Nesya Sakit

" Kenapa jadi seperti ini ??  Haruskah aku menerima usulan dokter Andrew ?? sungguh ini pilihan sulit untukku, tapi aku harus membalaskan rasa sakit hatiku pada mereka, ya aku harus....." Jerit Alina dalam hati.

" Alina, kau dengar aku ??"

" Menikah ya dokter...?? Ba...baiklah aku bersedia menikah dengan dokter setelah aku resmi bercerai." Jawab Alina memantapkan hatinya.

Andrew yang mendengar itu pun berbinar, wajahnya merona bagai anak remaja yang baru saja diterima cintanya oleh sang pacar, sungguh Andrew merasakan kebahagiaan.

Tangan Andrew menggenggam tangan Alina, wanita itu hanya membalasnya dengan senyuman.

" Terima kasih Alina."

" Tidak dokter, aku yang harusnya berterima kasih padamu, dokter Andrew selalu baik padaku." Ucap Alina dengan tulus.

" Ayo aku antar pulang ke panti." Ajak Andrew yang membantu memapah Alina paska wanita itu pingsan setelah dikemoterapi.

**

Seminggu setelah kemoterapi yang ke 6 kalinya seperti biasa tubuh Alina mulai mengalami efek dari obat keras itu, tubuhnya makin lemah dan sering memuntahkan cairan kala ia usai makan.

Sungguh efek dari kemo kali ini membuat dirinya tak bisa berkutik, dia hanya bisa berbaring dikamar saja, saat ini ditemani ibu panti, dokter Andrew menjenguk Alina dikamar miliknya.

" Dokter Andrew."

" Tidak perlu beranjak, tidurlah...kau terlalu lemah saat ini."

" Iya Alina, menurutlah pada nak Andrew." Ucap ibu panti menambahi.

" Iya buk, dokter...mengapa tubuhku tidak baik-baik saja, rasanya aku sudah tidak kuat dokter." Lirih Alina.

" Jangan bicara seperti itu, kamu harus kuat." Imbuh ibu panti yang kini mengusap air matanya.

" Alina ada yang harus aku katakan padamu dan ibu panti." Ucap Andrew yang mulai menghela nafasnya.

" Ada apa dokter ?? Jangan membuatku takut." Ujar Alina.

" Iya nak, katakan apa ini berkaitan dengan kesehatan Alina ??" Tanya ibu panti tak kalah cemasnya.

" Iya, ini memang mengenai kesehatan Alina, aku akan mengajak Alina berobat ke Amerika."

" Amerika dok??" Tanya Alina lemah.

" Iya, ini untuk kesehatanmu, disana kamu akan didampingi dokter berbakat, dia adalah profesor aku."

" Lalu aku akan tinggal dimana dok ??"

" Aku akan menyewakan rumah untukmu, dan kau akan ditemani oleh orang yang sudah aku pekerjakan untuk menjagamu disana, karena aku tidak bisa selalu menemanimu disana, tapi aku usahakan berkunjung jika ada waktu senggang." Tutur Andrew menjelaskan.

" Bagaimana Alina ?? Kamu bersedia ??" Tanya ibu panti.

" Baiklah ibu, demi kalian aku akan mengikuti keinginan dokter." Jawab Alina yang mulai optimis.

" Kau akan sembuh disana, aku menjaminnya.....untuk itu, turuti semua apa yang boleh dan tidak boleh untukmu, kau paham...!!"

" Baik dokter". Cicit Alina mengerti dan mengangguk.

" Ibu ada hal yang ingin aku ingin bicarakan denganmu buk....bahwa aku akan menikahi Alina setelah dia bercerai dari suaminya." Ucap dokter Andrew yang meminta persetujuan dari ibu panti, selalu orang tua wali dari Alina.

Wajah ibu panti seketika itu langsung berbinar, ia tahu selama ini perasaan yang disembunyikan Andrew pada Alina saat remaja dulu.

" Aku akan menyetujuinya, karena menurut ibu nak Andrew adalah lelaki baik dan tepat untukmu Alina."

" Ibu...!!" Alina mulai menitikan air mata dan menangis sesengukan.

" Terima kasih atas izinmu ibu, doakan kesembuhan Alina disana nanti, saya akan mengusahakan pengobatan yang terbaik untuk Alina." Papar Andrew disertai tangannya menggenggam tangan ibu panti.

Sudut air mata ibu panti kembali berlinang, ia tak kuasa menahan rasa bahagia bercampur kesedihan akan ditinggalkan Alina kembali, namun kepergian Alina kali ini untuk berobat.

" Tentu, ibu kan selalu mendoakan kesembuhan mu Alina, juga kebahagiaan kalian."

" Lalu kapan kita akan pergi dokter ??" Tanya Alina.

" Dua minggu lagi, kamu bersiaplah !!"

**

Sementara dikediaman Nino, orang tuanya sedang panik, pasalnya sudah 5 hari Nesya gadis kecil puteri Nino dan Fera kini sedang sakit, setiap hari bocah itu selalu bergumam memanggil nama Alina.

Bahkan kehadiran Fera pun tak berpengaruh besar pada bocah itu, kehilangan seorang ibu buat Nesya begitu menimbulkan rasa sedih yang mendalam dan seakan ia tak mampu lagi hidup tanpa Alina disampingnya.

" Telepon kak Nino mom suruh pulang." Ujar Lisa yang mulai kesal dan jengah selalu menunggui keponakannya yang sakit dan selalu menangis tak kunjung henti mencari mamanya yaitu Alina.

" Mama, mama....Nesya kangen mama"

" Mama dimana ??'

" Mama pulanglah, Nesya cuma butuh mama."

Berulang kali hanya kata-kata itu yang diucapkan gadis kecil itu ditengah rasa sakit dan dalam keadaan tidak sadar atau dibawah alam sadarnya.

" Gimana ini mom."

" Baiklah kita akan bawa Nesya kerumah sakit." Titah Martha yang kemudian membawa tubuh cucunya kedalam mobil.

Lisa hanya mengikuti kemana langkah Martha hingga akhirnya lisa memutuskan untuk menyetir mobil untuk mengantarkan keponakannya.

Ditengah kekalutan itu, Martha yang duduknya memangku cucunya kini mulai menghubungi Nino, namun sudah beberapa kali ia menekan nomer puteranya tak juga Lidya mendapatkan sahutan.

Lisa yang sedang mengemudikan mobilnya makin panik kala ia tak sadar berkemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tak sengaja membenturkan keponakannya hingga terkena kursi depan samping ia mengemudi.

" Pelan-pelan " teriak Martha cemas.

" Iya mom, maaf aku cuma ingin segera sampai kerumah sakit saja." Jawab Lisa yang sempat menoleh kebelakang.

Namun baru saja ia menoleh kebelakang baik dirinya dan Martha makin panik saat Nesya tiba-tiba kejang-kejang dengan mulutnya mengeluarkan busa putih.

" Ya Tuhan ini kenapa bisa seperti ini, cepatlah kita cari rumah sakit yang terdekat saja." Seru Martha panik, tangannya gemetaran mencoba mengguncangkan tubuh Nesya dengan pelan untuk mencoba membangunkan cucunya.

" Iya ma sebentar lagi kita sampai, sabarlah mom." Jawab Lisa yang langsung memasuki parkiran rumah sakit.

" Bangun Nesya, jangan buat Oma cemas." Tangis Martha yang tak kuasa menahan air matanya menatap cucunya kejang-kejang dihadapannya.

Begitu Anita memberhentikan mobilnya tepat didepan ruang IGD, ia segera turun dan mencari pertolongan.

" Tolong....tolong keponakan saya suster." Ucap Lisa panik.

" Dimana pasiennya" salah satu suster mendekati Lisa yang terlihat kalut.

" Dimobil suster." Jawabnya

" Suster tolong bawa brankar dan beberapa bantu angkat pasien." Titah salah suster paruh baya pada juniornya.

Setelah mendapat instruksi pada suster berhamburan mendekati mobil, dan Martha keluar dari mobil dengan membawa tubuh Nesyabsang cucu yang sudah kaku dan masih kejang.

Para suster membantu mengangkat bocah itu hingga dibaringkan diranjang dan mulai mendorong ke ruang IGD.

" Suster berikan obat melalui dub*r." Perintah suster kepala.

Salah satu suster mencopot celana pendek Nesya, dan yang lainnya membantu memiringkan tubuh bocah cilik itu, lalu suster kepala memberikan obat penurun panas melalui dub*r.

Tak lebih dari 60 detik, Nesya mulai sadar, kesadaran gadis kecil itu yang sudah membuka matanya kini mulai menangis histeris.

Tangisan Neysa membuat Martha dan Lisa sang Tante lega mendengarnya, apalagi Nesya telah sadar, suster pun mulai sibuk memasangkan jarum infus pada bocah itu. Sedangkan Martha menenangkan cucunya supaya tenang dan tidak menangis.

" Cup...cup jangan menangis, sebentar lagi papa datang."

" Maaf nyonya infus sudah kami pasang, tinggal tunggu pindah kamar saja." Ucap suster itu.

" Baiklah terima kasih."

" Mom aku sudah telepon kak Nino, dan mereka sekarang sedang dalam perjalanan." Ujar Lisa yang kini sudah tenang dari kepanikannya.

" Ya sudah kita tunggu kakakmu."

Hanya 15 menit Nino dan Fera kini sudah berada diruang IGD, dan sesampainya disana Nesya sudah tertidur, suhu badannya pun sudah menurun karena obat dan infus yang dipasang di tangannya.

" Nesya sayang, anak papa...!!" Nino mendekati ranjang Nesya dan mengecupi puncak kepala puterinya.

" Gimana ceritanya mom, kenapa Nesya bisa kejang seperti ini ..??" Tanya Fera cemas.

" Ini karena demam Nesya yang terlalu tinggi yang menyebabkan anak kalian kejang." Ucap Martha.

" Sayang cepat sembuh ya...?? Mama sedih jika melihatmu seperti ini."

" Kamu jangan bersedih, semua akan baik-baik saja, dia anak yang kuat." Nino mendekati Fera dan mengusap bahu wanita itu.

Fera pun menangis dipelukan Nino, memberi kekuatan pada wanita yang sudah memberikannya keturunan.

" Anakmu ini dari kemaren sakit selalu mencari Alina, apakah perlu kita memberi tahukan raina ??" Ujar Martha.

" Tidaaak...aku tidak sudi meminta dia kesini untuk menjenguk anakku, lagi pula apa dia juga akan mau datang setelah tahu Nesta itu anak kami." Sentak Fera.

" Tapi ini untuk kesehatan nak kita sayang." Bujuk Nino.

" Tidak, aku bisa menyembuhkan puteriku sendiri, aku tidak butuh Alina." Teriak Fera yang makin keras kepala.

" Baiklah silahkan saja, yang jelas mommy lelah, ingin pulang sekarang....kalian jaga anak kalian."

Nino hanya mengangguk, dan Martha pun pergi mengajak putri bungsunya pulang untuk beristirahat, setelah tadi ia menyaksikan sendiri ketegangan dirumah sakit saat penyelamatan Nesya tadi.

Sedangkan kini tubuh Alina sudah agak membaik, kini wanita itu mulai bisa beraktivitas, sore itu dokter Andrew datang menjenguk Alina seperti biasa, setelah ia pulang bekerja dirumah sakit.

" Sudah baikan...??"

" Alhamdulillah sudah baik dokter."

" Ini aku bawakan buah-buahan yang baik untuk penyakitmu." Ucap Andrew yang sudah menaruh buah-buahan di atas meja.

" Terima kasih dokter, gak perlu setiap hari bawa-bawa makanan segala."

"Kau tenang saja, aku saja tidak keberatan, lagi pula kau kan calon istriku, sudah seharusnya aku perhatian padamu."

Alina tersenyum malu dan menundukkan wajahnya, Andrew pun duduk disamping Alina.

" Ada yang harus aku beritahu padamu Alina...??"

" Apa itu dokter ??" Ujar Alina yang kini mengerutkan keningnya.

" Aku mendapatkan kabar dari informanku, bahwa puterimu Nesya sedang sakit dan dirawat dirumah sakit" Ucap dokter Andrew.

" Apa...Nesya sakit ? " Ucap Alina yang tanpa sadar sudah mengeluarkan cairan beningnya.

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

banyak typo thor

2024-05-20

0

Rini Musrini

Rini Musrini

beruntungnya Alina d rawat dokter Andrew dengan kasih sayang d ajakin nikah pula. semoga cepat sembuh alina

2024-05-12

0

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

meskipun Alina sudah tau itu anak haram mantan suami nya masih saja dia peduli

2024-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!