Menemui Nesya

Tanpa berpikir panjang Alina segera berlari keluar panti tanpa melupakan dirinya pergi tanpa mengenakan alas kaki, Andrew berlari mencari keberadaan Alina yang kian menjauh hingga ia bisa melihat punggung wanita itu yang sudah berada dihalaman panti.

Alina bagai anak yang tak tahu arah, ia bingung seketika entah apa yang ia lakukan, yang jelas Andrew bisa melihat keresahan dan kegamangan dalam diri Alina.

" Ada apa Alina ?? Kenapa kau seperti orang bingung...??" Tanya Andrew setelah ia mendekati Alina.

" Aku bingung dokter, hatiku ingin pergi menemui Nesya, tapi disisi lain aku membenci kedua orang tua anak itu." Ujar Alina yang terlihat gundah.

" Lalu apa yang ada dalam hatimu, apa yang kamu yakini...??'

" Aku ingin melihat Nesya, untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi berobat, dokter !!"

" Maka dari itu pergilah, temuilah anakmu, walaupun orang tua kandung dari anak itu telah menyakitimu, tapi dia anak yang kamu besarkan dari bayi dengan penuh cinta dan kasih sayang."

Air mata Alina kembali jatuh mengenangi pipinya, rasa sakit dan kekecewaannya tak mungkin ia limpahkan pada bocah yang tak berdosa.

" Aku ingin melihat Nesya, tolong antarkan aku dok."

" Baiklah aku akan mengantarkanmu, tapi pakailah alas kakimu dulu alina, lihat kamu tidak mengenakan apapun saat tadi panik dan berlari." Titah dokter Andrew yang menunjukkan pada kaki Alina.

Mata Alina menatap kakinya yang polos tanpa alas, ia sampai melupakan hal kecil itu saat ia begitu panik mendengar kabar puterinya sakit. Alina masih sempatnya tersenyum dan kembali kekamarnya.

Tidak lama Alina pun keluar dengan pakaian yang sudah rapi, Andrew mengandeng tangan Alina dan membawanya kedalam mobilnya.

Sesampainya dirumah sakit, Andrew sudah membuat sepasang menjijikan itu keluar dari kamar inap Nesya karena dokter ingin berbicara pada keduanya selaku orang tua Nesya.

Andrew melakukan itu agar Nino dan Fera keluar dari kamar, supaya Alina bisa leluasa menjenguk puterinya.

Saat pintu kamar terbuka bocah kecil itu sedang tertidur, dengan hati-hati langkah Alina mendekati ranjang Nesya.

Sungguh kakinya terasa berat untuk sekedar melangkah, tangan Alina pun gemetaran mengusap lembut surai rambut hitam panjang bocah kecil itu.

Jangan ditanya perasaannya saat ini, Alina sedih melihat Nesya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri terbujur dengan wajah pucatnya.

Tangan kurus Alina membelai lembut wajah mungil Nesya, merasa ada yang menyentuh wajahnya, bocah itu mulai membuka matanya.

Namun Alina yang terkejut kelopak mata yang tadinya tertutup kini sudah terbuka lebar, seketika tangan Alina ia tarik menjauh, tubuhnya meremang. Jantungnya berdetak sangat cepat saat wajah polos itu tersenyum padanya.

" Mama...ini benar mama...?? " Ucap Nesya lirih karena tubuhnya masih lemah.

Andrew hanya tak mengerti dengan kecemasan yang Alina rasakan didekat bocah itu, Andrew masih menatap interaksi keduanya.

" Mama, Nesya kangen, kangen mama...!!" Ujar bocah itu sudah merentangkan tangannya ingin dipeluk mamanya.

Namun Alina malah memundurkan langkahnya, bayangan mantan suaminya dan Fera yang membohonginya tiba-tiba terangkum begitu saja, meninggalkan jejak sakit yang teramat dalam.

Alina tidak bergeming, bocah itu tanpa sadar menitikan air matanya dengan masih dalam posisi yang sama, ingin mendapatkan pelukan dari Alina.

" Tidak...aku harus pergi." Ujar Alina yang kemudian membalikan tubuhnya.

Alina meninggalkan Nesya, sedangkan bocah itu kian menangis menatap Alina yang terlihat acuh padanya. Sejujurnya Andrew menatap bocah itu dengan rasa kasihan, bocah yang tidak tahu apa-apa harus merasakan keegoisan ayah kandungnya sendiri.

" Mama jangan pergi ma....mama." Teriak Nesya yang kini tangannya terulur seakan ia ingin menggapai tubuh Alina yang kian menjauh.

Tangisan kencang bocah kecil itu begitu menyayat hati Alina, apalagi Andrew mencekal tangannya, pria tampan itu membalikkan badan Alina untuk melihat kembali Nesya yang menangis pilu diatas ranjang rumah sakit, dengan tangan ingin menggapai Alina, sang mama yang sudah merawatnya dari bayi.

" Sadar Alina, dia merindukanmu, Nesya puterimu !!" Sentak Andrew menyadarkan Alina.

Bahkan Andrew sempat mengguncangkan bahu Alina cukup keras supaya wanita itu tersadar.

Segera saja Alina langsung berlari menghampiri Nesya, wanita kurus itu memeluk erat anaknya yang hampir 1 bulan tidak ia lihat, karena perselisihannya dengan mantan suaminya beserta sahabatnya.

" Maafkan mama sayang, maafkan mama." Ucap Alina berulang kali pada Nesya.

Tangis Alina pun pecah, keduanya saling melepas rindu, rasa kecewa yang menghinggapi Alina kini berangsur hilang. Dia tersadar akan kesalahannya yang akan mengabaikan bocah tak bersalah itu.

Alina berulang kali menciumi puncak kepala Nesya, juga seluruh wajah pucat puterinya. Nesya seketika itu tersenyum bahagia, Andrew yang melihat itu pun menyungingkan senyumannya. Pria tampan itu lebih memilih keluar dari kamar rawat bocah itu.

Andrew ingin memberikan Alina waktu berdua bersama Nesya, supaya keduanya saling melepas kerinduan sepuasnya.

" Kenapa mama pergi ninggalin Nesya...?? " Tanya Nesya yang masih mengeratkan pelukannya.

" Maafkan mama sayang, mulai sekarang mama dan papa tidak tinggal bersama lagi."

Nesya melepaskan pelukannya demi menatap wajah mamanya. " Tapi kenapa ma...??"

" Karena mama dan papa sudah tidak cocok lagi, kita sering sekali bertengkar, Nesya tahu sendiri juga kan...??" Jawab Alina mengelus rambut anaknya.

" Jangan bilang itu semua karena Tante Fera yang jahat." Celoteh Nesya yang terlihat kesa

Gleg

" Bagaimana Nesya bisa tahu itu semua ?? Apakah hubungan Nesya dan Fera tidak baik ??  Ucap Alina dalam hatinya.

" Mama, kenapa diam ??"

" Tidak apa sayang, mulai sekarang jangan pikirkan yang lainnya, pikirkan kesehatan Nesya ya ?? Supaya cepat sembuh."

"Iya ma, tapi kenapa sekarang Tante itu sering dirumah kita ma, Tante Fera juga sering tidur sama papa."

" A- apa ??" Alina terkejut mendengar puterinya mengatakan itu.

" Jadi selama ini kalian juga masih berzina mas, kenapa kamu tega mas....seharusnya kalian tidak berbuat itu, apa yang harus aku katakan pada Nesya."  Keluh Alina dalam hati.

" Iya karena papa kamu sebentar lagi akan menikahi Tante Viska." Alina sengaja menekankan hal itu karena rasa sakitnya pada kedua orang yang tak bermoral.

" Tidak, Nesya tidak mau papa menikahi Tante Fera, aku hanya ingin mama.'

Rasanya netra Alina berbinar kala puterinya hanya menyayangi dirinya saja, bocah itu pun kembali menangis dipelukan Alina.

" Bertahanlah tinggal dengan papamu sayang, karena mama tidak bisa lagi menemuimu sayang."

" Kenapa bisa begitu, mama tidak sayang Nesya lagi ya...??"

Alina menggeleng." Bukan seperti itu sayang, mama akan pergi jauh untuk berobat."

Tangan mungil itu mengelus wajah Alina, " mama sakit ??"

" Iya sayang, mama sakit parah, untuk itulah papa mengusir mama." Tandas Alina.

" Kenapa papa jahat sekali ??"

" Karena papa tidak mencintai mama lagi, papa lebih mencintai Tante Fera."

"Aku benci mereka ma." Seru Nesya.

" Berjanjilah sama mama, kalau nesya akan bertahan dirumah itu, sampai mama kembali dan mengambil Nesya tinggal bersama mama, Nesya mau kan ?" Alina tersenyum dan mencium kening Nesya dengan penuh kasih sayang.

" Iya Nesya berjanji akan mengikuti apa yang mama bilang, dan Nesya akan meminta doa kepada Allah untuk menyembuhkan mama." Ucap Nesya patuh.

" amin, terima kasih sayang doanya." ucap Alina.

Hati Alina begitu senang, setidaknya ia ingin setelah sembuh akan menghancurkan keluarga itu sehancur-hancurnya.

" Terima kasih sayang, dan mama ingin mulai sekarang jaga kesehatan Nesya ya...jangan sampai sakit lagi." Papar Alina yang memeluk kembali puterinya.

" Alina ayo kita segera pulang, nanti keburu mereka datang."

Alina pun mengangguk dan segera melangkah pergi, namun sebelumnya ia menoleh pada Nesya dan berucap, " jangan cerita pada papa pertemuan kita ini ya sayang!!....jaga rahasia kita, okey..!!"

Nesya pun mengangguk dan membalas senyuman Alina, tak lama setelah Alina keluar dari kamarnya, Nino dan Fera memasuki kamar Nesya.

Bocah itu hanya berpura-pura tidur, karena ia malas untuk melihat kedekatan papanya dengan wanita lain, yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri.

Terpopuler

Comments

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

otak anak kalian sudah merekam bahwa kamu fera dan nino jahat

2024-05-10

0

Holipah

Holipah

keluarga g ada otak coba hancurkan kantor nya si Nino spya dia jdi pengangguran

2024-03-07

0

Lee Mba Young

Lee Mba Young

bagus biar nesya benci ma Papa dan mama nya sendiri. itu akn sangat sakit buat mereka, dan semoga fera TDK hamil lagi biar anak nya cm satu tp benci ma dia.

2024-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!