Acara Reuni

Dua hari setelahnya Alina dan Fera menghadiri acara reuni SMA, keduanya pernah satu sekolah dan dikelas yang sama, dahulu Alina sosok gadis pendiam nan cantik, banyak cowok dikelas maupun kakak tingkatnya mengagumi kepintaran dan kecantikannya.

Acara reuni itu diadakan di salah satu hotel bintang lima, banyak teman satu angkatan hadir dan kebanyakan semuanya menjadi orang yang sukses.

Alina datang tidak bersamaan dengan Fera, Alina sampai terlebih dahulu dan dikerubuti oleh teman-teman wanitanya, sifat Alina yang baik dan suka membantu itulah menjadikannya primadona yang santun.

Tapi dibalik itu Fera sangat iri pada temannya itu, Fera selalu kesal setiap lelaki yang ia taksir pasti berujung menolaknya dan lebih memilih Alina.

Dari situlah timbul rasa iri dengki dihati Fera, hingga ia dendam dan merebut Nino dengan menggoda lelaki yang menurut Alina suaminya Itu memiliki hasrat sex yang tinggi.

" Alina kenapa hari ini wajahmu sangat pucat, dan kamu sepetinya agak kurusan dari 1 tahun yang lalu ??" tanya Raina yang cukup baik mengenal Alina dengan dekat.

" Iya aku sedang tidak enak badan ' jawab Alina

" Ckkk....kenapa malah datang ke acara reuni kalau sakit alina, kau kan bisa beristirahat dirumah ??"

" Tak apa hanya sakit biasa, besok juga sudah membaik."

" Hey itu temanmu Fera kan ?? "tanya Malika menatap wanita yang berjalan dengan feminimnya.

" Iya dia Fera ? Kenapa memangnya ??"

" Gila sekarang cantik banget, lihat tuh perhiasannya terlihat sangat mahal." Ujar Malika.

Sekilas Alina menatap Fera yang emang tampilannya lebih glamor dan berkelas.

" Iya dia sekarang jadi sekretaris suamiku, dan aku dengar pacarnya juga pengusaha " jawab Alina menambahi pembicaraan.

" Bagaimana kau tahu ?? Apa kamu kenal pacarnya Fera ??"

" Selama dia cerita ke aku dia tidak pernah mengenalkannya padaku, mungkin dia malu."

" Kenapa mesti malu, harusnya kak bangga punya pacar tajir, iya gak ??" timpal Malika yang menyenggol teman disampingnya.

Teman-teman Alina pun juga membenarkan omongan Malika tadi, sungguh aneh memang Fera tidak mau mengenalkannya padahal Alina adalah sahabatnya.

" Fera sini " seru Alina.

Fera melihat temannya akhirnya berjalan ke arah Alina dan temannya, semua teman-temannya mengagumi penampilan Fera yang kian tahun kian glowing.

" Hai sayang." Fera menyapa Alina dan mencium pipi temannya.

" Hai Fera, kamu kesini diantar siapa ?? kenapa tadi tidak bareng aku ??" tanya Alina

" Aaah aku tadi belum selesai dari salon, maklumlah ramai salonnya dan tadi aku diantar pacarku." cicitnya.

" ooh begitu, kenapa pacarnya tidak diajak sekalian ??" tanya Malika penasaran dan wajahnya terlihat mengkode pada tenan-temannya.

" Iya nih Fera kenapa tidak diajak, kita kan juga pingin kenalan se tajir apa pacarmu " ucap salah satu teman dekat Alina juga yang bernama Luna.

Sontak saja Fera gugup, ia merasa sedang ditelanjangi dan dihabisi teman-teman ceweknya yang Fera sendiri malas berurusan dengan kedua wanita yang selalu membandingkannya dengan Alina.

" Sudah-sudah ayo kita duduk disana, acaranya akan mulai." Alina menginterupsi mereka supaya tidak makin ribut.

Dengan raut wajah kesal Fera mengikuti langkah temannya itu, dan acara berlangsung sangat meriah dan berjalan sukses.

Teman-teman pria Alina yang paling dekat dengan Alina mendekati Aina dan mengajaknya berbicara.

" Hey alina ini aku temanmu Marvel, kau lupa ?? "

" Marvel, ya Tuhan ini kamu ??"

" Jenapa?? Terkejutkah ? Atau karena aku makin tampan ??" goda Marvel yang malah mendapatkan pukulan keras dibahu pria yang kerap sekali menggoda Alina.

" Kau ini tak pernah berubah." ucap Alina yang menyungingkan senyumannya.

" Hey kenapa kau menjadi makin kurus, kau pasti tidak bahagia dengan suamimu bukan ?? atau suamimu jangan-jangan berselingkuh darimu ya ??" kening Marvel menyatu

Uhuuuk uhhuukk

" Fera kau kenapa ?? ayo minum dulu ??" Alina panik dan langsung memberikan segelas air putih pada sahabatnya.

" Tidak apa Alina " jawab Fera gugup, ia bahkan sampai menelan ludahnya secara kasar.

Jujur ucapan Marvel tadi membuat Fera sampai terbatuk-batuk, ya tentu saja karena ia merasa ketakutan sendiri karena sudah main hati dengan suami sahabatnya.

" Kau ini kenapa gugup Fera ?? Kau tidak berselingkuh dengan pacar orang atau suami orang kan ??" cerocos Marvel yang kalo bicara tidak ada penyaringannya.

" Sembarangan kalau bicara " terlihat jelas kemarahan pada aura Fera.

" Sudah jangan diambil hati ucapan Marvel, dia kan orangnya seperti itu." Alina dan yang lainnya juga mengatakan seperti itu.

" Iya nih Fera kamu kayak gak tau sifat Marvel aja, lebay dech." ucap Malika.

" Aku ke toilet dulu...!!" Fera berjalan cepat meninggalkan meja mereka.

Sepeninggal Fera ke toilet, Malika dan Luna saling berbisik membicarakan sikap Fera yang makin aneh.

" Eeh liat deh wajah Fera tadi sepertinya tuh anak menyimpan banyak rahasia, mungkin saja pacarnya itu suami orang." Bisik Luna ditelinga Malika

" Iya aku juga curiga gitu, jangan-jangan Fera berselingkuh dengan suami Alina pula." timpal Malika yang tak kalah heboh

" Husss jangan sampai Alina dengar, bisa marah dia nanti sama kita." Bisik Luna kembali.

" Kalian kenapa sih bisik-bisik ??" tanya Alina.

"Gak apa koq Al, itu si Luna bilang sebentar lagi mau merit."

"Ngaco lu, pacar dari mana ?" sangkal Luna menepuk bahu Malika.

Alina hanya menggelengkan kepalanya begitu juga dengan Marvel yang kini terlihat sibuk meminum alkoholnya.

" Sudahlah...memang seharusnya kalian ini segera menikah, terutama Luna dan Marvel " cicit Alina menasehati kedua temannya.

" Iya masa kalah sama aku, bentar lagi aku mau menikah untuk yang kedua kalinya lho " timpal Malika bangga.

" Benarkah Malika ??" Alina terlihat bahagia mendengarnya.

" Tentu saja, walau pun aku ini janda tapi yang naksir jangan salah, bejibun." Canda malika.

Malika memang menikah ditahun yang sama dengan Alina, namun baru 2 tahun pernikahan Malika bercerai dari suaminya karena suaminya dulu berselingkuh dengan sekretarisnya. Untuk itu Malika tidak mudah percaya dengan lelaki.

" Kau yakin mencintai yang sekarang ini ??" Luna bersuara.

"Gak penting cinta, yang penting dia baik lambat laun juga akan cinta." Jawab Malika dengan entengnya.

" Hebat Luh Malika, salit !!" acungan jempol pun diarahkan kehadapan Malika.

Semua tertawa dengan riang, dan setelah acara reuni selesai, Alina pulang dengan naik taxi karena tadi Nino bilang akan bertemu kliennya jadi tidak bisa menjemputnya.

Ternyata itu hanya alasan Nino saja karena malam itu lelaki itu malah menjemput selingkuhannya, Fera memasuki mobil dan Nino mengemudikan mobilnya keluar dari hotel itu.

Fera yang sedikit minum alkohol mulai berhasrat pada Nino, tangan wanita itu mengelus alat temp*r Nino dari luar celana Hingga Nino mendesis.

" Ayo sayang kita lakukan dimobil ??" Rajuk Fera dengan manja.

Nino segera mencari tempat sepi dekat pekarangan milik orang yang sepetinya tidak ditempati, Fera meraup bibir Nino dan mulai menyesapnya, Nino yang pada dasarnya memiliki s*x yang tinggi mulai menerobos lidahnya kedalam ringan mulut Fera hingga terdengar decapan keduanya yang kian memanas.

Tanpa malu mereka melakukan penyatuan didalam mobil, bunyi desahan kian bersahutan, Fera meliukan tubuhnya diatas tubuh Nino hingga keringat bercucuran.

" Aahh sayang lebih cepat lagi aku mau keluar." ucap Nino yang memegangi pinggul Fera membantu memaju mundurkannya.

" Ahhh." Desah Fera dan Nino bersamaan setelah mencapai pelepasannya.

Nino mencabut singkongnya dan membenahi pakaiannya kembali, namun tidak dengan Fera, wanita gila itu sengaja' malah bertelanjang ria sampai apartemennya.

Karena melihat keseksian tubuh Fera Nino kembali on fire, ia kembali mengajaknya bercinta didalam di atas sofa karena sudah tak tahan digoda Fera.

Akhirnya Nino semalam tidak pulang, ia memilih tidur dengan Fera hingga mereka melakukan penyatuan kembali sampai puas.

Waktu terus berjalan kini Alina tengah mematut dirinya dicermin, Alina menatap sisir yang tadi ia pakai, pandangannya mengarah pada bekas sisir itu, rambut Alina semakin hari semakin rontok dan itu membuat dirinya makin terlihat tidak menarik lagi, selama dua bulan ini suaminya bahkan jarang menyentuhnya, mungkin karena penampilan Alina yang terlihat lesu dan makin mengurus sehingga Nino tidak bergairah padanya.

Bagaimana tidak kurus jika setiap hari pikiran dan tenaganya tercurah untuk keluarga Nino, sedangkan suaminya sendiri sering kali pulang malam bahkan tidak pulang untuk beberapa hari dengan alasan keluar kota.

Menjalani penyakit sendiri tanpa dukungan orang-orang yang mengasihinya sungguh sangat miris, namun selama Alina masih bisa bernafas ia sekuat tenaga akan bersemangat.

Hai para readers semoga kalian suka karyaku, jangan lupa bantu like ya....?? terima kasih banyak sudah mau mampir dan membaca ❤️❤️❤️🤗

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

knp peran utama dibikin bodoh thor

2024-05-20

1

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

lanjut 💪💪💪

2024-05-10

0

Uthie

Uthie

lanjut 💪

2024-04-02

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!