Tentang Dokter Andrew

Ditempat lain dikediaman megah mansion seorang yang tampan dan berwibawa yaitu dokter Andrew, kini ia berhadapan dengan seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu kandungnya.

Ayah Andrew yang bernama Luis adalah pria kebangsaan Eropa, begitu juga dengan isterinya yaitu nyonya Felicia yang masih memiliki darah berkebangsaan Indonesia. Keduanya menikah dan melahirkan Andrew yang sekarang telah menjadi seorang dokter di sebuah rumah sakit milik ayahnya.

Andrew memiliki seorang adik perempuan yang usianya dengan Andrew lumayan jauh, namanya Angelica, gadis berusia 24 tahun itu harus mengalami cobaan yang begitu berat.

Angelica seorang gadis cantik yang 2 tahun yang lalu kuliah disebuah universitas ternama itu mengalami kecelakaan disebuah jalan tol ketika hendak mencegah kekasihnya pergi menikah dengan pilihan orang tuanya diluar negeri.

kecelakaan itu tidak hanya membuat Angelica menjadi lumpuh, namun ia juga kehilangan bayi dalam kandungannya, ya Angelica saat mengalami kecelakaan ia sedang mengandung benih dari kekasihnya.

Rasa sedih yang berkepanjangan membuat Angelica selalu mengurung diri dikamar, ia juga depresi sehingga ia selalu berkonsultasi dan berobat pada psikiater.

Untuk itu Andrew sebagai kakaknya selalu memperlakukan adiknya sangat baik, ia ikut bersedih akan derita yang dialami adik kesayangannya.

Balik ke realitanya dimana Andrew yang kini terdiam setelah nyonya Felicia mengungkapkan rencana perjodohannya dengan anak dari sahabat Felicia ibunya.

" Lihatlah foto ini." tunjuk Felicia menaruh foto cantik anak sahabat ibunya

Andrew mengambil sebuah foto dan memandang gadis yang memang terlihat cantik

" Ini siapa ??" tanya Andrew menelisik foto tersebut

" Calon istrimu, aku sudah menjodohkanmu dengannya, di gadis baik dan berpendidikan " tegas ibunya.

Andrew menggeleng dan menaruh kembali foto gadis itu diatas meja.

" Apakah aku terlihat semenyedihkan itu hingga aku harus ikut perjodohan ?? Asal ibu tahu aku bisa mencari sendiri "

" Jika begitu segeralah bawa wanita lain ke hadapanku " seru nyonya Felicia.

" Ibu kira mencari calon isteri yang baik itu macam membeli pakaian begitu ?? Aku belum minat untuk menikah saat ini "urai Andrew yang sedikit jengah dengan ibunya.

Nyonya Felicia mendekat duduk disamping Andrew, pandangannya menelisik perubahan puteranya, Andrew akan lebih mudah emosi ketika ibunya selalu ingin menjodohkan dirinya.

" Lalu mau sampai kapan kau akan hidup menyendiri Andrew ??"

Andrew hanya diam tak banyak bicara ia lebih mengalihkan pandangannya ke objek lainnya. Felicia menepuk pundak Andrew

" Kau adalah anakku satu-satunya yang bisa diharapkan, kau masih sehat kuat Andrew, sedangkan adikmu...!!" Felicia terdiam seketika dan menahan luapan kesedihannya

" Adikmu angel tidak sehat, dia lumpuh jadi hanya kamu Andrew yang bisa mama tekan untuk segera menikah dan memberikan keturunan untuk kamu." Urai wanita paruh baya itu disertai linangan air matanya

Hati siapa yang tidak akan terenyuh melihat ibu kandungnya itu ternyata menyimpan harapan besar untuk Andrew, apakah salah ?? Lalu jika puteranya sampai kapanpun tidak mau menikah bagaimana dengan rumah sakit keluarganya yang sudah memiliki banyak cabang dikota maupun luar negeri ??

Siapakah yang akan mewarisi semua kekayan itu jika pewaris saja mereka tidak punya.

" Baiklah ibu atur saja, tapi aku hanya ingin mengenalnya dulu, dan jika aku tidak menyukai gadis itu kau tak berhak memaksaku untuk menyukainya." Ucap Andrew pada akhirnya karena ia tak tega dengan ibunya.

Binar kebahagiaan terpancar dari raut wajah felicia seketika, selepas Andrew mengatakan hal itu.

" Baik sayang, ibu akan mengatur semuanya, dan aku yakin kau akan menyukainya." ucap Felicia.

" Ya sudah aku akan kerumah sakit, pasienku pasti sudah menunggu " ujar Andrew mencium pipi kanan kiri ibunya.

Hati siapa yang tak senang puteranya bisa menuruti keinginannya, ketakutan Felicia tak beralasan karena mereka menginginkan seorang cucu untuk penerus bisnis rumah sakitnya.

Tiba dirumah sakit dokter Andrew disibukan oleh pasiennya, juga beberapa operasi yang harus ia lakukan.

" Dok masih ada satu pasien lagi." Ucap perawat yang berada dipoli kandungan.

" Suruh masuk sus." Jawab Andrew yang kini terlihat begitu lelah

Mata dokter Andrew menatap wanita kurus dengan membawa sesuatu yang Andre sendiri tidak tahu apa itu. wanita itu adalah Alina yang menyempatkan datang untuk bertemu dengan dokter Andrew.

" Ibu Alina...!!" sapa dokter Andrew ramah.

" Masuk, silahkan duduk " cicit dokter tampan itu mempersilahkan Alina duduk.

" Dokter Andrew saya ingin berterima kasih atas pertolongan tempo hari ketika saya pingsan." Ucap Alina dengan sedikit membungkukkan tubuhnya tanda ia menghormati dokter Andrew.

" Sama-sama Bu Alina, sudah menjadi kewajiban saya menolong pasien, bukan hanya saya saja mungkin jika anda melihat itu sudah pasti anda akan menolong jika ibu Alina berada di posisi anda." Ujar dokter Andrew dengan keramahannya

" Iya dokter benar, setiap orang pasti memiliki sisi kebaikan dan kemanusiaan."

" Ada lagi yang ingin ada tanyakan ?? Perihal penyakit ibu anda ??" dokter Andre menelisik kedalam mata Alina yang terlihat canggung

" Karena itu saya kesini untuk memberikan ini." Alina menaruh bekal makanan yang terdiri dari 3 susun tempat makan.

" Ini apa ??"

" Hanya sekedar makanan sederhana yang saya masak sendiri untuk dokter Andrew."

" Makanan ?? Tapi saya membantu Bu Alina ikhlas."

" Saya tahu tapi saya yang tidak enak jika saya memiliki hutang budi pada anda dokter, tolong diterima ya ??" tatapan mata Alina yang teduh nan sendu mampu menyihir sanubari dokter tampan itu.

" Baiklah saya akan menerimanya, sekali lagi terima kasih."

" Dokter mengenai penyakit saya, apakah saya akan sembuh ?? Jika tidak bisa disembuhkan berapa waktu saya tinggal didunia ini lagi ??" cecar Alina yang begitu banyak bertanya perihal penyakitnya.

" Untuk itu saya bukan Tuhan, lebih baik anda optimis saja dan jalani berbagai macam perawatan sebelum kanker itu menyebar lebih luas."

Mata sendu Alina mengeluarkan air matanya, cairan bening itu menetes diwajah sayunya namun masih terlihat cantik Dimata dokter Andrew walau tubuh Alina terlihat kurus.

" Iya saya tahu, tapi untuk biaya apakah tidak mahal dokter ?? Saya hanya ibu rumah tangga biasa dan....!!" ucapan Alina terhenti menatap dalam dokter Andrew.

" Suami kamu bahkan tidak mampu ??" tanya dokter Andrew seakan ia ingin menghakimi lelaki yang tidak bertanggung jawab pada isterinya.

Dokter Andrew sempat menyelidiki dimana rumah Alina setelah tempo hari Alina pingsan dan mendapati begitu banyak luka di tubuhnya, namun dari yang ia dapatkan info dari seorang yang bisa dipercaya semua sudah jelas.

Jelas bahwa Alina hanya anak yatim piatu dan dinikahi seorang pengusaha yang lumayan sukses, namun Alina sering mendapatkan kekerasan dari keluarga suaminya, tanpa Nino suaminya tahu kelakuan ibunya dan adiknya.

Sungguh miris jika dokter Andrew mengingat itu, karena ia juga memiliki seorang adik perempuan yang sama menderitanya karena ulah pria yang egois.

Pertanyaan dokter Andrew seakan menampar dirinya, Alina hanya menghela nafasnya yang susah payah ia keluarkan

" Suamiku ?? aku bahkan lupa bahwa aku memiliki seorang suami." Lirihnya yang hanya bisa didengar oleh dokter Andrew.

" Maksudnya ??" kening dokter Andrew berkerut

" Tidak apa dokter, abaikan saja, saya hanya tidak ingin suami saya membebani dirinya " jawab Alina yang terlihat menyedihkan.

" Untuk itu saya minta lusa anda segeralah kerumah sakit untuk melakukan kemoterapi." ucap dokter Andrew mengalihkan pembicaraan tentang keluarga toxic pasiennya.

" Baik dokter, saya akan berusaha untuk sembuh untuk demi puteri saya " ucap Sinta lirih.

" Good, karena alasan keluarga atau orang yang kita sayangi akan memacu anda segera sembuh, saya tunggu anda lusa."

" Baik dokter saya keluar dulu, terima kasih atas waktunya."

Alina keluar dari ruang dokter Andrew setelah ia undur diri, ditempatnya dokter Andrew menatap kotak makanan kecil berwarna biru navy terpampang dihadapannya, tepatnya diatas meja kerjanya.

Karena sudah masuk jam makan siang dan dokter Andrew malas untuk keluar akhirnya ia membuka kotak bekal yang tadi diberikan Alina padanya.

Matanya membola menatap bekal sederhana yang ia sendiri belum pernah mencicipi masakan sederhana itu, maklum dokter Andrew lama diluar negeri dan ia dari keluarga berada makanan Eropa sering sekali ia santap.

Tapi ini ?? Ia seakan tercengang menatap nasi dengan sayur lodeh, ayam dan tempe goreng.

Dengan sedikit ragu Andrew mulai memasukan makanan itu kedalam mulutnya, mengunyahnya setelah makanan itu sudah berada di lidahnya.

" Enak...!!" hanya itu yang terucap dari bibir Andrew, hingga tanpa terasa ia sudah menghabiskan semua makanan sederhana namun terasa nikmat dilidahnya.

Andrew tersenyum puas, bahkan ia masih menatap rantang kecil itu dengan membayangkan pemiliknya.

Terpopuler

Comments

Widi Widurai

Widi Widurai

padhl benih dr dokter

2024-05-26

0

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

belum tau aja kalau masakan sederhana itu di buat dengan kasih sayang saaangat nikmat

2024-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!