Alina tertidur setelah suaminya mengajaknya berhubungan badan, jujur ia sering sakit setelah selesai Nino menyetubuhinya, karena Nino selalu melakukannya dengan kasar dan itu membuat milik Aline terasa sakit.
" Aakhh pelan-pelan mas." Desah Alina yang merasakan miliknya sakit dan perih.
Tak ada respon dari suaminya hingga Alina hanya bisa mencengkeram sprei untuk menahan rasa ngilu ketika senjata Nino kian memasuki intinya dengan begitu ganasnya.
" Aakh sakit mas, sudah." Ringis Alina.
" Sebentar lagi sayang aku keluar." Ucap Nino yang makin menghentakan kian dalam dan cepat.
" Aaakkhh." Nino melengkuh dan mengeluarkan cairannya didalam rahim istrinya.
Nino mencabut miliknya dan tidur disamping Alina, sedangkan wanita itu menatap suaminya yang tertidur pulas, matanya mengeluarkan cairan bening.
Alina turun dari ranjang dan membersihkan dirinya dari sisa percintaannya dengan suaminya, Alina berjalan menahan sakit hingga ia menyalakan shower dan menyabuni tubuhnya.
Nino adalah lelaki pertama yang untuknya tapi dari awal ia selalu bermain kasar jika berada diranjang, Alina bahkan tidak pernah menikmati setiap sentuhan yang diberikan Nino.
Namun ia tidak bisa mengeluh, karena ia bukan wanita tukang mengeluh pada siapapun, Alina cenderung menyimpannya sendiri.
Alina keluar dari kamar mandi dan merebahkan dirinya disamping suaminya, namun sebelum tidur Alina meminum obat yang diberikan dokter Andrew.
Pagi harinya seperti biasanya Alina bangun pukul 4 pagi ia mulai dengan aktifitas seperti biasa seperti membersihkan rumah, mencuci dan memasak untuk keluarga suaminya, ia bahkan merasa alina disini tidak sebagai isteri Nino tapi lebih sebagai asisten rumah tangga.
setelah masakannya selesai Alina memanggil satu persatu Anggita keluarga untuk makan bersama, terakhir ia membangunkan Nesya yang masih terlelap tidur.
" Neysa ayo bangun sayang, ini sudah pagi, dan Nesya harus mandi dan makan pagi."
Tepukan dipipi neysa membuat bocah kecil itu terganggu dan mulai membuka matanya, gadis itu menatap Alina yang mengusap pipi chubbynya.
" Nama sudah pagi ya ??"
" Iya sayang, sekarang minum air putih dulu nih, setelah itu kita mandi." Ucap Alina.
Alina memberikan segelas air putih dan Nesya pun meneguknya, tak lama Alina menyiapkan air hangat dan membantu anaknya mandi.
Tidak lebih dari 20 menit Alina dan Nesya turun dengan tubuh harum bocah itu, Alina mengandeng Nesya sampai meja makan.
" Alina, sepertinya nanti aku akan pulang malam karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan "
" Iya mas, tak apa jangan lupa makan ya ??" ucap Alina.
" Heem, kamu juga, aku lihat sekarang badanmu makin kurus " ucapan nino barusan membuat Alina bingung mengatakan apa.
" Iya mas."
"Iya aku heran kau ini makin lama semakin kurus, apa jangan-jangan kamu punya penyakit ya ?" tuduh ibu Nino mulai curiga.
"Sudahlah buw cukup, aku tak mau pagi-pagi berantem, kita makan dengan tenang." Ucap Nino seakan membela istrinya.
Seketika Alina merasa senang dengan pembelaan suaminya, hingga menyungingkan senyumannya pada suaminya.
" Alina, aku kekantor sekarang ya ??" Nino berdiri dan Alina segera mengambilkan tas kerja Alina.
Nino menyempatkan mencium kening isterinya sebelum ia memasuki mobil dan pergi kekantor.
Sesampainya dikantor Fera sudah berada disana, begitu Nino masuk Fera langsung marah-marah tak jelas.
" Kenapa semalam tidak ke apartemenku ?? Kau kan sudah janji akan menginap dirumahku."
" apa aku harus selalu mengutamakanmu dari pada keluargaku ?? Aku punya Nesya puteri kita." Jawab Nino yang mulai kesal dengan menaikkan nada bicaranya.
" Dengan Alina juga kan ?? "
" Iya, kau harus tahu statusmu apa Fera, lagi pula Alina isteriku untuk saat ini."
" Aku benar-benar tak tahan lagi dengan keadaan ini, aku ingin bersama Nesya putriku, memeluknya tapi aku tak bisa dekat dengan puteriku sendiri, ini sangat tidak adil." Fera menangis dan Nino yang sedari awal marah padanya kini tak tega.
Nino memeluk Fera mencium bibir wanita itu.
" Sabar sayang nanti aku akan ajak Nesya bertemu denganmu, bagaimana ??" usul Nino yang sebenarnya ia malas mempertemukan neysa dengan Fera karena sudah pasti neysa akan banyak bertanya-tanya.
" Benarkah sayang ??" wajah Fera kembali cerah dan membalas pelukan Nino.
" Iya sayang." Ucap Nino dengan terpaksa.
" Nanti pulang kerja kita jalan-jalan dulu ya, belikan aku cincin." Rajuk Fera yang tangannya sudah bergerilya meremas milik suami temannya itu.
Tubuh Nino menegang seketika dengan apa yang dilakukan sekretaris sekaligus selingkuhannya itu
" Sttt aaah iya sayang." Jawab Nino dengan eramannya.
Fera yang senang mulai melepaskan ikat pinggang Nino dan menurunkan restletingnya , lalu Fera jongkok dihadapan Nino dan mulai membelai milik Nino yang sudah menegang dan mulai mengulum milik Nino dengan begitu bersemangat
Dikantor itu kini hanya ada desahan dari mulut 2 orang yang saling melampiaskan nafsunya, dua orang penghianat yang tak pantas untuk diampuni kesalahannya.
Sesuai janjinya pada Fera, kini keduanya pulang bersama dan pergi ke mall terbesar dikota itu, Fera mengajak nino ke tempat perhiasan terbaik dikota itu.
Fera memilih-milih cincin berlian yang ingin ia gunakan saat alumni sekolah SMA besok, kebetulan Alina juga diundang, ia tak mau kalah dengan Alina sehingga wanita licik itu merayu Nino untuk memberikan perhiasan yang harganya wow bingiit.
Kedua nya terlihat mesra memilih-milih cincin berlian hingga keduanya tak sadar ada mata elang yang melihat keduanya yang bukan sepasang suami isteri sedang bermesraan.
Tangannya terkepal kuat, karena menahan emosi, ingin rasanya ia memukuli lelaki itu, namun ia tak punya kuasa apapun.
Dia adalah Andrew, tanpa sadar Andrew melihat kemesraan suami Alina dengan wanita lain yang ia tahu adalah teman baik Alina.
Mengapa dokter Andrew tahu karena perusaan Nino memasok alat kesehatan dirumah sakit itu, dan Nino sebagai pemilik rumah sakit kenal dengan Nino.
Apalagi saat dia menyuruh orang untuk mencari semua info tentang Alina ia baru mengetahui bahwa Nino adalah suami dari Alina, gadis panti asuhan yang dulu ia sukai.
Sedangkan Fera karena selalu bersama dengan atasannya Nino dalam pekerjaannya sehingga Andrew pun juga kenal Fera sebagai sekretaris Nino.
Ingin rasanya Andrew mengikuti mereka berdua namun ia tak bisa, akhirnya ia membidik mereka dengan ponselnya, Andrew mengambil foto mesra mereka beserta videonya untuk ia jadikan bukti suatu saat nanti
Akhirnya Andrew meninggalkan kedua pasangan laknat itu dan pergi menemui wanita yang akan dijodohkan olehnya.
andrew mengedarkan pandangannya mencari wanita yang usianya 27 tahun dan wanita itu bekerja diperusahaan ayahnya sendiri.
" Kamu Lidya bukan ??" tanya Andrew.
" kak Andre ??" wanita cantik itu berdiri dan menyapa Andrew
Keduanya saling berjabat tangan, Andrew pun duduk dan diikuti oleh Lidya.
" Aku langsung saja, aku dayang kesini karena mamaku, dan aku harap kau pun bisa menolak perjodohan ini, karena aku sudah mencintai wanita lain." Ucap Andrew menjelaskan.
" Tapi kak...."
" Aku datang hanya memenuhi keinginan ibuku saja."
Lidya hanya bisa meneguk ludahnya secara kasar, ia jujur terkejut dikencan pertamanya ia sudah dapat tanggapan dingin dari Andrew anak dari teman arisan mamanya.
Terima kasih sudah mau mampir, semoga suka dengan karya aku ya....jangan lupa di like ya ❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Hj. Raihanah
benar andrew foto dan video tu yang sedang selingkuh😤
2024-05-10
0
Uthie
ceritanya bagus.. enak di baca 👍👍👍
2024-04-02
0