama.
" Yee....asikk..." seru neysa tak kalah hebohnya.
Alina hanya mengacak rambut Nesya dan mengandeng puterinya hingga mereka masuk kepermainan satu yaitu bianglala.
Nesya begitu senang bahkan ia tak takut sekalipun saat bianglala itu berputar kian cepat, sungguh anak yang pemberani, Alina sampai geleng-geleng kepala.
Tak hanya permainan bianglala saja, bahkan bocah cilik itu masuk ke arena rumah hantu yang membuat Alina sendiri bergidik ngeri, walau bocah kecil itu takut-takut berani namun rasa penasarannya kini terjawab sudah.
Ketiganya keluar dari rumah hantu dengan nafas yang memburu, karena didalam sana mereka dikejutkan oleh hantu-hantu yang datang tiba-tiba dan itu membuat Alina bergidik ngeri dan terasa jantungnya berhenti berdetak, sungguh permainan yang memacu adrenalin.
" Audah malam ayo kita pulang." Ajak Nino mengandeng keduanya.
Dari kejauhan Fera melihat interaksi temannya bersama puterinya, juga selingkuhannya, itu membuat hatinya kian memanas.
" Lihat saja nanti Alina, sebentar lagi aku akan menguasai harta berhargamu, suamimu dan anakmu yang merupakan anakku sendiri." Senyum terbit diwajah cantik namun licik.
" Jika Nino masih berat untuk melepaskanmu, biarkan aku yang membuka kedok perselingkuhanku dengan suamimu." Beo Fera yang bicara sendiri dan tangannya mengepal penuh kemarahan.
Tepat pukul 10 malam Nino mengajak istri dan nesya pulang, namun sebelum pulang neysa merengek dibelikan mainan yang ada dipasar malam juga makanan sosis dan bakso bakar kesukaan gadis kecil itu.
Nino pun akhirnya membelikannya untuk Nesya, didalam mobil neysa mengunyah makanan yang tadi Nino beli untuknya, hingga karena kelelahan bocah cilik itu tertidur.
" Mas neysa sudah tidur, sepertinya dia kelelahan."
Sejenak Nino yang sedang menyetir melihat menoleh kebelakang saat mobil berhenti di traffic light karena lampu merah, dan ia mengamati puterinya tertidur dikursi belakang dengan memeluk boneka yang tadi ia minta di pasar malam.
" Biarkan saja, nanti biar aku yang mengendongnya ke kamar." ucap Nino yang tersenyum menatap bocah cilik itu
Dan sesampainya dirumah Nino mengangkat bocah itu dan membawanya kekamar Nesya yang letaknya bersebelahan dengan kamar miliknya.
" Mas mandilah, semua sudah aku siapkan." Ucap Alina dan membantu suaminya melepaskan pakaiannya.
Nino mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi yang ternyata sudah disiapkan oleh Alina, sedangkan ia kini berada di walk in closed dan mengambil piyama untuk suaminya.
**
Sementara dikediaman dokter Andrew, ibunya memberikan foto gadis cantik puteri teman arisannya yang akan dijodohkan pada Andrew.
" Siapa lagi ini mom ?" tanya Andrew.
" Kau lupa ini calonmu, besok temui dia sore hari, mommy sudah siapkan semuanya dan aku harus datang." Tekan mommy Andrew.
" Baiklah aku akan menemuinya." dengan terpaksa Andrew menyetujuinya karena ia sebelumnya sudah berjanji akan setuju untuk melakukan pengenalan.
Wajah wanita tua itu terlihat begitu senang, hingga ia buru-buru meraih ponselnya untuk memberikan berita baik itu pada teman arisannya.
Andrew melangkahkan kakinya menuju kamarnya, pandangannya menatap sebuah foto dimana ia menatap foto dirinya bersama ibu panti dipantai asuhan dan anak-nak panti lainnya termasuk ada foto Alina yang saat itu berusia belasan tahun.
Dokter tampan itu sering berkunjung ke panti hanya untuk memberikan kelebihan uangnya untuk anak-anak panti asuhan yang biasa ia kunjungi.
Mungkin Alina lupa bahwa ia pernah bertemu dokter Andrew, namun hanya Andrew yang mengamati gadis itu dari kejauhan, saat itu Andrew ke panti asuhan bersama keluarganya termasuk adiknya yang saat itu belum mengalami kelumpuhan.
Hingga Andrew mengenal Alina yang saat itu gadis itu baru duduk dibangku SMA dan sedang memasak untuk adik-adik panti.
Alina adalah anak yatim piatu, kedua orang tuanya tak ia ketahui karena sejak bayi Alina tinggal bersama ibu panti hingga ia menikah dan meninggalkan panti asuhan.
Sang dokter tertarik Alina bukan karena gadis itu cantik, namun Alina memiliki sifat baik dan keibuan yang sesuai dengan tipenya, namun sayangnya karena kesibukan Andrew kuliah diluar negeri menjadikan Andrew tidak lagi bertemu dengan Alina.
pertemuan mereka terjadi setelah Alina menjadi pasiennya karena penyakit yang wanita itu derita, namun Alina masih lupa bahwa dokter Andrew dulu adalah anak donatur tetap dipanti asuhan itu.
terjawab sudah bahwa kebaikan Andrew karena lelaki tampan itu sudah lama menaruh suka pada Alina, begitu ia dipertemukan kembali Andrew berusaha ingin menyembuhkan Alina.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Hj. Raihanah
semoga Andrew bisa menyelamatkan Alina
2024-05-10
0
Ma Em
Andrew sembuhkan Alina dari penyakitnya bahagiakan Alina dan semoga perselingkuhan Nino dan Fera segera diketahui oleh Alina.
2024-01-31
0