Dikeroyok

Alina membuka matanya, wanita menyedihkan itu menatap langit-langit, ia juga tidak tahu berada dimana kini, namun Alina mencium kuat aroma obat-obatan yang sangat familiar untuknya, seketika itu ia mulai sadar bahwa dirinya berada dirumah sakit.

Wanita malang itu bangun perlahan dan duduk disandaran ranjang rumah sakit, kepalanya sedikit pening.

"Sudah bangun ??" tanya dokter Andrew mengejutkan dirinya seketika.

"Dok..dokter, dokter sudah pulang dari luar negeri ??" tanya Alina gugup

"Iya sudah dari kemaren Alina."

"Kenapa saya berada disini ?? Dan siapa yang membawaku ? tanya Alina terpaku

"Kau tidak ingat ??" tanya dokter Andrew

" Yang aku ingat saat itu aku keluar dari rumah dan tiba-tiba darah mengalir dari....aaah tidak mungkin, dokter sebenarnya apa yang terjadi ??" Alina mengenyahkan pikirannya buruknya tentang suatu hal yang dia sendiri tidak tahu.

Andrew menarik nafasnya dalam-dalam, dan ia mulai mengamati wajah kurus Alina dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan sendiri.

"Semalam aku yang membawamu ke rumah sakit ini, saat itu aku melihatmu tergeletak dan memohon meminta tolong." ujar dokter Andrew.

Sejujurnya ia Alina merasa sakit hati karena ia tidak ditolong oleh suaminya sendiri, namun dokter Andrew yang menolong dirinya, sungguh ia merasakan lukanya kian tersayat, setidaknya Alina beranggapan walau pun sudah berpisah setidaknya ada sisi baik kemanusiaan dari nino untuk menolongnya.

Perasaannya hancur saat ini, hatinya tetimbang-ambing, tangisannya semakin terdengar walau hanya sebentar.

"Terima kasih dokter sudah menolong saya." Ucap Alina tulus dan dibarengi oleh tarikan senyumannya walau itu hanya sudut bibirnya saja.

"Satu hal lagi Alina, aku harus mengatakan berita yang tidak baik padamu."

"A- apa itu dokter ??" Alina mengusap air matanya dan fokus menatap wajah Andrew yang dingin bagai es.

"Alina, maaf rumah sakit tidak bisa menyelamatkan anakmu !!" sesal dokter Andrew.

Mata bening Alina membola dengan mulut yang terbuka, air matanya pun kini luruh sudah, kepalanya terus saja menggeleng dan dada yang tadi Alina rasakan sesak kian menghimpit, ia tidak percaya bahwa ia ternyata hamil anak suaminya, tapi sayangnya Tuhan telah mengembilnya secepat itu.

" Tidak...jadi aku hamil dokter ??"

" Apakah kau tidak tahu bahwa dirimu telah mengandung ?? Bagaimana bisa kamu tidak tahu itu." dokter Andrew mengusap wajahnya.

" Aku tidak tahu dokter, karena selama aku menikah aku tidak pernah berhasil hamil " tangisnya dengan menunjukan wajah sendunya.

" Lalu anakmu itu !! Bukankah kamu memiliki seorang puteri ??"

Alina menggeleng kembali, " tidak, dia bukan puteriku tapi dia anak haram suamiku dan sahabatku "

" Hu... Hu... Hu." Tangis Alina pecah jika mengingat pengkhianatan orang yang paling ia sayangi dan kasihi.

Dokter Andrew merasa kasihan melihat nasib Alina yang sangat tragis. bagaimana bisa ia menikahi lelaki bajingan macam Nino, rasanya amarahnya memuncak, tangannya pun mengepal menahan amarah.

Andrew membawa tubuh kurus dan ringkih Alina kedalam pelukannya, wanita itu hanya diam saja saat tubuhnya hangat dipelukan dokter Andrew.

" Janinku dokter, anakku telah tiada, anak yang sudah aku tunggu selama 6 tahun dokter ?? Kenapa ?? Kenapa cobaan hidupku seperti ini " tangis Alina kian memecahkan ruangan yang terlihat sepi karena hanya ada dirinya dan sang dokter.

Tubuh Alina limbung dan ia tak sadarkan diri dipelukan dokter Andrew, pria yang masih mengenakan jas putih itu tercengang, ia berusaha menyadarkan Alina, namun wanita lemah itu tak sadar.

" Bangun Alina, kau harus kuat." Ujar dokter Andrew menepuk pelan pipi tirus Alina.

Namun tetap saja Alina tidak merespon, hingga akhirnya dokter Andrew memeriksanya dengan alat periksa yang sudah berada di lehernya

Andrew membiarkan Alina tertidur, mungkin Alina sangat shock hingga ia tak sadarkan diri, tangan Andrew mengusap puncak kepala Alina.

Masih dalam keadaan kesal Andrew menelepon seseorang yang ia percaya.

" Tolong beri pelajaran pada lelaki yang bernama Nino Hartawan, sekarang juga " teriak Nino memberi perintah, dan orang yang Andrew telepon pun mengiyakan seraya paham maksud dari kata memberi pelajaran.

Andrew mendekati ranjang Alina dan mengusap wajah pucatnya dengan penuh kasih sayang, ia juga melabuhkan ciumannya dikening Alina.

" Kau tenang saja Alina, aku tidak akan membiarkan orang yang menyakitimu tertawa diatas tangisanmu, aku berjanji."

________

Sejak kejadian itu, Alina yang terusir dari rumah suaminya, kini neysa selalu menangis menanyakan keberadaan Alina.

Fera yang kini sudah tinggal dalam satu atap dengan Nino tanpa ikatan pernikahan itu kini mulai menenangkan neysa.

"Sayang kamu jangan menangis terus " ucap Fera memeluk tubuh puterinya

"Ayo makan dulu sayang." Ucap Fera kembali.

"Tidak mau, aku maunya makan disuapin mama." teriak Nesya yang kian berteriak mencari Alina.

"Mama....mama dimana ?? Nesya pengen sama mama " tangisnya seperti itu tak pernah berhenti.

"Fera ada apa dengan Nesya ??" tanya Martha yang akhirnya turun tangan karena telinganya bising mendengar cucunya menangis tak berhenti-henti.

"Mom, Nesya dari tadi nangis cariin mamanya."

"Kamu kan juga mamanya, tidak bisakah kamu lebih keibuan dari Alina yang mandul itu ??" Martha meninggikan suaranya karena kesal dengan calon menantunya yang satu itu yang lebih mengutamakan penampilan.

Fera hanya terdiam dan menundukkan wajahnya.

"Maaf Bu, itu karena sedari dulu saya ingin dekat dengan Nesya tapi Nino tak mengizinkannya." Jawab Fera berusaha memojokkan Nino, ia tidak mau disalahkan seorang diri.

Sedikit banyaknya Fera tahu tabiat jelek dari mantan mertua dari Alina itu yang tak lama lagi akan menjadi mertuanya nanti setelah mereka menikah.

" Nesya kamu makan dulu ya ?? Nanti kamu sakit " Martha berusaha membujuk cucunya dan menyendokan makanan menuju ke mulut neysa.

"Gak mau." Nesya menampiknya dan otomatis makanan itu jatuh beserta sendoknya kelantai.

"anak ini ya....kamu tau mama kamu sudah meninggalkanmu, tidak usah mencarinya lagi, nurut sama papa, Tante Lisa, Oma sama Tante Fera." Titah Martha.

"Gak mau, mama gak mungkin ninggalin Nesya, itu pasti karena Oma dan Tante Lisa yang jahat, yang selalu jahatin dan marahin mama." Teriak Neysa dengan kesal.

Nesya berlari masuk kamarnya dan pintu kamarnya ia banding dengan kencang.

Jedeeerr.....

"Benar-benar anakmu itu Nino, bisa darah tinggi mama." Ucap martha begitu melihat Nino turun dari tangga.

"Sabar aja mom, lagian wajarlah anak itu mencari Alina, sedari bayi yang dia tahukan Alina, kamu Fera seharusnya kamu bisa lebih dekat dan pintar menunjuk Nesya, dia kan anak kandungmu." Ucap Nino.

"Benar itu." Cicit Martha.

Keesokan paginya Nino dan Fera berpamitan untuk bekerja bersama setalah sarapan pagi, keduanya tidur dikamar milik Nino dan Alina, kini Fera yang sudah menempatinya.

Keduanya keluar dari ruang makan masih dengan rambut yang masih basah karena pertempuran panas mereka semalam tanpa bosannya.

Nino mengemudikan mobilnya mencapai kantornya yang memiliki waktu tempuh 45 menit, hingga ditengah perjalanan Nino diserempet oleh mobil dari belakang. Keduanya terkejut dan mobil Nino berhentikan, Nino dan Fera keluar dari mobil.

Mobil yang tadi menabraknya pun keluar, Nino melihat 3 orang keluar dari mobil itu berbadan besar yang membuat Fera bergidik takut.

"Sayang ayo kita lanjutkan saja, aku takut." Lirih Fera.

"Jangan takut sayang." Jawab Nino.

Ketiga lelaki itu mendekati nino, wajahnya sangar dengan banyak tato disekitar bahunya.

"Kenapa kalian mengemudikan mobil ngebut begitu ?? Lihat kalian merasakan mobil mahalku." Nino marah dan menunjuk pada lelaki yang tadi mengemudikan mobilnya.

"Ada buktinya kalau itu kesalahan pada kami ??" sanggah salah satu dari mereka

"Sialan kalian, sudah jelas kalian yang salah masih juga menyanggah." omel Nino

Bug....bug...

Dua bogeman dilayangkan oleh lelaki bertari itu penuh amarah pada Nino. Saat ini Fera terlihat makin ketakutan.

Hingga akhirnya Nino pun emosi dan akhirnya saling meninju hingga berakhir dirinya yang babak belur karena ia hanya satu orang dikeroyok oleh 3 orang sekaligus.

Dari kejauhan, sepasang mata mengamatinya, senyumnya mengambang dan terlihat tampan, ia melepaskan kacamata hitamnya dan mulai meninggalkan tempat kejadian itu dengan rasa puas.

"Ini baru awalnya saja, Alina aku sudah sedikit membalas rasa sakit hatimu pada suamimu yang keji itu " ucap andrew yang merasa puas.

Sudah dipastikan lelaki tadi yang menghajar Nino adalah orang suruhan dokter Andrew untuk memberi pelajaran pada Nino suami Alina.

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

makasih dokter andrew

2024-05-11

0

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

Mantap dokter andrew

2024-05-10

0

Elok Pratiwi

Elok Pratiwi

kata nya gak pernah disentuh kok bisa hamil dan keguguran .... yg benar aja cerita nya gimana

2024-04-20

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!