Pagi hari ini Alina masih tidur lelap setelah semalam dokter Andrew memberikan obat penenang, Alina yang sempat pingsan semalam karena terlalu letih itu pun kini mulai membuka matanya.
Sinar matahari yang sudah berada diatas gedung mulai memasuki celah-celah kamar rawat inap yang Alina tempati.
" Sudah bangun ??"
" Dokter, anda kemari ??"
Lagi-lagi dokter tampan itu orang pertama setiap kali Alina membuka matanya, dan jujur entah mengapa ia senang dengan keberadaan dokter Andrew yang selalu ada saat Alina mengalami kesulitan.
" Gimana dengan keadaanmu, sudah baikan ?" Tanya sang dokter.
" Alhamdulillah sudah baik dokter, terima kasih." sahut Alina.
" Hem...hari ini infusmu akan dilepas, dan 2 Minggu lagi jadwalmu kemoterapi yang ke 6, jadi aku minta kamu harus jaga kesehatanmu." dokter Andrew pun menjelaskannya dengan kini duduk disamping Alina.
" Baiklah dokter, tapi sepertinya saya akan balik ke panti dulu dokter, dan mulai besok saya akan mencari pekerjaan untuk biaya hidup saya, untuk biaya perawatan saya nantinya."
" Ke panti ??" Tanya dokter Andrew, ia hampir melupakan bahwa alina tumbuh besar dipanti asuhan.
" Iya dokter, saya semenjak bayi tinggal dipanti, saya sampai saat ini tidak tahu orang tua saya seperti apa dan dimana." jawab Alina.
"Jadi begitu...., lalu mengapa kamu harus balik ke panti asuhan ??"
Alina menengadah dan menyeka air matanya, sehingga air matanya tidak sampai terjatuh, ia berusaha tegar namun kejadian itu masih membekas.
"Saya sudah diceraikan oleh suami saya dokter, aah...maaf dokter, bukan maksud saya untuk curhat, sekali lagi maafkan saya."
"Tak apa, mulai sekarang kamu anggap saya sebagai teman kamu, bagaimana ?? Jadi sebagai teman kamu berhak membagi kesedihan itu." Dokter Andrew tersenyum menatap Alina.
"Terima kasih dokter Andrew, jika seperti itu kamu adalah teman baikku mulai kini." Tawa Alina dan raut wajahnya kini mulai bersemu kemerahan.
Sejujurnya dibalik senyum yang Andrew tampilkan tangannya mengepal keras karena dengan teganya mantan suami Alina mengusir bahkan menyuruh Alina balik ke panti asuhan.
Namun dibalik itu Andrew lega karena dengan perceraian itu setidaknya Alina akan terbebas dari keluarga Nino yang kerap sekali memperlakukannya dengan buruk.
"Dokter mau apa ??" Tanya Alina terkejut saat tangan dokter Andrew akan mencabut selang infus pada tangannya.
"Tentu saja mencabut infusnya Alina ?? Kenapa ??" Andrew bertanya balik pada Alina.
"Bukannya biasanya sama perawat dok ??' tanya Raina yang masih terperangah.
"Tidak usah, biarkan saya yang mencabutnya, ini spesial karena kita sudah menjadi teman baik."
Alina mengangguk dan tersenyum, wanita itu hanya memandangi wajah dokter Andrew yang saat ini tidak mengenakan jas putihnya seperti biasa. Namun wajah tampan dokter Andrew malah makin tampan dengan kacamata putih yang bertengger di tempatnya.
"Dokter tidak bertugas ??" tanya Alina.
Dokter Andrew seketika menghentikan aksinya dan menatap Alina, namun detik kemudian ia fokus kembali pada tangan Alina yang kini sudah ia lepaskan jarum infusnya, pria itu kini memakaikan kain kassa dan memberikannya perekat setelah tangan mungil itu diolesi alkohol.
"Tidak, memang kenapa ??"
"Tidak apa dok, hanya saja biasanya dokter memakai jas putih saat dirumah sakit."
"Kebetulan tadi saya sempat ada urusan diluar dan sengaja mampir kerumah sakit." Jawab Andrew mengaruk tengkuknya, ia tak akan mungkin bilang pada Alina bahwa dirinya habis menyaksikan adegan pukul-pukulan yang dilakukan orang suruhannya pada mantan suami Alina.
"Begitu ya dok."
"Bersiaplah aku akan mengantarmu ke panti asuhan." Dokter Andrew pun meninggalkan wanita itu dikamar untuk membiarkan Alina mandi dan berganti pakaian.
**
Selepas Nino dipukuli oleh orang suruhan dokter Andrew, ia memutuskan tidak bekerja, kini Nino sudah berada dirumahnya bersama Fera wanita ular itu menuntun tubuh Nino hingga masuk kedalam rumah.
Martha melihat anaknya berjalan tertatih-tatih segera mendekati Nino di ikuti oleh Lisa sang adik.
"Ya Ampun Nino, ada apa denganmu nak ??" Martha berhamburan dan membantu puteranya sampai pada sofa besar dan dengan perlahan mendudukannya diatas sofa.
"Kak Nino, muka kakak kenapa bisa begitu ??" Tanya sang adik yang terheran.
"Mom, mas Nino tadi dipukuli oleh orang yang tidak kami kenal karena berselisih masalah mobil mas Nino diserempet oleh mobil orang yang memukuli mas Nino, bukan hanya dipukuli 1 orang tapi sampai 3 orang mengeroyok mas Nino." Fera pun meruntut kronologi ceritanya.
"Kurang ajar meraka, aduh kasian anak mama yang tampan bisa jadi seperti ini." Martha pun mengusap pipi puteranya yang sedikit bengkak dan memar.
"Sakit mom " keluh Nino ketika gak sengaja tangan Martha menekan bekas pukulan itu.
"Maaf sayang mommy gak sengaja, ya sudah Fera kita harus segera anter Nino kerumah sakit." perintah Martha.
"Tidak usah mom, biarkan aku beristirahat dirumah saja"
"Tapi Nino lukamu itu bisa infeksi, itu bukan luka ringan "
"Sudahlah nanti kalau masih sakit aku akan kerumah sakit, Viska kamu antar aku ke kamar ya ??." Titah Nino yang rasanya badannya ingin ia rebahkan diranjang, jujur akibat pukulan itu semua badannya terasa sakit, namun sebelum tidur Aldiano menegak obat untuk menghilangkan rasa sakitnya.
"Kurang ajar mereka, coba saja aku tahu siapa mereka sudah pasti akan aku masukan ke dalam penjara." Omel Martha dengan kesalnya.
Sedangkan dikamar Fera membantu Nino menanggalkan pakaian suami temannya, ia memakaikan pakaian santai, setelahnya Fera mengambil air es untuk mengompres luka yang ada diwajah Nino.
"Kau istirahatlah sayang, biar aku yang akan menjaga puteri kita."
"Tolong jaga Nadia ya, aku lelah !!"
"kau tenang saja." timpal Fera.
Fera akhirnya keluar dari kamar Nino dan mencari Nesya puterinya, dikamarnya anak berumur 5 tahun itu hanya tertunduk lesu sembari tangannya memegang figura foto yang Fera sempat lihat foto bocah itu berdua bersama Alina.
Ada rasa iri bahkan cemburu menatap foto kebersamaan puterinya bersama sahabatnya, difoto itu diambil dari photo box disalah satu mall dikota.
"Sayang." Panggil Fera yang kini mendudukan tubuhnya disamping Nesya.
Nesya sempat menoleh pada Fera, " mama dimana tante ?? Nesya kangen mama, tolong bawa mama kesini." cetus bocah itu yang kini sudah menitikan air matanya.
Sampai saat ini Nesya belum tahu bahwa wanita yang duduk disampingnya adalah ibu kandungnya, apa jadinya jika ia memberi tahukannya bahwa dirinya adalah yang melahirkan dirinya sampai kedunia ini.
" Tante...." Panggilan Nesya kedua kalinya seraya membuat Fera terhenyak saat itu.
"Iya sayang...." ucap Fera terbata.
"Mama dimana ??" Tanya Nesya kembali
"Sebenarnya mama kamu sudah tidak bersama papa lagi, mama kamu meninggalkan papa kamu dia wanita jahat."
Perkataan Fera memang dirasa kasar dan kejam pada anak seusia Nesya yang sudah cenderung percaya pada Alina,, namun ia sengaja melakukan itu supaya esoknya Nesya suatu saat membenci Alina bahkan bisa menerima dirinya yang sebenarnya adalah ibu kandung Nesya.
"Tidak mungkin, Tante bohong, mama tidak sejahat itu." teriak Nesya histeris.
"Buktinya sampai sekarang mama kamu tidak kunjung pulang, itu karena apa ...?? Mama kamu tidak mau mengurusmu lagi" sentak Fera tanpa sadar meneriaki Nesya.
Nesya terkejut ia mengatupkan mulutnya, tangannya gemetaran, sejujurnya ia belum sekalipun mendapatkan perlakuan kasar bahkan bentakan dari Alina, tapi kini gadis kecil itu malah dibentak dan diteriaki ibu kandungnya sendiri.
Fera yang menyadari kekeliruannya, ia berusaha mengusap wajah Nesya, namun gadis itu mundur menjauhi Fera, seolah ia takut pada Fera.
Deg
Rasanya sakit melihat puteri kandungnya sendiri takut padanya, dia yang mengandung dan melahirkan Nesya hingga nyawa taruhannya, namun kini anak kandungnya sendiri tidak menginginkannya, bahkan cenderung takut padanya.
"Makanlah, Tante akan keluar dulu." Ucap Fera menyerah menghadapi bocah itu.
Fera keluar dari kamar Neysa dengan perasaan yang teramat sakit, tidak ada niat untuknya untuk emosi menghadapi Neysa.
Jangan lupa di like ya🤗😘😁❤️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Haerul Anwar
Nadia Saha anjing typo Mulu
2024-09-29
0
Haerul Anwar
viska Saha anjingg
2024-09-29
0
Soraya
Aldiano sm viska siapa thor
2024-05-20
0