Dikursi Kantor

Hari ini sesuai jadwal periksa yang sudah dijadwalkan oleh dokter Andrew untuk melakukan kemoterapi, akhirnya Alina kini sudah berada dirumah sakit pagi hari karena ia harus melakukan cek darah terlebih dahulu.

Alina kini berada diruang khusus kemoterapi dengan ruangan lumayan besar dengan jumlah pasien kemo kurang lebih ada 5 orang, mereka melakukan kemoterapi dengan berbagai jenis penyakit, ada yang seperti Alina kasusnya, dan ada yang jugasakit kanker payudara.

Rasanya ia merasa kecil hati ketika beberapa pasien yang satu ruangan diruangan itu ditunggui oleh kerabat atau keluarga mereka, rasa sedih menyelimuti hati Alina.

Bahkan penyakitnya ini hanya dia dan dokter yang tahu, Alina seperti menutupinya, buat Alina itu lebih baik ketimbang ia harus mengatakan pada keluarga suaminya dan ternyata bukan dukungan yang diterima tapi hinaan yang akan membuat Alina down nantinya.

Air matanya menetes tat kala ia menatap seorang suami yang menyuapi istrinya makan saat jalur infus terpasang ditangan istrinya yang konon menderita penyakit kanker payudara.

" Nih untukmu....hapus air mata kamu " sebuah suara yang mengejutkan lamunan Alina.

" Dokter Andrew" ucapnya lirih Alina sembari tangannya mengambil sapu tangan yang diberikan dokternya.

" Terima kasih dokter." Alina mengusap buliran air matanya dan menatap wajah dokter Andrew dengan tatapan tak bisa ia gambarkan.

" Ada apa dokter kesini ??" tanya Alina dengan bingung, karena biasanya dokter tidak akan berada diruangan kemo hanya untuk mengecek pasiennya.

Bingung seakan bahwa Andrew memang ingin melihat kondisi Alina, namun ia tak ingin Alina salah paham.

" Saya...saya hanya lewat saja dan kebetulan saya melihat kamu, jadi saya sekalian mampir untuk mengucapkan terima kasih atas makanannya kemarin " ucap dokter Andrew.

" Iya dok sama-sama." jawab Alina kikuk.

" Kamu jangan tegang rilex saja, nanti kalau sudah selesai kemo kamu boleh pulang jika kondisimu sudah membaik " ujar dokter Andrew kembali.

" Mhh baik dokter." Jawab Alina dengan tersenyum menatap tangan dokter Andrew yang tanpa sadar telah berada di atas punggung Alina.

Dokter Andrew yang melihat itu segera menarik kembali tangannya

" Maaf Alina." Ucapnya, " bolehkan aku hanya memanggilmu Alina ?? Mengingat usiamu dibawahku 5 tahun." Ucap dokter itu lagi meminta persetujuan Alina.

" Iya dok, boleh " jawab Alina

" Baik saya akan keluar dulu, karena masih banyak pekerjaan." Ujar dokter Andrew yang berpamitan pada Alina.

" Silahkan dokter, sekali lagi terima kasih untuk supportnya." ucap Alina dan dia angguki oleh dokter Andrew.

Sebenarnya dokter Andrew tahu bahwa hari ini adalah jadwal alina melakukan kemoterapi, sehingga ia diam-diam mengamati wanita itu, hingga ia melihat dengan mata kepala sendiri saat Alina menangis.

Untungnya saat Alina kerumah sakit, ibu mertua dan adik iparnya pergi berbelanja setelah ibu mertuanya itu mengambil setengah uang belanjanya. Dan untungnya lagi mereka mengajak Neysa pergi ke mall.

__________

Disaat isterinya sedang melakukan kemoterapi untuk penyakit mematikannya, sang suami sedang berkejaran mengejar kenikmatan bersama teman dekat Alina yang sudah lama menjadi teman kumpul kebonya selama ini.

Keduanya melakukan hubungan intim didalam kantor saat jam makan siang berlangsung, saat itu Fera mengajak suami temannya itu untuk bercinta kembali selepas bekerja diapartemen Fera

Namun Nino menolak dengan alasan ia ada janji bersama puterinya dan istrinya Alina untuk pergi ke pasar malam, wajah Fera terlihat muram, apalagi ia juga ingin pergi ke pasar malam bersama neysa yang notabene adalah puteri Nino dan Fera.

" Sayang....jangan marah ya, kau tahu bahwa Alina sudah mulai mengendus hubungan kita, dan kita harus waspada itu "

" Sampai kapan aku akan menjadi teman ranjangmu ?? Aku berhak kau nikahi, aku mommy nya neysa, dan aku yang sudah memberikanmu kepuasan dan pewaris, tapi dia...??" keluh Fera dengan kemarahannya

Nino mendekati Fera dan mencium bibir Fera dengan mesra

" Kau sabarlah, diwasiat ayahku bahwa aku harus membuat istriku hamil dalam waktu 2 tahun dan jika tidak harta ayahku tidak akan jatuh padaku, kau mengertilah sayang " ucap Nino yang kini membelai wajah cantik Fera.

Fera mendengus kesal dengan bibir yang mengerucut.

" Lalu, kalau Alina tidak hamil juga bagaimana ??" Fera mengajukan pertanyaan dengan kening yang ia kerutkan.

" Aku akan menceraikannya." Desah Nino pada akhirnya mengatakan itu.

Fera terlihat senang, ia memeluk Nino dan langsung melumat bibir lelaki itu hingga Nino kewalahan dengan lumatan liar yang dilakukan Fera.

keduanya melakukan berhubungan intim dikantor dengan posisi Fera yang mengambil alih permainan, sungguh Nino dibuat takjub dan puas oleh setiap goyangan yang dilakukan Fera diatas tubuhnya dalam posisi mereka bercinta dikursi singasana Nino dikantor.

Desahan demi desahan kian santer pada ruang kerja Nino, untungnya ruangan itu kedap suara, hingga akhirnya Fera menjerit manja saat ia mencapai puncaknya.

Masih dalam pakaian lengkap Nino melepasakan kemeja Fera dan melepaskan rok Fera hingga wanita itu kini telah polos, Nino mengendong tubuh fera diatas meja dan ia langsung melesatkan senjatanya saat kedua paha Fera ia bentangkan lebar-lebar.

Nino memacu tubuh sexy Fera hingga peluh membasahi kedua insan yang bukanlah sepasang suami isteri.

Fera mencengkeram bahu dan sesekali wanita kejam itu mengigit bahu Nino disertai desahannya kala Nino makin menghujamnya kian dalam.

Dan percintaan keduanya berlangsung hingga 1 jam lamanya, lolongan desahan panjang keluar dari mulut pengkhianat kala keduanya telah mencapai puncaknya.

" Aakhh sayang kamu sayang nikmat, aku selalu terpuaskan olehmu." Desah Nino disela ia menikmati sisa percintaannya.

Wajah Fera berbinar, ia turun dari meja dan memunguti pakaiannya kembali.

" Untuk itu segeralah ceraikan Alina dan menikahlah denganku, akan ku buat kau merasakan nikmat tiap saat sayang...." ucap Fera yang tidak tahu malu itu yang kini membelai wajah Nino yang masih terlihat terengah-engah karena kegiatan panasnya itu.

" Iya sayang, kau tenang saja, aku lakukan itu juga untuk perusahaan dan masa depan kita." urai Nino yang mengusap bahu mulus Fera yang masih terbuka.

Terpopuler

Comments

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

bau busuk itu pasti Alan tercium meskipun dsimpan rapi

2024-05-09

0

Tri Utari Agustina

Tri Utari Agustina

Semoga ketahuan selingkuh suaminya dan teman dekat istrinya

2024-05-09

0

Ma Em

Ma Em

kasihan Alina semoga Alina segera sembuh dari penyakitnya dan Nino dan Fera cepat dapat balasan dari hubungan perselingkuhannya dan Alina segera mengetahui perselingkuhan mereka.

2024-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!