Pengakuan Alina

Hari ini jadwal alina kemoterapi yang ke 3, entah sampai kapan ia menghadapi jarum infus dan obat kemo yang akan berdampak pada nafsu makan, tubuh yang kurus karena selalu memuntahkan makanan yang ia makan dan kerontokan pada rambutnya.

Pagi itu Alina sudah sampai rumah sakit setelah ia selesai dengan tugas rumahnya, ia juga telah memandikan Nesya, ia pergi tanpa pamit pada ibu martha ibu mertuanya, ia malas jika nanti ia dilarang untuk pergi kerumah sakit, untuk itulah ia lebih baik melakukannya diam-diam.

Dirumah sakit ia mulai mendapatkan perawatan, ia diberikan obat sesuai dosis penyakitnya melalui selang infus, kadang ia merasa lelah dengan kondisinya namun mengingat Nesya ia tidak tega pada gadis kecilnya.

Ketidak hadiran dokter Andrew membuatnya gelisah, entah apa yang ada dipikiran Alina, mungkin karena ia sudah merasa dokter Andrew bagai teman untuknya apalagi dokter Andrew sangat perhatian padanya.

Dokter Andrew sudah 1 Minggu ini sedang diluar negeri karena ada seminar masalah kanker yang menjadi momok kaum wanita.

Usai Alina menjalani kemoterapi ia berjalan pulang, namun baru saja ia sampai pada halte bus handpone Alina berdering, ternyata ada sebuah pesan dari nomer yang tidak ia kenal, begitu ia membukanya matanya membulat sempurna.

" Jangan terlalu percaya pada suamimu, Nino memiliki selingkuhan "

Itulah pesan yang tertulis, jantungnya berdetak kencang, hatinya terasa amat sakit, sejujurnya ia telah merasakan suaminya yang berbeda dan makin jauh darinya.

Hingga ia menatap ponselnya dan membacanya berulang kali, namun Alina tidak ingin gegabah, ia ingin mencari bukti terlebih dahulu.

Pandangan Alina kosong hingga bus yang telah berhenti pun tepat dihadapannya pun ia masih saja belum sadar, hingga seorang kondektur menegurnya dengan lembut.

" Buk...mau masuk tidak ?"

" Aah iya pak, maaf " ucap Alina yang segera masuk kedalam bus.

Sesampainya dirumah ia sudah ditunggu ibu mertuanya dengan tatapan judes beserta adik lisa iparnya.

"Dari mana saja kamu, tidak ingat Nesya menanyakanmu terus."

"Maaf Bu, terus Nesya dimana sekarang ?"

"Sudah tidur diatas."

"Baiklah saya akan ke kamarnya." Ucap Alina yang pamit hendak naik keatas.

Namun baru ia melangkah, rambutnya ditarik oleh adik iparnya dengan sangat kasar dan kuat hingga tubuh Alina terjatuh kebawah.

" Akkhh sakit." Alina meringis menahan rasa sakit pada area kepalanya.

" Kurang ajar kamu asal mau kekamar saja." omel Lisa kesal

" Lisa itu tanganmu " teriak martha ibu mertua Alina menunjuk pada tangan anaknya

Lisa terkejut tangannya penuh dengan rambut Alina yang rontok, beberapa diantaranya terjatuh dilantai.

" Iihh apa ini, rambutmu kenapa rontok segitu banyak ??" Lisa terkejut dan menatap tangannya yang penuh rambut milik Alina, ia sontak membuangnya kelantai.

" Jijik ma, iiihhh"

Alina makin kalut, ia bahkan mengecek rambutnya dan benar beberapa bagian telah rontok, mungkin karena efek kemoterapi.

" Jelaskan padaku sebenarnya apa yang terjadi ??" bentak Martha.

" Ibu, maaf selama ini aku menutupi ini semua, sebenarnya aku menderita penyakit kanker rahim stadium 3 buk " ucap Alina dengan mata yang sudah basah.

" Apa ?? Kanker rahim." Seru Martha dan Lisa bersamaan.

" Iya ibu, untuk itu aku sering kali kerumah sakit menjalani perawatan, dan hari ini aku aku baru pulang dari rumah sakit karena menjalani kemoterapi." tandasnya.

Marta dan Lisa saling menatap hingga akhirnya mereka berdua hanya diam tanpa berkomentar.

" Ya Tuhan kenapa nasib anakku buruk sekali, sudah dapat istri miskin penyakitan pula " sarkas ibu mertuanya.

" Eeh Alina awas aja kamu sampai membuat kak Nino miskin karena penyakitmu itu, lebih baik kau mulai sekarang cari kerja sama, jangan bergantung pada uang kakakku." sindir Lisa gak kalah tajam lidahnya.

" Maaf buk, Lisa....aku juga gak ingin memiliki penyakit ini."

" Sudah pasti itu karena kamu yang selalu melawanku sehingga kamu diberi penyakit macam itu, dasar pembawa sial." Ucap Martha.

" Kenapa kalian jahat sekali padaku, padahal aku selalu menghormatimu ibu." Tangis Alina.

" Entah apa yang kak Nino lakukan jika kamu punya penyakit parah, paling juga ditendang dan menikah lagi dengan wanita yang cantik dan sehat tentunya."

Alina hanya terdiam, air matanya terus saja bercucuran, ia menyeka matanya dengan saluran tangan pemberian dokter Andrew, jujur perkataan ibu mertua dan adik iparnya membuat hatinya teramat sakit.

" Sekarang kau naik keatas dan temui Nesya, setelah itu kau masak, jangan mentang-mentang sakit kau hanya manja tanpa bekerja, itu tak akan ku biarkan." Bentak Martha.

" Iya ibu." Jawab Alina lirih dan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar Nesya.

Sepeninggal Alina Lisa mendekati Martha ibunya, dan berbisik pelan.

" Semoga dia gak akan lama lagi mati, supaya cepat digantikan oleh kak Fera." Ucap Lisa.

" Hemm kita liat saja nanti seberapa tahan ia dengan penyakit yang mematikan itu." Jawab Martha.

Dan kedua wanita ular itu hanya tertawa menikmati derita Alina yang seharusnya mendapatkan support dari orang terdekat.

Nino pulang kerumah dan disambut keluarganya juga Nesya, gadis kecil itu terlihat habis mandi dan rambutnya Alina kuncir 2 dengan jepit kesukaan Nesya.

"Cantiknya anak papa." Nino memangku Nesya dan mengecup pipi puterinya.

"Iya donk, kan mama yang mandikan." jawab Nesya

" Mana coklatku papa." gadis kecil itu menagihnya pada Nino.

Nino memberikan coklat dari saku celananya dan ia beri pada Nesya, " ini untuk princess papa." ucap Nino.

" Yee....makasih papa." Nesya senang dan memeluk Nino dan terakhir gadis kecil itu mencium pipi papanya.

" Iya sama-sama sama sayang, sekarang makanlah habis itu nanti sikat gigi ya "

" Oke papa."

Alina menghampiri suaminya dengan membawakan secangkir kopi, ia menutup rambutnya yang telah rontok dengan kerudung yang ia sampaikan dipundak kanan kiri. Pandangan Nino menatap aneh pada penampilan Alina.

" Kau kenapa ? Kenapa kau pakai kerudung ??" tanya Nino.

" Aah itu aku ...."

" karena Alina menutupi rambutnya yang susah rontok karena ia ternyata punya penyakit kanker rahim." jawab martha memotong ucapan Alina.

Bahkan dengan jahatnya Lisa adik iparnya langsung menarik kerudung Alina hingga terlihat kepala Alina yang sebagian sudah gundul karena kerontokan akibat kemo.

" Aakkhh jangan lisa." Teriak Alina yang kerudungnya sudah ia hempaskan ke lantai.

Nino begitu terkejut menatap penampilan Alina yang kian lama kian jelek dan tak enak dipandang matanya.

" jadi kamu punya penyakit kanker ?? " Tanya Nino yang sudah berdiri mendekati Alina.

Jujur ada rasa kasihan pada diri Nino, wanita yang dulu ia cintai 6 tahun silam saat Alina memutuskan mau ia ajak menikah muda, wajah Nino datar menatap Alina yang menutupi kembali kepalanya dengan kerudung.

" Iya mas, aku sakit kanker rahim stadium 3." jawab Alina pasrah.

Hai para readersku selamat membaca karyaku ya, jangan lupa bantu author like ya, terima kasih 🤗❤️❤️

Terpopuler

Comments

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

jahat banget

2024-05-10

0

Uthie

Uthie

balas mereka nanti dengan kebahagiaan mu Alina 💪😡

2024-04-02

0

Rani Zettiana

Rani Zettiana

semoga mereka dapet karma

2024-03-09

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!